Monday, July 18, 2016

Shirokuma, Dessert Cafe Ala Jepang yang Lucu dan Instagramable

Saat libur lebaran beberapa waktu lalu, kami sekeluarga menyempatkan diri menikmati lengangnya mal paling ngehits di Depok, Margo City. Jarang-jarang, kan, mal ini sepiiii... hehe... Ada dua dessert cafe yang belum kami coba icipi. Dari dua dessert cafe itu, pilihan jatuh ke Shirokuma!

Melihat tampilan cafe ini dari luar saja sudah menyenangkan. Kursi, dinding, interior di dalamnya berwarna pastel yang sedap dipandang mata.  Apalagi ada patung beruang putih yang siap menyambut para tamu di depan cafe dengan mukanya yang ramah. Aaaaah, gemaaaas... :) Dalam bahasa Jepang "shiro" berarti putih dan "kuma" berarti beruang. Pantas saja icon cafe ini adalah si beruang putih yang pingin banget dipeluk itu! Hihihi...











Pilihan kami untuk makan di Shirokuma sepertinya memang tepat sekali. Boo senang ada di cafe ini. Untung saja kami jadi pengunjung pertama di cafe dan suasana cafe masih sepi, jadilah Boo dengan riang gembira hilir mudik ke dalam cafe tanpa rasa takut. Dia mau eksis difoto! Yaya Indro dengan sigap mengabadikan polah Boo di beberapa sudut cafe. Hasilnya? Foto yang cukup instagramable! Yes, dengan dekorasi yang kekinian, cafe ini bisa jadi ajang narsis di instagram juga!



Gemeees banget sama wall art-nya :D


Entah, ya, ini gaya apa.. :D

Bagaimana dengan menu dessert-nya? Kami beruntung saat ke sana sedang ada promo pembelian satu parfait gratis satu parfait menu yang sama tapi boleh berganti rasa es krimnya. Asiiiikkk...

Kami memesan Kuma Candy Parfait dengan es krim original dan thai milk tea. Isi parfait-nya berupa rainbow marshmallow, mochi, pocky, dan beberapa keping honey star. Wah, enggak salah pilih menu, deh. Soalnya Boo memang suka banget nyemil honey star... :D Mika pun sempat saya suapi beberapa sendok parfait ini dan dia juga suka! 





Parfait ini meskipun disajikan di dalam gelas tapi ternyata isinya banyak juga! Saya bahkan tidak bisa menghabiskan satu menu parfait! Kenyang! Hehehe... Makan dessert memang bisa membuat perut dan hati bahagia yaa… : ) Kebahagian itu semakin sempurna dengan Iced Chocolate yang menjadi pelengkap dessert yang kami pesan saat itu. Happy!




Happy makan es kriiimmm...


Bagi pecinta matcha harus banget mencoba berbagai menu matcha di cafe ini. Matcha yang disajikan diimpor langsung dari Kyoto Jepang. Oya, meskipun terkenal dengan sebutan dessert cafe Jepang, Shirokuma juga menyiapkan banyak menu selain menu pencuci mulut, seperti hotdog, udon, katsu, berbagai main course dengan nasi, fries, dan lain-lain. Yaya Indro memesan Ebi Katsu Curry Dog, hot dog dengan bun berwarna hitam pekat disajikan dengan udang dan saus kari yang lezat. Saya sempat mencicipinya sedikit dan memang enaaak! :p 


Selain di Margo City, Shirokuma Cafe juga ada di beberapa tempat di Jakarta, seperti Kota Kasablanka, Gandaria City, Pantai Indah Kapuk.


Saat saya googling, saya pun baru tahu kalau Shirokuma Cafe itu juga merupakan salah satu judul manga ciptaan Aloha Higa. Manga ini kemudian diadaptasi menjadi serial anime tahun 2012. Ceritanya tentang beruang kutub yang menjalankan usaha cafe.  Ada juga karakter panda dan penguin sebagai karakter utama selaian beruang kutub itu. Lucu, ya!




-Bubu Dita-



Friday, July 1, 2016

Cerita Delapan Kartu Pos dari Eropa

Dunia filateli sudah menarik perhatian saya sedari saya masih kecil. Dulu saya mengoleksi banyak perangko yang sayangnya kini entah di mana keberadaannya. Sampai saat ini saya juga masih menjadi member postcrossing (meski lagi vakum setelah melahirkan Mika). Postcrossing merupakan salah satu media berkirim kartu pos fisik secara random kepada orang-orang di seluruh dunia. Ini komunitas yang seru banget buat pecinta filateli! 


Saat saya pulang ke rumah dan mendapati ada kartu pos di atas meja, rasanya senaaang sekali…  : ) Jika ada teman yang sedang berada di luar kota atau luar negeri, saya pun suka menitip dikirimkan kartu pos. : ) (Semoga teman-teman tidak keberatan, yaa... Hehehe... : )



Salah satu teman dekat saya bernama Fitria Andayani alias Pipit akhirnya meraih impiannya untuk kuliah S2 di negeri seberang. Setelah menjalani studi selama kurang lebih satu tahun, ia meraih gelar dari Newcastle University, Inggris.

Berkat Pipit, koleksi kartu pos saya juga bertambah banyak. Saat kegiatan di kampusnya off karena liburan spring, Pipit keliling Eropa, ke delapan negara sekaligus! Envy? Bangeeeetttt… Ahahaha… Selama berkeliling Eropa itulah, ia mengirim kartu pos kepada saya. Ini dia cerita delapan kartu pos dari Pipit.




AMSTERDAM
Kota di negeri Belanda ini jadi tempat pertama yang disinggahi Pipit dalam memulai liburan spring-nya. Kartu pos yang dikirmkannya kepada saya  bergambar Dam Square, alun-alun di kota Amsterdam, ibu kota Belanda. Di Dam Square terdapat bangunan besar, yaitu Royal Palace yang berhadapan langsung dengan Monumen Nasional. Saat saya lihat gambar di kartu pos ini, saya pun berdecak kagum. Bangunan Royal Palace-nya keren banget! Alun-alunnya pun besar sekali.

Apa pendapat Pipit tentang Amsterdam? Jawabannya satu: kota bejat! Hahaha… Meski hdiupnya penuh toleransi, perempuan muslim taat asli Minang ini tentu saja tidak setuju dengan prostitusi dan ganja yang legal di kota ini. Tapi  dia bilang cowok di Amsterdam banyak yang genteeeeengggg! Hihihihi… Radar perempuan yang satu ini saat melihat cowok ganteng patut diacungi jempol.. Hehe...




BERLIN
Saya termasuk penyuka kartu pos dengan banyak gambar seperti kartu pos yang dikirm Pipit dari Berlin, Jerman ini. Ada sembilan icon kota Berlin di dalamnya. Salah satu landmark yang terkenal adalah Brandenburg Gate (gambar yang ada tulisan BERLIN).  Gerbang ini menjadi simbol perdamaan, kebebasan, dan persatuan Jerman.

Bagi Pipit, kota Berlin tidak terlalu spesial tapi untuk wisata sejarah, kota ini patut dikunjungi. Di kartu pos ini pun Pipit mendoakan saya bisa ke Berlin juga bersama suami dan anak-anak saya. Amiiinnn *sekencang-kencangnya… : )





PRAHA
Saat saya googling tentang Praha, gambar-gambar bangunan indah tersaji tepat di depan mata saya. Pantas aja Pipit bilang “kota yang katanya ngalahin Paris bagusnya.”  Ia  merekomendasikan kota ini jadi destinasi jika saya liburan ke Eropa (pengeeennn, Piiiitt... ahahaha...).

Sungai Vltava yang bersih membelah  ibu kota Republik Ceko ini. Lihat, kan salah satu gambar di kartu pos kiriman Pipit. Menikmati senja di Prazsky Hard atau Kastil Praha sepertinya juga bisa menjadi pilihan utama saat jalan-jalan ke kota cantik ini.





BUDAPEST
Begitu pertama kali memegang kartu pos ini, mata saya langsung tertuju pada gambar bangunan besar yang berada di bagian tengah. Ternyata bangunan tersebut adalah Gedung Parlemen (Orszagha) di Budapest, ibu kota Hungaria.  Menurut Pipit, di Budapest banyak sekali gedung yang nikmat dipandang mata.

Budapest menjadi kota keempat yang ia kunjungi. Meskipun dalam tulisan di kartu pos ia berkeluh kesah karena lelah tapi pasti pengalaman ini sungguh menyenangkan, ya, Pit... : )





PARIS
Melihat gambar Menara Eiffel dengan latar langit bersemu merah muda jadi merasa semakin romantis saat menerima kartu pos ini... hihihi... : ) Jika suatu saat saya ada di depan Eiffel menjelang malam saat lampu-lampunya mulai menyala bisa-bisa mulut saya mengangga! Cakep banget, yaaa...





VENEZIA
Kota di Italia ini jadi kota favorit saya saat belajar Geografi saat sekolah dulu (duluuuuuuuu sekali.. hihihi... ). Saya takjub banget dengan kota di atas air ini. Kemana-mana harus naik gondola, goyang-goyang di atas air... hihihi... : )

Saat menulis kartu pos ini tampaknya Pipit sangat berusaha keras sekali. Ia kedinginan dan tangannya membeku! Maaak, saya tidak bisa membayangkan seberapa dinginnya.  Ditambah lagi Venezia saat itu juga sedang hujan. Brrrr...  Saya jadi terharu, lho, Pit. Makasiii, yah, sudah berjuang menulis ini dan dikirim hingga sampai ke Sawangan, Depok, Jawa Barat, Indonesia! :D
Kata Pipit kota ini mahal banget biaya hidupnya! Di akhir tulisan, ia juga berharap saya bisa ke Venezia... hehehe... Aamiiinnn...






ATHENA
Berbeda dari Venezia yang katanya mahal, nah, Pipit pasti bahagia ada di Athena, Yunani ini karena biaya hidupnya tergolong murah. Mungkin karena masih dalam deraan krisis ekonomi, ya. Tapi bagi Pipit di tengah krisisnya, kota ini masih sangat layak untuk dikunjungi. Pastinya! Siapa yang bisa mengingkari kemegahan kuil-kuil dewa Yunani? Hanya melihat gambar dari kartu pos kirimannya pun saya tahu alam Yunani sangat indah dengan birunya laut yang memesona!




BARCELONA
La Sagrada Familia Church sepertinya jadi landmark kota Barcelona yang menjadi tujuan utama turis saat datang ke kota ini.  Ya, gambar yang paling besar dalam kartu pos ini adalah bangunan gereja tersebut yang merupakan maharkarya dari arsitek kenamaan Antoni Gaudi. Meskipun pembangunannya belum selesai, gereja ini termasuk ke dalam UNESCO World Heritage Site!

Bagi Pipit Barcelona menjadi kota terbaik yang ia kunjungi selama liburannya.  Kota ternyaman yang ia kunjungi! Lingkungannya tenang, makanannya enak, udaranya juga tidak dingin (beda, yaa, sama Venezia hehe...). Dari tulisan kartu pos Pipit ini saya pun baru tahu jika Barcelona ternyata dinobatkan sebagai one of the happiest city in the world! Saya mau ke sanaaaaa, biar lebih bahagiaaaa... :D



Delapan kartu pos dari Pipit saya simpan baik-baik di dalam kotak koleksi kartu pos saya. Sedangkan harapan saya untuk terbang ke sana bersama keluarga, saya simpan dengan lekat di dalam hati... : )


-Bubu Dita-