Apa yang pertama kali ada di benak Manteman begitu mendengar atau membaca dua kata ini: HOTEL SULTAN?
Hmmm, kalau aku, apakah menginap di hotel tersebut akan terasa seperti sultan beneran? :D
Rasa penasaran itulah yang membawaku dan keluarga akhirnya memutuskan untuk staycation di hotel ini tahun lalu. :) Alhamdulillah lagi ada rezekinya buat ngerasain hotel bintang lima ini.
Seberapa mewahnya, sih, hotel ini? Apakah menu makanannya enak? Fasilitasnya seberapa banyak dan selengkap apa, ya?
Hotel Sultan memang bukan hotel baru. Malah bisa dibilang kalau hotel ini, tuh, jadi salah satu hotel legend di Jakarta. Bahkan sebelum hotel-hotel mewah lainnya bermunculan di Jakarta, hotel ini jadi salah satu hotel primadona gitu.
Banyak tokoh penting dan terkenal yang menginap di sini. Kalau ngadain acara di Hotel Sultan rasanya pasti prestise sekali.
Tapi Hotel Sultan juga nggak hanya dikenal dengan hal-hal positifnya aja. Ada juga masalah dan kasus yang mendera hotel ini.
Nah, gimana rasanya pengalaman menginap langsung di sana? Gimana sejarah hotel ini? Dan apa saja, sih, masalah yang dialami oleh Hotel Sultan? Itulah yang ingin kuceritakan di tulisan ini.
Kesan Pertama, Hotel Luas dengan Nuansa Jawa & Bali
Hotel Sultan sebenarnya memiliki nama resmi The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Dari namanya saja sudah ketahuan, ya, kalau Hotel Sultan bukan hanya hotel tapi juga hunian seperti apartemen.
Hotel ini berlokasi di dalam kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Meski lokasinya di dalam GBK, namun akses untuk ke Hotel Sultan kini sangat terbatas. Jadi nggak bisa sembarang masuk dari pintu-pintu GBK. Untuk bisa mengakses hotel ini, kita bisa masuk melalui pintu di persimpangan Semanggi yang mengarah ke DPR.
Kenapa akses ke hotel ini sulit? Nah, nanti aku ceritain di bagian masalah-masalah yang menyangkut hotel ini, ya.
Begitu sampai di lobi, aku dan anak-anak menuju resepsionis. Sedangkan suami memarkirkan mobil terlebih dahulu. Aku lanjut check in dan diterima dengan ramah oleh staf hotel.
Setelah semua berkumpul, kami menuju ke kamar, dan istirahat sebentar. Kemudian sorenya barulah aku berkeliling Hotel Sultan untuk menikmati suasananya.
Terlihat sekali dari bagian dalamnya kalau hotel ini termasuk hotel old. Tapi tetap terlihat apik dan mewah.
Hotel ini berdiri di lahan yang sangat luas. Ada pepohonan tinggi, taman hijau, dan jalan-jalan kecil di dalam area hotel membuat suasananya terasa jauh dari kesan hotel di kota yang padat. Bayangin aja luasnya sampai 8 hektar!
Yap, meski ada di tengah kota banget, begitu di dalam area Hotel Sultan suasananya berbeda. Apalagi banyak ornamen-ornamen Bali dan Jawa di dalam hotel. Bahkan di halamannya saja ada beberapa gapura seperti di Bali, lho. :)
Di kolam renangnya pun beberapa pohonnya dibalut kain kotak-kotak hitam putih. Bali banget, kan! :D
Kamar Luas Dengan Bathtub
Seperti hotel lama yang pernah aku inapi, Hotel Sultan juga tipikal hotel dengan kamar yang sangat luas.
Ukuran kamar Hotel Sultan tergolong besar dibandingkan banyak hotel modern saat ini. Penataan ruangnya fungsional, dengan area tidur, meja kerja, dan ruang gerak yang lega.
Aku sengaja memesan kamar dengan twin bed supaya bisa lebih leluasa untuk sekeluarga. Ditambah lagi di kamar juga ada sofa. Wah, seneng banget! Padahal ini tipe kamar terendahnya, lho!
Namanya juga hotel lama, interior kamar memang nggak mengikuti tren hotel kekinian, tapi justru di situlah letak karakternya. Kamar ini terasa “hotel klasik”, bukan tua dalam arti negatif, ya. Tempat tidurnya nyaman, kamar mandi bersih, dan fasilitas dasar seperti amenities juga tersedia dengan baik.
Senangnya lagi di kamar mandi juga terdapat bathtub. Pas banget buat berendam, apalagi aku pun sempat kelelahan setelah berkeliling seharian… :)
Salah satu hal yang kusukai adalah suasana kamar yang relatif tenang. Meskipun berada di pusat Jakarta, suara kendaraan hampir tidak terdengar, terutama di malam hari. Tidur pun terasa lebih nyenyak.
Fasilitas Hotel Sultan Jakarta
Kolam Renang dan Area Outdoor
Hotel Sultan memiliki kolam renang dengan area yang cukup luas. Dikelilingi pepohonan dan area terbuka, suasananya jadi nggak terasa sumpek. Ini menjadi nilai tambah, terutama bagi tamu keluarga atau mereka yang ingin bersantai tanpa harus keluar hotel.
Kolam renangnya memang nggak gitu besar tapi cocok banget buat anak-anak. Kedalamannya juga aman, kok. Aku lupa, sih, berapa pastinya kedalaman kolam renangnya, tapi yang pasti anakku yang tingginya 150 cm dan belum gitu jago berenang berani untuk ada di pinggirannya. 🙂
Nah, di pinggir kolam juga ada restoran Pizzeria. Jadi bagi tamu yang lapar setelah berenang bis banget memesan makan di sana.
Area Hijau yang Mendominasi
Salah satu kekuatan utama Hotel Sultan adalah ruang hijaunya. Banyak tamu memanfaatkan area taman untuk berjalan santai, jogging ringan atau sekadar duduk menikmati suasana. Rasanya seperti menemukan oase di tengah Jakarta.
Begitu pula dengan aku dan keluarga. Kami sempat jalan-jalan di tamannya, foto di gerbang ala Bali.
Oiya, menariknya lagi di hotel ini aku juga melihat ada satu area tempat menanam berbagai macam herbs. Ada tanaman cabai, lengkuas, kunyit, dan lainnya. Lokasi tanaman ini berada di antara playground anak dan lapangan tenis.
Restoran dan Sarapan
Area restoran cukup luas dan mampu menampung banyak tamu. Menu sarapan bervariasi, dari hidangan Indonesia hingga internasional, dengan cita rasa yang lumayan enak juga.
Fasilitas Pendukung Lain
Hotel Sultan juga dilengkapi dengan playground anak di outdoor, taman kelinci, gym, jogging track, spa, lapangan tenis, ballroom, dan ruang pertemuan dalam berbagai ukuran.
Sejarah Singkat Hotel Sultan Jakarta
Setelah aku cerita tentang pengalaman menginap di hotel ini, sekarang aku bahas soal sejarah Hotel Sultan, ya. Cukup menarik mengikuti perkembangan hotel ini dari dulu hingga sekarang.
Tahukah Manteman kalau sebelum bernama Hotel Sultan awalnya hotel ini bernama Hotel Hilton?
Berada di kawasan GBK sebenarnya tanah yang ditempati hotel ini merupakan tanah milik negara. Namun pada tahun 1971, Ali Sadikin yang menjadi Gubernur Jakarta menyerahkan tanah itu ke PT Indobuildco dalam bentuk Hak Guna Bangunan atau HGB.
Nah, di lahan itulah kemudian dibangun hotel tahun 1971 secara bertahap sampai tahun 90an. Hotel ini lalu diresmikan dan mulai beroperasi tahun 1976. Wah, pas banget, ya, tahun berusia 50 tahun!
Hotel ini dinamakan Hotel Hilton karena dikelola oleh jaringan Hilton. Di tahun 2006 barulah kontrak Hilton terhadap hotel ini berakhir. Hotel ini pun berdiri secara independen dan dari tahun tersebut sampai sekarang hotel ini bernama Hotel Sultan.
Polemik dan Kasus Hotel Sultan
Selain dikenal sebagai hotel legendaris, Hotel Sultan juga kerap muncul dalam pemberitaan beberapa kasus. Ada yang pernah dengar kasus yang terjadi di Hotel Sultan?
Di tahun 2005 saat Hotel Sultan masih bernama Hotel Hilton, terjadi kasus penembakan di hotel ini. Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Ceritanya, saat itu Adiguna Sutowo diberitakan menembak penagih bill yang juga seorang mahasiswa bernama Yohannes. Kejadian nahas ini terjadi di Islan Fluid Bar Hotel Hilton. Akibatnya, Adiguna Sutowo pun dihukum penjara selama tujuh tahun.
Adiguna Sutowo bukan orang biasa. Ia adalah adik dari Pontjo Sutowo yang merupakan Direktur Utama PT Indobuildco. Ingat nggak apa itu PT Indobuildco? Aku sempat nulis perusahaan ini di atas. Yap, ini adalah perusahaan yang mengelola Hotel Sultan. Jadi pelaku memang termasuk orang yang berkuasa, ya.
PT Indobuildco pun kini masih terlibat masalah. Mestinya saat ini Hotel Sultan sudah dikosongkan. Kenapa? Karena HGB Hotel Sultan telah habis di tahun 2023. Hotel Sultan kini telah sudah berstatus milik negara.
Namun hingga aku menulis tulisan blog ini, Hotel Sultan masih beroperasi. Masih ada tamu yang menginap di hotel tersebut.
Tapi dari berbagai artikel yang aku baca, sebenarnya kasus ini nggak sesederhana itu. Ada juga tuntutan dari PT Indobuildco dan hasil putusan yang berbeda antara pengadilan. Wah, ruwet, sih, kasusnya. Bagi Manteman yang penasaran mungkin bisa cek sendiri, ya, kasusnya di beberapa portal pemberitaan.
Di tulisan blog ini aku hanya kasih gambaran di permukaannya aja. :) Makanya terjawablah sudah kenapa akses untuk masuk ke hotel ini terbatas dan cukup sulit. Ternyata memang sedang bersengketa dengan GBK atau dalam hal ini pemerintah.
Nah, saat aku dan keluarga menginap di hotel ini pun ternyata sudah ada masalah itu. Aku yang nggak ngeh tentunya agak kaget juga. Jadi buat Manteman bisa lebih waspada dan berhati-hati lagi.
Sebenarnya aku dan keluarga punya pengalaman menyenangkan, sih, staycation di Hotel Sultan. Lokasi strategis, bisa Car Free Day, sekaligus menikmati suasana olahraga di kawasan GBK juga. Cocok banget hotel ini sebagai hotel keluarga. Namun sangat disayangkan, ya, kalau ada kasus seperti yang aku ceritakan itu.
Semoga aja permasalahan di Hotel Sultan cepat selesai dan ada jalan keluar terbaik untuk pihak-pihak yang bersengketa.
Dita Indrihapsari
















.jpeg)




























