Friday, October 30, 2015

D’Kandang Amazing Farm

Bahagia itu kalau di dekat rumah ada tempat rekreasi seruuuu… Hihihi… Apalagi tempat tersebut diperuntukan bagi anak-anak. Jadi dobel bahagianya. Nah, di dekat rumah orang tua saya di Sawangan, Depok, ada peternakan bernama D’Kandang Amazing Farm.  Peternakan ini bisa menjadi tempat wisata edukatif untuk anak-anak. 






Pertama kali Boo jalan-jalan ke tempat ini saat usianya 20 bulan. Dia sudah ngerti sapi dan kambing begitu juga suaranya. Tapi saat datang ke tempat ini Boo mengantuk, jadilah dia kurang menikmatinya, apalagi dia juga kaget melihat sapi yang besar! 






Di umur 2 tahun 4 bulan (26 bulan), Boo kembali datang ke tempat ini. Kalau saat kunjungan pertama gratis jika hanya melihat-lihat tempat saja, sekarang sudah ada HTM sebesar Rp 10 ribu. Biaya masuk itu sudah termasuk yoghurt stick sebanyak 5 buah. Sluuurrppp..!

Nah, kenapa Boo diajak jalan-jalan ke tempat ini lagi? Jadi, ceritanya sekitar lebaran haji lalu, Boo setiap hari selalu melihat sapi dan kambing di lapangan rumput. Setelah lebaran haji berlalu beberapa hari, kambing dan sapi yang biasa dia lihat pun tidak ada. Makanya dia selalu bertanya, “Buu, mbek sama moo-nya mana?” Saya pun menjawab, “Mbek sama moo yang dipotong jadi sate. Kalau yang enggak dipotong pindah ke peternakan.” Setelah saya menjawab itu, setiaaaaaaap hari kalau melewati lapangan rumput itu Boo selalu bilang, “mbek sama moo-nya udah pindah. Pindah ke peteynakan.” Yes, he always said that until I write this article! Seriuuusss! (Apa saya ternak sapi aja, deh, ya, di rumah biar Boo tiap hari liat sapi gitu? Hihi…) 



   


Akhirnya, Boo pun diajak lagi oleh tante dan eyangnya ke D’Kandang Amazing Farm. Apa, sih, yang bikin tempat ini berbeda dengan peternakan yang lain sehingga ada kata “Amazing”-nya? Ternyataaa, D’Kandang Amazing Farm memang bukan peternakan biasa! Ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan anak-anak di tempat ini, lho.  

D’Kandang Amazing Farm merupakan peternakan bagi sapi perah, sapi pedaging, kambing etawah, kebo bule, domba, dan kuda. Jika kita ingin membeli hasil peternakan, seperti susu sapi dan kambing, yoghurt, bahkan membeli hewan kurban juga disediakan di tempat ini.  Anak-anak dapat memerah sapi, menunggang kuda atau delman, memberi susu untuk kambing/domba etawah, bahkan menangkap ikan di kolam! Seru, kan! Tentu saja semua kegiatan ini ada biayanya di luar HTM, ya.







Anak-anak enggak hanya bisa mempelajari tentang peternakan saja. Mereka juga bisa belajar bercocok tanam di tempat ini. D’Kandang Amazing Farm memiliki taman vertikal, kebun sayuran organik, kebun tanaman buah, tanaman hias, dan apotek hidup, sawah, kolam penjernihan air serta tempat pembuatan pupuk. Ingin membuat kokedama atau seni tanaman bonsai khas Jepang, boneka tanaman hias, dan membuat kerajinan tanah liat? Bisa juga, lho, di tempat ini! 





Enggak hanya itu aja, ternyata di D’Kandang Amazing Farm ini juga ada kegiatan outbond! Nah, lengkap banget, ya! Enggak heran kalau banyak sekolah yang berkunjung ke D’Kandang. Makanya saya juga enggak sabar mengajak Boo lagi ke tempat ini kalau dia sudah agak besar nanti supaya bisa merasakan semua kegiatan yang ada. Tentu saja bersama dengan adiknya, Mika : ) 

Saat ke D’Kandang untuk yang kedua kalinya, Boo serius memerhatikan kambing, domba, dan ikan. Kalau sama si sapi, ternyata Boo masih agak kaget melihatnya.  Apalagi sapi di sana besar-besar! Tadinya juga mau naik delman kuda, tapi sayang kuda-nya ternyata belum siap saat kami datang di pagi hari. Yaaahh… Ok, berarti memang harus ke tempat ini lagi, kan! Hehe…

D’Kandang Amazing Farm
Jl. Penarikan 07/02 (Perum PGRI)
Pasir Putih Sawangan Depok


Friday, October 23, 2015

Penginapan: Hotel Aston Cirebon

Jalan-jalan ke Cirebon dari Jakarta sebenarnya bisa ditempuh pulang pergi seharian. Pagi naik kereta jam 6 dari Gambir, pulang jam 6 sore dari Kejaksan, Cirebon. Tapi jika tidak memungkinkan untuk pulang pergi, ada banyak hotel untuk akomodasi di kota udang ini.


Saat berlibur di Cirebon, kami memilih untuk menginap di Hotel Aston Cirebon. Tempatnya memang enggak terlalu dekat dengan stasiun ataupun mal dan pusat perbelanjaan. – Tapi sejauh-jauhnya kota Cirebon teteeeuup aja berasa deket kemana-mana – Hotel ini ternyata menyediakan free shuttle dari dan ke stasiun, Grage Mal, CSB Mal serta ke salah satu toko batik di daerah Trusmi. Cihuy! Jadi, sepertinya kami enggak perlu rental mobil, kan. Kalau mau kemana-mana selain tempat-tempat dengan free shuttle, tinggal naik angkot atau becak saja. Lebih hemat! Hihihi…




Nah, selain ada free shuttle, apa lagi yang saya suka dari hotel ini? Banyaaak…

-          1. Ada becak mini! Hehe… Becak mini ini disediakan pihak hotel dan bisa disewa untuk mengelilingi hotel. Lucu, deh, bisa buat foto-foto! Dan kami enggak nyewa cukup foto-foto Boo di atas becak mini berlukiskan motif batik mega mendung biru ini aja! Hihihi…


-          2. Ada ayam kate! Iya, beneran ada ayam imut-imut ini di halaman hotel. Ada yang di dalam kandang dan ada juga yang di luar. Nah, Boo kesenengan, deh, lari-larian ngejar ayam kate.





      3. Ada burung …. (jenisnya apa, saya lupa nanya. Duh!). Burung-burung itu ada di dalam kandang. Dan saat kami jalan-jalan di halaman hotel, ada petugas hotel yang sedang memberi makan. Langsung, deh, kami datangi petugas itu dan Boo walaupun agak takut-takut tapi ikut memberi makan burung juga!

-         4. Ada kuda! Nah, ini ceritanya kami abis belanja batik dan kembali ke hotel tiba-tiba melihat kuda di halaman depan hotel. Katanya, sih, ada latihan kuda juga di tempat ini. Seneng, deh, Boo lihat kuda putih walaupun lihatnya enggak deket-deket amat. Hehe…

-          5. Halaman luas. Namanya juga anak, lagi senengnya lari, begitu ketemu halaman rumput hijau yang luas happy-nya enggak ketulungan. Hihihi…

-          6. Kolam renang bersih dan sepiiiii. Berasa punya kolam renang privat karena pas berenang di sana cuma Boo dan yayanya aja berdua di tempat itu! Cihuy banget, deh. Mungkin memang waktu kami ke sana hotel memang tidak terlalu ramai.




-          7. Hotel ini tergolong baru, jadi terlihat masih bersih. Seneng, kan, kalau nginap di hotel yang baru karena terasa bersih dan lebih nyaman.

Selain hal-hal di atas, hotel ini juga memberikan harga yang masih reasonable dengan fasilitas dan service yang oke! Itu diaaa yang paling penting, kan. Bolehlah mencoba menginap di hotel ini saat sedang berlibur di Cirebon bersama keluarga.

Have a nice holiday!

Hotel Aston Cirebon:
Jl. Brigjen Dharsono No. 12C (By Pass), Jawa Barat 45132
(0231) 8298000

-Bubu Dit-

Tuesday, October 20, 2015

5 Spot Favorit Boo di UI


Berjalan-jalan di antara pepohonan, menikmati udara segar bebas polusi sepertinya mulai jadi hal langka bagi orang-orang perkotaan. Bersyukurlah jika masih ada taman dan hutan di tengah kota. Sebagai orang Depok, kami pun merasa beruntung tinggal dekat dengan Universitas Indonesia (UI). Di tempat itu masih banyak pohon dan lapangan rumput luas! Saat weekend di pagi hari tak jarang kami menyempatkan diri  ke UI. Boo juga senang sekali kalau diajak ke UI. Nah, berikut 5 spot favorit Boo di UI! Hihihi…

Lapangan Rumput di Depan Rektorat
Anak lagi belajar jalan, ajak saja ke lapangan rumput di depan Rektorat UI. Selain aman, karena bukan aspal, lapangannya juga luas banget! Siap-siap capek, ya! Hihihi… Boo beberapa kali belajar jalan di tempat ini. Saat sudah bisa berlari, ia pun senang bermain bola di sini. Seru! Saat weekend, depan Rektorat UI pasti ramai dengan orang-orang yang lari di jalan conblock melingkar. Hati-hati juga, kadang ada mobil dan motor melintas di jalan itu.




Tempat Parkir Samping Balairung 
Tempat ini juga tempat favorit Boo di UI. Dia senang sekali jalan sambil lari-lari kecil di tempat ini. Karena jalan conblock jadi tetap ingatkan anak agar hati-hati.


Gedung Perpustakaan Pusat UI (Crystal of Knowledge)
Perpustakaan baru UI yang bentuknya kece ini juga bisa jadi tempat bermain buat anak, lho. Coba lihat saja tingkah polah Boo yang senang naik ke atas gedung beralaskan rumput ini kemudian merosot ke bawah! Hehehe…








Taman Lingkar Perpustakaan Pusat
Tempat ini lumayan adem karena menghadap danau. Tapiiii, capek juga kalau Boo sukanya turun naik tangga yang ada di tempat ini! Kalau saya, sih, sukanya di tempat ini suka ada yang jualan es potong! Enaaaakkk...


Lapangan Rumput dan Jalan di Belakang Rektorat
Tempat ini keren juga! Sepertinya tempat ini jadi tempat terfavorit Boo di UI. Banyak pohon dan lapangan rumput luas tapi permukaannya agak bergelombang (enggak rata). Jadi, kalau Boo lari-lari meti ekstra menjaganya juga. Selain itu, di tempat ini pun enggak terlalu ramai jadi mungkin Boo merasa lebih nyaman jalan-jalan di sini. Lihat saja gaya-gayanya di bawah ini! Duh, anakkuuuu... Hihihi 













Menikmati hari di tempat yang dekat dengan rumah ternyata menyenangkan juga, apalagi anak menjadi happy! Saya pun makin happy, dong, ya kalau jalan-jalannya hemat seperti ini! Hihihi...

-Bubu Dit- 

Friday, October 16, 2015

Sehari di Semarang

Hanya punya waktu satu hari di Semarang bersama anak untuk jalan-jalan? Tenang, kita bisa pergi ke beberapa tempat wisata dalam satu hari saja! Bagi yang membawa balita dan tidak ingin repot, kita bisa menyewa mobil beserta supirnya jika kita belum familiar dengan Semarang. Ada juga, lho, hotel yang menyediakan rental mobil dan supirnya. Coba tanyakan ke pihak hotel tempat kita menginap apakah ada fasilitas tersebut. Namun harganya mungkin akan lebih mahal dibanding harga rental umum.

Mulailah wisata satu hari di Semarang dengan berjalan-jalan di seputar Simpang Lima pada pagi hari. Di saat weekend akan banyak orang yang melakukan aktivitas di tempat ini. Ada yang jogging, bersepeda, dan jajan makanan kaki lima. Mau menyenangkan si Kecil? Ada banyak rental mobil-mobilan remote! Hihihi… Jangan lupa, tetap awasi si Kecil bermain, ya, karena suasananya cukup ramai. 























Setelah dari Simpang Lima, kita bisa berlanjut ke  wisata religi menuju Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk, Klenteng Sam Po Kong seta Klenteng Tay Kak Sie. Jika masih punya banyak waktu, bisa juga mengunjungi Pagoda Watu Gong yang jaraknya agak jauh dari pusat kota Semarang. Dari mengunjungi tempat-tempat wisata religi  di Semarang, anak bisa diajarkan tentang makna toleransi antar umat beragama. Duh, berat yah, bocah masih 2 tahun kurang sudah diajarkan itu. Hehehe… Enggak sama sekali, kok. Biarlah dari kecil dia tahu kalau agama ada bermacam-macam. Dan walaupun berbeda, kita harus baik pada sesama tanpa melihat perbedaan itu. Siiiiip! Oya, jangan lupa bawa topi atau payung, ya, biar si Kecil enggak kepanasan.   
 
Di dalam Sam Po Kong

Di depan Gereja Blenduk

Di depan klenteng Tay Kak Sie dan patung Laksamana Cheng Ho

Setelah wisata religi, bolehlah kita menyenangkan isi perut dengan singgah ke Toko Oen . Restoran ini legend banget kayaknya, yaa. Sudah ada di Semarang sejak 1936 dan masih bertahan hingga sekarang. Kesan kuno langsung tertangkap saat kami masuk ke dalamnya. Tanpa babibu lagi, kami langsung memesan makanan dan menyantapnya sampai tandassss! Hehehe… Kami enggak mau terlalu lama di dalam restoran ini karena Boo sempat ngelihat ke atas terus. Du..du..du..du..du… (ada apaaa Boo di atas sanaaaa? Hihihi … : )


Makan di Toko Oen. Lapaaar... Makanannya belum datang : )

Sudah kenyang, tinggal beli oleh-oleh di jalan Pandanaran. Ada banyak toko oleh-oleh di sepanjang jalan itu. Tinggal pilih aja, deh, mau belanja oleh-oleh di toko apa. Jangan lupa untuk membeli Bandeng Juwana dan lumpia, ya! 


Suasana di dalam salah satu toko oleh-oleh Jalan Pandanaran. Pas weekend rameeee banget. Ngantri yaa!

Cukup, kan, wisata satu hari di dalam kota Semarang. Lho… lho… lho.. kok enggak ke Lawang Sewu? Itu, kan, ikon Semarang yang nge-hits banget. Haha… iya, kami memang sengaja cuma lewat depan Lawang Sewu aja dan enggak masuk ke dalamnya. Kenapa? Ngeriiii aku bawa bayiiiii… : )


-Bubu Dit-
 

* Cerita lebih lengkap tentang Sam Po Kong bisa dilihat disini
* Kalau mau tahu kenapa saya penasaran sama Gereja Blenduk bisa lihat alasannya disini : ) 
* Mau lihat Simpang Lima sebelum matahari terbit? Foto-fotonya ada disini. Foto-fotonya dari atas!


Friday, October 9, 2015

Tips Naik Kereta dengan Batita


Saya adalah pecinta kereta. Iya, suka banget sama yang namanya naik kereta. Masih inget banget di ingatan saya waktu saya kecil (kayaknya masih TK) diajak ke Mangga Dua sama Mama, dari Depok, ya, naik kereta. Saya juga masih inget banget duluuuuu sekali setiap liburan panjang sekolah tiba, keluarga saya pasti liburan ke rumah Eyang di Solo dengan naik kereta Senja Utama. Saya paling suka tidur di bawah. Ndelosor pakai tikar dan selimut. Walaupun perjalanan jauh tapi nikmat rasanya. Sekarang pun kerja pulang pergi naik kereta commuter line. Mau desek-desekan kayak apa juga dijabanin aja. Yaaa, nasib… : )





Nah, saya pun mau menyebarkan virus cinta naik kereta ke  anak-anak saya. Hihihi… Keluarga kecil kami sudah pernah naik kereta jarak agak jauh (3 jam perjalanan) ke Cirebon dan jarak yang lumayan jauh (7 jam perjalanan) ke Semarang. Saat ke Semarang umur Boo 10 bulan. Nah, kalau ke Cirebon umur Boo sudah 20 bulan dan saya lagi hamil 7 bulan! Repot bawa batita naik kereta? Enggak juga, kok. Malah seru-seru aja! Alhamdulillah Boo enggak rewel selama di perjalanan dan bisa menikmati naik kereta. Beberapa tip berikut mungkin bisa jadi cara ampuh supaya nyaman membawa batita naik kereta.





Pilih perjalanan pagi-siang supaya tidak terlalu dingin.


Tetap siapkan selimut dan baju tebal, pakaikan kalau AC kereta dirasa terlalu dingin.

Bawa mainan dan buku favorit. 

Ajak ngobrol anak sambil melihat jendela. Ceritakan di luar ada apa saja atau biarkan dia bercerita.

Jangan larang anak berdiri di kursi. Pengalaman saya, Boo malah senang sekali ngobrol dengan orang yang duduk di belakang kursi kami. Bahkan, Boo sempat pindah duduk ke belakang dan main dengan seorang ibu dan anak perempuannya yang masih SMP. Hihi… Tapiiii, kita harus perhatikan juga penumpang lain. Kalau mereka tidak merespon atau malah merasa terganggu, segera dudukkan anak dan ajak main kembali bersama kita.

Kalau anak sudah bosan, ajak jalan-jalan sepanjang gerbong.

Biarkan anak menonton tv kereta jika yang ditayangkan masih sesuai dengan umur anak. Jika tidak, segera lapor ke petugas kereta. Tapi mestinya, sih, tontonan di kereta bisa untuk semua usia. Saat naik kereta jarak jauh untuk kedua kalinya, Boo menonton film Jurassic Park 1. Saat itu dia mulai tahu tentang dinosaurus, jadi saya enggak terlalu khawatir : )

Perlu bawa stroller? Nah, ini tergantung kebutuhan dan aktivitas selama liburan di kota tujuan. Jika liburan lama dan jalanan di kota tujuan juga ramah terhadap stroller bawa saja. Tapi karena saya hanya liburan sebentar, saya hanya bawa gendongan. Di kereta pun Boo dipangku bergantian antara saya dengan suami jadi tidak perlu stroller.

Jadi, sudah siap berlibur dengan si kecil naik kereta? Yuuukkk… Tut… tut…tuuutttt…


-Bubu Dit-