Menyusuri Noordwijk dan Rijswijk, Kawasan Elit Jakarta Tempo Dulu



Rasanya sudah agak lama nggak mengikuti walking tour, akhirnya saat menjelang akhir puasa lalu, aku mendaftar untuk ikut walking tour bersama Jakarta Good Guide. Ini kali pertama aku mencoba walking tour saat berpuasa. Hmm, penasaran aja, kira-kira aku bakal kuat nggak, ya… :D 


Jadwal walking tour yang biasa aku ikuti dimulai pukul 9 pagi, saat puasa ternyata dimajukan satu jam lebih awal. Pukul 8 pagi aku sudah harus sampai di meeting point untuk mulai walking tour. 


Jadwal yang lebih pagi dimaksudkan supaya selesainya pun lebih cepat dari biasanya. Kebayang kalau sampai siang panas-panasan walking tour dan lagi puasa pula, hausnya kayak apa… Hehehe… 


Nah, pas banget saat melihat jadwal walking tour yang ada, aku tertarik untuk ikut rute Noordwijk/Rijswijk. Rute ini kayaknya, sih, termasuk rute yang jarang aku lihat di jadwal walking tour-nya Jakarta Good Guide. Makanya begitu ada rute ini dan waktunya juga aku bisa, langsung aja gassss… 


Oiya, ada yang tahu nggak ini rute di jalan apa? 


Noordwijk merupakan nama Jalan Juanda di masa kolonial dulu. Sedangkan Rijswijk adalah nama Jalan Veteran. Kedua jalan ini, Jalan Juanda dan Jalan Veteran, saling bersisian dan dipisahkan oleh sungai kecil atau kanal. Dulunya aliran kanal ini disebut sebagai molenvliet. 


Meeting point untuk rute Noordwijk dan Rijswijk ini pun mudah dijangkau, yaitu di dekat Family Mart sebelah Stasiun Juanda. Jadi aku dari Depok pagi-pagi sekali sudah naik kereta menuju Stasiun Juanda. 


Karena hari itu sudah mulai cuti bersama, alhamdulillah kereta pun nggak sepadat biasanya. Kalau hari kerja biasa, kan, kebayang, ya, pagi-pagi penuhnya kayak sarden! :D 


Pukul 8 kurang aku sudah tiba di meeting point. Di sana aku bertemu dengan teman-teman peserta walking tour lainnya. Sementara itu, tour guide untuk rute Noordwijk/Rijswijk ini adalah Kak Ara. Sebelumnya aku pernah ikut walking tour Chinatown yang juga dipandu olehnya. 


Nggak menunggu terlalu lama, akhirnya walking tour ini pun dimulai. Di awal Kak Ara sudah menginfokan kalau rute ini bisa disebut juga rute imajiner. Pasalnya banyak bangunan-bangunan masa kolonial dulu yang sudah nggak ada wujudnya lgi lias sudah dihancurkan. Sayang banget, ya! :( 


Namun tenang aja karena ada juga, kok, bangunan peninggalan Belanda dulu yang sampai sekarang masih ada dan juga masih berfungsi. 


Jadi, gimana perjalanan walking tour menyusuri Noordwijk dan Rijswijk di Jakarta? Yuk, aku ceritain di sini, yaa….




Jalanan Kaum Elit di Jakarta Pada Masanya

Boleh dibilang kalau Noordwijk (Jalan Juanda) dan Rijswijk (Jalan Veteran) merupakan kawasan elit pada masa kolonial.


Noordwijk dan Rijswijk dulunya menjadi tempat bisnis banyak orang, terutama bagi kaum “borjuis”. Di kedua jalan tersebut berdiri banyak hotel megah, toko jam, restoran, toko bakery, toko perhiasan, bank, toko baju, hingga toko pakaian dalam. :) 


Kebayang, kan, dari du ruas jalan ini pastinya adabanyak perputaran uang di masa itu. Nah, di masa kini pun Jalan Juanda dan Veteran juga sebenrnya nggak jauh berbeda. Ada banyak perkantoran, rumah makan, bank, serta toko-toko. 


Apalagi Jalan Juanda dan Veteran juga dekat dengan ring 1 karena terletak di dekat Istana Merdeka. Bahkan pintu masuk beberapa kantor kementerian, dan bahkan Istana Merdek juga bisa dilakukan melalui Jalan Veteran.


Hanya saja memang kalau melihat foto-foto saat masa tempo dulu dan mendengar cerita dari  Kak Ara sebagai guide, aku bisa merasakan hanya orang-orang kaya aja yang dapat melintasi jalan ini. Tiba-tiba aku berimajinasi memakai gaun lebar khas noni-noni Belanda sat melintasi jalan ini. Kalau sekarang, kan, ya, siapa saja bisa melewatinya. :) 


Dari mengikuti walking tour ini pula aku jadi tahu banyak bangunan-bangunan menarik yang ada di Noordwijk dan Rijswik. Bukan hanya penginapan, pertokoan semata, tapi ada kisah seru yang luput dari pandangan mata mengenai tempat-tempat bersejarah di kedua jalan ini.



Hotel Sriwijaya, Ssalah Satu Hotel Tertua di Jakarta

Bukan Hotel Indonesia, bukan Hotel Borobudur, tapi hotel di Jalan Veteran ini disebut-sebut sebagai salah satu hotel tertua di Jakarta yang hingga kini masih ada dan berfungsi sebagai hotel. Namanya Hotel Sriwijaya. Lokasinya persis di sudut Jalan Veteran yang bersisian dengan Masjid Istiqlal. 


Hotel Sriwijaya punya sejarah panjang. Hotel ini berdiri tahun 1863. Awalnya adalah sebuah restoran dan toko kue bernama Cavadino milik Conrad Alexander Willem Cavadino. Kemudian di tahun 1872 usaha ini merambah menjadi sebuah hotel. Karena itu restoran dan toko kue pun menempati bagian yang ada di bagian sisi samping depan. Hingga kini bangunan tersebut masih ada dan menjadi function hall. 




Hotel ini kemudian berganti nama lagi menjadi Hotel du Lion d'Or pada 1899. Lalu, di tahun 1941 berganti nama lagi menjadi Park Hotel. Hingga pada akhirnya tahun 1950 berubah menjadi Hotel Sriwijaya hingga sekarang. 


Hotel ini memiliki halaman parkir yang luas di bagian depan. Terdapat bangunan tambahan di belakang yang kini menjadi restoran hotel. 


Hotel ini pun mengalami renovasi dan pergantian bagian atap yang diubah menjadi dak, bukan lagi beratapkan genteng. 


Di saat puasa dan masa libur lebaran biasanya hotel ini full booked. Lokasinya yang strategis dan cuma “selangkah” dari Masjid Istiqlal membuat hotel ini banyak diminati oleh wisatawan dari luar daerah. 





Grand Hotel Java, Hotel Besar yang Bangkrut! 

Tempat yang sekarang menjadi Markas Besar TNI Angkatan Darat di Jalan Veteran dulunya ternyata sebuah hotel megah yang sangat luas. Namanya Grand Hotel Java. 


Sisa bangunan utama sampai kini ternyata masih berdiri. Hal ini terlihat dari bentuk jendela-jendelanya yang khas. Namun bangunan ini sempat direnovasi dan ditambah ruangannya. 


Sumber: Intisari


Sayangnya saat melewati Mabes, aku dan peserta walking tour lain diminta oleh guide untuk nggak mengambil dokumentasi, baik foto maupun video. Ya, daripada nanti kenapa-kenapa, ya, jadi aku nurut, dong, ya.. :) 


Grand Hotel Java dibangun tahun 1834. Hotel ini memiliki 70 kamar. Nah, selain bangunan hotel, ternyata dulu itu Grand Hotel Java juga memiliki beberapa paviliun yang juga dijadikan tempat menginap dan istirahat tamunya. 


Sumber: Intisari


Nggak nyangkanya, di hotel ini juga ada kandang kuda! Yes, karena dulu kereta kuda masih jadi alat transportasi, di hotel ini disediakan istal dan tempat parkir kuda. Kebayang, kan, ya betapa luasnya hotel ini. 


Hanya saja katanya karena banyak pengunjung yang hanya menjadikan Grand Hotel Java sebagai tempat istirahhat sebentar dan bukan menginap, pada akhirnya hotel ini pun gulung tikar. 


Setelah kemerdekaan, di tahun 1950, hampir semua bangunan Grand Hotel Java diratakan dan menjadi pada akhirnya dijadikan Markas Besar TNI Angkatan Darat. 



Kantor Pusat Kimia Farma

Kalau Manteman pernah melintasi Jalan Veteran ini bisa jadi Manteman pernah melihat kantor pusat Kimia Farma. 


Bangunan kantor Kimia Farma ini ternyata juga sudah ada dari masa kolonial saat jalan ini masih bernama Noordwijk, lho. Dan dulunya bangunan ini pun menjadi tempat perusahaan farmasi Belanda. 


Sumber: Bisnis.com


Kimia Farma memang merupakan perusahaan farmasi pertama di Indonesia. Nah, awalnya, perusahaan farmasi ini didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1817 dengan nama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. 


Hingga pada akhirnya setelah kemerdekaan sekitar tahun 1958, pemerintah Indonesia melakukan menasionalisasikan dan meleburkan beberapa perusahaan farmasi menjadi Kimia Farma. 



Toko Jam Legendaris, Van Arcken & Co

Masih di Rijswijk, dulu di jalan ini terdapat sebuah toko jam atau arloji terkenal bernama Van Arcken & Co. Toko jam ini berdiri cukup lama dari tahun 1861 sampai 1958. 


Bukan hanya memproduksi jam saja, tapi Van Arcken & Co juga merupakan perussahan yang membuat kerajinan emas, perak, hingga permata. 


Kebayang, kan, kalau customer toko ini juga dari kalangan berada, mulai dari keluarga Gubernur Jenderal Hindia Belanda sampai keluarga Keraton Yogya dan Solo. Nggak hanya itu, Kerajaan Siam atau Thailand dulunya juga kerap memesan perhiasana di Van arcken & Co.  


Sumber: Wikipedia



Hotel Der Nederlanden Jadi Bina Graha

Satu lagi hotel mewah di kawasan Rijswijk adalah Hotel der Nederlanden. Dulunya hotel ini adalah rumah tempat tinggal sampai dibeli oleh Raffles dan menjadi kediamannya. Memasuki zaman kolonial Belanda, Raffles pun menjeal rumah itu ke pemerintah Hindia Belanda.


Di masa Hindia Belanda, bangunan ini menjadi Hotel Der Nederlanden. Lalu pasca kemerdekaan, hotel ini bergnti nama menjadi Hotel Dharma Nirmala.


Fungsinya kemudian berubah menjadi kantor Cakrabirawa. Hingga pada akhirnya pada tahun 1969 bangunan dihancurkan dan diubah menjadi gedung baru sebagai kantor kepresidenan Bina Graha. 




Gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) di Noordwijk

NHM merupakan perusahaan dagang Belanda. Kalau Manteman pernah ke Museum Bank Mandiri, nah, di situlah kantor NHM terbesar di Batavia. 


Nggak hanya itu aja, kantor NHM juga terdapat di Noordwijk. Sayangnya, gedung NHM di Noordwijk saat ini sudah nggak ada wujudnya lagi. Gedung tersebut dibongkar pada tahun 1884 dan berganti rupa menjadi gedung Bank Mandiri dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). 


Sumber: Facebook Indonesia Tempo Dulu



Kantor Cabang Percetakan G. Kolff & Co di Hotel Red Top Pecenongan

Saat mengikuti walking tour ini, aku dan semua peserta juga diajak melipir sedikit ke Jalan Pecenongan. 




Nah, di jalan ini juga ada cerita menarik soal adanya kantor cabang percetakan bernama G. Kolff & Co yang sekarang menjadi Hotel Red Top. Bangunan asli percetakan tersebut sudah nggak ada, ya. Setelah gedung percetakan dihancurkan barulah kemudian didirikan bangunan yang sekarang.


Selain usaha percetakan, G. Kolff & Co juga menerbitkan buku. Dan di saat itu perusahaan ini merupakan perusahaan penjualan buku terbesar di Hindia Belanda. Kalau sekarang mungkin bisa dibandingkan dengan Gramedia, ya. :) 


Untuk kantor pusa G. Kolff & Co sendiri ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Namun saat ini pun gedungnya sudah nggak ada. 




Dulunya Bank, Sekarang Tetap Menjadi Bank

Di Jalan Juanda terdapat dua Bank Mandiri. Nah, salah satunya Bank Mandiri Kantor Cabang Juanda ini. 


Kalau dilihat dari bangunannya kelihatan, ya, kalau ini bangunan lama. Dan memang betul, dulunya bangunan ini menjadi kantor Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang bergerak di bidang perbankan. Jadi dari dulu sampai sekarang fungsinya masih sama, ya. 


Ada hal menarik yang diceritakan Kak Ara saat aku berada di depan bangunan ini. Jadi, katanya bangunan bank pada masa itu dibuat sangat nyaman dengan langit-langit yang tinggi dan di bagian bawahnya juga dibuat sirkulasi udara agar pengunjung merasa nyaman dan nggak kepanasan. :) 


Sumber: Instagram @museum_mandiri



Toko Oen Pernah ada di Jakarta!

Restoran sekaligus toko kue dan es krim legendaris yang ada di Semarang ternyata dulu juga pernah ada di Noordwijk, lho! Fakta ini baru banget aku tahu pas mengikuti rute walking tour Noordwijk/Rijswijk ini. 


Dulu di tahun 1939, Toko Oen cabang Jakarta dibuka sebagai bentuk perluasan bisnis keluarga Oen. Awalnya Toko Oen buka di Yogyakarta, lalu membuka cabag di Jakarta, Malang, dan Semarang. Kini Tko Oen hanya ada di Semarang saja. 


Toko Oen di Jakarta tutup pada tahun 1973. Kini bangunan Toko Oen sudah hancur dan didirikan bangunan baru yang kini menjadi gedung DBS. 


Sumber: Facebook Lost Jakarta



Tempat Bergosip Mevrouw Belanda di Gedung Bank Indonesia

Ada cerita seru begitu romobongan kami melewati gedung Bank Indonesia di Jalan Juanda (Noordwijk). 


Kak Ara menceritakan dengan antusias kalau dulunya di tempat ini berdiri sebuah restoran dan gedung pertemuan. Di lantai atasnya menjadi tempat berkumpul para mevrouw-mevrouw Belanda dan mereka saling bergosip! :D 


Dulu kabar lebih cepat menyebar dari mulut ke mulut. Karena itulah nggak heran kalau setelah dari pertemuan khusus perempuan itu pasti banyak cerita yang akan muncul di kalangan mereka. :) 






Kapel Katolik Biara Ursulin Santa Maria

Meskipun belum siang tapi rasa panas rasanya sudah mulai menyengat. Namun aku tetap semnagat mengikuti walking tour ini. Sampai kami semua berada di sebuah bangunan putih bersih bertuliskan Santa Maria di atasnya. Ya, inilah gedung tempat di mana para biarawati Katolik berada. 




Cerita mengenai keberadaan Snata Maria di Noordwijk ternyata berawal dari kedatangan tujuh biarawati pada tahun 1856. Mereka sampai ke Batavia dari Rotterdam dengan menggunakan kapal Hermaan. 


Sesampainya di Batavia, mereka tinggal di Noordwijk. Komunitas ini pun berkembang hingga pada saat ini di kawasan tersebut juga terdapat sekolah Santa Maria dan Museum Santa Maria. 





Toko Bakery Caramia

Perjalanan walking tour rehat sejenak di sebuah toko bakery legendaris. Caramia Bakery namanya. 


Toko roti ini ternyata sudah ada sejak tahun 1970-an. Begitu masuk ke dalamnya tampak gaya restoran fast food khas Amerika. :) 


Kue onbitjkoek Caramia Bakery menjadi salah satu kue favorit di sini. Nah, mumpun di sini aku pun membeli kue tersebut dan beberapa roti. Tentunya untuk oleh-oleh suami dan anak-anak, ya. Karena lagi puasa aku nggak bisa makan langsung di sana… :) Begitu sampai di ruah, barulah aku mersakan empuknya roti yang dibuat toko ini… 


Oiya, saat aku di sana, aku juga melihat oma-oma yang membeli roti di toko ini. Sepertinya beliau pelanggan, ya. Rasanya kalau suatu hari nanti akulewat Caramia Bakery, aku mau beli roti lagi di sini… :D 






Kantor Asuransi yang Akhirnya Mati

Satu lagi bangunan kolonial yang masih ada di Noordwijk adalah bangunan ini. Dulunya bangunan ini merupakan kantor Nederlandsh-Indiesche Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ) yang mulai beroperasi pada 1859. Nillmij merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama di Hindia Belanda.


Nah, setelah Indonesia merdeka, Nillmij pun dinasionalisasi dengan beberapa perusahaan asuransi jiwa lainnya hingga menjadi Jiwasraya. Sayangnya, baru aja pada Januari 2025, Jiwasraya dicabut izin usahanya oleh OJK. 


Bangunan itu pun sepi dan tutup. Padahal aku ngerasa kalau bangunannya bagus banget. Bahkan aku juga sempat mengintip di bagian dalam gedung yang ternyata ada kaca patri besar yang mirip seperti kaca patri di gedung Museum Mandiri. 






Akhir Perjalanan di Replika Patung Hermes

Kalau pernah ke Musuem Kesejarahan Jakarta atau Museum Fatahillah pasti Manteman pernah melihat sebuah patung di bagian belakang museum. Itulah Patung Dewa Hermes yang awalnya dipajang di jembatan atau Tugu Harmoni, bagian ujung dari Noordwijk dan Rijswijk. . 


Nah, di akhir perjalanan walking tour ini, Kak Ara sebagai tour guide bercerita tentang Patung Hermes tersebut. 


Kini patung yang ada di sana merupakan patung replika. Dulu patung tersebut pernah diduga dicuri. Padahal kenyataannya patung tersebut tertabrak dan jatuh ke dalam sungai di bawahnya. 


Patung Hermes itu ditemukan beberapa bulan kemudian dan dipindahkan ke Museum Fatahillah supaya lebih aman. Hingga pada akhirnya di lokasi awal penempatan patung dibuatlah patung replikanya. 




Huaaaah, lumayan panjang juga, ya, ceritaku kali ini. Hihi… Aku gerasa perjalanan tour rute Noordwijk dan Rijswijk ini memang seru banget buat diceritakan kembali. Saat jalan kaki aku jadi ngebayangi suasana tempo dulu melalui cerita dan gambar-gambar yang diperlihatkan oleh Kak Ara. 


Perjalanan walking tour di bulan puasa juga ternyata nggak seberat yang aku pikir. Meski sudah kena panasnya jalanan, tapi alhamdulillah badan tetap fit sampai buka puasa... :) 


Manteman tertarik juga buat menyusuri Noordwijk dan Rijswijk? :) 




Dita Indrihapsari


 




Resep Sambal Goreng Kentang Ati Ampela Pedas Gurih, Wajib Coba!

resep-sambal-goreng-kentang-ati-ampela-pedas-gurih-wajib-coba


Lagi nyari lauk pendamping nasi hangat yang bumbunya "medok" dan bikin nagih? Sambal goreng kentang ati ampela jawabannya! Perpaduan kentang empuk dan ati ampela kenyal yang dibalut bumbu merah wangi, pedas manis, dan gurih ini pasti bikin auto laper. Nggak perlu nunggu acara hajatan, yuk langsung eksekusi Resep Sambel Goreng Kentang ala rumahan ini. Dijamin bumbunya meresap sempurna, anti amis, dan siap ngabisin stok nasi di rumah!



Apa Itu Sambal Goreng Kentang Ati Ampela?

Sambal Goreng Kentang Ati Ampela adalah hidangan tradisional Nusantara yang memadukan potongan kentang goreng dan jeroan ayam (ati ampela) yang dimasak perlahan di dalam bumbu merah kental bersantan. Masakan ini punya cita rasa yang sangat kaya, memadukan sensasi pedas, manis, dan gurih berempah yang kuat.


Ciri khas sambal goreng kentang ati ampela:

  • Bumbu Merah Pekat: Menggunakan cabai merah besar dan kemiri yang banyak sehingga menghasilkan bumbu yang tebal, wangi, dan menempel pada bahan.

  • Tekstur Kontras: Perpaduan antara kentang yang empuk dan sedikit renyah di luar, dengan tekstur ati ampela yang padat namun kenyal saat digigit.

  • Aroma Rempah: Sangat wangi berkat penggunaan rempah aromatik seperti daun jeruk, daun salam, serai, dan lengkuas segar.



Kenapa Kentang & Ati Ampela Sangat Cocok untuk Menu Ini?

Kunci dari sensasi makan yang super nikmat di menu ini ada pada perpaduan bahan utamanya. Kentang goreng berfungsi sebagai spons alami yang menyerap kuah santan dan bumbu sambal yang kaya rempah hingga ke bagian terdalamnya. Sementara itu, ati ampela memberikan tekstur meaty dan chewy yang kontras di mulut, sekaligus menambahkan kaldu dan aroma sedap alami khas jeroan unggas yang bikin bumbu merahnya makin rich dan medok!



Resep Sambal Goreng Kentang Praktis & Anti Gagal


Bahan-Bahan

Bahan Utama:

500 gr ati dan ampela

2 buah kentang ukuran besar

1 sachet Sasa Bumbu Lumur Ayam Special

1 sdt garam

1 sdt gula

1 sdt Sasa Bubuk MSG

1 sdt gula merah

1 sdt asam jawa

1 bungkus Sasa Santan Cair

Secukupnya minyak goreng


Bumbu Halus:

8 siung bawang merah

3 siung bawang putih

1 ruas jari jahe

4 buah kemiri

7 buah cabai merah

1 buah tomat


Bumbu Aromatic:

1 batang serai

2 lembar daun jeruk

1 ruas lengkuas geprek

2 lembar daun salam


Cara Membuat

  1. Cuci bersih ati ampela, rebus dengan 500 ml air, di tambahkan dengan 1 sachet Sasa Bumbu Lumur Ayam Special, serai, jahe dan daun salam.
  2. Potong kentang berbentuk dadu, goreng hingga kuning kecoklatan.
  3. Haluskan bumbu, tumis hingga bumbu matang dan wangi. Tambahkan serai, daun jeruk, lengkuas geprek dan daun salam.
  4. Beri bumbu garam, gula, Sasa Bubuk MSG, gula merah dan air asam jawa.
  5. Tuangkan ati ampela ke dalam tumisan bumbu, aduk rata.
  6. Tambahkan Sasa Santan Cair, masak sebentar dan masukan kentang.
  7. Matikan kompor, sambal goreng ati ampela dan kentang siap di nikmati.



Tips Agar Sambal Goreng Kentang Lebih Gurih / Tidak Amis

  • Goreng Kentang Sampai Berkulit: Pastikan kentang digoreng sampai bagian luarnya sedikit berkulit atau kecokelatan sebelum dicampur bumbu. Ini mencegah kentang hancur dan lembek saat diaduk bersama santan.

  • Tumis Bumbu Sampai Tanak: Bumbu halus harus ditumis sampai warnanya sedikit menggelap dan minyaknya terpisah. Kalau bumbu kurang matang, rasanya akan mengambang dan cepat basi.

  • Rebus Jeroan dengan Rempah: Jangan pernah memasukkan ati ampela mentah langsung ke bumbu. Selalu rebus terpisah dengan bumbu lumur atau rempah agar bau amis dan kotorannya hilang tuntas.



Kandungan Gizi Sambal Goreng Kentang

Menu sambal goreng kentang ati ampela ini tidak cuma lezat memanjakan lidah, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang padat untuk tubuhmu:


  • Tinggi Karbohidrat: Potongan kentang memberikan sumber energi instan yang mengenyangkan.

  • Kaya Zat Besi & Protein: Ati ayam adalah salah satu sumber zat besi terbaik untuk mencegah anemia, serta protein hewani untuk perbaikan sel tubuh.

  • Kaya Vitamin & Mineral: Rempah-rempah dan cabai segar memberikan asupan vitamin C dan capsaicin yang baik untuk metabolisme.



Ide Variasi Sambal Goreng Kentang

  • Sambal Goreng Kentang Pete: Masukkan 1-2 papan irisan pete segar di akhir proses menumis untuk tambahan tekstur renyah dan aroma menggoda.

  • Sambal Goreng Krecek: Tambahkan kerupuk kulit sapi (krecek) yang sudah direndam ke dalam kuah santan untuk sensasi kenyal-lembut khas masakan Jogja.

  • Sambal Goreng Telur Puyuh: Kalau nggak suka jeroan, ati ampela bisa kamu ganti dengan telur puyuh rebus yang digoreng berkulit.

  • Sambal Goreng Buncis: Masukkan irisan buncis atau kapri muda untuk menambahkan tekstur garing (crunchy) dan warna hijau yang cantik di piring saji.



Ati Ampela Bau Amis dan Bumbu Kurang Sedap? Rahasianya Ada di Sasa!

Kunci kelezatan Resep Sambel Goreng Kentang memang ada di proses merebus jeroan dan menumis bumbunya. Kalau bumbunya nggak meresap, rasa ati ampela dan kentang jadi kurang maksimal dan bagian dalamnya terasa hambar.


Nah, supaya makin praktis dan bumbunya meresap sempurna, kamu bisa pakai kombinasi: Sasa Bumbu Lumur Ayam Spesial, Sasa Santan Cair, dan Sasa Bubuk MSG.


Kenapa pakai ini?



Keunggulan Produk Sasa

Keunggulan Sasa Bumbu Lumur Ayam Spesial:

  • Diramu dengan teknologi terkini dari rempah pilihan berkualitas.

  • Sangat praktis dan efektif menghilangkan bau amis membandel pada jeroan (ati ampela) saat proses perebusan. Bumbunya cepat meresap dan langsung bikin daging beraroma sedap tanpa perlu diungkep berlama-lama.



Keunggulan Sasa Santan Cair:

  • Terbuat dari 80% perasan daging kelapa tua segar pilihan yang menghasilkan aroma dan cita rasa gurih alami yang autentik.

  • Diperkaya dengan nutrisi Omega 3 (mengandung antioksidan Tokoferol dan Askorbil Palmitat) yang baik untuk melengkapi gizi keluarga.

  • Sangat praktis, bisa langsung dituang ke dalam masakan, kekentalannya pas, dan tidak mudah pecah saat dimasak.



Keunggulan Sasa Bubuk MSG:

  • Terbuat dari tetes tebu murni pilihan yang diproses melalui fermentasi alami.

  • Mampu menghasilkan cita rasa gurih (umami) yang murni dan seimbang, menyatukan rasa santan dan bumbu balado menjadi super sedap tanpa mengubah rasa aslinya.

  • Sangat mudah larut dalam masakan, halal, dan aman dikonsumsi berkat sertifikasi dari BPOM.



Yuk, Buktikan Sendiri Kelezatan Sambal Goreng Kentang Ini di Rumah!

Siapa bilang masak menu katering atau hajatan itu susah dan ribet? Asal tahu trik mengolah ati ampela biar nggak amis dan memadukan bumbu santannya biar gurih maksimal, kamu udah bisa nyajiin hidangan super mewah buat keluarga tercinta. Yuk, buruan siapkan wajan dan bahan-bahannya, mari eksekusi resep sambal goreng kentang super sedap ini sekarang juga!




FAQ Seputar Sambal Goreng Kentang


Q: Kenapa kentang saya hancur saat diaduk dengan bumbu sambal?

A: Kemungkinan besar kentangnya dipotong terlalu kecil atau saat digoreng belum sampai berkulit kering. Pastikan menggoreng kentang sampai bagian luarnya sedikit keras kecokelatan agar kokoh saat dimasak bersama kuah santan.



Q: Apakah cabai pada bumbu halus harus direbus dulu sebelum diblender?

A: Boleh saja. Merebus cabai merah sebelum dihaluskan dapat membuat warna bumbu merahnya menjadi lebih pekat, cantik, dan rasanya tidak terlalu pedas menyengat.



Q: Berapa lama ketahanan sambal goreng kentang ati ampela?

A: Jika dimasak hingga bumbunya benar-benar meresap dan minyaknya keluar (tanak), masakan ini bisa bertahan hingga 2 hari di suhu ruang. Jika dimasukkan ke kulkas, bisa tahan hingga 4-5 hari dan tinggal dipanaskan kembali.



Q: Apakah santan bisa di-skip?

A: Bisa, namun rasa gurihnya akan berkurang dan bumbunya menjadi lebih kering. Santan berfungsi untuk memberikan rasa legit, creamy, dan mengikat semua bumbu agar membalut kentang dengan sempurna.



Q: Gimana caranya biar jeroan nggak bau amis sama sekali dan rasanya tetap sedap?

A: Kuncinya ada di dua tahap! Pertama, rebus ati ampela menggunakan Sasa Bumbu Lumur Ayam Spesial untuk "mematikan" bau amisnya. Kedua, saat dicampur bumbu merah, tuangkan Sasa Santan Cair dan Sasa Bubuk MSG agar kuahnya rich, wangi, dan rasa umaminya sukses mengunci seluruh bahan!





Goa Garunggang Sentul Bogor, Menjelajahi Labirin Batu dan Gua Tersembunyi Bersama Keluarga

trekking-ke-goa-garunggang-sentul-bogor


Trekking di Sentul Bogor sepertinya jadi tren wisata baru bagi warga Jabodetabek sejak pandemi Cov*d melanda. Sampai sekarangpun aku kerap kali masih melihat di media sosial banyak masyarakat yang trekking dan beraktivitas alam di kawasan Sentul. 


Hal ini pun aku lakukan juga bersama keluarga. Aku dan suami pernah mengajak anak-anak trekking di Sentul menyusuri beberapa curug, seperti Curug Leuwi Hejo, Leuwi Benjol, Leuwi Cepet, dan Leuwi Lieuk. Bagi anak-anak aktivitas trekking ini seru dan menyenangkan. 


Karena melihat anak-anak yang antusias dengan wisata alam, akhirnya, aku pun beride untuk melakukan trekking lagi di Sentul dengan destinasi yang berbeda. 


Nah, beberapa bulan lalu, aku dan suami pun memutuskan untuk trekking dengan jalur Goa Garunggang. Kali ini rutenya nggak ketemu curug, tapi ternyata nggak kalah seru dan bisa masuk ke dalam goa yang ada di bawah tanah!  


Gimana keseruan trekking ke Goa Garunggang Sentul Bogor ini? Aku ceritakan selengkapnya di tulisan ini, yaa…



Mengapa Memilih Trekking ke Goa Garunggang?

Setiap akhir pekan, banyak orang memadati jalur-jalur trekking untuk sekadar mencari udara segar atau melihat air terjun atau curug. 


Namun, di tengah destinasi curug, ada satu titik di jalur trekking Sentul yang menawarkan sensasi yang benar-benar berbeda. Goa Garunggang atau nama lengkapnya Goa Agung Garunggang. 


Dari berbagai referensi yang saya baca, tempat ini bukan sekadar gua biasa, melainkan sebuah mahakarya geologi yang sering dijuluki sebagai "Grand Canyon-nya Bogor".


Alasan utama aku memilih Goa Garunggang memang karena keunikannya. Berbeda dengan rute trekking Sentul lainnya yang biasanya berakhir di aliran sungai atau air terjun, Garunggang menawarkan pemandangan labirin batuan karst yang sangat eksotis.


goa-garunggang-sentul-bogor



Untuk memastikan perjalanan lebih aman dan nyaman, aku menggunakan jasa trip lokal dengan dipandu tour guide yang berpengalaman.


Selain nggak perlu pusing memikirkan rute, pemandu dari jasa trip tersebut  juga memberikan cerita tentang berbagi tempat yang kami lewati. Selain itu guide kami juga sekaligus menjadi dokumentasi. Makanya aku seneng banget ada banyak hasil foto dan video aku dan sekeluarga yang diambilnya saat menemani perjalanan kami ke Goa Garunggang. 


Oiya, untuk jasa trip kali ini aku dan keluarga memakai jasa @sentul_travel_nusantara. Sebenarnya ada banyak sekali, ya, jasa trip trekking Sentul namun aku akhirnya memutuskan untuk memakai jasa trip tersebut karena melihat profilnya oke dan hasil video-videonya di media sosial juga bagus. :D 


Untuk harga trip-nya per orang Rp 160 ribu sudah termasuk: guide, air mineral, trekking pole, perizinan, tiket masuk, dan dokumentasi.


Baca Juga: 5 Tips Trekking Untuk Pemula



Perjalanan Menuju Goa Garunggang

Dari rumah di Depok, aku sekeluarga sudah berangkat dari jam 6 pagi. Kami janjian dengan guide di parkiran di dekat Jungleland pukul 7 pagi. 


Kebetulan kami trekking di hari Jumat. Aku ingin trekking pagi sekali sehingga suamiku dan anak-anak bisa keburu untuk sholat Jumat seusai trekking. 


Nah, dari parkiran dekat Jungleland itu, aku sekeluarga menyewa mobil pick up untuk sampai ke titik awal trekking. Sebenarnya bisa saja membawa mobil pribadi sampai ke titik tersebut, namun untuk memberi pengalaman ke anak-anak naik mobil pick up aku dan suami pun ingin mencoba naik mobil pick up.


Untuk biaya sewanya Rp 350 ribu PP, ya. Sebenarnya mobil pick up ini bisa diisi kapasitas 10 orang. Namun karena kami hanya berempat, mobil pick up ini pun terasa lega. 


perjalanan-trekking-ke-goa-garunggang-sentul-bogor



Perjalanan dari titik kumpul di sekitar Jungleland sampai ke titik mulai trekking sekitar 15-20 menit berkendara. 


Benar saja, anak-anak menikmati banget ada di mobil bak terbuka. Suami juga less stress karena harus nyetir di jalan kecil yang berliku-liku. Walaupun katanya sebenarnya masih bisa banget nyetir sampai titik awal trekking tapi dengan mobil pick up ini jadi lebih santai dan kami sekeluarga jadi lebih bisa menikmati perjalanan. :) 


Tak lama, sampailah kami di area parkir untuk mulai trekking menuju Goa Garunggang. Sebelum mulai trekking kami pemanasan sebentar dan diberikan trekking satu per satu. Nggak lupa juga berdoa sebelum memulai perjalanan. 


Untuk mencapai lokasi goa, aku sekeluarga berjalan kaki sekitar 1,5 jam. Medan yang dilalui cukup bervariasi namun tetap ramah untuk keluarga dan anak-anak. Malah anak-anak semangat banget dan suka berada di paling depan.  :D 


Aku dan keluarga melewati jalanan setapak, area persawahan yang hijau, hingga hutan tropis dan deretan pohon pinus yang memberikan keteduhan. Kami juga sempat melewati aliran sungai kecil.


trekking-ke-goa-garunggang-sentul-bogor

trekking-ke-goa-garunggang-sentul-bogor

trekking-ke-goa-garunggang-sentul-bogor


Di tengah perjalanan, kami istirahat sebentar di sebuah warung. Seperti warung di jalur wisata, ada banyak produk yang dijual, termasuk pop mie, Indomie, roti, minuman air mineral, serta minuman kemasan lainnya. Ada juga buah-buahan yang dijual di warung tersebut.


Di sana kami sempat makan beberapa potong semangka. Wah, rasanya segar sekali! :) 


Kami pun melanjutkan perjalanan karena nggak jauh dari warung tersebut Goa Garunggang sudah menanti kedatangan kami! 


warung-di-perjalanan-ke-goa-garunggang-sentul-bogor


Baca Juga: Fun Trekking di Mulyaharja Bogor



Mengenal Goa Garunggang yang Unik

Rasa lelah langsung sirna begitu aku sekeluarga tiba di lokasi Goa Garunggang. Di depan mata, terhampar hamparan batu besar dengan tekstur bergaris-garis vertikal yang unik. 


Deretan bebatuan berwarna kecoklatan tersebut seperti tersusun rapi membentuk labirin alami yang artistik. Batuannya tampak seperti lapisan-lapisan batu yang seolah dipahat oleh alam.


goa-garunggang-sentul-bogor

goa-garunggang-sentul-bogor


Ternyata Goa Garunggang terbentuk dari proses geologi jutaan tahun lalu, akibat pergeseran lempeng bumi dan aktivitas air yang mengikis batuannya. 


Goa Garunggang juga ditemukan secara nggak sengaja. Usaha untuk mulai menjadikan Goa Garunggang sebagai destinasi wisata dimulai sejak tahun 2016 oleh masyarakat dan komunitas lokal. 


Sempat terhenti di awal pandemi, Goa Garunggang kemudian mulai banyak diminati pengunjung saat orang-orang mulai melirik beraktivitas trekking di Sentul. Apalagi setelah akses menuju tempat ini dibuat jadi lebih mudah. 


Kini, Goa Garunggang secara administratif dikelola di bawah naungan Disparekraf Kabupaten Bogor dan merupakan bagian dari situs Geopark yang dilindungi. 


goa-garunggang-sentul-bogor


Menjelajahi Goa Garunggang dan Sekitarnya 

Kami menghabiskan banyak waktu di bagian atas gua yang merupakan labirin batu terbuka. Inilah ikon dari Goa Garunggang. Bebatuan ini nggak hanya indah dipandang, tapi juga sangat menantang untuk dijelajahi. 


Kami harus melompat kecil dari satu batu ke batu lainnya atau melewati celah-celah sempit di antara dinding batu setinggi 2-3 meter. Bagus banget, deh, kalau mau foto-foto di antara batuan ini. :) 


goa-garunggang-sentul-bogor


Setelah puas mengeksplorasi batuan-batuan tersebut, saatnya menlanjutkan petualangan masuk ke dalam Goa Garunggang! Dan benar saja, hal yang paling menantang dari kunjungan ini adalah saat kami mencoba masuk ke dalam gua. 


Di sini terdapat empat gua yang tercipta diantara batuan-batuan. Namun hanya satu goa saja yang bisa dimasuki oleh wisatawan. Untuk mencapai gua, kami harus menuruni tangga hingga mencapai kedalaman gua. 


Ya, berbeda dengan gua-gua pada umumnya yang memiliki pintu masuk lebar di samping bukit, pintu masuk Goa Garunggang berada di bawah permukaan tanah (vertikal). 


Aku dan keluarga harus menuruni tangga besi yang sudah disediakan untuk masuk ke dalam. Di sinilah peran jasa trip dan pemandu lokal sangat terasa. Mereka membantu anak-anak turun dengan aman dan menyediakan senter (headlamp).


Pemandu kami menunjukkan beberapa formasi batu unik di dalam gua.  Formasi batuan di sini terbentuk dari proses pelarutan batuan kapur selama ribuan tahun.


bagian-dalam-goa-garunggang-sentul-bogor



Di dalam gua, suasananya terasa magis. Meskipun mulut gua sempit, bagian dalamnya ternyata cukup luas. Kami disambut oleh tetesan air dari stalaktit yang masih aktif. Di bagian bawah juga terdapat stalagmit dan aliran air bawah tanah.


Yang bikin kaget, di dalam gua juga masih banyak kelelawar! Para kelelawar ini hinggap di dinding gua. Kadang ada beberapa yang terbang. Wah, seru banget bisa lihat kelelawar di dalam gua seperti ini!


bagian-dalam-goa-garunggang-sentul-bogor

bagian-dalam-goa-garunggang-sentul-bogor


Bagiku, Goa Garunggang adalah perpaduan antara wisata petualangan dan edukasi alam. Di sini, kami bisa belajar tentang bagaimana alam membentuk dirinya sendiri tanpa campur tangan manusia. 


Keindahannya yang tersembunyi menjadikan Goa Garunggang seperti salah satu hidden gem yang berharga di Bogor.


Di gua alami ini kita bisa melihat stalaktit, stalagmit, dan sungai bawah tanah. Hati-hati licin, ya. Selain itu, banyak kelelawar juga lho di dalam gua. 


Baca Juga: Pengalaman Melewati Jembatan Gantung Lembah Purba Situ Gunung Sukabumi



Tips Berkunjung ke Goa Garunggang Bersama Keluarga

Berdasarkan pengalaman kami kemarin, ada beberapa tips yang bisa Manteman  ikuti jika ingin mengajak keluarga untuk trekking dan berwisata ke Goa Garunggang:


- Gunakan Jasa Trip/Guide: Sangat direkomendasikan. Selain untuk keamanan saat masuk ke dalam gua, mereka tahu rute-rute terbaik untuk berfoto dan bisa mengatur ritme jalan agar anggota keluarga yang nggak biasa olahraga tidak kelelahan.


- Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Pakailah sepatu gunung atau sandal gunung yang memiliki grip kuat. Bebatuan di dalam Goa Garunggang bisa sangat licin jika terkena air dan jalur tanahnya pun terkadang berlumpur.


-  Bawa Pakaian Ganti: Masuk ke dalam gua berarti siap untuk kotor dan basah karena tetesan air stalaktit atau air yang ada di dasar gua.


- Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (sekitar jam 07.00 atau 08.00 pagi). Selain udaranya masih sejuk, cahaya matahari pagi yang masuk ke celah batu juga bisa menghasilkan foto yang dramatis.


- Jaga Kebersihan: Karena ini adalah situs yang dilindungi, pastikan nggak mencoret-coret batu atau meninggalkan sampah sekecil apa pun di tempat ini, ya. 



goa-garunggang-sentul-bogor


Goa Garunggang membuktikan bahwa Sentul punya sisi lain yang lebih dari sekadar curug. Tempat ini seperti lukisan alam yang menawarkan ketenangan, keunikan visual, dan pengalaman petualangan yang nggak terlupakan.


Nah, bagi kami sekeluarga, perjalanan ini bukan sekedar olahraga, tapi momen bonding di tengah labirin batu purba. 


Kalau Manteman mencari destinasi trekking di Sentul yang memberikan sensasi berbeda dan ingin merasakan suasana seperti di film petualangan, Goa Garunggang adalah jawabannya.


Jadi, kapan kalian berencana mengajak keluarga mengeksplorasi labirin batu di Goa Garunggang ini? 



Dita Indrihapsari



Bumi Semboja Bogor, Resto Nostalgia di Rumah Nenek

bumi-semboja-bogor


Bogor ngga bisa diam, yaaa! Hal ini terutama dalam kulinernya.. :D Hayo, siapa Manteman yang suka kulineran di Bogor? :D 


Beberapa waktu lalu aku dan temanku, Nia, sempat mencoba menu makanan dan minuman di restoran yang sempat viral di media sosial. Nama restorannya Bumi Semboja. 


Lokasinya nggak terlalu jauh dari Stasiun Bogor. Jaraknya kurang lebih 1,3 km berjalan kaki dengan durasi perjalanan hampir 20 menit. Jadi buat Manteman yang belum pernah ke Bumi Semboja dan mau mampir ke resto ini, bisa banget menghemat ongkos kalau pakai transportasi umum, ya. 


Sebenarnya apa, sih, yang membuat Bumi Semboja ini bisa viral anget? Apa istimewanya restoran ini dan bedanya dengan restoran lain yang ada di Bogor? 


Baiklah, di tulisan kali ini aku mau cerita gimana awalnya aku dan temanku ke Bumi Semboja dan hal menarik yang aku temui di restoran ini. :) 


Baca Juga: Kuliner Legendaris di Pasar Jatinegara



Serunya Kulineran di Bogor Sambil Olahraga 

Suatu hari temanku Nia mengajak untuk kulineran di Bogor. Namun sebelum kulineran kami berkeliling putaran luar Kebun Raya Bogor terlebih dahulu dari Stasiun Bogor. 


Ajakan tersebut nggak aku sia-siakan. Lumayan, kan, jalan pagi setelah anak-anak ke sekolah. Apalagi di Bogor yang sejuk dan di sekitar Kebun Raya pula yang adem banyak pohon. Apalagi setelahnya bakal kulineran… :D 


Beberapa hari sebelumnya kami juga sudah merencanakan akan kulineran di mana. Pilihan jatuh ke suatu tempat makan bakso di pusat kota yang juga viral dan ramai pengunjung. Aku pun memberi ide setelahnya ke Bumi Semboja. 


bumi-semboja-bogor


Aku sempat melihat banyak konten tentang restoran tersebut di media sosial tapi belum pernah sekali pun ke sana. Makanya aku cukup penasaran dengan rasa menu-menu yang ada di Bumi Semboja.


Akhirnya harinya pun tiba. Setelah bertemu di Stasiun Bobor, aku dan Na lanjut jalan kaki santai sepanjang Kebun Raya Bogor lalu ke tempat makan bakso. Dari tempat makan bakso itu kami memutuskan untuk naik ojek online saja menuju Bumi Semboja. 


Barulah setelah dari Bumi Semboja kami jalan kaki lagi ke suatu kedai teh kemudian baru ke Stasiun Bogor untuk pulang ke Depok. 


Boleh dibilang aku semangat banget ngikutin aktivitas ini. :D Sambil nunggu anak-anak sekolah, bisa banyak kegiatan dan makanan enak yang aku cicipi hari ini… Hihihi… Termasuk juga menu nggak biasa yang aku coba di Bumi Semboja… 


Terletak di Jalan Semboja No. 10, Kecamatan Bogor Tengah, restoran ini seolah-olah menjadi mesin waktu. Begitu kami sampai di depan gerbangnya, perasaan asing namun akrab langsung menyeruak. Seolah-olah, kami bukan sedang bertamu ke sebuah restoran, melainkan sedang pulang ke rumah nenek untuk merayakan hari raya.


Baca Juga: Tugu Kunstkring Paleis, Bangunan Bersejarah Kini Jadi Restoran Mewah



Bumi Semboja, Resto di Rumah yang Berusia 100 Tahun Lebih

Berbeda dari restoran masa kini yang desain bangunannya mengusung konsep minimalis sampai industrialis, Bumi Semboja justru berada di bangunan sebuah rumah apik yang kelihatan banget kalau rumah ini tuh udah ada sejak lama. 


Masuk ke dalam restorannya seperti masuk ke rumah teman, saudara  atau mungkin berasa lagi pulang ke rumah sendiri. Hanya saja yang membedakan di bagian depan sudah tampak kursi-kursi yang sudah siap diduduki pengunjung resto. 


Restoran ini menempati sebuah bangunan tua bergaya kolonial, tepatnya dibangun pada tahun 1918 di kawasan Kota Paris, Bogor. Rumah ini memiliki nilai emosional yang mendalam karena telah dihuni oleh keluarga pemiliknya sejak tahun 1950. 


Terinspirasi dari keinginan untuk melestarikan memori masa kecil, Teh Astari sang pendiri Bumi Semboja memutuskan untuk mengubah rumah keluarga ini menjadi tempat usaha kuliner yang resmi dibuka pada akhir Juli 2024.


Di Bumi Semboja, Astari menghadirkan menu-menu andalan yang merupakan warisan turun-temurun. Dua hidangan ikonik yang menjadi primadona adalah Rawon khas Banyuwangi, resep rahasia dari nenek pihak ayah sejak tahun 1970 dan Soto Kikil Daging yang selalu menjadi hidangan wajib keluarga setiap hari raya Lebaran.


Meski kental dengan tradisi makanan tradisional khas keluarga, restoran ini tetap berinovasi dengan memadukan cita rasa lokal dan sentuhan modern melalui menu kreatif seperti Bubur Lintas Negara dan Ubi Crème Brulée.


bagian-dalam-restoran-bumi-semboja-bogor


Di Bumi Semboja, aku dan temanku memutuskan untuk duduk di bagian teras depan. Sebelum makanan tiba aku ingin ke toilet dan alhasil aku pun melihat bagian dalam rumah ini. 


Jadi, pengunjung bisa memilih duduk di bagian dalam rumah atau di luar, ya. Di bagian dalam ada juga meja kursi yang di setiap sudutnya berbeda-beda. Misalnya di bagian ruang tamu ada kursi dan ada juga yang lesehan. Di satu ruangan ada juga meja kursi dengan empuk berlapis jok hitam. 


Makin ke dalam rumah aku juga melihat satu ruangan besar dengan sofa-sofa besar. Entah ini hanya bisa dipakai keluarga atau memang bisa dipakai tamu. Rasanya, sih, bis juga ditempati tamu-tamu.


Nah, toiletnya ada di dekat ruangan bersofa besar tadi. Toiletnya pun seperti toilet rumah kebanyakan. Jadi rasanya memang homey banget ada di Bumi Semboja. 


Saat ke toilet ini jugalah aku sempat melihat bagian dapurnya. Sepertinya beberapa pekerja sedang menyiapkan nasi kotak karena aku melihat banyak kardus kotak yang disusun di sana. 


Oiya, di bagian garasi pun diubah menjadi tempat makan, ya. Ada deretan meja kursi di sana. Kasirnya pun ada di bagian ini. 


Bumi Semboja, tuh, jadi semacam contoh juga buat kita yang mungkin ada rencana untuk membuka restoran di rumah sendiri atau rumah peninggalan orang tua. Meski di bagian dalamnya nggak pakai gaya desain interior tertentu, nggak ada keseragaman, tapi justru itulah yang membuatnya menarik dan jadi berasa rumah banget. :) 


Baca Juga: Buku Tradisi Makan Siang Indonesia, Khazanah Ragam dan Penyajiannya



Menu Spesial di Bumi Semboja

Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, menu andalan di Bumi Semboja adalah menu turun temurun keluarga, Rawon dan Soto Kikil. Namun karena rasanya masih kenyang karena makan bakso sebelumnya, aku dan Nia pun hanya memesan Bubur Lintas Negara dan Ubi Creme Brulee saja. Menu-menu tersebut kami bagi dua. :) 


Bubur Lintas Negara

Menu ini sangat unik. Buburnya lembut, namun yang membuatnya istimewa adalah topping-nya yang melimpah ruah. Ada irisan crispy kailan yang memberikan tekstur renyah, cakwe, ayam, hingga taburan katsuobushi (cakalang serut khas Jepang). Nggak heran kan kalau namanya Bubur Lintas Negara...

Rasanya? Ada rasa gurih, segar, dan terasa juga bumbu-bumbu aromatiknya. Jarang-jarang, nih, aku makan bubur tipe kayak gini. Selain ayam, Bubur lintas Negara ini juga ada yang topping udang, tuna, sei sapi, dan kombinasi diantaranya. 


bubur-lintas-negara-bumi-semboja-bogor


Ubi Creme Brulee

Jujur aja salah satu tujuanku ke Bumi Semboja adalah untuk mencoba Ubi Creme Brulee. Menu ini berupa ubi cilembu dengan cream custard dan gula yang di-torch hingga menghasilkan karamel. Toppingnya juga ditambah butter dan stroberi.


Begitu mencoba suapan pertama, aku langsung suka. Enak bangeeeet! Ada rasa manis yang nggak berlebihan karena diimbangi dengan custard dan butternya. Wah, kalau ke Bumi Semboja lagi aku mau banget pesan menu ini lagi… :D 


ubi-creme-brulee-bumi-semboja-bogor


Berikut untuk daftar menu makanan dan dessert yang ada di Bumi Samboja beserta hargaya, ya:


daftar-menu-bumi-semboja-bogor

daftar-menu-bumi-semboja-bogor

daftar-menu-bumi-semboja-bogor



Nah, untuk minumnya, temanku memesan Summertime Blues Latte, sedangkan aku memesan Strawberry Matcha Latte. Jujurly, aku memesan ini karena tampilan dan warnanya yang menarik banget. :D 


minuman-matcha-bumi-semboja-bogor


Namun begitu mencobanya, rasanya enaaaak, seh. Matchanya berasa, dan pas banget dipadukan sama strawberry. Manisnya juga nggak berlebihan… Kalau Manteman ke sini, aku bakal rekomendasiin minuman ini buat jadi salah satu menu yang kalian pesan… :) 


Untuk daftar menu minumannya ada di bawah ini, yaa:


daftar-menu-bumi-semboja-bogor

daftar-menu-bumi-semboja-bogor


Baca Juga: Menjelajahi Sejarah Bogor di Galeri Bumi Parawira Bogor



Lebih dari Sekadar Rasa, Ini Tentang Cerita

Sambil menikmati makanan yang dibagi dua, kami menghabiskan waktu untuk mengobrol. Saat aku dan temanku di sana juga ada dua atau tiga meja lainnya juga yang diisi tamu dan sedang menikmati sajian pesanannya. 


Tak lupa aku dan temanku juga mengambil dokumentasi di Bumi Semboja dan berfoto di depan dekorasi bunga-bunga yang estetik.. :)


bumi-semboja-bogor


Di tengah gempuran kafe-kafe modern dengan konsep minimalis dan industrial, Bumi Semboja hadir seperti oase yang menawarkan kehangatan seperti di rumah sendiri. 


Restoran ini, tuh, seperti ngasih tahu ke kita kalau kemewahan bukan hanya dapat dilihat dari sisi modern, melainkan juga pada kemampuan sebuah tempat untuk membangkitkan kenangan dan bisa menyatukan orang-orang melalui rasa yang autentik.


bumi-semboja-bogor


Karena mampir dan mencicipi menu di Bumi Semboja, aku jadi ngerasa kalau perjalanan ke Bogor kali ini bukan sekadar perjalanan kuliner tapi seperti perjalanan pulang. 


Pulang ke cita rasa masakan orang yang kita sayang, pulang ke rumah eyang yang penuh kasih, dan sebenarnya seperti pulang ke akar budaya kita yang ternyata sangat kaya. :) 


Selamat bernostalgia!



Bumi Semboja

Jl. Semboja No. 10, Kb. Klp., Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor

11.00 - 21.00 WIB (Senin Libur)

Instagram: @bumisemboja



Tips Olahraga Saat Puasa Untuk Menjaga Tubuh Tetap Bugar

tips-olahraga-saat-puasa-untuk-menjaga-tubuh-tetap-bugar


Banyak orang ragu untuk tetap aktif bergerak selama bulan Ramadan karena takut merasa haus atau kelelahan. Padahal, menjaga aktivitas fisik sangat penting untuk kebugaran tubuh dan memastikan metabolisme tetap bekerja optimal.


Lantas, bagaimana cara mengatur jadwal dan jenis latihan yang tepat? Simak panduan tips olahraga saat puasa berikut ini agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap segar.


1. Pilih Waktu yang Paling Aman

Waktu adalah kunci. Ada dua opsi waktu terbaik yang bisa kamu pilih sesuai dengan ritme tubuhmu:


- Sore Hari Menjelang Buka: Lakukan olahraga sekitar 30–60 menit sebelum azan Magrib. Keuntungannya, saat kamu mulai merasa haus, waktu berbuka sudah dekat. Namun, pastikan intensitasnya sangat ringan.


- Setelah Berbuka Puasa: Ini adalah waktu paling ideal secara medis. Setelah perut terisi dan hidrasi tercukupi, tubuh memiliki bahan bakar untuk bergerak. Melakukan olahraga 2–3 jam setelah makan berat akan membuat performamu lebih maksimal.



2. Pilih Intensitas Ringan hingga Sedang

Saat puasa, cadangan glikogen (energi) dalam tubuh terbatas. Memaksakan angkat beban berat atau lari maraton hanya akan memicu stres berlebihan pada tubuh.


Pilihlah jenis olahraga low impact seperti jalan santai, yoga, atau berenang. Olahraga jenis ini membantu menjaga kelenturan otot dan sirkulasi darah tanpa menguras habis sisa energi yang kamu simpan untuk beribadah di malam hari.



3. Durasi Pendek tapi Konsisten

Prinsip olahraga saat puasa adalah maintenance, bukan pembentukan otot yang masif atau penurunan berat badan yang drastis. Cukup luangkan waktu 20–30 menit saja. Fokuslah pada kualitas gerakan dan konsistensi. Lebih baik rutin bergerak 20 menit setiap dua hari sekali daripada sekali olahraga selama 2 jam lalu jatuh sakit keesokan harinya.



4. Kenali Tanda Tubuh Harus Berhenti

Sangat penting untuk memiliki self-awareness. Olahraga di bulan puasa tujuannya adalah sehat, bukan ajang pembuktian kekuatan. Jika di tengah sesi kamu merasa:

- Pusing atau pandangan berkunang-kunang.

- Mual yang nggak tertahankan.

- Keringat dingin atau jantung berdebar kencang.


Segera berhenti dan istirahat. Jangan memaksakan diri jika kondisi fisik memang sedang enggak mendukung.



Olahraga Nyaman di Khodijah Muslimah Center Depok

Bagi para muslimah yang ingin tetap aktif namun tetap menjaga privasi dan kenyamanan selama Ramadan, memilih tempat olahraga yang tepat adalah solusinya. Olahraga beberapa jam setelah buka puasa bisa jadi pilihan paling nyaman karena energi sudah kembali pulih.


Salah satu rekomendasi tempat terbaik adalah Kolam Renang Khodijah Muslimah Center yang berlokasi di Mal Depok Town Square (DETOS). Menariknya, selama bulan Ramadan, tempat ini tetap buka hingga jam 9 malam.


Bukan hanya berenang, kamu juga bisa mengikuti berbagai kelas seru seperti:

- Aquarobik: Aerobik di dalam air yang sangat minim risiko cedera sendi namun efektif membakar kalori.

- Zumba & Fitness: Gerakan dinamis yang tetap bisa disesuaikan intensitasnya agar tubuh tetap bugar dan segar.


Dengan fasilitas yang ramah muslimah dan waktu operasional yang fleksibel, tidak ada lagi alasan untuk melewatkan jadwal olahraga. Yuk, tetap aktif dan jaga kebugaranmu meski sedang berpuasa. Badan sehat, ibadah pun semakin semangat!



Dita Indrihapsari


Contact Form

Name

Email *

Message *