Selasa, 25 Juli 2017

Melihat Sisi Lain Pusat Primata Schmutzer Ragunan



Pusat Primata Schmutzer yang terletak di dalam Taman Margasatwa Ragunan hingga kini masih jadi salah satu primadona tempat wisata di Jakarta. Presiden Joko Widodo saja bulan lalu menyempatkan main ke Schmutzer. Hihi... Saat mengajak Boo dan Mika menyambangi Schmutzer, pengunjung di dalamnya cukup ramai. Apalagi setelah beberapa waktu kami berkeliling, saya melihat ada syuting sebuah acara televisi yang dipandu Raffi Ahmad di sana. Walah, makin banyaklah pengunjung yang memadati Schmutzer. :)


Sebagai pusat konservasi dan pengetahuan primata, Schmutzer memiliki standar internasional. Berbagai primata ditempatkan seperti di habitat aslinya dan bukan di kandang.  Kumbo, gorila kelahiran Inggris yang kini menetap di Schmutzer asyik menikmati bermain jerami saat kami ada di sana. Boo dan Mika pun tentu saja menyaksikannya dengan seksama hampir tak berkedip. Besaaaar sekali, kan, gorila itu. :)






Selain gorila masih ada banyak jenis primata lainnya yang ada di Schmutzer, seperti siamang, bekantan, beruk, kukang, simpati, moloch, lutung serta beberapa jenis monyet. Nah, untuk anak-anak (dan orang dewasa) tempat ini bagus untuk pengenalan primata dan mengetahui perbedaannya. Saya enggak pernah hapal beruk dan lutung, tuh, yang kayak gimana. Saya aja baru tahu ada binatang bernama moloch... :) Di setiap kandang ada papan informasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jadi enggak bingung lagi, kan.

Sepanjang kami mengelilingi Schmutzer saya pun jadi tahu ada banyak spot menarik di dalamnya, selain kita bisa melihat berbagai primata. Tempat-tempat yang ada ini kayaknya jarang dilalui orang, deh. Pas kami ada di tempat-tempat itu memang sepi banget. Yuk, saya ajak melihat sisi lain dari Pusat Primata Schmutzer.


PATUNG BENJAMIN GALSTAUN
Ada yang tahu siapa Pak Benjamin Galstaun? Saya enggak pernah mendengar nama ini. Asing banget rasanya. Tapi ternyata Pak Benjamin inilah direktur pertama Taman Margasatwa Ragunan dari tahun 1965-1978. Masa pengabdiannya 13 tahun lamanya.

Nah, di dalam Schmutzer ini kita bisa melihat patung Pak Benjamin berdiri tegak (walaupun hanya kepala setengah badan aja, sih). Benjamin Galstaun merupakan ahli zoologi berdarah Armenia-Jawa. Tanggung jawabnya terhadap Ragunan besar banget. Dialah yang ditugasi untuk merancang kebun binatang yang menyatu dengan alam. Hasilnya adalah Taman Margasatwa Ragunan yang kini selalu dipadati pengunjung saat hari libur tiba.

Tapi sayang aja, sih, patung ini ditempatkan di lokasi yang kurang strategis di Schmutzer dan enggak banyak orang berlalulalang di tempat itu pada saat kami di sana. Jadinya enggak banyak orang yang melihat dan tahu keberadaan patung Benjamin Galstaun.





GAZEBO
Lelah berkeliling Schmutzer? Tenang saja, di dalam ada gazebo dengan ukuran sedang yang bisa kita pakai untuk menyelonjorkan kaki. :) Bisalah satu keluarga masuk ke dalam gazebo ini.

Saya enggak sengaja melihat gazebo ini. Tempatnya enak, deh. Di sekitar gazebo dipenuhi pepohonan sehingga suasananya pun jadi adem banget.

Niatnya saya juga pingin leyeh-leyeh di gazebo berlantai keramik teraebit, tapiii ya enggak mungkin bisa karena duo bocil enggak mau diam dan terus melangkahkan kakinya. :D




GERBANG KECE
Iyaaa, lengkungan semacam gerbang ini ada di Schmutzer, lho. Saya suka banget sama gerbang ini. Kesannya seperti akan masuk ke tempat lain gitu. Boo menyebut gerbang ini terowongan. Hihi iya juga sih karena bentuknya memang agak memanjang sedikit. Disekelilingnya juga banyak tumbuhan hijau yang makin membuat suasana terasa begitu alami.

Pas saya foto Boo dari tampak belakang hasilnya juga kok, ya, bagus (haha... muji hasil foto sendiri :D). Lumayan, nih, di beberapa sudut Schmutzer yang enggak ramai ada spot untuk foto-foto yang instagramable. :)




PATUNG PRIMATA
Salah satu sudut yang jadi incaran banyak orang untuk foto adalah patung berbagai primata ini. Pas ke sana lumayan banyak juga pengunjung yang mau berfoto bersamanya. Pose dari patung primata pun berbeda-beda. Nah, pas foto bersama para patung ini kita bisa mengeksplorasi pose kita juga. Lihat, kan, gimana gaya Boo di foto sambil menirukan pose primata itu. Atau Yaya Indro yang duduk bersama para patung. Saya juga enggak mau ketinggalan foto, dong! :D






PATUNG GARUDA
Di Ragunan memang ada banyak patung binatang yang bahkan ukurannya besar-besar. Patung binatang realistis, seperti gorila, gajah, jerapah serta binatang lainnya tersebar di berbagai penjuru. Tapi saya baru melihat, nih, patung Garuda yang boleh dibilang sebagai hewan imajinasi.

Patung Garuda ini juga terdapat di dalam Schmutzer, enggak jauh dari gazebo dan gerbang yang sudah saya tulis di atas. Sebagai penyuka patung, Boo seneng banget bisa melihat patung ini. :)




GORILA DI KANDANG
Kandang gorila memang dibuat sealami mungkin sehingga mirip dengan habitat aslinya. Tapi kami pun saat berkeliling melihat kandang gorila yang bentuknya memang seperti kandang binatang pada umumnya. Jeruji besi terpatri di sana dan gorila yang kami lihat ada di dalamnya sedang tidur.
Saya kalau lihat binatang ada di dalam kandang suka sedih sebenernya. Pinginnya mereka bisa bebas menikmati alam tempat mereka seharusnya tinggal. Saya cuma berharap meski mereka tinggal di taman margasatwa ini, kebutuhan mereka akan makanan terpenuhi dengan baik, dirawat dengan  baik dan para pengurusnya menyayangi mereka sepenuh hati.




-----

Main ke Schmutzer ternyata ada banyak hal yang saya dapat. Ketika saya mengikuti anak-anak yang mengeksplorasi tempat ini, saya jadi tahu ada spot-spot menarik di dalamnya... :) 




-Bubu Dita-

22 komentar:

  1. waah Booo berani ya godain gorilla ..

    *eh patung rupanya :))

    BalasHapus
  2. aku uda kesini mba *pamer* dlu taun 2012an sama keluarga kakak wkwkwk cuman aku perasaan ga lewatin patung Pak Benjamin itu dan cuman foto di patung primata haha emang seru y ke pusat primata berasa lg anterin kakak ketemu kembaran 🤣😂🤣😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh ngakak, mana nih kakaknya teteh? :D Iya mba itulah sayangnya patung itu ditempatin di area yang enggak banyak orang lewat..

      Hapus
  3. Waaw Raguan jadi keren gitu ya sekarang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di bagian Schmutzer-nya mba hehe..

      Hapus
  4. Ibuknya kok kliatan paling imut ya #eaaa
    Aku loh klo ke ragunan, first of the target adalah kandang gorila, abis tskjub aja list si horila yg gembul2 gitu hahaaa
    Abis itu kandangnya paling instagramable lg #egimanna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi pingin meluk gorila ya mba Niiit.. :D Nyahaha masih ikutan dirimu mbaaa.. :D

      Hapus
  5. Aisssh baru tau loh mba ini tempat.. Lah ragunannya aja aku blm prnh datangin udh 10 thn d jkt gini hihihi.. Td sebelum baca ini, aku sempet liat video yg diforward mba alida. Ttg ibu yg hrs pisah ama orang utan yang dia pliara. Memang sih org utan hrs hidup di hutan, tapi, td nonton videonya aku sampe nangis. Kasian ibunya jg hrs pisah ama si org utan, tapi di lain pihak aku jg setuju dia hrs ditempat habitatnya. Tp jujur, jg takut dia bakal kenapa2 kalo hrs hidup sendiri :( .. Ga nonton sampe selesai, aku nya makin ga tega soalnya.. Tp moga2 si orang utan ditaro di sini ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demi apa Mba Faaaannn belum pernah ke Ragunan? :D Iya tapi kalo ke sana mending jangan pas wiken mba, rameeee.. Apalagi libur lebaran.. Hiiiyy.. Iya ya sebelum bener-bener2 dilepas biasanya pelan-pelan mulai dikenalkan dulu sama lingkungan aslinya nanti kayak gimana.. Semoga baik-baik aja orang utannya.. :)

      Hapus
  6. Baru tahu nih kalau ada gorila di kebun binatang Ragunan. Beberapa minggu yang lalu saya juga pergi ke kebun binatang Helsinki, Finlandia tapi tidak saya temukan ada gorila disana. Hanya ada monyet-monyet kecil. Padahal saya pengen banget liat chimp atau gorila :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ada beberapa gorila di sini.. Apa mungkin iklimnya di Finland kurang cocok ya sama gorila? Aku juga kurang tau mba.. :) Yuk, kalo lagi pulang ke Indo liat gorila mba.. :D

      Hapus
  7. Aku terakhir ke Ragunan tiga tahun lalu loh pas ada keluarga suami yang datang ke Jakarta. Asik sih bisa sama-sama jalan jalan. Hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi ya ginilah mba kalau masih ada balitanya.. Jalan-jalan murah solusinya Ragunan.. :D Kalo aku ke Ragunan juga malah bukan pingin liat binatang di sana mba, tapi ngerasain suasana jalan-jalannya.. :D

      Hapus
  8. wah jadi inget masa kuliah praktek di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahh seruuu.. :D Kuliah prakteknya di bagian apa mam?

      Hapus
  9. Aq belum lama ke ragunan mba padahal, sempet baca si tanda primata, sayang ga mampir kesini, kece ya spot2nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mba Dewi di Schmutzer banyak spot kece.. :D Pankapan ke Ragunan masuk ke sana juga mba.. :)

      Hapus
  10. ihhh awas anak nya dijaga tuh : 9

    BalasHapus
  11. Saya pernah ke Ragunan sama anak tapi kayaknya dia kurang antusias gitu. Gak tau cape, gak tau males. Mungkin karena sayanya juga males jadii dia ikutan, ya hahaha. Tapi belum pernah masuk ke Schmutzer, sih. Kayaknya di sana lebih rapi dan bersih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Myr, di Schmutzer beda yang ngelola eh tapi entah deh kalo sekarang masih beda apa gimana.. Memang lebih rapi mba.. Lagipula masuknya juga bayar lagi.. :D

      Hapus