Tuesday, August 22, 2017

Jadi Kreatif dengan Bermain Lego dan Pentingnya Bermain Bagi Anak-anak



Tiba-tiba saya merasa rumah yang tadinya ramai dengan celotehan Boo dan Mika jadi sunyi. Mika sudah terlelap, sedangkan di sudut kamar, saya melihat Boo sedang asyik mengutak-atik Lego bersama Yaya Indro. Entah apa yang mau dibuatnya. Tidak berselang lama, Boo pun berujar, “Bubu, liat, bubu, liat. Ini Boo bikin t-rex terbang!”






Woaahhh, begitu melihat hasil kreasinya itu, terbersit rasa haru dan bangga yang saya rasakan.  Kok, bisa ya Boo punya imajinasi seperti itu. Dan perasaan bangga itu pula yang juga dialami oleh Mba Sissy Prescillia Sungkar, artis yang kita kenal lewat perannya sebagai Milly di Ada Apa dengan Cinta. 

Mba Sissy bercerita tentang bagaimana kedua anak laki-lakinya, Mayka dan Kairo, suka banget bermain Lego. Ia pun bangga ketika Mayka bisa membuat satu set bandara dengan pesawat, landasan pacu hingga menara radar. Keren! 

Penuturan Mba Sissy saya dengar langsung di acara Parenting Talkshow: Bersama Lego Membangun Anak Indonesia yang Kreatif yang berlangsung di Kota Kasablanka Jakarta (19/7). Talkshow ini menjadi salah satu acara dari serangkaian acara Build ArchipeLego dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI.

Ternyata kedekatan Mayka dan Kairo dengan Lego memang enggak lepas dari mamanya yang memang penggemar berat Lego. Yes, saya pernah melihat di tayangan televisi yang memperlihatkan  banyaknya koleksi Lego milik Mba Sissy.


“Aku tahu tentang Lego sebenarnya sudah dari kecil. Nah, pas hamil aku enggak bisa ngapa-ngapain, enggak kemana-mana. Pas lagi browsing aku lihat Lego. Akhirnya aku minta dibeliin suami dan dalam waktu 3 hari aku berhasil bikin satu set Lego. Terakhir set Lego yang aku bikin itu tema Parisian Cafe,” ujarnya.





Mba Sissy pun sempat berkisah  tentang kedua anaknya yang harus menempuh perjalanan panjang selama 30 jam dan bisa menikmatinya karena ia membawa Lego.  Mainan itu ia simpan rapi di dalam tas zipper lock. “Di dalam pesawat selama itu mereka bisa membuat kreasi lego yang berbeda-beda,” tambahnya.

Penggunaan gadget pada anak ternyata juga menjadi perhatian Mba Sissy. Ia memang tetap memperbolehkan anak bermain gadget, namun ada batasan waktunya.  “Saya sendiri yang enggak betah kalau mereka berlama-lama main gadget.”


Menurutnya dengan adanya Lego bisa mengurangi waktu anak-anaknya bersentuhan dengan gadget. Mba Sissy pun lebih suka Mayka dan Kairo bermain langsung, merasakan mainan dengan tangan mereka sendiri, dan bukan sekedar di depan layar gadget.  



Bermain Itu SANGAT PENTING! 

Dalam parenting talkshow ini, selain Mba Sissy, hadir pula Dr. Bernie Endyarni Sp.A (K), MPH sebagai narasumber. Menurut dokter yang berkecimpung dalam tumbuh kembang anak ini, bermain pada usia anak-anak sangatlah penting. Bermain merupakan bentuk aktivitas dan stimulasi yang bagus bagi perkembangan anak.


Dr. Bernie menuturkan bahwa otak anak pada saat lahir berat rata-ratanya 400 gram, sedangkan saat anak berusia 3 tahun berat otaknya sekitar 1100 gram. Kenaikan berat otak pada anak ini sangat signifikan. Brain development dapat dimaksimalkan dengan memberinya stimulasi, termasuk mengajak anak bermain.
 

Ternyata bermain memang dapat memberikan banyak manfaat bagi anak, lho.  Bermain bisa meningkatkan kognitif atau cara berpikir, kreativitas, komunikasi, dan interaksi serta konsentrasi.  Dengan bermain, anak juga diajarkan untuk bersikap kooperatif dan agar mampu mengontrol diri.
 

Lego dapat menjadi pilihan untuk anak bermain. Ada banyak hal yang didapat saat anak bermain Lego, antara lain anak bisa mengenal warna dan bentuk. Warna lego memang bermacam-macam dan dari beberapa bricks bisa dikreasikan menjadi berbagai bentuk sesuai keinginan anak.
 

Di sekeliling arena talkshow,  terdapat beberapa karya Lego buatan anak bangsa yang masing-masing terbuat dari 72 bricks saja. Dari bricks tersebut lahirlah Lego berbentuk monas, candi, ondel-ondel, bahkan ada yang membuat penari kecak! Keren, ya! 

 





“Lewat bermain Lego, fisui motorik tangan akan berkembang begitu pula dengan cara berpikirnya. Bisa saja anak membuat sesuatu tapi kita melihatnya enggak mirip, padahal di situlah imajinasi dan kreativitasnya muncul. Bermain Lego juga bisa membuat anak belajar berhitung, memecahkan masalah sekaligus berinteraksi dengan teman dan orangtuanya,” tambah Dr Bernie. 


Tak hanya bermanfaat pada anak, dengan bermain bersama, orang tua pun bisa mendapatkan manfaat . Apa manfaat bagi orang tua? Kita bisa lebih mengenal karakter anak dan meningkatkan bonding atau kedekatan dengan anak.
 

Selain Dr, Bernie, Bapak Gunawan Tunas dari Lego Education Program (LEP) juga menekankan betapa pentingnya bermain untuk anak.
 

“Hak asasi anak itu bermain. Tanpa ada kebebasan bermain, anak-anak tidak akan pernah jadi dewasa,” kata Bapak Gunawan.
 

Bapak Gunawan juga memberi contoh bahwa kita janganlah melarang anak bermain dan malah menyuruhnya belajar terus-terusan. Bisa jadi hal tersebut malah akan membuat anak tertekan dan membuatnya menjadi benci terhadap belajar.
 

“Jika anak suka, dia akan belajar dengan sendirinya. Lihat saja game-game yang rumit kenapa anak bisa? Karena mereka suka. Karena itulah memperkenalkan agar anak suka itulah yang penting,” ungkap Bapak Gunawan.
 

Lego memang tak hanya mainan semata. Lego kini dipakai sebagai alat bantu pembelajaran pendidikan di beberapa sekolah melalui Lego Education Program.  Dengan pendekatan bermain dengan Lego pada beberapa mata pelajaran, diharapkan banyak anak yang tertarik dan menyukainya. Selain jadi alat pendidikan di sekolah, LEP juga membuat ekstrakurikuler serta booth camp untuk anak-anak. Seru!

 

Tips Memilih Mainan Anak
Huaah, seru banget ya ada ekstrakurikuler Lego. Saya jadi pingin daftar... :D Iya, Lego memang bukan hanya disuka anak, tapi juga digemari orang dewasa. Kalau kata Yaya Indro, Lego itu nagih banget! Begitu bisa bikin satu, pingin lagi bikin yang lain.
 

Lego pun termasuk mainan yang aweeeeet. Bisa banget mainan ini diwariskan ke anak cucu. Presisi Lego memang luar biasa dibanding manan sejenisnya. Menurut Bapak Gunawan, dalam 1 juta produksi Lego, paling hanya 18 buah aja yang bermasalah. Warbyasaaaa, ya...
 

Sekarang banyak mainan yang ada di pasaran. Mainan sejenis Lego pun banyak. Sebagai orang tua, kita tidak bisa sembarangan memilih mainan untuk anak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua sebelum memberikan mainan untuk anaknya, yaitu:
-    Memenuhi persyaratan keamanan Standar Nasional Indonesia (SNI)
-    Ukuran mainan harus sesuai dengan keamanan untuk usia anak. Diameter <1,75 inchi atau 4,4 cm tidak untuk anak dibawah 3 tahun.
-    Materi/bahan pembuat mainan harus merupakan bahan yang aman.
-    Bentuk aman, tidak tajam, runcing atau tepi bergerigi.
-    Sesuai dengan usia anak.
 

Ngomong-ngomong soal mainan yang disesuaikan dengan usia anak, ternyata hal itu penting banget, lho. Menurut Dr. Bernie, anak usia 3 tahun ke bawah masih suka memasukkan segalanya ke mulut, termasuk mainan. Nah, jangan sampai mainan anak 3 tahun ke bawah ukurannya kecil. Bisa berbahaya.

Mika pun sampai sekarang masih suka memasukkan mainan ke mulutnya. Makanya saya berusaha selalu mendampingi Mika kalau lagi main.

Di setiap kemasan Lego saya lihat selalu ada rentang usia yang cocok untuk memainkan Lego tersebut. Ada Lego untuk anak 1-5 tahun, 4-7 tahun, 5-12 tahun serta 7-16 tahun.

"Lego memang bisa diperuntukkan bagi anak yang masih sangat kecil hingga bisa untuk mahasiswa dengan tingkat kesulitan pembuatan yang rumit, seperti Lego Mindstorm," kata Bapak Gunawan Tunas.

Untuk Mika yang masih berusia 2 tahun, tentu saja saya memilih Lego Duplo yang ukurannya cukup besar. Tema Lego Duplo pun banyak banget, ada hewan, peternakan, alat transportasi, dan lainnya yang disukai anak.

Nah, saya juga sempat bertanya kepada Dr. Bernie tentang Lego yang cocok untuk Boo. Meski usia Boo masih 4 tahun 3 bulan, tapi ia sudah suka memainkan Lego untuk anak usia 6 atau 7 tahun, seperti Lego Creator. Yang saya tangkap dari jawaban Dr. Bernie hal itu tidak masalah jika anaknya memang sudah bisa dan suka. 

Lagipula saya pun melihat Boo sudah mengerti, tidak lagi memasukkan mainan ke mulutnya, dan didampingi Yayanya saat bermain Lego yang ukurannya kecil tersebut. Hasilnya kreasinya bahkan membuat saya bangga dan tercengang, seperti T-Rex terbang bersayap yang saya ceritakan di awal tulisan ini. :)



Seaman apapun mainan, menurut saya pengawasan orang tua saat anak bermain tetap diperlukan. Kita pun mesti pintar-pintar memilih mainan yang aman dan sesuai untuk anak kita. Terkadang kita sebagai orang tua hanya melihat mainan anak dari bentuknya saja. Kita merasa sudah aman, padahal belum tentu. Ada saja mainan yang menggunkan bahan plastik atau cat berbahaya yang malah bisa menjadi racun bagi anak. Lewat talkshow ini, saya kembali diingatkan untuk lebih bijaksana dalam memilih mainan untuk Boo dan Mika. 

 



Selepas talkshow ini, saya happy berat karena selain bisa bertemu blogger-blogger dari komunitas Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB), saya juga dapat goodie bag berisi LEGO (YANG ASLI)! Nyahahahaha... Lumayan, nih, buat dynamic duo yang cuma anteng kalau lagi tidur sama main Lego doang...  :D



 
Baca Juga: Belajar Motret Mainan dengan Kamera Handphone



-Bubu Dita-


25 comments:

  1. Yeayyy kerennyaaa akupun yg udah tua juga suka main lego apalagi bocil yak

    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya mba, Lego mah mainan semua umur yaa.. :D

      Delete
  2. Anak-anak saya gak terlalu antusias main lego. Tapi biasanya kalau lagi ada pameran lego, suka saya ajak waktu mereka masih kecil. Tetep sih kalau diajak mereka senang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku suka takjub mba Myr kalo ada pameran Lego.. Hasil karyanya itu lho kok bisa yaaa.. :D

      Delete
  3. Krn raya msh kecilan, lbh cocok lego duplo yg gedean 😁 Lego yg kecil2 agak susah & sering ilang2 kl dirumah 😅 Dan emang main lego itu mengasah kreatifitas krn anak bs ngehayal bikin macem2 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi ember Mba San, Lego yang kecil suka ilang gitu.. Sayang banget kaan.. Aku pun ada Duplo lumayan bisa diturunin buat adiknya Boo.. Mainan awet yaa.. :D

      Delete
  4. Lego asli yaa catet...sayapun pingin banget beliin anak lego asli, harga nggak bohong ya mba Dit..maklum punyanya lego kw...ihik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa Nuu, kalo yang asli memang lebih terjamin aman, lebih presisi, bebas racun tapi ya itu, harganyaaaa.. Beli kalo ada diskon.. :D

      Delete
  5. Sy lebih ikhlas membelikan anak sy lego meskipun MIHIl drpd membelikannya PS atau gadget yg blm tentu dibutuhkannya dan tdk membuatnya menjadi lebih kreatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiipp mba, Lego memang bisa bikin anak kreatif yaa..

      Delete
  6. Waah ada standart usianya ya. Baru tau, maklum biasa beli yg kw kelas 30, bukan kw 1 atau kw 2 lagi. ^_^
    Cari aaah.. buat adek Fi nih. Kalau abang sudah kebablasan. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes Mba Ade, di tiap kemasan pasti ada untuk umur berapa sampai berapa.. :)

      Delete
  7. Gie suka banget main Lego. Memang kalau beli mainan harus liat kriteria usia ya. biar cocok buat anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuu, itu juga yang dianjurkan Dr. Bernie.. :D Apalagi buat anak 3 tahun ke bawah masih mesti diperhatiin banget..

      Delete
  8. Bener banget, kudu selalu diawasin. Ini Dema tiba2 suka cokot2 mainannya huhuhu. Mendampingin anak main bisa buat mempererat bonding jg ya mbak TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuls Mba April, sama deh Dema n Mika.. Hihi.. Masih pada masukin mainan ke mulut yaa..

      Delete
  9. main lego bisa buat anak jadi kreatif nih

    ReplyDelete
  10. Lego ini permainan yang "mahal" baik dari segi itemnya, juga dari segi kreatifitasnya. Kreatifiasnya "MAHAL" tapi keren hehehehe

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aah iya banget, kreatifitas yang dihasilkan itu ya juga "mahal".. :D Trims Omnduut.. :D

      Delete
  11. Hak asasi anak itu bermain.... dan sekolah sering "merampas"nya dengan PR seabrek :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah aku belum ngalamin nih mba karena anakku masih TK.. :)

      Delete
  12. makasih tips memilih mainan untuk anaknya mak

    mada lagi seneng sama lego tapi dia belum bisa main lego yg kecil2 begini, tiap dibikinin langsung deh diberantakkin lagi XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuhhh ampun deh aku mba Ayya, kalo udah pada main berantakannya kayak apaan tau.. haha :D Tapiii demi ya demi kreatifitas anak.. haha

      Delete
  13. Anakku penggemar berat lego mbak, aku juga menyesuaikan dengan umurnya kalau ngasih lego. Karena umurnya masih 4 tahun ya tak kasih lego duplo, tapi karena lego mahal aku kadang beli yang KW super banyaknya, skrg banyak yang menyerupai lego duplo dan tetap bisa dipasangkan di lego duplo, kayak merek emco itu setengah harga lego duplo hee

    ReplyDelete