SOCIAL MEDIA

Monday, September 12, 2022

Ketika Ibu Galau Ingin Resign. Apa Hal yang Harus Ibu Siapkan Sebelum Resign?

ibu resign
Source: https://www.freepik.com/author/stories


Hal yang paling membuat dilema ibu bekerja adalah pertanyaan ini: “Apakah aku harus resign? Gimana seandainya aku resign? Kayaknya lebih baik resign aja, ya?” Dan pertanyaan-pertanyaan itu akan diakhiri dengan kata “TAPI” :D

Membuat keputusan resign memang nggak semudah membuat keputusan pagi ini sarapan apa yang aku pilih, bubur ayam atau lontong sayur, Rasanya perlu pertimbangan matang dari segala sisi untuk memantapkan keputusan itu. 

Sepanjang Bubu bekerja, Bubu tentunya pernah merasakan fase dilema itu. Bukan sekali dua kali tapi berkali-kali di tiga perusahaan yang berbeda! 

Di perusahaan pertama karena masih single jadi untuk memutuskan resign nggak terlalu pusing tujuh keliling. Nah, di perusahaan kedua dan ketiga karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak, pertimbangan untuk resign pun menjadi lebih njelimet. 

Selain bekerja untuk aktualisasi diri dan ingin produktif sambil berkarya, penghasilan yang Bubu dapat sebenarnya juga bisa ditabung untuk diri sendiri dan juga untuk tambahan dana pendidikan anak. Nah, makanya saat ingin resign, rasanya berat banget! Yakin, sih, banyak juga buibu yang punya perasaan kayak gini. Galaunya setengah mati!

Jika rasa ingin resign sudah kuat dan membuncah, yuk coba cek hal-hal di bawah ini yang bisa ibu persiapkan sebelum ibu resign. Apa saja???  


Ungkapkan Rencana dengan Atasan dan Rekan Kerja

Biasanya perasaan ingin resign karena ada sesuatu yang mengganjal di pikiran dan perasaan buibu misalnya saja terhadap permasalahan yang ada di kantor. Bisa jadi juga karena tiba-tiba support system di rumah tidak lagi bisa men-support ibu dan akhirnya berpengaruh ke alasan, siapa dong nanti yang akan jagain anak-anak di rumah pas aku kerja?

Apa yang ibu rasakan dan hadapi, sebaiknya secara terbuka ibu ceritakan ke rekan kerja dan bisa juga langsung ke atasan. Siapa tahu mereka memiliki pandangan yang dapat membantu ibu.

Jika pun keputusan resign ibu sudah bulat, rekan kerja dan atasan yang sudah diajak berdiskusi sebelumnya pasti akan memahami dan mengerti dengan pilihan ibu. Hal ini akan berpengaruh pada profesionalitas yang ibu pegang. Ibu dapat mengundurkan diri secara baik-baik dari perusahaan dan memiliki surat rekomendasi yang dikeluarkan perusahaan.  


Catatan Pros & Cons

Sebelum membuat keputusan, ada baiknya juga jika ibu membuat catatan tentang pros dan cons yang akan ibu hadapi ketika resign nanti. Dari catatan itu akan terlihat pilihan apa yang paling”menguntungkan” bagi ibu dan pastinya juga bagi keluarga.

Tanpa membuat catatan tersebut, ibu hanya akan mengawang-awang dan mengira-ngira saja. Dengan dicatat tentunya akan terlihat jelas dan memudahkan ibu untuk memilih. Catatan ini juga bisa menjadi landasan ibu ketika berdiskusi dengan atasan dan rekan kerja, ya.  


Libatkan Keluarga

Keputusan untuk resign memang bukan keputusan yang sederhana.  Pengambilan keputusan ini pun tidak bisa semata hanya dari ibu sendiri. Sebaiknya, libatkan juga keluarga, terutama pasangan mengenai pilihan ibu ini. 

Diskusikan dengan pasangan mengenai rencana ibu dan perlihatkan juga catatan pros dan cons yang sudah ibu buat sebelumnya. 

Saat diskusi ini penting sekali membicarakan masalah finansial keluarga nantinya setelah ibu resign. Apakah tanpa penghasilan dari ibu akan berpengaruh pada keuangan bulanan. Atau sebenarnya tanpa ibu bekerja pun kebutuhan hidup keluarga tetap terjamin dari . suami

Ibu dan suami perlu menghitung-hitung dengan detail sehingga jika memang ibu resign ada beberapa pos yang bolong, bisa dibicarakan bagaimana mengatasinya. Apakah ibu akan bekerja di tempat lain, ataukah ibu mungkin mencoba usaha dari rumah sehingga ada pintu penghasilan lain. Atau mungkin suami ingin menambah pintu penghasilan lain juga dengan menjadi side hustle. 

Banyaknya pilihan-pilihan itu tentunya perlu didiskusikan sehingga jalan ke depannya akan lancar dan tanpa prasangka.  Ribet, yaa, mau resign aja.. Haha… Ya, memang begitulah. Makanya banyak banget pasti ibu-ibu yang sangat dilema. Karena yang dipikirkan tentu bukan dirinya sendiri, tapi juga keluarga. 


Apa yang Akan Dilakukan Setelah Resign?

Setelah yakin dengan keputusan resign yang ibu ambil, luangkan waktu juga untuk memikirkan dan mencatat apa yang akan ibu nanti lakukan setelah resign.

Apakah ibu akan total berada di rumah mengurus rumah dan anak atau ibu juga masih butuh untuk melakukan kegiatan lain. Nah, kalau mau menjalankan peran lain dan melakukan kegiatan lain, sudah mulai dipikirkan apa kegiatannya, ya, Bu.

Misalnya ibu akan membuka usaha di rumah, belajar mengenai hal yang ibu suka, melanjutkan studi pendidikan, atau yang lainnya. Banyak banget hal yang ibu bisa lakukan meskipun ibu sudah resign. :)

Nah, jika akan tetap berkegiatan, hal ini juga akan berkaitan dengan support system yang ibu butuhkan di rumah. Apakah nantinya di rumah ibu akan memerlukan ART atau tidak, siapa yang akan menjaga anak-anak atau membantu untuk mengurus rumah. Hal ini juga perlu didiskusikan dengan suami, ya. 


Punya Tabungan Pribadi

Sebelum akhirnya resign, sebisa mungkin ibu sudah punya tabungan pribadi 3 kali gaji yang biasa ibu terima.  Lebih banyak pastinya lebih baik lagi. Buat apa, sih, simpanan itu? Nah, uang yang ibu simpan ini bisa jadi pegangan ibu dan supaya ibu juga nggak kaget saat nggak lagi menerima gaji rutin dari kantor. 

Tentunya simpanan pribadi ini buka dana darurat keluarga atau mengambil pos keuangan yang lain, ya. Jadi benar-benar simpanan khusus yang ibu siapkan untuk resign. 

Jika nantinya ibu kembali bekerja, simpanan tersebut bisa dimasukkan ke pos keuangan lain. Itu terserah ibu. Namun jika ingin digunakan untuk modal membuka usaha atau untuk membeli hal yang ibu suka, asal kondisi keuangan keluarga sudah aman, tentunya boleh banget ibu gunakan simpanan tersebut, ya. 



Nah, gimana Bu, sudah ada bayangan, kan, apa yang harus ibu persiapkan sebelum resign? Kalau ada yang mau menambahkan list-nya, boleh share di komentar juga, ya, bu…

Yang pasti ambillah keputusan dengan bijak, ambillah keputusan dengan pikiran terbuka dan bukan semata-mata karena ego dan emosi sesaat. 

Semoga jika ibu sudah positif memutuskan untuk resign, itu adalah pilihan terbaik bagi ibu dan keluarga… :)


Bubu Dita

@rumikasjourney / @bubu.journey


Wednesday, August 24, 2022

Naik Punthuk Setumbu Jam 12 Siang!


Beberapa destinasi di Magelang, Jawa Tengah semakin mencuat namanya setelah menjadi lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2. Salah satu destinasi tersebut adalah Punthuk Setumbu, tempat di mana Cinta dan Rangga bertemu dan melihat sunrise. 

Punthuk Setumbu terletak tidak jauh dari Candi Borobudur. Jaraknya hanya sekitar 4,5 km saja. Dari Punthuk Setumbu, Candi Borobudur terlihat meski hanya kecil dan bagian puncaknya saja. Bangunan yang lebih jelas terlihat dari Punthuk Setumbu adalah Gereja Ayam dan tentu saja view Perbukitan Menoreh. 


Gereja Ayam atau yang sebenarnya berbentuk burung merpati ini juga jadi tempat syuting film yang sama. Makanya sejak AADC 2, muncul pula banyak tour untuk napak tilas perjalanan Cinta dan Rangga di sana. 

Sebelum muncul di film Ada Apa Dengan Cinta 2, Punthuk Setumbu mulai dikenal banyak masyarakat berkat seorang fotografer yang mengabadikan keindahan panorama alam sekitarnya. Foto yang dipublikasikan itu memperlihatkan bagaimana magisnya sunrise di Punthuk Setumbu. Sinar matahari datang membelakangi Candi Borobudur, ditambah latar view Gunung Merapi dan juga Merbabu. Kebayang pasti cantik banget, ya!

Punthuk Setumbu memang istimewa! Bubu penasaran karena belum pernah ke sana. Makanya saat berencana mengajak anak-anak ke Borobudur, nama Punthuk Setumbu pun terlintas di kepala. 

Menariknya, di kawasan Borobudur ada tour untuk menaiki mobil VW antik. Tour VW ini juga menawarkan beberapa destinasi untuk dituju, dan salah satunya Punthuk Setumbu. Tanpa berpikir lama, langsunglah Bubu memilih ke Punthuk Setumbu untuk menjawab rasa penasaran. Apalagi Boo juga kelihatan semangat sekali untuk ke tempat tersebut, meski belum tahu ada hal menarik apa di sana.  

Ada hal menarik, nih, seputar nama Punthuk Setumbu itu sendiri. Dari literatur yang Bubu baca, kata punthuk berarti perbukitan, sedangkan kata setumbu diambil dari kata tumbu yang artinya bakul besar untuk menaruh beras. Nah, bentuk dari Punthuk Setumbu itu menurut orang-orang di sana memang menyerupai seperti bentuk tumbu. 


Bagaimana Rute ke Punthuk Setumbu?

Perjalanan ke Punthuk Setumbu tidaklah sulit. Bubu sekeluarga menuju Puntuk Setumbu dari Balkondes Borobudur dengan mengendarai VW antik. Jarak Balkondes Borobudur ke Punthuk Setumbu juga tidak terlalu jauh, hanya 3,5 km saja atau kurang lebih 10 menit perjalanan dengan kendaraan. 

Setelah sampai, kendaraan bisa diparkir di tempat khusus parkir kendaraan. Beli tiket dan lanjutkan perjalanan ke atas bukit dengan berjalan kaki! Nah, ini nih yang sempat bikin Bubu Dita kaget. Bubu kira nggak perlu jalan kaki, Bubu pikir setelah sampai ya sudah bisa langsung berada di atas bukit. Ternyata tidak saudara-saudara :D 

Nggak pakai riset jadi gini, nih, Kaget sendiri :D Sebetulnya jarak untuk menuju puncak Punthuk Setumbu tidaklah jauh. Kira-kira jaraknya 300 meter saja. Namun karena agak menanjak jadi rasanya memang melelahkan, apalagi saat matahari tepat berada di atas kepala jam 12 siang dan Bubu jarang banget olahraga. Mantap, dah! :D Untuk durasi tempuhnya kira-kira sekitar 20 menitan, ya. 



Untung saja, jalan menuju puncak bukit sudah rapi. Sudah ada konblok dan juga ada pegangan. Jadi lebih aman juga. Sepanjang jalan juga banyak pepohonan rindang yang bikin suasana lebih adem dan gak terlalu panas-panas banget sebetulnya. :) Di sisi jalan juga Bubu menemui beberapa warung kopi hingga warung mie! Ehehe… Kebayang sih kalau naiknya pagi-pagi, pasti dingin dan kopi hangat serta indomie rebus panas bisa jadi teman yang pas di perjalanan ke Punthuk Setumbu. 

Oiya, sebelum naik ke atas, di dekat loket tiket ada papan informasi menarik yang Bubu baca. Jadi perjalanan ke atas Punthuk Setumbu itu diibaratkan mirip seperti perjalanan ke atas Candi Borobudur. 

Perjalanan dibagi menjadi tiga fase tingkatan alam semesta dalam Buddha, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Kamadhatu merupakan awal perjalanan (tingkatan terendah alam) dimana masih dikuasai oleh hasrat duniawi. Lalu berlanjut ke Rupadhatu, yaitu fase di mana manusia mulai meninggalkan keduniawian namun masih ada hal-hal duniawi yang melekat. Saat memandang sekeliling, ada pemandangan di kejauhan namun masih terhalang oleh beberapa bentuk atau bangunan di sekitar.

Dan fase yang terakhir adalah Arupdhatu, di mana segala hal keduniawian sudah dilepas, menuju kesempurnaan nirwana. Saat memandang sekeliling akan tampak pemandangan di kejauhan…


Ya, perjalanan di Punthuk Setumbu seperti perjalanan untuk mencari kesempurnaan. Saat berada di atasnya hanya keindahan yang bisa terlihat oleh mata kita. :)


Tiket Masuk Punthuk Setumbu

Untuk menikmati Punthuk Setumbu tentunya ada biaya yang harus dikeluarkan. Dan biaya itu tidak termasuk ke dalam VW Tour yang Bubu ikuti.

Berikut harga tiket masuk Punthuk Setumbu:

Wisatawan Domestik: Rp 20.000,-

Wisatawan Mancanegara: Rp 50.000,-

Karena anak-anak sudah bayar full, jadi Bubu mengeluarkan Rp 80.000,-. Bapak driver VW tidak ikut serta dan hanya ingin menunggu di tempat parkir saja. 

Untuk waktu bukanya, Punthuk Setumbu buka dari pukul 04.00 - 17.00. Karena itu paling pas memang ke tempat wisata ini pagi-pagi sekali untuk melihat sunrise dengan view Candi Borobudur. Rasanya saat menjelang sore pun Bubu pikir juga waktu yang tepat karena tidak terlalu panas dan bisa menikmati matahari menuju sunset. 

Bubu tidak menyarankan mengikuti jejak Bubu sekeluarga, ya, yang bisa-bisanya ke sana jam 12 siang! :D 


Ada Apa Saja di Punthuk Setumbu?

Oke, lanjut ke bagian paling atas di Punthuk Setumbu. Kira-kira ada apa saja di sana, ya?

Sudah pasti yang namanya tempat wisata sekarang mah pastilah ada signage atau nama tempat dengan huruf besar. Di Punthuk Setumbu juga ada. Selain bisa menikmati view Perbukitan Menoreh dan Candi Borobudur, Gereja Ayam, serta Gunung Merapi dan Merbabu, disediakan pula tempat untuk foto-foto pastinya. :D 


Saran Bubu, berlama-lamalah di atas sini sampai puasss. Karena kami capek banget dan kepikiran nanti masih mau ke Borobudur, akhirnya kami di atas hanya sebentar saja. Hahaha… :D 


Bubu Dita

@rumikasjourney


Saturday, August 13, 2022

Yuk, Jadi Konsumen Cerdas dan Bijak! Cek Ricek Produk Obat & Makanan yang Digunakan dengan Kata BPOM!



Angka kembar di setiap bulan bisa jadi banyak dinantikan banyak orang. Pasalnya, banyak brand dan pastinya e-commerce yang berlomba untuk memberikan potongan harga terbaik untuk konsumen. Nah, pas banget Bubu pun jadi salah satu yang menantikan promo 8.8 di bulan Agustus ini. :D

Di salah satu e-commerce favorit, Bubu menemukan harga skincare yang miring! Lumayan banget diskonnya sampai 50% lebih. Tanpa pikir panjang langsung masuknya produk skincare promo tersebut ke keranjang. 

Bubu kira itu produk lokal, tapi setelah browsing dan cek sana sini, ternyata itu produk buatan China. Alhamdulillah-nya saat cek ricek tersebut, Bubu jadi dapat informasi tambahan kalau brand skincare tersebut juga sudah teregistrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).  Fiyuuuhh, akhirnya makin yakin buat payment dan nggak ragu lagi, kan, jadinya :D

Lho, skincare juga masuk pengawasan BPOM, Bu? Yes, nggak hanya makanan dan obat-obatan saja, ya. Skincare dan kosmetik yang sehari-hari dipakai pun juga menjadi salah satu yang diawasi BPOM. 



Sumber: pom.go.id


Dilihat dari grafik ini, dari tahun ke tahun perizinan kosmetik ke BPOM selalu meningkat. Diluar yang sudah berizin, sampai sekarang masih ada aja kosmetik nggak aman yang beredar dan dipakai pula oleh banyak orang. Akibat hanya melihat testimoni (yang belum tentu benar dan sesuai), tanpa cek keamanannya, produk tersebut digunakan. Efek yang ditimbulkan bukan main-main, bisa berkepanjangan!

Untungnya sekarang semua hal bisa ditelusuri, bisa dicek.  Sebelum mengkonsumsi sesuatu, pelajari produknya dan jika sudah yakin aman, gunakan sesuai kebutuhan. 

Tak hanya soal keamanan produk, masalah lain yang patut jadi perhatian tentu aja soal HOAKS. Wah, kayaknya semua yang sudah menjadi digital native pasti pernah deh melihat hoaks di internet. 

Dalam hal kosmetik, sempat beredar hoaks mengenai spray yang dianggap bisa mencegah kvd-19. Ada juga hoaks cara uji kosmetik bermerkuri dengan perhiasan emas. Waaaah, berita-berita seperti itu sudah pasti harus ditelaah kembali! 

Tak hanya soal kosmetik, hoaks banyak juga membahas soal lain. Apalagi yang menyangkut soal kondisi pandemi seperti saat ini. Kalau kamu pernah dengar soal hoaks apa saja? Apa suka menyebar di grup WA keluarga dan teman-teman? :D


Hoaks Kesehatan, Obat, dan Makanan jadi Nomor Satu!

“Indonesia Darurat Hoaks.” Begitu judul artikel yang pernah saya baca. Bubu nggak akan menolak pernyataan itu karena memang demikian adanya, bukan? Cepatnya informasi yang menyebar dibarengi juga dengan cepatnya hoaks yang muncul ke permukaan.

Hoaks dapat terjadi di setiap sendi pembahasaan. Namun saat ini yang menjadi hoaks nomor satu di negeri kita adalah hoaks tentang kesehatan, di dalamnya hoaks tentang vaksin, obat, serta makanan. 

“Hoaks tertinggi di Indonesia tentang kesehatan, termasuk vaksin, obat, dan makanan lebih dari 60%,” ungkap  Drs. Wiryanta, M.A., Ph.D, (Direktur Informasi dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika). 



Drs. Wiryanta, M.A., Ph.D, (Direktur Informasi dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika)


Pernyataan ini disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi & Dialog Interaktif Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan Adaptif dan Inovatif Menghadapi Era Society 5.0 yang diselenggarakan oleh BPOM (09/08/2022).




Dalam diskusi tersebut, pihak BPOM yang diwakili Dra. Elin Herlina, Apt, MP. (Plt. Sekretaris Utama BPOM) juga menyadari bahwa hoaks sudah merajalela. Tantangan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat dan makanan juga berupa informasi yang pesat dan menyebar ke banyak masyarakat dengan beragam pula orang yang menyampaikannya. Jadi keabsahan informasi tersebut bisa dipertanyakan. 

“Media kini sudah terbuka. Masyarakat bisa dengan mudah percaya. Namun BPOM tetap selalu memberi yang benar. Jadi apapun info yang beredar (terkait obat dan makanan) rujukannya tetaplah ke BPOM,” ujarnya. 


 Dra. Elin Herlina, Apt, MP. (Plt. Sekretaris Utama BPOM)


Hoaks Tak Bisa Hilang, Ini Cara Meredamnya!

Hoaks yang menyebar memang sulit untuk dikendalikan, apalagi di zaman seperti ini. Namun meski tidak bisa hilang, tetap ada cara efektif untuk meredamnya.

“Hoaks itu ekses, nggak bisa dihindari. Redamlah hoaks dengan info yang masif.” Itulah yang dikatakan Petty S. Fatimah, Editor in Chief Femina di acara yang sama. 


Petty S. Fatimah (Editor in Chief Femina)


Informasi benar yang masif, terus menerus di setiap kanal atau platform social media dapat dilakukan. Kini ada sekitar 204, 7 juta pengguna internet di Indonesia dan social media umumnya menjadi pintu masuk pertama datangnya informasi dan disana pula hoaks berkembang. 

Setiap platform social media juga memiliki karakteristik user yang berbeda. Oleh karena itu strategi komunikasi yang diterapkan pada tiap platform pun bisa berbeda.

Menurut Mbak Petty, pemilihan influencer juga penting. Dan yang menjadi influencer terbaik itu ada di dalam institusi itu sendiri. 

Selain influencer yang bertanggung jawab dan menyampaikan hal yang benar, keberadaan komunitas juga bisa menjadi game changer. Komunitas, seperti komunitas ibu-ibu PKK, pesantren, blogger, dan lainnya bisa berdampak positif bagi meluasnya informasi yang benar ke masyarakat. 

Adanya duta, seperti  Nijma Syahira Izzati Arif, seorang Duta Kosmetik yang dipilih dari generasi milenial juga bisa menjadi cara tersendiri untuk mengingatkan generasi muda tentang bagaimana memilih produk yang baik dan tidak asal ikut-ikutan saja. 


Nijma Syahira Izzati Arif (Duta Kosmetik Jakarta, SMA 8 Jakarta)


Tangkal Hoaks dengan KATA BPOM!  

BPOM pun tentunya nggak tinggal diam untuk menangkal hoaks. Selain aktif di setiap platform social media, salah satu cara yang dilakukan BPOM adalah dengan menggunakan campaign KATA BPOM!

Program “Kata BPOM” diluncurkan saat acara Rapat Koordinasi & Dialog Interaktif Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan Adaptif dan Inovatif Menghadapi Era Society 5.0. 

Dengan “Kata BPOM”, Ketua BPOM Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP mengajak masyarakat untuk percaya pada sumber yang valid dan kredibel. Pastikan “Kata BPOM”, bukan kata orang terkait keamanan obat dan makanan yang beredar. 


Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP (Ketua BPOM)


Kata BPOM sendiri juga mempunyai makna tegas dan kuat. “Kata BPOM itu jadi isyarat secara jelas otoritas itu ada di mana. Ya, di BPOM!” ujar Petty S. Fatimah. 

Untuk tahu apakah obat, suplemen, kosmetik hingga makanan yang kita konsumsi aman, teman-teman bisa melakukan pengecekan secara mandiri melalui berbagai cara berikut:

  • Cek KLIK. Apa, tuh, KLIK? Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluarsa produk. 
  • Kemasan, label, serta tanggal kedaluarsa bisa secara kasat mata kita lihat di produk. Bagaimana dengan izin edarnya? Izin edar produk bisa langsung juga lho kita cek melalui BPOM Mobile atau aplikasi untuk mengecek produk Obat dan Makanan yang terdaftar di BPOM. Caranya mudah saja, tinggal memindai (scan) 2D barcode. Aplikasi BPOM Mobile ini sudah tersedia di App Store dan Google Play atau melalui website cekbpom.pom.go.id.
  • Kamu juga bisa melawan hoaks tentang obat dan makanan melalui menu klarifikasi Badan POM di situs www.pom.go.id. 
  • BPOM juga bisa langsung sigap membantu permasalahanmu dan menjawab dengan benar dan bertanggung jawab pastinya. Kamu bisa menghubungi pelayanan informasi BPOM melalui HALO BPOM 1500533 atau unit layanan pengaduan konsumen BPOM di seluruh Indonesia.

Nah, jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang obat dan makanan, kamu bisa menghubungi berbagai kanal atau platform digital BPOM sebagai berikut: 

Website BPOM : www.pom.go.id

Instagram : bpom_ri

Twitter : @BPOM_RI

Facebook : bpom.official




Gimana, mudah kan untuk cek dan ricek produk lewat BPOM? Sekarang nggak ada kata kemakan hoaks lagi, ya… :) Yuk, kia sama-sama jadi konsumen cerdas dan bijak dengan selalu mengecek produk obat dan makanan yang kita gunakan....


Bubu Dita

@rumikasjourney

Thursday, August 4, 2022

Pengalaman Menginap di Ramada Suite by Wyndham Solo, Hotel Dengan Candi di Dalamnya!

Ada rencana jalan-jalan ke Kota Solo dengan transportasi pesawat? Sekarang ada banyak nih pilihan tempat menginap yang dekat dengan Bandara Adi Sumarmo, salah satunya Ramada Suite by Wyndham Solo! Jaraknya sekitar 5 km dengan durasi tempuh sekitar 13 menit saja! 

Menginap di sini dijamin bakal merasakan sensasi menginap yang berbeda dibandingkan dengan menginap di hotel pada umumnya. Ramada Suite by Wyndham Solo memiliki desain unik perpaduan arsitektur Eropa klasik dengan dilengkapi aksen tradisional.  Ada banyak fasilitas dan ciri khas yang ada di hotel resort ini  yang nggak kita temui di hotel-hotel lain. 

Bubu saat pertama kali sampai ke Ramada Suite by Wyndham Solo juga ter-WOW sendiri. Karena apa? Karena lebih dari ekspektasi Bubu, terutama  kamar dan tempatnya secara keseluruhan. Oiya, hotel ini termasuk hotel bintang empat, lho! 

Penasaran nggak, sih, seperti apa hotel ini dan apa saja yang jadi keunikannya? Yuk, simak ceritanya di sini!


Ada Candi di Dalamnya!

Ramada Suite by Wyndham Solo memang bukan seperti hotel biasa yang berupa bangunan satu gedung bertingkat. Hotel ini memiliki beberapa bangunan terpisah dan terlihat seperti sebuah komplek perumahan dengan ruko di depannya. 

Bagian depan disulap menjadi bangunan lobby di sisi kiri dan restoran di sisi kanan. Begitu selesai check in di lobby, Bubu pun keluar dari gedung dan menuju kamar. Namun sebelum sampai di kamar, tampak replika candi berdiri megah.  

Replika candi ini bukan hanya sebagai hiasan saja, lho. Pengunjung bisa banget menaiki dan mengeksplorasi replika candi ini. Jadi kamu bisa puas-puasin deh saat menginap di Ramada Suite untuk membuat konten di spot ini! :D

Selain Ramada Suite, setahu Bubu ada dua hotel lain yang memiliki replika candi, yaitu Hotel Borobudur Jakarta dan Hotel Discovery Ancol. Tapi replika candi di kedua hotel tersebut ukurannya kecil dan tentunya gak bisa dinaiki. Nah, makanya replika candi di Ramada Suite yang paling mantap, nih! :D

Gak hanya replika candi yang besar, di bagian depan gerbang setiap residence juga ada replika candi mini. Jadi kerasa banget ya ornamen-ornamen Jawa di penginapan ini. Makin berasa kalau lagi ada di Jawa Tengah! 


Kamar Luas  di Dalam Rumah

Menginap di Ramada Suite by Wyndham Solo artinya serasa menginap di rumah… rumah orang kaya! :D Ya, keunikan resort hotel ini selain replika candi besar juga setiap kamar ada di dalam sebuah rumah dua tingkat. Kebetulan Bubu sekeluarga mendapat kamar di lantai atas dan punya balkon sendiri. Waaah, pengalaman baru, nih menginap di tempat seperti ini!


Saat memesan melalui OTA, Yaya Indro booking kamar tipe deluxe. Namun saat di sana kami sepertinya mendapat tipe di atasnya karena kamar mandi dilengkapi dengan bathtub. Sedangkan untuk kamar tipe deluxe sesuai informasi yang ada di OTA tersebut tidak difasilitasi bathtub. Senang sekaliiii, apalagi kamar mandinya juga nyaman dan luas!

Untuk kamarnya sendiri juga sama-sama luaassss. Bed tipe king dengan tambahan dua sofa. Lumayan banget, nih, jadi gak perlu sempit-sempitan di satu tempat tidur bareng anak-anak. Nggak apa-apa deh Bubu di sofa malah lebih terasa lega :D

Di kamar ini Bubu terpikat dengan gorden besarnya yang tebal dengan aksen motif candi. Kamar juga dilengkapi dengan sandal, botol air mineral, teh, kopi, safety box. Di kamar mandi juga amenities-nya cukup lengkap, ya. Setelah eksplor kamar dan menaruh koper, Boo dan Mika sudah nggak sabar untuk bermain air di kolam renang!


Kolam Renang Unik 

Yap, menjelang sore sekitar jam 5, Boo dan Mika sudah asyik bermain di kolam renang. Kolam renangnya sendiri terletak di bangunan semi outdoor tersendiri. Di sekitar kolam renang terdapat restoran dengan meja kursi berjajar rapi. Ada juga pendopo yang ternyata bisa untuk mengadakan pesta resepsi pernikahan. 

Uniknya di kolam renang ini adalah adanya jembatan di atasnya yang membelah kolam renang. Jembatan tersebut digunakan untuk menuju pendopo. Nah, lihat fotonya langsung ya di sini, jadi bisa kebayang :D 


Gimana menurut kamu? Ini juga jadi pengalaman kami menginap di hotel dengan konsep seperti ini. Sayangnya, ketika besok paginya Boo dan Mika ingin berenang lagi, pendopo sudah ramai dan sudah dihias dekorasi bunga-bunga cantik.Ya, ternyata akan dilangsungkan pesta pernikahan di sana!

Nah, Bubu agak menyayangkan nggak ada pemberitahuan dulu dari pihak hotel kalau kolam renang saat pagi tidak bisa dipakai. Mungkin kalau kamu akan menginap di sini, dipastikan juga soal ketersediaan fasilitas kolam renang bisa dipakai atau tidak, ya!


Tempat Bermain Luas

Seperti halnya komplek perumahan yang menyediakan fasilitas umum seperti taman bermain, begitu pula dengan Ramada Suite by Wyndham Solo ini. Ada banyak permainan anak, mulai dari ayunan, jungkat-jungkit, dan besi panjat. Permainan ini ada di taman terbuka. 

Di dekat playground juga disediakan tenis meja. Jadi bisa nih buat kamu yang hobi main tenis meja, bakalan puas main di sini!

Ramada Suite by Wyndham Solo memiliki area outdoor yang juga luas. Seperti konsepnya yang desain Eropa klasik, ada beberapa ornamen patung juga di tamannya. 

Meski terlihat di beberapa spot seperti kurang terawat, tapi seru banget ada taman luas seperti ini. Anak-anak juga pasti seneng bisa main di outdoor, ya. Jangan lupa pakaikan anak-anak minyak kayu putih atau minyak telon dulu, ya sebelum main di luar, untuk mengantisipasi gigitan nyamuk tentunya… :)




So far, menginap di Ramada Suite by Wyndham Solo menyenangkan. Boo dan Mika bahkan pingin lagi menginap di sana dan ngerasain main air di kolam renangnya lebih lama lagi. :D

Sayangnya pas staycation di sana kami hanya booking room only jadi tidak mencoba seperti apa breakfast-nya. Biasanya Bubu kalau staycation selalu dengan breakfast. Ada yang bisa nebak kenapa kira-kira kami gak sekalian pesan breakfast di hotel juga? Yaaap, karena mau jajan nasi liwet di pinggir jalan… :D

Lokasi Ramada Suite by Wyndham Solo sebenarnya cukup strategis. Di sepanjang jalan ada banyak hotel juga. Selain dekat dengan Bandara Adi Sumarmo, Ramada Suite juga dekat dengan tempat wisata hits, seperti De Tjolomadoe.

Ada yang udah pernah ke sana?? Pas melihat maps dan menyadari jaraknya dekat sempat terpikir untuk mampir juga ke De Tjolomadoe. Tapi ternyata waktunya nggak pas. Kami sampai saat sudah sore dan harus check out besok paginya. Semoga next time kalau ke Solo lagi bisa eksplor lebih lama! 

Gimana, tertarik juga untuk menginap di Ramada Suite by Wyndham Solo? Semoga ulasan Bubu bermanfaat, yaa! Sampai ketemu di tulisan-tulisan Bubu selanjutnya! :)


Bubu Dita

@rumikasjourney






Tuesday, July 26, 2022

5 Pantai di Gunungkidul Yogyakarta Dalam Setengah Hari!

   


Coba tebak ada berapa banyak pantai di daerah Gunungkidul, Yogyakarta? Ada 5, 10 atau 20-an? BUKAN! Seperti dilansir yogyadotcom, pantai di kawasan tersebut berjumlah 102 pantai! Waw, banyak bangeeeet!

Saat Bubu browsing dan mencari tahu lebih jauh soal pantai di Gunungkidul, sama sekali nggak nyangka banget pantai di sana mencapai jumlah ratusan. Kalau mau ke semua pantai kira-kira butuh waktu berapa lama coba? :D 

Dari ratusan pantai tersebut, sudah ada beberapa nama pantai yang terdengar familiar di Bubu. Beberapa ini maksudnya cuma bisa dihitung dengan jari aja… :D  

Sebetulnya dari kecil Bubu cukup sering juga ke Yogyakarta, tapi belum pernah sekalipun mampir ke pantai yang ada di Gunungkidul. Seingat Bubu cuma Pantai Parangtritis aja yang pernah Bubu kunjungi. Termasuk saat ke Yogyakarta beberapa tahun lalu saat anak-anak masih kecil banget, mainnya ya ke Parangtritis. 

Baca Juga: Sunrise di Pantai Parangtritis

Makanya dalam hati kayak sudah bertekad gitu kalau ada kesempatan liburan ke Yogyakarta lagi, pantai-pantai di Gunungkidul mesti jadi tujuan wisata utama! Akhirnya pas liburan panjang sekolah tahun ini, sampai juga di pantai-pantai Gunungkidul!

Dari ratusan pantai tersebut, hanya lima saja yang Bubu kunjungi bersama Yaya Indro, Boo, dan Mika.Dua diantaranya sampai bermain air basah-basahan dan tiga lainnya hanya melihat- lihat saja dan berjalan di pasir pantainya. Jarak antara pantai tidak terlalu jauh, bahkan ada yang bersebelahan. 

Cocok nih buat liburan keluarga yang mau seharian ada di pantai dari pagi sampai sore. Bisa pindah-pindah ke banyak pantai! Biayanya pun termasuk terjangkau banget. Biaya masuk kawasan pantai Gunungkidul sebesar Rp 38.000,- (termasuk mobil dan empat orang, dua dewasa dua anak). Dan di setiap pantainya hanya akan dikenakan biaya parkir saja. Jadi, memang pas banget kalau mau beach hoping di sini. Main ke banyak pantai sekalian aja!

Nah, berikut ini lima pantai di Gunungkidul yang Bubu kunjungi! Setiap pantai punya khasnya masing-masing. Jadi walaupun judulnya sama-sama pantai, tapi kamu pasti ngerasain hal yang berbeda antara saat di pantai satu dengan pantai lain. Siapa tahu pantai-pantai yang Bubu kunjungi ini bisa jadi inspirasi kamu juga kalau ke Gunungkidul, ya.


Pantai Indrayanti

Ini dia salah satu pantai paling populer di kawasan Gunungkidul. Makanya nggak heran kalau saat ke pantai ini ada cukup banyak pengunjung. Terbukti dari tenda-tenda restoran yang terisi. Yap, di pantai ini fasilitas cukup lengkap, termasuk restoran yang menyajikan pilihan makanan berat, makanan ringan, dan minuman. 



Nggak mau makan di resto supaya bisa duduk di tenda, tenang aja, ada banyak yang menyewakan tikar serta payungnya juga, lho!

Pantai Indrayanti cukup panjang dan Bubu bersama Boo dan Mika sempat naik ke salah satu bagian atas bukitnya. Dari atas bukit ini pemandangannya baguuussss banget. Jangan lewatkan ke atas bukitnya, ya. Ada biaya untuk naik sebesar Rp 2.000,-/orang dan anak-anak saat itu gratis. 


Pantai Krakal

Ciri khas pantai ini ada pada patung ikan besar yang tampak mencolok bahkan dilihat dari kejauhan. Bubu ke pantai ini selain karena ternyata deket banget dengan Pantai Indrayanti juga dapat rekomendasi dari teman Bubu, Efi. 

Pantai Krakal juga punya pantai yang panjaaaaang dan ombaknya agak besar. Nah, makanya Boo dan Mika bisa bermain di pantai ini di bagian paling pinggir. Nggak langsung menghadap ke samudera. Tapi lumayan banget bisa basah-basahan ke ombak juga.



Nah, selain patung bentuk ikan, di pantai ini juga ada yang menjadi ciri khasnya yaitu adanya tanaman pandan-pandanan di sepanjang pantai. Banyak juga gazebo kecil dan bisa berkemah juga lho di sekitar lokasi pantai. 

Baca Juga: Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi

Fasilitas cukup lengkap termasuk banyak restoran di pantai ini yang jaraknya agak jauh dari bibir pantai. Harga makanan juga standar ya jadi aman buat kantong.  Keliatannya jarak gazebo dan rumah serta resto yang agak jauh dari pantai membuat kawasan Pantai Krakal terlihat sangat luas. Apalagi kebetulan pas kami ke sana juga nggak terlalu banyak wisatawan yang berkunjung. 


Pantai Slili


Pantai ini tempatnya persis di sebelah Pantai Krakal. Begitu kami sekeluarga sudah di mobil lalu lihat pantai ini, lho kok baguuuusss keliatannya. Pasirnya bersih, rapi, ada banyak gazebo yang berderet. Ada ayunannya juga di pinggir pantai. Mirip kayak pantai-pantai di Bali atau Lombok. 

Di pantai ini, Bubu dan mika hanya lihat-lihat saja, dan nggak sampai basah-basahan. Pingin next time kalau ada kesempatan ke gunungidul lagi, mau eksplor Pantai Slili lebih lama. 


Pantai Drini


Penasaran dengan Pantai Drini karena banyak melihat perahu pada bersandar. Dan ternyata pantai ini juga merupakan kawasan kampung nelayan tradisional. Di sini bisa banget makan ikan bakar yang baru dibawa dari hasil melaut. Ada banyak kios juga yang menjual ikan. Nah, untuk pantainya sendiri juga cakep bangeeet!  


Pantai Baron


Pantai terakhir yang kami sambangi adalah Pantai Baron. Beda dengan pantai lain yang terlihat dari alan dan tempat parkir. Untuk mencapai pantai ini dari tempat parkir agak jauh sedikit, ya. Mesti ada effort jalan dulu. Saat berjalan ke pantai, di sekeliling banyak banget toko yang menjual oleh-oleh, restoran, dan ada masjid juga.

Di dekat pantai bisa terlihat lighthouse di bagian atas bukit. Selain itu, mirip seperti Pantai Drini, di pantai ini juga ada banyak perahu bersandar. Dan saat Bubu di sana, Bubu melihat wisatawan bisa keliling menaiki perahu. Seru banget!

Posisi Pantai Baron pun juga unik. Ada kapal yang bersandar di muara dan ada juga yang d ipantai. Jadi kalau ke Pantai Baron kita bisa melihat keunikan ini. 

Baca Juga: Pantai Tanjung Pasir Tangerang


Gimana, kira-kira kamu bakalan lebih tertarik buat main ke pantai yang mana nih di Gunungkidul? Atau ada yang punya rekomendasi pantai lainnya di Gunungkidul juga? Yuk, share di komentar… 


Bubu Dita

@rumikasjourney