Taman Amir Hamzah di Jakarta Pusat, Ruang Hijau dengan Jejak Sastra dan Toleransi



Kalau nggak mengikuti acara dari Jakarta Good Guide, yaitu Teka Teki Jakarta tahun 2025 lalu, sepertinya aku nggak akan tahu kalau di Jakarta Pusat ada sebuah taman yang punya cerita menarik. Namanya Taman Amir Hamzah. 


Adakah Manteman yang pernah berkunjung ke taman ini?


Keberadaan ruang terbuka hijau di sebuah kota tentunya penting banget, ya. Targetnya, Jakarta di tahun 2045 memiliki 30% ruang terbuka hijau. Sedangkan sampai aku menulis tulisan blog ini, di Jakarta katanya baru ada sekitar 5% saja. Jauuuuh banget, kan, dari target. Semoga, sih, makin banyak lagi taman yang dibuat di Jakarta sehingga target RTH itu bisa terpenuhi.


Nah, salah satu ruang terbuka hijau di Jakarta adalah Taman Amir Hamzah atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Amir Hamzah. Ya, diantara banyaknya gedung-gedung tinggi, khususnya di Jakarta Pusat, terselip satu taman yang setelah aku telusuri ceritanya ternyata punya makna mendalam, lho.


Mau tahu soal Taman Amir Hamzah lebih detail lagi? Aku ceritakan di tulisan ini, yaa… 



Siapa Amir Hamzah?

Sebelum membahas tamannya, jujur aku sendiri sempat bertanya-tanya, siapa, sih,  sebenarnya Amir Hamzah sampai namanya diabadikan menjadi nama taman di Jakarta Pusat? 


Nah, pas aku cari tahu lewat browsing di beberapa sumber referensi, ternyata Amir Hamzah adalah sosok yang istimewa. Ia merupakan salah satu penyair besar Indonesia, yang muncul di era Pujangga Baru. Lewat puisinya dan syairnya, ia dikenal mampu merangkai kata-kata yang lembut tapi dalam, sederhana tapi penuh makna.


Amir Hamzah lahir di Langkat, Sumatera Utara, pada 28 Februari 1911. Ia tumbuh di lingkungan bangsawan dengan budaya Melayu dan pengaruh Islam yang kental.




Dengan latar belakang sebagai bangsawan membuatnya aktif di dunia sastra dan pergerakan intelektual pada masa sebelum kemerdekaan. Amir Hamzah menggunakan sastra sebagai cara untuk berpikir dan menyuarakan kegelisahan. Ia menjadi bagian dari generasi Pujangga Baru yang ikut membentuk arah sastra Indonesia modern.


Beberapa karyanya yang cukup dikenal antara lain Boeah Rindoe tahun 1937 dan Njanji Soenji tahun 1941. Puisi-puisi Amir Hamzah banyak berbicara tentang cinta, kerinduan, hubungan manusia dengan Tuhan. 


Kiprahnya di dunia sastra dan memberikan pengaruh besar di dunia sastra Indonesia. Atas pengabdiannya itu, Amir Hamzah bahkan diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 1975. 


Nah, salah satu bentuk penghormatan atas bagi budaya dan sastra Indonesia adalah menjadikan namanya menjadi nama sebuah taman di Jakarta, Taman Amir Hamzah. :) 



Sekilas Tentang Taman Amir Hamzah

Taman Amir Hamzah berlokasi di Jakarta Pusat, tepatnya di  Jl. Taman Matraman Timur No. 8 8, RT.2/RW.4, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Jakarta. Kawasannya cukup ramai karena dikelilingi pemukiman warga dan perkantoran.


Taman ini juga merupakan RPTRA yang diresmikan pada 26 Februari 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama  atau Ahok.





Ukuran Taman Amir Hamzah sebenarnya memang nggak terlalu besar jika dibandingkan dengan taman-taman lain di Jakarta. Luas sekitar 3.988 meter persegi saja. 


Meskipun nggak besar, tapi begitu pertama kali aku menjejakkan kaki di taman ini rasanya nyaman banget. Tamannya tertata rapi, jalur jalannya jelas, dan bangku-bangku taman pun tersebar di beberapa sudut. 


Kalau menurutku, ya, Ini tipe taman yang bikin betah duduk lama, entah buat baca buku, ngobrol sama teman atau bahkan cuma buat melamun aja. :D 

 


Patung Gus Dur Kecil, Daya Tarik Utama di Taman Amir Hamzah

Seperti di awal tulisan aku bercerita kalau aku ke Taman Amir Hamzah karena mengikuti kegiatan Teka-Teki Jakarta dari Jakarta Good Guide.


Nah, seperti namanya, di Teka-Teki Jakarta ini para peserta diberikan teka-teki untuk dijawab. Jawaban dari teka-teki tersebut adalah sebuah tempat atau ikon di Jakarta yang harus difoto. 


Di salah satu soalnya, jawaban teka-teki tersebut ada Patung Gus Dur Kecil yang ada di Taman Amir Hamzah! Aku sampai lupa apa soalnya… :D Tapi ingat banget kalau jawabannya itu… :D 


Jadilah untuk memfoto patung tersebut, Aku dan Isti, teman satu timku datang ke Taman Amir Hamzah ini… 


Menurutku, hal yang paling mencuri perhatian di Taman Amir Hamzah adalah memang adanya patung Gus Dur kecil. Bisa dibilang patung ini jadi daya tarik utamanya. 




Sosok Gus Dur atau  KH Abdurrahman Wahid merupakan Presiden ke-4 Indonesia. Ia dikenal luas sebagai tokoh pluralisme yang konsisten memperjuangkan kemanusiaan, toleransi, dan kebebasan berpikir. Gus Dur dikenang sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil.


Patung Gus Dur di taman ini digambarkan dalam posisi berdiri sambil membaca buku. Rasanya hal ini sejalan juga dengan kebiasaan Gus Dur yang gemar membaca sejak kecil. Selain itu, pas juga dengan nama Amir Hamzah yang bergelut di dunia kepenulisan. 


Menariknya lagi, ada alasan lain mengapa patung ini diletakkan di Taman Amir Hamzah. Dari referensi yang aku baca, Gus Dur semasa kecil tumbuh dan besar di kawasan Pegangsaan. 


Gus Dur memang sering bermain di taman yang dulu bernama Taman Pelansun yang lokasinya nggak jauh dari kediaman kakeknya, KH Hasyim Asy’ari.




Patung ini diresmikan pada 25 April 2015 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama. Patung ini terbuat dari perunggu dengan warna cokelat keemasan. Tingginya 1,20 meter.


Pada bagian bawah patung cerita perjalanan hidup singkat Gus Dur. Sedangkan di sisi lainnya tertulis salah satu kutipan Gus Dur yang sederhana tapi sangat dalam: “Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.” 



Fasilitas di Taman Amir Hamzah

Meskipun nggak terlalu lama ada di Taman Amir Hamzah, aku sempat memerhatikan beberapa fasilitas pendukung yang ada di taman ini.


Secara kasat mata, fasilitas-fasilitas yang ada di taman ini pun bermanfaat untuk masyarakat. Saat aku datang ke taman ini, ada banyak juga warga masyarakat yang berkegiatan di taman. Anak-anak yang yang bermain bola, orang dewasa ada yang duduk santai di gazebo, dan banyak juga ibu-ibu yang berkumpul di ruang serbaguna.  





Dari pengamatanku dan info yang aku dapat di Wikipedia, ada beberapa fasilitas yang terdapat di taman ini, yaitu:

- Area pepohonan hijau

- Jalur pejalan kaki (bisa untuk jogging)

- Lapangan futsal

- Lapangan basket

- Taman bermain anak

- Gazebo

- Ruang serbaguna

- Perpustakaan

- Ruang laktasi

- Toilet disabilitas

- Tanaman toga

 - CCTV

- Wifi




Gimana? Lengkap juga, ya, fasilitasnya. Kalau untuk Wifi jujur aku tidak mencobanya, jadi kurang tahu juga apakah benar-benar akses wifi di taman ini bisa digunakan atau tidak. 


Untuk penerangannya seperti apa aku pun kurang tahu karena saat aku datang di siang hari masih terang. Tapi aku memang melihat beberapa tiang lampu di taman ini. Semoga saja ada penerangan yang cukup, ya, supaya kondisi taman tetap aman. 


Jika ada Manteman yang pernah ke Taman Amir Hamzah dan tahu fasilitas lainnya boleh ditambahkan di kolom komentar, ya.





Taman Amir Hamzah bukan hanya penting untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau di Jakarta, tapi juga sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat berkumpul, bermain, dan bersosialisasi. 


Selain itu berada di Taman Amir Hamzah ini juga bisa mengingatkan kita pada kekuatan sastra dari sosok Amir Hamzah dan betapa pentingnya nilai tolerasi, kemanusiaan, dan kebijaksanaan yang ditampilkan oleh sosok patung Gus Dur kecil. :) 



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *