Thursday, November 9, 2017

Akhirnya, ke Kalijodo Juga....


Masih lekat di ingatan saya bagaimana riuhnya peresmian Ruang terbuka Hijau (RTH) dan ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta. Saat itu saya hanya melihatnya dari layar televisi saja. Namun, rasanya kegembiraan dari wajah-wajah yang hadir saat peresmian itu bisa saya rasakan juga. Saya selalu ingin main ke Kalijodo. Ya, tapi lokasinya dari rumah di Depok jauuuuuh banget! Suatu hari saya melihat ajakan ke Kalijodo dari Mak Ayya (Maria Soraya), seorang blogger Depok, di Facebook. Huaaah, Bubu Dita enggak pakai mikir lama, langsung daftar untuk ikut ke sana juga. Akhirnya ke Kalijodo juga....
 
Awalnya Kalijodo yang terletak di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora ini populer di kalangan masyarakat sebagai tempat lokalisasi. Nilai transaksi seksual di tempat ini luar biasa tinggi. Apalagi setelah tempat lokalisasi lain di Kramat Tunggak ditutup, Kalijodo pun jadi tempat lokalisasi yang semakin hidup.
 

Kalijodo ternyata punya cerita historis yang panjang. Ingat enggak film Cau Bau Kan yang dibintangi Lola Amaria? Film yang terinspirasi dari novel karya Remy Sylado berjudul sama itu sebenarnya menceritakan bagaimana daerah Kalijodo dulunya sejak masih zaman VOC sudah menjadi tempat para pendatang Tionghoa yang mencari gundik atau istri tidak resmi.
 

Cau bau sendiri artinya mirip dengan Geisha di Jepang, yaitu perempuan yang menghibur dan mendapatkan uang dari pekerjaannya itu. Ada yang kemudian menganggapnya sebagai pelacur namun ada juga yang tidak. Semakin lama, kawasan ini semakin ramai sebagai tempat hiburan yang tak hanya diramaikan oleh etnis Tionghoa tapi juga semua etnis. 
 

Ya, Kalijodo yang tadinya terkenal sebagai tempat lokalisasi di Jakarta telah berganti wujud. Kini Kalijodo menjadi tempat berkumpul warga, tempat anak-anak bermain, tempat berolahraga, tempat dengan berbagai kegiatan positif. :)
 

Saya ke Kalijodo tidak hanya bersama Mak Ayya saja. Ada blogger lainnya yang juga ikut serta, yaotu Mba Tetty (tettytanoyo), Mba Helena (helenamantra) dengan anaknya, SID, dan Mbak Ayu Anggarini (lolipopslife) bersama anaknya, Arsyad. Oiya, Mak Ayya juga mengajak Mada, anaknya yang hampir sepantaran Boo. Lho, kok Boo sama Mika enggak diajak? Boo hari itu sekolah dan Mika di rumah ajaah, panas. Hahaha... Untungnya, Mba Tetty juga enggak bawa anak, jadi aja kita berdua sekalian me time ala emak-emak kekinian... :D
 

Kami semua janjian di Stasiun Juanda. Dari stasiun itu, kami naik taksi online dan enggak terlalu lama sampailah di RTH dan RPTRA Kalijodo jam 11 siang! Alamak, panasnya puooolll banget! Dan kayaknya cuma kami emak-emak iseng bersama tiga anak cilik yang main ke sana siang itu. Hihihi...

 

Ngapain Aja di Kalijodo?
Seperti yang sudah saya tulis di atas, di Kalijodo ini ada dua area, yaitu RTH dan RPTRA. Pertama, kami tentu aja menyambangi RPTRA dulu. Anak-anak kayaknya gatel liat perosotan dan mereka langsung main. Di RPTRA Kalijodo memang disediakan berbagai permainan anak, seperti perosotan, ayunan, kuda-kudaan, serta panjatan kayu. Mau main bola juga bisa banget karena ada lapangan futsal outdoor yang disediakan di sini.






 

Masih di area RPTRA, ada juga aula yang dapat dimanfaatkan warga kalau mau bikin kegiatan. Biasanya ada posyandu secara rutin juga di sini. Selain itu setiap hari Sabtu pagi juga ada kegiatan belajar menggambar yang bisa diikuti anak-anak tanpa dipungut biaya. Tak hanya itu, bagi ibu-ibu yang masih menyusui anaknya, ada ruang laktasi di dekat aula dengan pendingin ruangan yang berfungsi baik. Saya sempat ngadem juga di ruangan ini. Hihi...
 

Nah, ada lagi satu ruangan yang bagus banget buat anak-anak, nih. Terdapat ruang perpustakaan mini yang menyediakan berbagai buku bacaan untuk anak. Meski ruangannya kecil, tapi  pilihan bukunya lumayan banyak. Dan enggak hanya untuk anak saja, ada juga beberapa buku ilmu pengetahuan untuk orang dewasa. Sambil menemani anak, bisa sambil membaca juga, kan.
 

Hal yang saya sukai di dalam perpustakaan ini adalah adanya gambar-gambar mural di dindingnya. Yang paling mencolok perhatian mata, sih, gambar ondel-ondel. Khas Jakarta bangetlah. Tapi sayangnya di ruangan perpustakaan ini, pendingin udaranya enggak dingin. Pendingin, kok, enggak dingin. Halah... Saya pun enggak tahan lama-lama ada di dalamnya. *EmakemakAC... :D
 


Di sebelah ruang perpustakaan saya lihat ada ruangan Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak (PPKPA). Amit-amit saya enggak maulah ada kejadian kekerasan yang dialami kaum saya dan anak-anak, tapi rasanya dengan adanya tempat ini akan berguna bagi siapa saja yang membutuhkannya. Oiya, ada juga ruang PKK dan ruang yang menjual minuman dan souvenir di RPTRA ini. Jadi memang fungsinya banyak banget, ya.

 

Eksis Foto di RTH Kalijodo
Apa yang bikin saya paling penasaran dari Kalijodo? GAMBAR MURAL YANG GEDE ITU, LOH! Hahaha... Bubu Dita pingin banget foto di muralnya Kalijodo. Hahaha... Dan keinginan itu terwujud. Yeyeyelalalaaa....








Mural besar tersebut enggak akan kita jumpai di RPTRA tapi ada di RTH Kalijodo yang letaknya tepat bersebelahan dengan RPTRA. Saya menaiki tangga dan menuruninya untuk sampai di RTH. Errr, ruang terbukanya iya, tapi hijaunya mah enggak, sih. Hihi... Pohon-pohon yang ditanam masih belum besar dan daun-daunnya belum bisa membuat adem suasana. Beberapa tahun lagi pasti tempat ini jadi benar-benar hijau, deh (kalau dikelola dengan baik, tentunya). :)
 

Di RTH Kalijodo, saya dan teman-teman bisa puas foto-foto narsis bersama mural yang hits itu. Meski panas menghadang, sesi foto-foto tetap jalan terus, ya. Ada juga yang sekalian bawa product review dan foto di RTH ini, lho. Hihi... Mantaplah makemak blogger ini. Jadinya, kan, fotonya kece, yah... :D
 

Mural atau grafiti yang ada di RTH Kalijodo terdapat di dinding setinggi 8 meter. Ada beberapa seniman yang terlibat dalam membuat mural tersebut, antara lain Bujangan Urban, Blesmokie, Darbotz, Mr.Wormo, Orderplus, The Popo, Stereoflow, Tutu, Tuyuloveme, Gigin, dan Marishka Soekarna. Hasilnya, karya yang membanggakan. Dan bisa dinkmati warga ibu kota dan sekitarnya.
 

Kami menikmati mural itu di bangunan semi outdoor beratap fiberglass. Lumayanlah pas cuaca lagi terik-teriknya kami bisa duduk di sana dan enggak terlalu tersengat matahari. Di sebelah bangunan itu ada lintasan yang khusus dibuat untuk bermain skateboard. Bagi para pecinta skateboard kayaknya wajib, deh, menjajal arena di Kalijodo. 



 
Buat yang suka main sepeda juga bisa banget bawa sepeda ke tempat ini. Ada jalur khusus turun naik gitu yang bisa digunakan untuk para pesepeda. Huaaah, sayangnya pas kami ke sana enggak ada sama sekali yang olahraga. Ya, siapa juga yang mau olahraga tengah hari bolong, kan. Karena itulah, Bubu Dita pingin lagi main ke Kalijodo. Tapi tentu aja pas pagi banget atau pas sore hari bareng Boo sama Mika, dan Yaya Indro juga. :D
 

Selepas puas keliling RPTRA dan RTH Kalijodo, kami naik bus wisata gratis yang mangkal (MANGKAL!) di Kalijodo menuju Balai Kota. Nah, lumayan banget, kan, tuh, bisa naik transportasi gratis. Tapi bus ini enggak setiap saat ada, lho. Waktu itu kami naik jam 1 siang. Kami turun di Monas untuk makan siang bersama, setelah itu kami berpisah. Saya dan Mba Tetty menuju stasiun, Mak Ayya sama Mada ke Sarinah, Mba Helena, SID, Mba Ayu, dan Arsyad naik Transjakarta. Yeaaayyy, seru, ya, playdate-nya. Pankapan jalan-jalan lagi, yuks! :D

 

Gimana Caranya ke Kalijodo?
Dari info yang saya dapat di Mbah Google, jika teman-teman dari Depok mau ke Kalijodo menggunakan transportasi umum caranya gampang banget, gaes!
 

-    Naik CL, turun di Juanda lanjut ojek online sampai Balai Kota. Di Balai Kota ada bus wisata ke Kalijodo yang beroperasi setiap hari. Senin-Jumat pukul 11.00-19.00 WIB, Sabtu pukul 09.00-23.00 WIB, dan Minggu pukul 12.00-19.00 WIB. Bus beroperasi dengan jarak waktu pemberangkatan 1-1,5 jam setiap harinya.
 

-    Naik CL, turun di Stasiun Jakarta Kota. Dari Stasiun Jakarta-Kota langsung ajalah naik ojek online sampai Kalijodo. Hehe... :D Atau bisa juga seperti cara kami, kumpul di Stasiun Juanda terus langsung naik taksi online. Dah gampang banget! Hahaha...



-Bubu Dita-



11 comments:

  1. jadi tempat wisata kota baru ya mbak, asik juga, suka sama muralnya bisa buat foto instagramable banget

    ReplyDelete
  2. Semoga tempatnya terus terawat dengan baik. Dan yang paling penting gak kembali ke "fungsi" asalnya. Bahayaaa

    @omnduut

    ReplyDelete
  3. Bagus ya mbak sekarang Kalijodo.
    Kadang emang tindakan yang agak memaksa adalah yang jalan terbaik.

    ReplyDelete
  4. Dari stasiun Kota ke Kalijodo jauh nggak, mba? Kayaknya lebih asyik pagi ke sana ya mba. Muralnya keren bangeet

    ReplyDelete
  5. Waaahh aku mau ke sana, sekalian liat sungai dan area yg bersejarah itu :D
    Pengen ajak anak2 jg ke sana, tapi kyknya pagian aja ya :D

    ReplyDelete
  6. Bnyak spot2 bwt foto kece ya mbk. Ikut sneng dg perubhn kalijodo.
    Mksih udh diajk jln2 ke kalijodo 😊

    ReplyDelete
  7. Ini teh Dita Jurnal Fikom? Ahahahah kalau iya, maafkan aku pangling. Aku belum pernah mampir ke kalijodo, seringnya ngelewatin aja, hehehe.

    ReplyDelete
  8. kesananya nunggu pohon pohon gede ah ^^

    ReplyDelete
  9. Waaah jadi taman yang cantik sekarang.

    ReplyDelete
  10. Karena saya di daerah, cuma pernah dengar kawasan ini dari berita.
    Sekarang sudah jadi taman ya, pinter nih negosiasi gubernurnya kala itu. Bisa merubah tempat yg tadinya buat maksiat, jadi taman hijau yang serbaguna :)

    ReplyDelete
  11. saya suak iri dengan kota2 yang punay taman bermain yang lengkap sarananya, di kotaku sih mana ada

    ReplyDelete