Wednesday, March 30, 2016

Penginapan: Permata Convention Hotel Bogor

Mencari penginapan di Bogor bisa membuat bingung. Yap, karena di Kota Hujan ini, penginapan bertebaran dimana-mana. Banyak sekali pilihan penginapan dari bintang terendah hingga bintang lima!




Jika ingin weekend gateway ke Bogor bersama anak-anak untuk mengunjungi Kebun Raya, melihat rusa-rusa di Istana Bogor atau wisata ke tempat lainnya, kita bisa menginap di Hotel Permata Bogor bersama keluarga. Hotel ini jaraknya dekat sekali dengan Kebun Raya. Tinggal menyeberang jalan, Kebun Raya sudah ada di depan mata. Dan dari seberang hotel ini, kita sudah bisa mulai menikmati car free day di kota Bogor. Lokasinya strategis sekali. Asyik!

Tak hanya dekat dengan Kebun Raya, hotel yang berada di Jalan Padjadjaran ini juga persis berada di sebelah Rumah Sakit PMI Bogor dan Botani Square. Jika membutuhkan sesuatu di mal, tinggal jalan kaki dua menit sampai!

Hotel Permata sebenarnya merupakan hotel lama di Bogor. Namun hotel ini direnovasi dan memiliki gedung baru. Kamar yang kami tempati ada di gedung baru. Kamarnya cukup nyaman dan lumayan luas. Awalnya kami kecewa saat sampai di hotel dan diberikan kamar di bangunan lama. Kamarnya sempit, agak kotor, pokoknya tidak membuat hati nyaman. Padahal saat booking melalui Travelo**, saya sudah membuat catatan agar kami mendapat kamar di gedung baru. Setelah negosiasi, akhirnya kami mendapat apa yang kami inginkan. Syukurlah... : )









Saat menjelang malam, ada satu kejadian yang lagi-lagi membuat saya kecewa. Hmmm, cerita tentang kejadian tersebut bisa dilihat di link ini, ya....

Hotel ini juga dilengkapi dengan kolam renang super mini! Yes, kolam renang ini sepertinya memang disediakan khusus untuk anak-anak. Boo pun tak melewatkan kesempatan untuk berenang di hotel ini. Seperti biasa, ia senang sekali, apalagi di kolam renang juga disediakan bola-bola warna-warni! Ini spot favorit kami di hotel. Kolam renang ini juga merupakan hasil renovasi.











Mika juga mau eksis, yaa, di kolam renang walaupun nggak ikut berenang... :)


Saat menginap, kami hanya memesan room only. Kami berpikir untuk mencari sarapan di car free day saja, jadi tidak perlu sarapan di hotel. Pilihan yang tepat, karena di car free day banyaaaaak sekali makanan yang bisa dicoba... : ) 

Dari segi harga, kami mendapat harga Rp 400 ribuan untuk kamar yang kami tempati. Kami menginap saat weekend dan baru mem-booking hotel ini dua hari sebelum tanggal kami menginap. 

Jika ada kesempatan untuk weekend gateway ke Bogor lagi, kami akan mencoba menginap di tempat lain. Sebenarnya hotel ini cukup enak karena berada di lokasi yang strategis, namun ada beberapa hal yang membuat kenyamanan berkurang. Semoga hotel ini bisa meningkatkan kualitasnya dari segala sisi.   

-Bubu Dita-




Sunday, March 27, 2016

Penginapan: Hotel Dana Solo


Don’t judge a book by its cover. Yes, pepatah itu juga berlaku untuk saya saat pertama kali mengetahui kami sekeluarga akan menginap di hotel ini saat liburan di Solo. Hotel Dana, hotel yang kerap kali jadi tempat resepsi pernikahan.

Saya termasuk yang menyukai bermalam di hotel yang relatif baru, terkesan clean dan minimalis serta moderen. Hotel Dana jauh dari kesan itu. Hotel Dana termasuk hotel tua di Solo. Bangunannya lama, tidak bertingkat, serta memiliki aksen rumah joglo yang kental.


Tapi tak disangka, di hotel inilah saya malah betah berlama-lama! Apalagi Boo, dia senaaaaaaang sekali menginap di hotel ini!. Kok bisa? Inilah beberapa hal yang kami suka dari Hotel Dana Solo.   

Kamar Luas, Kasur Besar
Saat kami menginap di sana, kami menempati tipe kamar Junior Suite. Kamarnya sangat luas, bahkan terdapat ruang tamu begitu kami memasuki kamar ini. Untuk menginap bersama keluarga, saya menyarankan untuk menginap di tipe kamar ini. Kasurnya pun besar sekali. Saya, Yaya Indro, Boo, dan Mika tidur di satu kasur besar itu dan saya masih merasa agak lega, lho! Oya, apalagi di dalam kamar masih bisa ditambah dua extra bed lagi! Nah, kebayang, kan, betapa besarnya kamar ini. Hehehe… Oya, di depan kamar pun ada tempat parkir mobilnya!









Harga Relatif Terjangkau
Untuk mendapat kamar sebesar itu dengan fasilitas ruang tamu pribadi, berapa biayanya? Kamar Junior Suite ini dibanderal Rp 400 ribuan per malam! Padahal kami menginap di sana saat long weekend. Dengan fasilitas kamar seperti yang saya ceritakan sebelumnya, harga ini menurut saya termasuk relatif terjangkau dan lebih murah dibanding hotel ternama yang ada di Solo.
                                                                                               

Paling Favorit: Ada Taman Bermain Anak!
Ini dia spot favorit kami di Hotel Dana. Ada playground di taman yang lokasinya tepat di depan kamar hotel yang kami tempati! Berbagai permainan anak seperti ayunan, jungkat-jungkit, sampai odong-odong Doraemon ada di taman ini! Selain itu juga terdapat kolam ikan dengan patung gajah di tengahnya. Wah, kolam dan patung gajah ini bikin Boo happy berat! Masih ada berbagai jenis burung dalam sangkar yang terkadang mengeluarkan suara nyaringnya. Seru! Ditambah dengan bangku-bangku besi putih, taman ini sempurna banget untuk melepas rasa penat. Gara-gara kesenangan bermain di taman ini, Boo bahkan sempat tidak mau diajak pulang! “Mau di hotey ajaaaa.” Nah, lho! Hihi…

















Lokasi Strategis
Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, jalan besar di Solo, hotel ini strategis banget, deh! Setiap hari Minggu ada car free day di depan hotel! Di sebelahnya persis ada toko buku Gramedia. Mau ke berbagai lokasi wisata di kota Solo pun mudah dijangkau dari hotel ini.

Nilai Historis
Presiden pertama RI, Soekarno, pernah menginap di hotel ini! Tercatat dua kali Soekarno menginap di hotel ini, yaitu tahun 1945 dan saat perayaan Hari Pahlawan November 1952. Hingga kini kamar bernomor 45 dan memiliki luas 9x15 meter ini (huuaahh, luas banget!) sering kali full booked!

Itulah lima alasan mengapa hotel ini saya rekomendasikan bagi keluarga yang ingin mencari alternatif tempat menginap di kota Solo. Weits, kenapa tidak ada soal makanan di list ini? Menginap dua malam di hotel ini dan mencoba dua kali breakfast, saya rasa hotel ini perlu meningkatkan kualitas menu breakfast-nya dan bisa lebih bervariasi. Meski demikian, saya tetap senaaaang sekali menginap di hotel ini karena nyaman, seperti di rumah sendiri... : ))












-Bubu Dita- 


Thursday, March 3, 2016

Taman Balekambang Solo, Bukan Taman Kota Biasa

Panas terik kota Solo siang itu langsung terobati saat kaki melangkah masuk ke dalam kawasan Taman Balekambang. Pohon-pohon tinggi dengan daunnya yang rimbun langsung menyapa kita. Adeeem…




Taman Balekambang merupakan taman kota yang luasnya hampir 10 hektar. Luas juga, ya! Taman ini berdiri sejal 1921 oleh Mangkunegara VII sebagai kenang-kenangan untuk kedua anak perempuannya, GRAy Partini dan GRAy Partinah. Di dalam taman ini terdapat patung mereka berdua.

Menurut literatur yang saya baca, gedung pertunjukan yang berada di dalam taman ini menjadi saksi perjalanan grup lawak Srimulat menuju kesuksesannya mulai tahun 70-an. Setelah itu, Taman Balekambang sempat berubah menjadi daerah kumuh yang memprihatinkan.  Taman ini pun mengalami revitalisasi menjadi taman kota, daerah resapan air, dan pusat budaya tahun 2008. Saat ini, Taman Balekambang sangat nyaman untuk dikunjungi, bahkan kita bisa ber-wifi ria di taman ini!

Rusa Bebas Berkeliaran
Banyak sekali hal menarik yang ada di taman kota ini. Tak jauh dari gerbang utama pandangan saya langsung tertuju pada rusa berbadan besar dan cukup gemuk yang berjalan santai. Rusa tersebut bebas sekali berkeliaran di area taman bersama rusa-rusa lainnya dan tak terlalu menghiraukan keberadaan para pengunjung. Mungkin para rusa sudah biasa dengan kondisi itu, ya. 


Huaaah, melihat rusa yang hilir mudik itu, Boo pun senang bukan kepalang! Ia ingin sekali mendekati rusa. Melihat rusa-rusa sedang makan rumput, saya pun ingin mengelusnya. Hehe… Awalnya agak ragu, namun rasa penasaran membuat saya berani melakukannya. Yeay, berhasil! Saya bisa mengelus rusa sebentar. : )





Beberapa pengunjung yang saya lihat menjulurkan dedaunan yang kemudian langsung dicaplok oleh rusa. : ) Rusa di Taman Balekambang sangat bersahabat. Meski begitu, ada baiknya jika tetap menjaga jarak aman, ya. (Setelah foto bersama rusa dan mengelusnya, saya langsung ngacir… Hehehe…)     

Kolam Rekreasi
Tak hanya berisi pepohonan yang menjadi paru-paru kota Solo, Taman Balekambang juga memiliki kolam luas yang menjadi tempt resapan air dan untuk menampung air. Selain itu, kolam ini pun dijadikan arena wisata perahu bagi masyarakat.  




Aneka Permainan Anak
Taman Balekambang boleh dibilang taman rakyat. Tidak dipungut biaya sama sekali untuk menikmati taman ini. Hanya saja untuk parkir kendaraan tetap dikenakan biaya. Seperti saat berkunjung ke sana, saya dan keluarga memakai elf dan harus membayar parkir sebesar Rp 10 ribu tanpa ada patokan berapa jam.

Karena menjadi hiburan bagi rakyat, di dalam taman ini juga terdapat berbagai macam permainan untuk anak-anak. Ada kereta mini, mancing ikan-ikanan serta arena permainan istana balon. 




Boo dengan antusias bermain memancing ikan-ikanan. Ini memang salah satu permainan favorit Boo. : ) Dari yang memancing menggunakan alat pancing sampai langsung mengambil ikan dengan tangan! Hihihi…  Untuk bermain ini, kami membayar Rp 5 ribu saja sepuasnya! Iya, boleh bermain sepuasnya sampai bosan harganya flat. Hehehe… Murah, kan. Nah, waktu kami habis tersita menunggu Boo main mancing ikan-ikanan. Boo happy sekali! 






Taman Reptil
Karena Boo lama sekali bermain, saya don Boo tidak sempat melihat keseluruhan isi Taman Balekambang. Tapi Yaya Indro sempat berkeliling sampai ke bagian belakang dan melihat Taman Reptil! Taman Reptil Balekambang mempunyai beberapa koleksi reptil, seperti ular dan iguana. Di area taman ini pula hewan-hewan non-reptil, seperti burung kakak tua, monyet, ayam, angsa, kura-kura, kelinci dan lainnya ada di tempat ini. 




Untuk bisa masuk ke taman reptil biayanya Rp 5 ribu. Sepertinya taman reptil ini sebaiknya meningkatkan jumlah hewan-hewan reptil karena walaupun namanya Taman Reptil tetapi hewan di dalamnya lebih banyak yang non-reptil. Selain itu pengelola sebaiknya juga lebih menjaga kebersihan agar taman ini tidak terlalu berbau.



Oya, di dalam Taman Reptil ini ada batu besar yang dinamanakan Batu Asmara. Batu ini merupakan meteor yang jatuh tak jauh dari kota Solo. Wow!




Dibandingkan taman kota lainnya, Taman Balekambang mempunyai keunikan tersendiri. Banyak sekali hal menarik yang ada di sini. Taman ini bukan taman kota biasa!









-BubuDita-