Jumat, 20 November 2015

25 Jam Mika di Cirebon

Teman-teman di kantor merencanakan untuk jalan-jalan ke Cirebon. Karena enggak mau hanya mendengar cerita jalan-jalannyat eman-teman di sana tanpa ikut merasakannya, maka saya pun memutuskan untuk ikut dan membawa Mika yang masih menyusui ASI eksklusif. Hihi... : ) Ini adalah pertama kalinya Mika keluar kota. Umurnya tepat 5 bulan 1 minggu. Saya cuma berharap semoga Mika ikut senang diajak jalan-jalan dan enggak rewel di jalan. : )


Selama 25 jam, kemana saja Mika di Cirebon?

Hari Ke-1
09.00
Stasiun Kejaksan Cirebon
Kami menaiki Cirebon Ekspres dari Stasiun Gambir Jakarta pukul 6 pagi.Dalam perjalanan selama 3 jam, Mika kelihatan senang-senang aja. Sempat enggak bisa tidur selama beberapa lama, tapi akhirnya tidur juga dengan pulas. Karena ada kursi kosong, Mika bisa ditidurkan di kursi panjang. Lumayan, kan, jadi enggak perlu dipangku. Hehe… : ) Sampai di Stasiun Kejaksaan Cirebon pukul 9-an pagi dan mobil carteran sudah siap untuk mengantar kami keliling Cirebon satu hari ini. Yeeaayy…!



Tiket perjalanan kereta api Mika yang pertama. Foto oleh Tante Ucing

10.30
Keraton Kasepuhan Cirebon
Setelah mampir ke hotel untukmenaruh barang bawaan (kalau saya semua tas tetap saya bawa, isinya punya Mika semuaaa..hehe), kami menuju Keraton Kasepuhan Cirebon. Tiket masuk Rp 20 ribu dan kami memakai jasa guide selama melihat-lihat isi di dalam keraton dalam waktu kurang lebih satu jam. Pada kunjungan ini, guide kami bernama Pak Mungal. Untuk biaya guide sukarela saja (di luar tiket masuk). Semakin banyak, bapak guide pastilah semakin senang, ya. : )

Di depan gerbang masuk Keraton Kasepuhan. Foto oleh Pak Mungal.
Yayanya Mika sudah wanti-wanti, kalau ke keraton Mika jangan diajakmasuk. Yah, tapi saya nekad saja. Lagi pula masa iya harus menunggu di depan keraton tanpa ngapa-ngapain. Rugi, kan, yaaa…

Bismillah, saya dan Mika pun ikut masuk ke dalam lingkungan Keraton Kasepuhan. Mika terlihat tenang dan nyaman di dalam gendongan. Malah, saat suara gamelan terdengar dimainkan oleh para pemain gamelan keraton, Mika tertidur pulas! Nah, kan, baru ketahuan sekarang selera musiknya ternyata Indonesia banget ini anak bayi! Hihi…

Mika tertidur, saya pun jadi leluasa masuk ke dalam tempat-tempat yang menyimpan benda-benda kuno.Ndilalah, karena saat kesana satu Suro (Muharram) baru berlalu beberapa hari yang lalu, wangi benda-benda kuno masih tercium jelas!

Sayangnya, kami enggak bisa masuk ke dalam tempatt inggal Sultan Cirebon. Tempat itu sedang disiapkan untuk jamuan tamu yang akan datang kesana. Kalau tidak salah ada seorang wakil menteri yang mau berkunjung.

Waktu sejam berkeliling di dalam Keraton Kasepuhan Cirebon pun berlalu dengan cepat. Saatnya untuk mengunjungi destinasi berikutnya, yaitu tempat makaaaannnn… : )



12.00
Empal GentongAmarta
Perut yang tadinya keroncongan (apalagi sambil menyusui Mika) langsung jadi happy seketika begitu makan empal asem khas Amarta. Tempat makan ini merupakan salah satu yang paling terkenal diantara para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon. Apalagi Amarta mendeklarasikan diri sebagai “Pelopor Empal Asem di Cirebon!”

Empal asem memang jadi tujuan saya ikut ke Cirebon. Rasa empal asem segar-segar asem gurih. Pokoknya enak! : ) Apa bedanya dengan empal gentong? Empal asem tidak memakai santan seperti empal gentong. Cuma itu yang saya tahu. Hihi… Jadi, mau masuk tim empal gentong atau tim empal asem? Saya sudah pasti empal asem. : )

Yaya Indro juga menitip dibawakan empal asem. Saya pun membawa pulang dua bungkus untuknya. Selama di hotel saya masukkan kedalam freezer dan saat sampai di Depok keesokan sore harinya empal asem setelah dipanaskan rasanya masih maknyuuusss! Tip supaya empal asem awet dibawa pulang, kuah dan daging harus dipisah, ya…

Selama di Empal Gentong Amarta, Mika sudah membuka mata dari tidur lelapnya di keraton. Saat saya makan, Mika cukup tenang di pangkuan sambil sesekali ingin menggapai makanan saya. Ketika teman saya ada yang sudah selesai makan, Mika pun di gendong olehnya, dan saya bisa makan dengan lebih leluasa. Kenyaaang…!

Makaaannn... Foto oleh Om Dimdim.

Empal asem yang enak... enak... enaaaak...

13.00
Batik Trusmi
Saatnya berburu batik! Ada tiga tempat yang kami kunjungi. Dua showroom Batik Nofa dan Batik Trusmi Pusat Grosir yang tokonya gede buangeeeet itu! Kalau ke tempat batik, rasanya pengen banget borong banyak, ya. Enggak tahan buat enggak beli.Hihi…

Saya lebih suka suasana di toko batik yang tempatnya relatif kecil, seperti Batik Nofa. Rasanya lebih nyaman dan lebih santai. Bahkan di toko batik itu ada tempat lesehan untuk istirahat pengunjung. Cocok banget buat saya yang lagi membawa bayi! Sebaliknya, di toko batik yang besar itu, rasanya sesak sekali karena penuh dengan orang dan terlalu banyak pilihan batik yang disediakan. Mau belanja pun jadi kurang nyaman. Pusyiiiing…

Saat di tempat batik, Mika juga tampak tenang sekali. Dia bahkan sempat tidur kembali di gendongan. Jadi, saya pun bisa leluasa melihat batik dan berburu oleh-oleh. Saat Mika terbangun, ia bermain bersama teman-teman saya di lesehan di dalam toko batik. : )


Ibu-ibu membatik di depan toko. Jadi atraksi tersendiri bagi wisatawan.

16.00
Gua Sunyaragi
Di dalam kota Cirebon, terdapat bangunan unik, yaitu Taman Sari Gua Sunyaragi.  Bangunan yang dulu menjadi tempat Sultan beristirahat dan bermeditasi ini, mitosnya terbuat dari batu karang Laut Selatan Jawa. Terdapat beberapa gua di dalamnya yang tidak saya masuki. Iya, gimana mau masuk ke dalam kalau di tengah perjalanan di tempat ini Mika mulai “heboh”. Mika mulai rewel karena mengantuk (lagi). Jadi, saya cukup menikmati keunikan tempat ini dari bagian luar saja. Bagus, ya…

Lihat, deh, di belakangnya kayak tengkorak, ya! Ada mata, hidung, mulut! Foto oleh Tante Merce.



17.00
Nasi Jamblang Bu Nur
Setelah lelah jalan-jalan keliling Cirebon, kami pun makan sore di Nasi Jamblang Bu Nur, salah satu tempat makan jamblang paling nge-hits seantero Cirebon! Gimana enggak, saat kami datang antrian untuk mengambil makanan prasmanan itu sudah mengular. Pilihan makanannya banyak dan rasanya juga  lumayan enak. Apalagi makanan favorit teman-teman, yaitu cumi hitam!

Di Bu Nur, Mika juga sudah enggak rewel lagi (syukurlaaah...). Mika malah kelihatan seneng banget melihat makanan yang banyaaakkkk. Tangannya enggak bisa diam ingin menggapai makanan di sana : )

Girang banget muka Mika di dalam mobil dalam perjalanan. Dipangku Tante Ucing. Senderan di bantal pink Tante Merce. Meluk bantal Tante Aju. Foto oleh Tante Aju. (Lengkap, yah, teman-teman kesebut semua.. hihihi...)

17.45
Stasiun Kereta Kejaksan
Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke stasiun. Ada teman yang tidak menginap di Cirebon dan harus kembali ke Jakarta dengan kereta pukul setengah tujuh malam.

18.00
Toko Oleh-Oleh Pangestu
Belum lengkap rasanya kalau enggak membawa oleh-oleh makanan dari Cirebon. Kami pun menuju Toko Pangestu yang menyediakan oleh-oleh khas Cirebon. Saya enggak lama berada di sana. Setelah apa yang saya mau sudah saya dapat, saya langsung ke mobil untuk menyusui Mika.

19.00
Hotel Priangan
Akhirnyaaaaa... jalan-jalan hari pertama di Cirebon usai sudah. Setelah beres-beres, mandi (segeeernyaa) dan memandikan Mika, saya pun mau menidurkan si Kecil ini yang kelihatan sudah ngantuk. Tapiiiii kehebohan yang lebih dahsyat terjadi lagi di dalam kamar hotel. Mika yang sudah mengantuk tapi enggak bisa tidur akhirnya menangis sejadi-jadinya selama beberapa lama (kayaknya sekitar 15 menit).

Teman-teman satu kamar sudah panik, tapi saya santai saja. Hal ini sudah pernah saya alami sebelumnya, Jadi, enggak panik lagi. Hehe... Lama-lama Mika pun bisa tenang, mau menyusu, dan tidur pulas di kamar. Tadinya ada rencana mau jalan-jalan malam di sekitar hotel yang letaknya sangat strategis di pusat kota, tapi saya urung ikut karena harus menidurkan Mika.

Hari Ke-2
06.30
Bubur Ayam (Sebelah Kanan Hotel Priangan)
Mika jadi alarm hidup buat saya dan teman-teman sekamar. Mika sudah melek jam setengah 5 pagi! Saat mau mencari sarapan pagi sekitar jam enam lebih di dekat hotel, saya mengajak Mika. Tapi karena bangunnya kepagian, Mika pun tertidur pulas di gendongan saat saya makan bubur ayam yang maknyuuussss ini! Yap, tekstur buburnya sangat kental dan rasanya juga gurih. Pokoknya enaaak! Nyesel cuma makan satu mangkok, nih! Hahaha... 

Bubur sebelum dicampur. Kecap asin, kecap manis, merica kita yang menambahkan sendiri.




10.00
Stasiun Kejaksan Cirebon
Jalan-jalan Mika di Cirebon pun diakhiri pukul 10 pagi saat kereta Cirebon Ekspres yang Mika naiki mulai berangkat dan akan membawanya pulang ke Jakarta. Yuhuuu… sampai ketemu lagi, ya, Cirebon!






-Bubu Dit-


2 komentar:

  1. Ikut jalan2 bareng mas birru dan dedek mika dong bubu dita.

    BalasHapus
  2. Seiiippp Tante Efiiii. Gantian gendong, yah... Hihihi... Cepetan sini balik ke Indo.. :)

    BalasHapus