Rabu, 03 Agustus 2016

Mengintip Sisi Lain Farmhouse Lembang

Farmhouse masih menjadi salah satu primadona wisata di Bandung. Keunikan yang ditawarkan Farmhouse dan tidak ada di tempat lainnya memang jadi nilai plus sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.




Saat keluarga kami menyambangi Farmhouse di hari Kamis (bukan weekend, loh!), tempat ini bagi kami penuuuuhhh oleh manusia. Wisatawan pun tampaknya tak hanya datang dari Bandung dan sekitarnya termasuk dari Jakarta. Saya juga melihat banyak wisatawan dari Timur Tengah begitu melihat wajah, perawakan, dan mendengar bahasa mereka. 

Mau foto di beberapa sudut yang instagramable dan paling populer di Farmhouse, seperti rumah hobbit pun harus antri. Duh! Alamaaaakkk… Bagaimana saat weekend, ya? Penuhnya pasti lebih dari saat kami datang di hari itu.

Sekarang saya mau membahas Farmhouse dari sisi lain. Sudah banyak, kan, ya blog-blog yang membahas soal ada apa saja yang ada di Farmhouse, bagaimana lucunya rumah hobbit, bagaimana indahnya arsitektur bangunan Eropa, banyaknya orang berseliweran dengan kostum khas Eropa yang memang bisa disewakan atau begitu banyaknya gembok cinta. Jadi, apa saja sisi lain Farmhouse yang sempat terekam dalam ingatan saya?

Farmhouse, Tapi Mana Peternakannya?
Selama membaca berbagai cerita di blog tentang Farmhouse, cerita tentang hewan-hewan yang ada di sana sepertinya hanya menjadi pelengkap cerita. Bukan hal utama yang dibahas. Ya, saya juga saat awal mendengar kata Farmhouse, hal yang ada di kepala saya adalah sebuah tempat wisata dengan peternakan sapi, kambing, domba, bebek, dan ayam di dalamnya.


Ternyata keberadaan peternakan di Farmhouse ini memang bukan atraksi utama dari tempat wisata ini. Hewan ternak yang ada di Farmhouse tidak banyak. Memang ada sapi, domba, burung, ayam dan kita bisa memberi mereka makan, tapi, ya, jumlahnya tidak banyak dan area peternakannya pun kecil.     



Lukisan Warna-warni!
Saya sukaaaa sekali dengan pintu yang dilukis bunga warna-warni. Ada juga pintu yang dilukis dengan gambar kupu-kupu. Cakep, ya! Begitu mau keluar dari area peternakan, saya juga melihat ada lukisan burung hantu imut di sebuah sisi jendela. Lucuuuu! Hal ini bisa menjadi ide untuk dekorasi di rumah juga, lho. 








Oya, di sebuah pohon besar, batang pohon pun dilukis dengan indahnya. Tapi saya kurang setuju, sih, jika pohon menjadi kanvas hidup untuk dilukis.




Bunga-bunga Indah Dimana-mana
Di berbagai sudut Farmhouse kita bisa melihat banyak bunga-bunga beragam jenis yang tumbuh segar, mekar, merekah. Di dekat pintu masuk, bunga anggrek  yang indah akan menyapa para pengunjung. Suka! Bunga-bunga yang ada di Farmhouse begitu memanjakan mata saat memandangnya!





















Ternyata Ada Dua Rumah Hobbit
Setelah mengelilingi sebagian besar Farmhouse, saya baru menyadari bahwa ada dua rumah hobbit yang bisa jadi latar untuk eksis berfoto. Kedua rumah itu pun letaknya tidak berdekatan. Rumah hobbit yang pertama merupakan rumah dengan pagar di depannya. Untuk berfoto kita tidak boleh melewati batas pagar tersebut. Tapi meskipun ada peringatan tentang hal itu, tetap saja, lho, saya melihat ada orang tua yang menyuruh anaknya melewati pagar dan berpose di depan pintunya. Ckckck...


Rumah hobbit yang pertama. Jangan melewati pagar, yaa...


Oya, pintu di rumah hobbit pertama ini ada tulisan "hobbit"-nya,  Hal ini menjadi salah satu yang membedakan dengan rumah hobbit lainnya yang ada di Farmhouse. Perbedaan lainnya adalah tidak adanya pagar di rumah hobbit yang kedua. Foto dengan rumah hobbit inilah yang paling sering saya lihat berseliweran di instagram. Lokasi rumah hobbit kedua ini terletak di dekat area peternakan mini Farmhouse. Sayangnya, ilalang yang ada di depan rumah hobbit tersebut sudah tinggi jadi terasa agak sedikit mengganggu.



Antrian di rumah hobbit kedua ini panjaaaaang. Padahal ini bukan pas weekend, lho!

Jika rumah hobbit yang pertama tentu tidak dapat dimasuki karena melewati pagar saja pun dilarang, saya pikir rumah hobbit yang kedua bisa dimasuki sampai ke dalam sehingga kita tak hanya bisa merasakan suasana di luarnya saja. Tapi sepertinya hal itu pun tidak bisa dilakukan. Semua antrian di depan saya saat akan foto di rumah hobbit itu tidak ada yang masuk ke dalam rumahnya. Setelah saya ngubek-ngubek google image pun, sepertinya memang tidak ada foto di dalam rumah hobbit Farmhouse. Sayang, ya, padahal saya pasti bisa banget masuk ke dalam rumah itu! Dengan tinggi tak lebih dari satu setengah meter, saya kayaknya bisa mengerti rasanya jadi Frodo Baggins atau Bilbo Baggins, Hehehe...    


-Bubu Dita-

4 komentar:

  1. Mbaa, pas nggak weekend aja udah penuh bangeet yaa. Aku lewat tapi lihat antriannya .. duh nyerah deh. Padahal pemandangannya bagus yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baguuus Mba Alida.. Tapi iya mba ternyata gak weekend pun masih penuh orang aja.. Mungkin datang pagi pas baru buka masih belum terlalu antri ya

      Hapus
  2. Itulah kenapa pas ke bandung trakhir kali aku ga mw kesana mbak... males aja bawa bayi tp org2 di dalam ampuun crowded nya -__-. malah ga bisa nikmatin ntr..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa Fanny, heran ya masih rame aja Farmhouse padahal udah gak baru2 amat juga, kan yaa. Dan aku datengnya pun gak pas wiken. Gak kebayang wiken lebih rame banget pasti..

      Hapus