Jumat, 01 Juli 2016

Cerita Delapan Kartu Pos dari Eropa

Dunia filateli sudah menarik perhatian saya sedari saya masih kecil. Dulu saya mengoleksi banyak perangko yang sayangnya kini entah di mana keberadaannya. Sampai saat ini saya juga masih menjadi member postcrossing (meski lagi vakum setelah melahirkan Mika). Postcrossing merupakan salah satu media berkirim kartu pos fisik secara random kepada orang-orang di seluruh dunia. Ini komunitas yang seru banget buat pecinta filateli! 


Saat saya pulang ke rumah dan mendapati ada kartu pos di atas meja, rasanya senaaang sekali…  : ) Jika ada teman yang sedang berada di luar kota atau luar negeri, saya pun suka menitip dikirimkan kartu pos. : ) (Semoga teman-teman tidak keberatan, yaa... Hehehe... : )



Salah satu teman dekat saya bernama Fitria Andayani alias Pipit akhirnya meraih impiannya untuk kuliah S2 di negeri seberang. Setelah menjalani studi selama kurang lebih satu tahun, ia meraih gelar dari Newcastle University, Inggris.

Berkat Pipit, koleksi kartu pos saya juga bertambah banyak. Saat kegiatan di kampusnya off karena liburan spring, Pipit keliling Eropa, ke delapan negara sekaligus! Envy? Bangeeeetttt… Ahahaha… Selama berkeliling Eropa itulah, ia mengirim kartu pos kepada saya. Ini dia cerita delapan kartu pos dari Pipit.




AMSTERDAM
Kota di negeri Belanda ini jadi tempat pertama yang disinggahi Pipit dalam memulai liburan spring-nya. Kartu pos yang dikirmkannya kepada saya  bergambar Dam Square, alun-alun di kota Amsterdam, ibu kota Belanda. Di Dam Square terdapat bangunan besar, yaitu Royal Palace yang berhadapan langsung dengan Monumen Nasional. Saat saya lihat gambar di kartu pos ini, saya pun berdecak kagum. Bangunan Royal Palace-nya keren banget! Alun-alunnya pun besar sekali.

Apa pendapat Pipit tentang Amsterdam? Jawabannya satu: kota bejat! Hahaha… Meski hdiupnya penuh toleransi, perempuan muslim taat asli Minang ini tentu saja tidak setuju dengan prostitusi dan ganja yang legal di kota ini. Tapi  dia bilang cowok di Amsterdam banyak yang genteeeeengggg! Hihihihi… Radar perempuan yang satu ini saat melihat cowok ganteng patut diacungi jempol.. Hehe...




BERLIN
Saya termasuk penyuka kartu pos dengan banyak gambar seperti kartu pos yang dikirm Pipit dari Berlin, Jerman ini. Ada sembilan icon kota Berlin di dalamnya. Salah satu landmark yang terkenal adalah Brandenburg Gate (gambar yang ada tulisan BERLIN).  Gerbang ini menjadi simbol perdamaan, kebebasan, dan persatuan Jerman.

Bagi Pipit, kota Berlin tidak terlalu spesial tapi untuk wisata sejarah, kota ini patut dikunjungi. Di kartu pos ini pun Pipit mendoakan saya bisa ke Berlin juga bersama suami dan anak-anak saya. Amiiinnn *sekencang-kencangnya… : )





PRAHA
Saat saya googling tentang Praha, gambar-gambar bangunan indah tersaji tepat di depan mata saya. Pantas aja Pipit bilang “kota yang katanya ngalahin Paris bagusnya.”  Ia  merekomendasikan kota ini jadi destinasi jika saya liburan ke Eropa (pengeeennn, Piiiitt... ahahaha...).

Sungai Vltava yang bersih membelah  ibu kota Republik Ceko ini. Lihat, kan salah satu gambar di kartu pos kiriman Pipit. Menikmati senja di Prazsky Hard atau Kastil Praha sepertinya juga bisa menjadi pilihan utama saat jalan-jalan ke kota cantik ini.





BUDAPEST
Begitu pertama kali memegang kartu pos ini, mata saya langsung tertuju pada gambar bangunan besar yang berada di bagian tengah. Ternyata bangunan tersebut adalah Gedung Parlemen (Orszagha) di Budapest, ibu kota Hungaria.  Menurut Pipit, di Budapest banyak sekali gedung yang nikmat dipandang mata.

Budapest menjadi kota keempat yang ia kunjungi. Meskipun dalam tulisan di kartu pos ia berkeluh kesah karena lelah tapi pasti pengalaman ini sungguh menyenangkan, ya, Pit... : )





PARIS
Melihat gambar Menara Eiffel dengan latar langit bersemu merah muda jadi merasa semakin romantis saat menerima kartu pos ini... hihihi... : ) Jika suatu saat saya ada di depan Eiffel menjelang malam saat lampu-lampunya mulai menyala bisa-bisa mulut saya mengangga! Cakep banget, yaaa...





VENEZIA
Kota di Italia ini jadi kota favorit saya saat belajar Geografi saat sekolah dulu (duluuuuuuuu sekali.. hihihi... ). Saya takjub banget dengan kota di atas air ini. Kemana-mana harus naik gondola, goyang-goyang di atas air... hihihi... : )

Saat menulis kartu pos ini tampaknya Pipit sangat berusaha keras sekali. Ia kedinginan dan tangannya membeku! Maaak, saya tidak bisa membayangkan seberapa dinginnya.  Ditambah lagi Venezia saat itu juga sedang hujan. Brrrr...  Saya jadi terharu, lho, Pit. Makasiii, yah, sudah berjuang menulis ini dan dikirim hingga sampai ke Sawangan, Depok, Jawa Barat, Indonesia! :D
Kata Pipit kota ini mahal banget biaya hidupnya! Di akhir tulisan, ia juga berharap saya bisa ke Venezia... hehehe... Aamiiinnn...






ATHENA
Berbeda dari Venezia yang katanya mahal, nah, Pipit pasti bahagia ada di Athena, Yunani ini karena biaya hidupnya tergolong murah. Mungkin karena masih dalam deraan krisis ekonomi, ya. Tapi bagi Pipit di tengah krisisnya, kota ini masih sangat layak untuk dikunjungi. Pastinya! Siapa yang bisa mengingkari kemegahan kuil-kuil dewa Yunani? Hanya melihat gambar dari kartu pos kirimannya pun saya tahu alam Yunani sangat indah dengan birunya laut yang memesona!




BARCELONA
La Sagrada Familia Church sepertinya jadi landmark kota Barcelona yang menjadi tujuan utama turis saat datang ke kota ini.  Ya, gambar yang paling besar dalam kartu pos ini adalah bangunan gereja tersebut yang merupakan maharkarya dari arsitek kenamaan Antoni Gaudi. Meskipun pembangunannya belum selesai, gereja ini termasuk ke dalam UNESCO World Heritage Site!

Bagi Pipit Barcelona menjadi kota terbaik yang ia kunjungi selama liburannya.  Kota ternyaman yang ia kunjungi! Lingkungannya tenang, makanannya enak, udaranya juga tidak dingin (beda, yaa, sama Venezia hehe...). Dari tulisan kartu pos Pipit ini saya pun baru tahu jika Barcelona ternyata dinobatkan sebagai one of the happiest city in the world! Saya mau ke sanaaaaa, biar lebih bahagiaaaa... :D



Delapan kartu pos dari Pipit saya simpan baik-baik di dalam kotak koleksi kartu pos saya. Sedangkan harapan saya untuk terbang ke sana bersama keluarga, saya simpan dengan lekat di dalam hati... : )


-Bubu Dita- 



8 komentar:

  1. saya sebenernya suka sama kartupos2 begitu, apalagi kalau minta dikirim langsung dari negeri seberang gitu. cuma kadang mikir gimana ngerawatnya, takut malah jadi rusak, jadi ga pernah minta deh.. hahaha..
    ah, dari 8 kota di atas, baru sempet check-in ke 3 kota aja nih. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku selama ini cuma disimpan di dalam kotak aja Kak Chocky... Semoga awet hehehe.. Waaa, ayo ke Europe lagiiii :D

      Hapus
  2. Wah.. lihat kartu pos mba jadi ingat zaman sekolah dulu.m suka koleksi dan prangko juga.. apa kabar ya sekarang... dengan kartu pos kita jadi bisa mengenal dunia ya mba..

    Salam

    Dunia Biza

    BalasHapus
  3. Wah.. lihat kartu pos mba jadi ingat zaman sekolah dulu.m suka koleksi dan prangko juga.. apa kabar ya sekarang... dengan kartu pos kita jadi bisa mengenal dunia ya mba..

    Salam

    Dunia Biza

    BalasHapus
  4. Wah.. lihat kartu pos mba jadi ingat zaman sekolah dulu.m suka koleksi dan prangko juga.. apa kabar ya sekarang... dengan kartu pos kita jadi bisa mengenal dunia ya mba..

    Salam

    Dunia Biza

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul Mba Ira... Walaupun belum pernah ke gambar yang ada di kartu pos tapi jadi banyak tahu ya.. :) Koleksi lagi mba.. hehe

      Hapus
  5. dulu pas sekolah aku juga koleksi perangko dan kartu pos..tapi sayangnya begitu kuliah, dan mulai sering traveling,malah stop koleksinya mbak -__-. ga inget juga kenapa, tiba2 stop gitu aja.. dan ujung2nya malah mulai koleksi fridge magnet tiap kali dari negara2 yg baru didatangi...pdhl sbnrnya perangko dan kartupos jauuuh lbh murah dan gampang dibawa ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes Mba Fanny, lebih praktis, enteng dibawa juga, dan lebih berkesan gitu yah kalo dikirim dari negara asalnya, apalagi ada tulisan sama perangko dan cap posnya.. Klo magnet yg koleksi mamaku... :D

      Hapus