Kalau mendengar kata Blok M, apa yang langsung terlintas di pikiran Manteman? Tempat kulineran, belanja, beli buku atau sekadar jalan-jalan sambil menikmati suasana Jakarta? Buatku, ada satu hal lagi, nih, yang bikin Blok M jadi makin spesial! Blok M ternyata punya satu aktivitas seru lainnya yang bisa bikin kita betah berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, yaitu stamp hunting alias berburu stamp! :D
Beberapa waktu lalu, aku bersama dua temanku, Isti dan Ciwul, meluangkan waktu untuk jalan-jalan ke Blok M. Kali ini, tujuan kami bukan sekadar mencicipi kuliner viral, melainkan berburu stamp di beberapa tempat.
Sebenarnya, Isti dan Ciwul sudah lebih dulu melakukan stamp hunting di Blok M bersama Mak Andinih beberapa waktu sebelumnya. Sayangnya, waktu itu aku belum bisa ikut. Mereka sempat berburu stamp di Matalokal dan Roti Buaya yang ada di kawasan M Bloc. Mendengar cerita mereka, aku jadi makin penasaran ingin ikut berburu stamp juga. Hihi… :D
Makanya pas ada rencana stamp hunting lagi di Blok M aku nggak mau nyia-nyiain waktu. Yes, akhirnya, kesampaian juga! :D
Nah, di kesempatan kali ini, kami menyusuri Blok M Hub, yang dulunya dikenal sebagai Blok M Mal, lalu melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat lain di sekitar Blok M.
Buat yang belum familiar, stamp hunting merupakan aktivitas mengumpulkan cap atau stempel bergambar dari berbagai tempat. Biasanya, setiap lokasi punya desain stamp yang berbeda dan ada ciri khas tersendiri. Kita tinggal membawa buku atau kertas untuk mengumpulkan cap tersebut.
Kelihatannya sederhana, ya? Namun, justru di situlah keseruannya! :D Ada rasa penasaran setiap kali menemukan tempat baru, apalagi kalau desain stamp-nya lucu dan unik. Belum lagi kalau tempatnya juga menjual barang-barang menarik atau punya makanan enak.
Niat awal cuma berburu stamp, eh, pulangnya malah membawa belanjaan dan pengalaman baru. Hahaha! :D
Nah, berikut cerita pengalamanku berburu stamp di lima tempat yang kami kunjungi di kawasan Blok M kali ini.
1. Kopi Aloo, Berburu Stamp Sambil Menikmati Suasana Gramedia Jalma
Pemberhentian pertama kami adalah Kopi Aloo yang berada di Gramedia Jalma. Begitu sampai, kami langsung tertarik melihat koleksi stamp yang tersedia. Ada lima jenis stamp dengan gambar berbeda-beda. Menurutku, desainnya bagus dan terasa dipikirkan dengan baik, bukan sekadar menampilkan logo brand aja.
Salah satu yang menarik perhatianku adalah stamp bergambar bangunan Blok M Square yang dipadukan dengan maskot Kopi Aloo. Sebagai brand kopi yang hadir di kawasan Blok M, rasanya pas sekali kalau ada unsur ikonik dari kawasan ini dalam desain stamp-nya.
Selain itu, ada dua stamp yang menampilkan maskot Kopi Aloo sedang meracik kopi. Ada juga gambar maskot yang sedang duduk santai sambil membaca buku, ditemani segelas kopi.
Nah, desain terakhir ini aku suka karena terasa cocok dengan suasana Gramedia Jalma. Kebayang menikmati kopi sambil baca buku yang baru dibeli di Gramed… Hehe….
Dua stamp lainnya menampilkan tulisan Kopi Aloo dengan jenis huruf yang berbeda. Meskipun sama-sama berupa tulisan, tampilannya tetap menarik dan bisa jadi variasi tersendiri dalam koleksi stamp.
Untuk mendapatkan stamp di sini, pengunjung bisa mendapatkannya secara gratis. Namun, tentu aja kami nggak hanya datang untuk mencap buku, ya. Aku dan teman-teman juga membeli minuman dan camilan di Kopi Aloo.
Menurutku, ini salah satu hal menyenangkan dari stamp hunting. Kita bisa menemukan alasan untuk mampir ke tempat yang mungkin sebelumnya belum masuk daftar kunjungan, lalu sekalian menikmati apa yang ditawarkan tempat tersebut. :)
Kopi Aloo
Lokasi: Gramedia Jalma
Alamat detail: Jl. Melawai 3 No.12, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan
Jam buka: 08.00 - 22.00
Stamp: Gratis berdasarkan pengalaman kunjungan kami
2. Sovlo Experience Hub, Surga Stamp Hunting dengan Banyak Pilihan
Kalau Manteman berencana melakukan stamp hunting di Blok M, menurutku Sovlo Experience Hub wajib masuk daftar kunjungan. Serius, tempat ini punya banyaaaaak banget pilihan stamp!
Bayangin, di satu tempat saja kami bisa mendapatkan 14 stamp ditambah satu stamp berseri. Banyak banget, kan? Pantas saja kami menghabiskan waktu cukup lama di sini dan berasa pegelnya juga ahahaha (kalau ini kayaknya masalah faktor U)….
Begitu melihat koleksi stamp-nya, rasanya ingin mencoba semuanya. Apalagi desainnya beragam dan banyak yang menggambarkan suasana Blok M serta kehidupan Jakarta dengan cara yang unik dan jenaka.
Ada stamp bergambar bajaj dengan tulisan Welcome to Negara Blok M. Ada pula tulisan OTW Blok M dan Hidup Negara Blok M. Selain itu, ada stamp bergambar Monas yang langsung mengingatkan kita pada salah satu ikon paling terkenal di Jakarta.
Menurutku, desain seperti ini punya daya tarik tersendiri. Bukan hanya lucu untuk dikoleksi, tetapi juga bisa menjadi kenang-kenangan kecil dari perjalanan ke Blok M. Apalagi buat orang yang suka mengabadikan perjalanan lewat jurnal atau scrapbook, stamp seperti ini pasti menyenangkan untuk ditempel di halaman khusus.
Namun, ada satu koleksi yang paling seru buatku, yaitu stamp berseri.
Jadi, ada lima stamp yang kalau dicap secara berurutan akan membentuk satu gambar utuh. Karena gambarnya saling menyambung, kita harus benar-benar memperhatikan posisi setiap cap saat menempelkannya ke kertas.
Kalau posisi stamp pertama dan berikutnya nggak pas, gambar akhirnya bisa terlihat kurang menyatu. Hahaha! Jadi, selain butuh ketelitian, aktivitas ini juga terasa seperti menyusun puzzle kecil.
Aku sendiri jadinya seneng deh dengan aktivitas yang menggabungkan kreativitas dan eksplorasi seperti ini. Rasany beda dari sekadar datang ke sebuah tempat untuk foto aja, karena ada sesuatu yang bisa kita kerjakan dan bawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Selain berburu stamp, kami juga sempat melihat-lihat berbagai produk yang dijual di Sovlo Experience Hub. Barang-barangnya lucu-lucu, mulai dari pakaian, jaket, tas, hingga beragam pernak-pernik yang menarik perhatian.
Akhirnya, meskipun tujuan awalnya cuma berburu stamp, aku malah membeli beberapa barang, seperti pin, stiker, dan art print. Memang, ya, kalau sudah bertemu barang-barang lucu, godaan untuk membawa pulang satu atau dua barang itu sulit ditolak. :D
Buatku, Sovlo Experience Hub menjadi salah satu tempat paling berkesan dalam perjalanan kali ini. Koleksi stamp-nya banyak, desainnya unik, dan ada kesempatan untuk menemukan produk kreatif yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya.
Sovlo Experience Hub
Lokasi: Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jam buka: 10.00 - 21.00
Stamp: Gratis berdasarkan pengalaman kunjungan kami
Tips: Sediakan waktu lebih lama untuk mampir ke sini karena koleksi stamp-nya cukup banyak. Jangan lupa membawa buku stamp atau kertas yang cukup lebar untuk mencoba stamp berseri!
3. Information Center Blok M Hub, Akhirnya Berhasil Mendapatkan Stamp!
Setelah puas berburu stamp di Sovlo Experience Hub, kami melanjutkan perjalanan ke Information Center Blok M Hub.
Lokasinya berada di bagian tengah Blok M Hub. Tempat ini menyediakan stamp gratis yang bisa menjadi tambahan koleksi bagi pengunjung yang sedang melakukan stamp hunting.
Ada cerita kecil yang membuat kunjungan kali ini terasa lebih menyenangkan. Ciwul ternyata sudah dua kali datang ke Blok M, tetapi dua kali itu pula ia belum berhasil mendapatkan stamp di Information Center karena petugasnya sedang nggak ada.
Nah, pada kunjungan kali ini, akhirnya kami bisa mendapatkan stamp tersebut! Yeaaayyy, akhirnya, yaaa… :D
Sementara itu, aku justru baru pertama kali melakukan stamp hunting di Blok M dan langsung berhasil mendapatkannya. Hahaha, berarti lumayan beruntung, ya!
Untuk desainnya, menurutku stamp Information Center ini juga keren karena menggabungkan beberapa elemen khas kawasan Blok M dalam satu gambar.
Ada gambar gedung Blok M Square yang ikonik, MRT, dan koridor Blok M Hub dengan bentuk melengkung. Semuanya dirangkai dalam satu desain stamp yang menarik.
Dari satu gambar saja, kita bisa mengenali beberapa elemen yang lekat dengan Blok M, mulai dari pusat perbelanjaan hingga transportasi umum yang menjadi bagian penting kehidupan warga Jakarta.
Di sini, kami juga sempat berfoto bersama kakak petugas yang berjaga. Orangnya ramah dan terlihat senang melihat kami begitu antusias mencap stamp di buku masing-masing. :D
Momen sederhana seperti ini justru menjadi salah satu hal yang membuat pengalaman jalan-jalan terasa lebih menyenangkan. Selain mendapatkan koleksi baru, kami juga bisa berinteraksi dengan orang-orang yang kami temui selama perjalanan.
Information Center Blok M Hub
Lokasi: Area tengah Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jam operasional area: Perlu dicek kembali melalui informasi resmi Blok M Hub
Ketersediaan stamp: Bergantung pada keberadaan petugas di lokasi
Stamp: Gratis
Tips: Jangan terlalu berharap dapat stamp di sini. Stamp belum tentu bisa didapatkan setiap kali berkunjung karena bisa jadi sedang nggak ada petugasnya. Tapi semoga, ya, setelah ini stamp-nya selalu ada dan mudah didapat.
4. Jurnal Risa, Berburu Stamp Bergambar Hantu Lucu Sambil Makan Siang
Dari semua tempat yang kami kunjungi, Jurnal Risa menjadi salah satu yang memang sudah aku incar sejak awal.
Alasannya sederhana aja, sih, soalnya di kafe ini ada stamp bergambar hantu yang lucu! :D
Buat yang mengikuti cerita Jurnal Risa, nama ini tentu sudah nggak asing lagi, kan. Jurnal Risa dikenal melalui konten yang berkaitan dengan kisah misteri dan pengalaman penelusuran dunia gaib. Konsep kafenya pun juga vintage gothic dan ada kesan horornya gitu!
Nah, aku penasaran ingin mendapatkan stamp bergambar hantunya. Untungnya, waktu kami datang bertepatan dengan jam makan siang. Jadi, sekalian aja kami mampir untuk makan sebelum melanjutkan perjalanan.
Kalau nggak salah, stamp di sini juga bisa didapatkan secara gratis. Namun, karena kami memang ingin mencoba makanannya, kunjungan kali ini bukan hanya untuk berburu stamp.
Aku memilih menu paket yang menurutku cukup menarik karena sudah mencakup makanan, minuman, dan es krim. Menu yang kupesan adalah Nasi Ayam Panggang Madu, Yakult Lychee, dan es krim vanila. Karena paket, harganya juga ada potongan. Lumayanlah! :D
Untuk rasa, menurutku makanannya juga lumayan. Hanya saja, porsi makanannya terasa agak sedikit buatku. Jadi, kalau Manteman termasuk tipe yang makannya cukup banyak, mungkin perlu mempertimbangkan hal ini saat memilih menu.
Setelah selesai makan, tentu saja kami nggak lupa melakukan misi utama: mencap stamp ke buku masing-masing! Hihihi….
Ada tiga desain stamp yang tersedia di Jurnal Risa. Stamp pertama menampilkan gambar menu kopi susu. Stamp kedua menampilkan gambar hantu yang sejak awal sudah membuatku penasaran. Sementara itu, stamp ketiga menggambarkan gedung Blok M Square yang berdampingan dengan piano di dalam kafe Jurnal Risa Blok M.
Dari ketiganya, stamp ketiga ini juga menarik perhatianku karena ukurannya cukup besar. Aku puas sekali saat mencapnya ke buku. Apalagi, desainnya dilengkapi bingkai di sekeliling gambar sehingga hasil cap terlihat lebih dekoratif.
Buatku, Jurnal Risa menjadi contoh bahwa stamp hunting bisa dipadukan dengan kegiatan lain. Kita bisa menikmati makanan, melihat-lihat suasana tempat, lalu membawa pulang kenang-kenangan berupa cap yang khas. Ah, seru banget!
Jurnal Risa
Lokasi: Blok M Hub, Lt. B1 Blok 137 (dekat Mie Kangkung Kite & Ayam Renald)
Alamat: Jl. Sultan Hasanuddin Dalam, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan
Jam buka: 09.00 - 22.00
Stamp: Berdasarkan pengalaman kami, tersedia tiga desain stamp berbeda.
Tips: Kalau ingin sekalian makan siang, cek menu dan harga terbaru terlebih dahulu. Harga paket serta ketersediaan stamp siapa tahu bisa berubah sewaktu-waktu.
5. TanaTeh, Penutup Stamp Hunting dengan Stamp Maskot yang Menggemaskan!
Setelah berkeliling dan mendapatkan banyak stamp, TanaTeh jadi tempat terakhir yang kami datangi sebelum pulang.
Kunjungan kali ini juga punya tujuan lain. Ciwul memang datang untuk membuat konten endorsement, sedangkan aku dan Isti sekalian mengambil footage untuk kebutuhan blog dan media sosial.
Jadi, selain berburu stamp, kami juga memanfaatkan waktu untuk membuat konten. Maklum, kalau jalan bareng teman-teman yang sama-sama suka membuat konten, biasanya ada saja yang bisa dikerjakan. Hahaha! :D
TanaTeh punya stamp yang menurutku lucu banget. Desain utamanya berukuran besar dan menampilkan maskot TanaTeh, yaitu karakter mbak kepik yang sedang memegang gelas TanaTeh berukuran hampir sebesar badannya.
Kebayang, kan, bagaimana menggemaskannya gambar ini? Rasanya ingin langsung mencap di buku begitu melihat desainnya. :D
Selain stamp besar tersebut, ada juga stamp berukuran lebih kecil yang menampilkan wajah maskotnya. Jadi, kita bisa mendapatkan variasi gambar yang berbeda untuk melengkapi koleksi.
Menurutku, ukuran stamp juga berpengaruh terhadap hasil akhirnya di buku. Stamp yang besar bisa menjadi elemen utama pada satu halaman, sedangkan stamp kecil cocok digunakan sebagai pelengkap. Kalau ditata bersama foto, tiket, atau catatan perjalanan, hasilnya bisa menjadi jurnal yang lebih menarik, ya.
Hal lain yang membuat stamp TanaTeh terlihat menonjol adalah warna merahnya yang menyala.
TanaTeh menjadi penutup yang menyenangkan untuk perjalanan kami kali ini. Setelah menghabiskan waktu menjelajahi berbagai tempat, rasanya puas melihat koleksi stamp yang berhasil kami kumpulkan.
TanaTeh
Lokasi: Pasaraya Blok M, lantai LG, Jakarta Selatan.
Alamat detail: Pasaraya, Gedung A, Jl. Iskandarsyah Raya No.2 Blok.M Lt.LG, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan
Jam buka: 10.00 - 20.00
Stamp: Tersedia stamp besar bergambar maskot dan stamp kecil bergambar wajah maskot berdasarkan pengalaman kunjungan kami.
Tips Stamp Hunting di Blok M agar Makin Seru!
Dari pengalaman berburu stamp di Blok M, ada beberapa hal yang menurutku bisa membantu Manteman yang ingin mencoba aktivitas serupa.
1. Bawa buku atau kertas khusus stamp hunting
Buku khusus akan memudahkan kita menyimpan koleksi stamp supaya nggak tercecer. Pilih kertas yang cukup tebal agar tinta nggak mudah tembus ke halaman berikutnya.
Kalau suka journaling, kamu juga bisa menambahkan tanggal, nama tempat, atau cerita singkat di samping setiap stamp. Jadi, buku tersebut bukan hanya berisi kumpulan cap, tetapi juga menjadi catatan perjalanan yang bisa dibuka kembali kapan aja.
2. Siapkan ruang untuk stamp berukuran besar
Pengalaman di Sovlo, Jurnal Risa dan TanaTeh mengajarkanku bahwa nggak semua stamp berukuran kecil. Ada desain yang cukup besar sehingga membutuhkan ruang tersendiri.
Sebaiknya jangan memenuhi seluruh halaman dengan tulisan atau gambar sebelum mengetahui ukuran stamp yang akan didapatkan. Dengan begitu, hasil akhirnya bisa lebih rapi.
3. Cek informasi terbaru sebelum berangkat
Nggak semua lokasi selalu menyediakan stamp setiap saat. Ada kemungkinan petugas sedang nggak berada di tempat, layanan berubah atau desain stamp diperbarui. Kalau memungkinkan, cek informasi melalui akun media sosial resmi atau tanyakan kepada pengelola sebelum datang.
4. Susun rute agar nggak bolak-balik
Karena Blok M memiliki banyak tempat menarik yang tersebar di beberapa area, ada baiknya mengelompokkan lokasi berdasarkan kedekatannya.
Untuk perjalanan kali ini, kami mengunjungi Kopi Aloo, Sovlo Experience Hub, Information Center Blok M Hub, Jurnal Risa, dan TanaTeh. Manteman bisa menyesuaikan urutan berdasarkan lokasi stamp dan jam operasional masing-masing tempat.
5. Siapkan budget untuk jajan dan belanja
Memang, mendapatkan stamp bisa gratis. Namun, bukan berarti perjalanan ini pasti tanpa pengeluaran.
Kami membeli minuman dan camilan di Kopi Aloo, makan siang di Jurnal Risa, dan aku juga membeli beberapa pernak-pernik di Sovlo Experience Hub.
Jadi, siapkan bujet sesuai kebutuhan, ya! Kalau memang berniat sekalian kulineran atau membeli suvenir, kamu bisa memasukkannya ke anggaran jalan-jalan.
Stamp Hunting, Cara Seru Menjelajahi Blok M
Dari lima lokasi yang kami kunjungi, masing-masing punya karakter dan desain stamp yang berbeda. Kopi Aloo menghadirkan perpaduan kopi dan buku, Sovlo Experience Hub menawarkan koleksi stamp yang melimpah, Information Center Blok M Hub punya gambar ikonik kawasan Blok M, Jurnal Risa menawarkan desain yang unik, dan TanaTeh menutup perjalanan dengan maskot yang menggemaskan.
Buat Manteman yang suka journaling, mengoleksi benda unik, atau mencari kegiatan berbeda saat main ke Jakarta, stamp hunting di Blok M bisa menjadi pilihan menarik. Apalagi, aktivitas ini bisa digabungkan dengan wisata kuliner, belanja, atau sekadar nongkrong bersama teman.
Kalau suatu hari nanti aku kembali ke Blok M, sepertinya aku masih ingin berburu stamp di tempat-tempat lain yang belum sempat dikunjungi. Ternyata, lima lokasi saja sudah menghasilkan begitu banyak cerita dan koleksi baru.
Sekarang aku jadi penasaran, nih. Di antara lima tempat yang kuceritakan tadi, stamp mana yang paling menarik menurut Manteman? Atau justru ada tempat stamp hunting lain di Blok M yang wajib masuk daftar kunjungan berikutnya?
Cerita, dong, siapa tahu bisa jadi tujuan stamp hunting-ku selanjutnya! Hehe… :D
Dita Indrihapsari