Kalau ada satu penyanyi internasional yang lagunya menemani berbagai fase hidupku, rasanya nama Bryan Adams akan ada di list teratas, deh.
Aku pertama kali mengenal Bryan Adams saat masih duduk di bangku SD. Waktu itu orang tuaku mengajak menonton film Robin Hood: Prince of Thieves. Dari film itulah aku mendengar lagu "(Everything I Do) I Do It for You" untuk pertama kalinya.
Lagu soundtrack yang dinyanyikan Bryan Adams tersebut begitu melekat di ingatan. Sampai sekarang pun masih sering masuk daftar lagu wajib kalau aku sedang karaoke. :)
Sejak saat itu, aku mulai mengenal lagu-lagu Bryan Adams yang lain. Mulai dari Heaven, Please Forgive Me, Summer of '69, Here I Am, The Best of Me, All for Love, When You're Gone, hingga Have You Ever Really Loved a Woman?.
Karena itu, ketika mendengar kabar Bryan Adams akan menggelar konser Roll With The Punches Tour di Jakarta pada Februari lalu, tentu aku langsung tertarik buat nonton juga.
Konser ini merupakan bagian dari tur dunia Roll With The Punches yang sekaligus memperkenalkan album terbaru Bryan Adams berjudul sama. Nah, album ini sendiri merupakan album ke-17 dari Bryan Adams. Nggak salah, sih, kalau Bryan Adams disebut legend! Sampai saat ini masih aktif banget bermusik dan ngegelar tur dunia, lho!
Masalahnya, saat aku mulai mencari tiket, kategori duduk yang aku incar sudah nggak ada. Pilihan yang tersisa adalah tiket kategori 1 atau festival yang berdiri. Aku sempat galau cukup lama. Mau beli, tapi masih mikir-mikir. :D
Rezeki Sehari Sebelum Konser
Sampai akhirnya aku melihat beberapa postingan di social media berupa giveaway tiket nonton konser Bryan Adams.
Nah, dua hari menjelang konser, aku mengikuti kuis yang diadakan akun Instagram @konserid. Tanpa banyak berharap, aku ikut saja. Toh, nggak ada salahnya juga buat nyoba, kan. :D Ya, tetep, sih, ada perasaan berharapnya… Hehehe…
Besoknya, saat pengumuman pemenang keluar, aku benar-benar speechless dan nggak nyangka melihat namaku ada di daftar pemenang! Beneran rasanya campur aduk antara kaget, senang, dan nggak percaya.
Ditambah lagi ada rasa bingung juga. Itu pengumuman kuisnya malam H-1 sebelum konser! Kebayang nggak aku paniknya gimana karena jujur aja lokasi konser di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, tuh, susah transportasi umumnya.
Langsung kepikiran, gimana nanti pulangnya, ya? Kalau berangkatnya masih aman bisa naik kereta Commuterline, tapi perkara pulangnya memang agak susah aksesnya.
Tapi persoalan tentang transport ini aku abaikan dulu karena aku harus cari satu orang teman untuk nonton bareng. Yap, hadiah kuis ini setiap pemenang berhak mendapat dua tiket kategori CAT 1 atau festival yang masing-masing bernilai sekitar Rp1,5 juta. Kalau dihitung-hitung, total hadiah yang kudapat mencapai Rp3 juta. Alhamdulillah banget, ya!
Aku pun mengajak sobatku, Nita, untuk menonton bersama. Rasanya pasti bakal lebih seru menikmati konser penyanyi legendaris ini bersama teman yang sama-sama menikmati musik era 90-an juga, ya, kan… :D
Baca Juga: Perjalanan Nonton Konser The Corrs From Jakarta With Love di BCIS Ancol
Perjalanan dari Depok Menuju Ancol
Keesokan harinya, hari konser Bryan Adams pun akhirnya tiba. Aku berangkat dari Depok setelah Ashar. Karena sudah terbiasa menggunakan transportasi umum ke Jakarta, aku memilih naik KRL Commuterline hingga Stasiun Jakarta Kota.
Di sana aku bertemu Nita. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menggunakan kereta menuju Stasiun Ancol, lalu naik ojek online masing-masing ke venue konser yang berlokasi di BCIS Ancol.
Sesampainya di BCIS Ancol juga suasannya nggak terlalu padat banget. Enaknya di sini, tuh, sebenarnya konsetrasi masa bisa kepecah ke beberapa spot. Apalagi di BCIS juga ada malnya yang mana banyak tenant restoran. Jadi memudahkan banget buat pengujung yang mau isi perut dulu sebelum konser dimulai.
Meski konser dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB, kami nggak terburu-buru masuk venue. Dari awal memang aku sudah berencana salat Magrib, Isya, dan makan terlebih dahulu sebelum konser biar bisa menikmati konser dengan lebih tenang.
Setelah semua aman, akhirnya aku dan Nita pun scan tiket, dapat wristband, dan langsung masuk ke venue. :)
Masih Kebagian Menonton Ari Lasso
Salah satu hal menarik dari konser ini adalah adanya dua penampil pembuka, yaitu Rony Parulian dan Ari Lasso. Kehadiran mereka memang sudah diumumkan sejak awal sebagai bagian dari rangkaian acara konser.
Saat kami masuk ke dalam venue, penampilan Rony Parulian ternyata sudah selesai. Jujur, aku nggak begitu ngikutn Rony saat di Indonesian Idol. Jadi aku nggak terllau ngeh sama kiprahnya di dunia musik.
Untungnya kami masih bisa menyaksikan Ari Lasso dari awal penampilannya. Suasana di dalam BCIS juga sudah penuh. Penonton ikut bernyanyi bersama dan energi konser mulai terasa.
Ari Lasso membawakan beberapa lagu Dewa dan lagunya sendiri yang aku kenal banget, dari lagu Kangen, Mengejar Matahari, Arti Cinta, dan lainnya. Ari Lasso sukses membangun mood penonton sebelum Bryan Adams naik ke panggung.
Kemunculan Bryan Adams yang Bikin Merinding
Momen yang paling kutunggu akhirnya tiba. Lampu mulai meredup. Sorak sorai penonton semakin keras. Lalu Bryan Adams muncul!
Kemunculannya pun ngasih kejutan. Ia nggak muncul di panggung utama, tapi malah muncul di samping kanan bagian tengah festival. Wah, beruntung banget, sih, penonton yang ada di bagian situ.
Aku yang sudah ada di bagian tengah belakangan jadi nggak bisa terlalu melihat Bryan Adams.
Tapi di bagian itu Bryan Adams hanya menyanyikan dua lagu secara akustik. Setelah itu barulah ia naik ke panggung utama, tepat di depanku… Huaaaa…..
Saat itu aku benar-benar merinding. Rasanya sulit dipercaya kalau penyanyi yang suaranya sering kudengar sejak kecil kini berdiri nggak jauh di depan mataku.
Yang lebih mengagumkan lagi, Bryan Adams saat ini sudah berusia 66 tahun. Namun energi yang ia tampilkan di atas panggung benar-benar luar biasa. Ia bergerak aktif, berinteraksi dengan penonton, dan bernyanyi dengan kualitas vokal yang tetap kuat seperti saat masih muda dulu.
Baca Juga: Konser Secondhand Serenade 2025 di Jakarta
Nostalgia Besar-Besaran Bersama Lagu-Lagu Lawas
Jujur saja, aku belum terlalu hafal semua lagu yang ada di album terbaru Roll With The Punches. Tapi untungnya, Bryan Adams sangat memanjakan penggemar lama.
Sebagian besar lagu yang dibawakan malam itu adalah lagu-lagu yang sudah akrab di telingaku selama puluhan tahun.
Saat lagu Heaven dimainkan, seluruh venue langsung bernyanyi bersama. Begitu juga ketika Please Forgive Me, Here I Am, Have You Ever Really Loved a Woman?, hingga Summer of '69 mulai terdengar.
Rasanya seperti sedang karaoke massal bersama ribuan orang. Bedanya, kali ini penyanyi aslinya berdiri tepat di depan kami.
Momen paling emosional tentu ketika Bryan Adams menyanyikan "(Everything I Do) I Do It for You". Lagu yang pertama kali memperkenalkanku pada sosok Bryan Adams itu akhirnya bisa kudengar secara langsung dari penyanyinya.
Kadang ada lagu yang bukan sekadar lagu. Ada kenangan masa kecil, ada nostalgia, ada perjalanan hidup yang ikut menempel di dalamnya. Dan malam itu semua kenangan tersebut seperti kembali hadir.
Namun sayangnya, ya, kesyahduan saat lagu soundtrack Robin Hood itu terdengar seperti ternoda oleh ulah salah satu penonton. Jadi ada satu penonton yang berdiri di dekatku dan ia memakai tongsis untuk merekam!
Asliiii, aku kesel dan gemes banget lihatnya. Bahkan aku pun sampai menegurnya. Ia sempat menurunkan tongsisnya, tapi hanya sesaat saja. Setelah itu, ia kembali mengangkat tongsisnya. Hadeeeeuuh….
Sepertinya penonton ini nggak tahu aturan konser. Padahal sudah jelas-jelas ada aturan kalau di konser nggak boleh bawa tongsis. Ini tipe penonton egois yang nggak tahu diri dan nggak punya empati sama sekitarnya. Beneran ganggu banget!
Dua Setengah Jam Tanpa Henti
Ya, sudahlah, ya. Meskipun ada penonton yang mengganggu selama konser dengan mengangkat tongsis setinggi langit, aku tetap berusaha untuk menikmati konser Bryan Adams.
Satu hal yang benar-benar membuatku kagum adalah stamina Bryan Adams. Konser berlangsung sekitar dua setengah jam dengan deretan lagu yang sangat panjang. Ia membawakan lebih dari dua puluh lagu sepanjang malam.
Beberapa lagu yang masuk dalam setlist malam itu antara lain:
- Can’t Stop This Thing We Started (Solo akustik)
- Straight From the Heart (Solo akustik)
- Kick Ass
- Run to You
- Somebody
- Roll With the Punches
- 18 Til I Die
- Please Forgive Me
- It’s Only Love
- Shine a Light
- Heaven
- Never Ever Let You Go
- This Time
- Heat of the Night
- Make Up Your Mind
- You Belong to Me
- Have You Ever Really Loved a Woman?
- So Happy It Hurts
- Will We Ever Be Friends Again
- I Finally Found Someone (Akustik diiringi piano Gary Breit)
- Here I Am (Akustik diiringi piano Gary Breit)
- The Only Thing That Looks Good on Me Is You
- (Everything I Do) I Do It for You
- Back to You
- Summer of ’69
- Cuts Like a Knife
- All for Love (Solo akustik)
Banyak banget, kan. Aku yang paling nggak nyangka adalah dibawakannya lagu I Finally Found Someone. Lagu Bryan Adams yang berduet dengan Barbra Streisand. Di konser ini Bryan Adams menyanyikannya seorang diri diiringi piano. Duh, bagusnyaaaa…. :’)
Oiya, yang membuatku semakin salut, selama konser berlangsung hampir nggak ada jeda panjang. Bryan Adams terus bernyanyi dari satu lagu ke lagu berikutnya. Sebagai penonton, aku saja mulai merasa lelah berdiri cukup lama. Tapi Bryan Adams tetap tampil penuh energi hingga lagu terakhir.
Baca Juga: Konser Music Travel Love di Bengkel Space Jakarta
Konser yang Akan Selalu Kuingat
Saat konser berakhir dan lampu venue kembali menyala, aku sempat berdiri beberapa saat sambil menikmati suasana. Ada rasa puas. Ada rasa bahagia. Dan ada rasa syukur.
Kalau mengingat kembali perjalanan menuju konser ini, semuanya terasa seperti kebetulan yang indah. Awalnya nggak membeli tiket karena kehabisan kursi duduk. Lalu tiba-tiba menang kuis dua hari sebelum acara. Mendapat dua tiket gratis. Bisa mengajak teman untuk menikmati konser bersama.
Konser Bryan Adams di Jakarta bukan hanya tentang menonton musisi favorit tampil di atas panggung. Bagiku, ini adalah perjalanan nostalgia yang membawa kembali banyak kenangan sejak masa sekolah, kuliah, hingga sekarang.
Mendengar lagu-lagu yang sudah menemani hidup selama puluhan tahun secara langsung dari penyanyinya jadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Dan kalau suatu hari Bryan Adams kembali konser di Indonesia, rasanya aku nggak akan berpikir dua kali lagi untuk datang. Karena beberapa pengalaman memang layak untuk diulang. Bahkan berkali-kali. :)
Oiya, jadi gimana ceritanya aku pulang ke Depok dari konser ini? Jadi, alhamdulillah banget ternyata Mamih Mira Miut, teman blogger Depokku juga nonton dan dijemput suaminya. Akhirnya aku dan Nita temanku bisa pulang bareng Mamih Mira sampai Depok. Hehehe... Makaciii ya Mamih Mira... :D
Dita Indrihapsari
32032223052



.jpeg)













































