Jumat, 04 Desember 2015

Tips Naik Kapal Laut dengan Batita

Boo pernah menyeberang laut (selat –lebih tepatnya) dengan kapal. Saat berusia 2 tahun 2 bulan, Boo ikut Yaya Indro ke acara family gathering kantor Yaya di Kalianda, Lampung. Untuk menuju ke sana Boo harus naik kapal dari Merak, Banten.  Saya sendiri enggak ikut karena belum pede mau bawa adiknya yang saat itu masih 2 bulan. Jadi, Boo naik kapal bersama Yaya-nya, Atung-nya (Eyang Kakung), dan Om-nya. Saya hanya bisa melihat keseruan Boo naik kapal laut dari foto-foto yang dikirim Yaya… : )





Nah, karena saya enggak ikut serta dalam perjalanan Boo naik kapal, berikut ini tip-tip yang diberikan Yaya Indro saat membawa batita naik kapal laut. 

  • Perut kenyang. Yes, usahakan sebelum naik kapal agar anak makan terlebih dahulu supaya kenyang. Kalau perut kosong, anak lebih sering rewel dan bisa mual di perjalanan.  Tapiii makannya juga jangan berlebihan.
  • Pakai Jaket. Angin laut itu katanya, sih, kencang banget, ya. Jadi, usahakan anak pakai jaket biar enggak masuk angin. Saat pergi pulang naik kapal, saya siapkan jaket tebal berbahan fleece lembut untuk dipakai Boo. Sudah pakai jaket saja, saat pulang dari Lampung Boo sempat masuk angin : (  
  • Bawa Antimo. Ini persiapan kalau anak tiba-tiba mabuk di kapal. Sekarang sudah ada antimo untuk anak. Tapi mungkin bisa konsultasi ke dokter anak dahulu, ya, sebelum berangkat.
  • Bawa minyak-minyakan. Boo masih pakai minyak telon, tap bawa juga minyak kayu putih supaya kalau dipakai lebih hangat di badan.
  • Bawa makan & minum. Jangan lupa bawa bekal makan (makanan berat, makanan ringan camilan/snack kesukaan anak, buah) dan minum (air putih – harus – dan  susu jika perlu).
  • Bawa mainan favorit. Nah, mainan cukup sukses membuat Boo sibuk saat ia sudah merasa bosan di kapal. Saat pergi naik kapal Boo membawa mainan alat gambar yang bisa dihapus itu, tuh. Boo senaaang sekali corat-coret hapus, corat-coret lagi, hapus lagi… : )
  • Bawa bantal. Kalau bepergian Boo selalu membawa bantal yang empuuuk. Hehe… Bantal ini dibawa supaya kalau tidur di perjalanan kepalanya enggak pegal.
  • Bawa baju ganti, pampers, tisu basah. Kalau ini, sih, benda wajib yang memang harus selalu dibawa kemanapun, ya.
  • Bawa plastik yang agak banyak. Selain untuk tempat baju kotor, plastik juga bisa dipakai untuk jaga-jaga jika anak mabuk perjalanan dan muntah.

  • Paling penting: selalu lihat dan perhatikan kondisi anak, ya. Cek apakah ia merasa nyaman di kapal atau tidak. Selalu temani kemanapun anak bergerak. Di kapal, memang disediakan tempat duduk, namun Boo selalu ingin jalan-jalan keliling kapal. : ) Jadi, harus selalu diawasi baik-baik.
 


Nah, sudah siap naik kapal bersama anak? Saya juga mauuuuu! : )  


-Bubu Dita & Yaya Indro-



 

2 komentar:

  1. Wah seru banget ngajakin anak-anak naik ferry. Aku kemarin hampir nekad dari Labuan Bajo ke Lombok *waktu pesawat cancel karena Raung. Tapi banyak yang enggak recommend, jadilah enggak jadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Tesya, aku cuma denger ceritanya aja kayaknya seruuu.. Coba mba bawa anak-anak naik ferry, tapi ati2 masuk angin yaa..

      Hapus