Bogor ngga bisa diam, yaaa! Hal ini terutama dalam kulinernya.. :D Hayo, siapa Manteman yang suka kulineran di Bogor? :D
Beberapa waktu lalu aku dan temanku, Nia, sempat mencoba menu makanan dan minuman di restoran yang sempat viral di media sosial. Nama restorannya Bumi Semboja.
Lokasinya nggak terlalu jauh dari Stasiun Bogor. Jaraknya kurang lebih 1,3 km berjalan kaki dengan durasi perjalanan hampir 20 menit. Jadi buat Manteman yang belum pernah ke Bumi Semboja dan mau mampir ke resto ini, bisa banget menghemat ongkos kalau pakai transportasi umum, ya.
Sebenarnya apa, sih, yang membuat Bumi Semboja ini bisa viral anget? Apa istimewanya restoran ini dan bedanya dengan restoran lain yang ada di Bogor?
Baiklah, di tulisan kali ini aku mau cerita gimana awalnya aku dan temanku ke Bumi Semboja dan hal menarik yang aku temui di restoran ini. :)
Baca Juga: Kuliner Legendaris di Pasar Jatinegara
Serunya Kulineran di Bogor Sambil Olahraga
Suatu hari temanku Nia mengajak untuk kulineran di Bogor. Namun sebelum kulineran kami berkeliling putaran luar Kebun Raya Bogor terlebih dahulu dari Stasiun Bogor.
Ajakan tersebut nggak aku sia-siakan. Lumayan, kan, jalan pagi setelah anak-anak ke sekolah. Apalagi di Bogor yang sejuk dan di sekitar Kebun Raya pula yang adem banyak pohon. Apalagi setelahnya bakal kulineran… :D
Beberapa hari sebelumnya kami juga sudah merencanakan akan kulineran di mana. Pilihan jatuh ke suatu tempat makan bakso di pusat kota yang juga viral dan ramai pengunjung. Aku pun memberi ide setelahnya ke Bumi Semboja.
Aku sempat melihat banyak konten tentang restoran tersebut di media sosial tapi belum pernah sekali pun ke sana. Makanya aku cukup penasaran dengan rasa menu-menu yang ada di Bumi Semboja.
Akhirnya harinya pun tiba. Setelah bertemu di Stasiun Bobor, aku dan Na lanjut jalan kaki santai sepanjang Kebun Raya Bogor lalu ke tempat makan bakso. Dari tempat makan bakso itu kami memutuskan untuk naik ojek online saja menuju Bumi Semboja.
Barulah setelah dari Bumi Semboja kami jalan kaki lagi ke suatu kedai teh kemudian baru ke Stasiun Bogor untuk pulang ke Depok.
Boleh dibilang aku semangat banget ngikutin aktivitas ini. :D Sambil nunggu anak-anak sekolah, bisa banyak kegiatan dan makanan enak yang aku cicipi hari ini… Hihihi… Termasuk juga menu nggak biasa yang aku coba di Bumi Semboja…
Terletak di Jalan Semboja No. 10, Kecamatan Bogor Tengah, restoran ini seolah-olah menjadi mesin waktu. Begitu kami sampai di depan gerbangnya, perasaan asing namun akrab langsung menyeruak. Seolah-olah, kami bukan sedang bertamu ke sebuah restoran, melainkan sedang pulang ke rumah nenek untuk merayakan hari raya.
Baca Juga: Tugu Kunstkring Paleis, Bangunan Bersejarah Kini Jadi Restoran Mewah
Bumi Semboja, Resto di Rumah yang Berusia 100 Tahun Lebih
Berbeda dari restoran masa kini yang desain bangunannya mengusung konsep minimalis sampai industrialis, Bumi Semboja justru berada di bangunan sebuah rumah apik yang kelihatan banget kalau rumah ini tuh udah ada sejak lama.
Masuk ke dalam restorannya seperti masuk ke rumah teman, saudara atau mungkin berasa lagi pulang ke rumah sendiri. Hanya saja yang membedakan di bagian depan sudah tampak kursi-kursi yang sudah siap diduduki pengunjung resto.
Restoran ini menempati sebuah bangunan tua bergaya kolonial, tepatnya dibangun pada tahun 1918 di kawasan Kota Paris, Bogor. Rumah ini memiliki nilai emosional yang mendalam karena telah dihuni oleh keluarga pemiliknya sejak tahun 1950.
Terinspirasi dari keinginan untuk melestarikan memori masa kecil, Teh Astari sang pendiri Bumi Semboja memutuskan untuk mengubah rumah keluarga ini menjadi tempat usaha kuliner yang resmi dibuka pada akhir Juli 2024.
Di Bumi Semboja, Astari menghadirkan menu-menu andalan yang merupakan warisan turun-temurun. Dua hidangan ikonik yang menjadi primadona adalah Rawon khas Banyuwangi, resep rahasia dari nenek pihak ayah sejak tahun 1970 dan Soto Kikil Daging yang selalu menjadi hidangan wajib keluarga setiap hari raya Lebaran.
Meski kental dengan tradisi makanan tradisional khas keluarga, restoran ini tetap berinovasi dengan memadukan cita rasa lokal dan sentuhan modern melalui menu kreatif seperti Bubur Lintas Negara dan Ubi Crème Brulée.
Di Bumi Semboja, aku dan temanku memutuskan untuk duduk di bagian teras depan. Sebelum makanan tiba aku ingin ke toilet dan alhasil aku pun melihat bagian dalam rumah ini.
Jadi, pengunjung bisa memilih duduk di bagian dalam rumah atau di luar, ya. Di bagian dalam ada juga meja kursi yang di setiap sudutnya berbeda-beda. Misalnya di bagian ruang tamu ada kursi dan ada juga yang lesehan. Di satu ruangan ada juga meja kursi dengan empuk berlapis jok hitam.
Makin ke dalam rumah aku juga melihat satu ruangan besar dengan sofa-sofa besar. Entah ini hanya bisa dipakai keluarga atau memang bisa dipakai tamu. Rasanya, sih, bis juga ditempati tamu-tamu.
Nah, toiletnya ada di dekat ruangan bersofa besar tadi. Toiletnya pun seperti toilet rumah kebanyakan. Jadi rasanya memang homey banget ada di Bumi Semboja.
Saat ke toilet ini jugalah aku sempat melihat bagian dapurnya. Sepertinya beberapa pekerja sedang menyiapkan nasi kotak karena aku melihat banyak kardus kotak yang disusun di sana.
Oiya, di bagian garasi pun diubah menjadi tempat makan, ya. Ada deretan meja kursi di sana. Kasirnya pun ada di bagian ini.
Bumi Semboja, tuh, jadi semacam contoh juga buat kita yang mungkin ada rencana untuk membuka restoran di rumah sendiri atau rumah peninggalan orang tua. Meski di bagian dalamnya nggak pakai gaya desain interior tertentu, nggak ada keseragaman, tapi justru itulah yang membuatnya menarik dan jadi berasa rumah banget. :)
Baca Juga: Buku Tradisi Makan Siang Indonesia, Khazanah Ragam dan Penyajiannya
Menu Spesial di Bumi Semboja
Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, menu andalan di Bumi Semboja adalah menu turun temurun keluarga, Rawon dan Soto Kikil. Namun karena rasanya masih kenyang karena makan bakso sebelumnya, aku dan Nia pun hanya memesan Bubur Lintas Negara dan Ubi Creme Brulee saja. Menu-menu tersebut kami bagi dua. :)
Bubur Lintas Negara
Menu ini sangat unik. Buburnya lembut, namun yang membuatnya istimewa adalah topping-nya yang melimpah ruah. Ada irisan crispy kailan yang memberikan tekstur renyah, cakwe, ayam, hingga taburan katsuobushi (cakalang serut khas Jepang). Nggak heran kan kalau namanya Bubur Lintas Negara...
Rasanya? Ada rasa gurih, segar, dan terasa juga bumbu-bumbu aromatiknya. Jarang-jarang, nih, aku makan bubur tipe kayak gini. Selain ayam, Bubur lintas Negara ini juga ada yang topping udang, tuna, sei sapi, dan kombinasi diantaranya.
Ubi Creme Brulee
Jujur aja salah satu tujuanku ke Bumi Semboja adalah untuk mencoba Ubi Creme Brulee. Menu ini berupa ubi cilembu dengan cream custard dan gula yang di-torch hingga menghasilkan karamel. Toppingnya juga ditambah butter dan stroberi.
Begitu mencoba suapan pertama, aku langsung suka. Enak bangeeeet! Ada rasa manis yang nggak berlebihan karena diimbangi dengan custard dan butternya. Wah, kalau ke Bumi Semboja lagi aku mau banget pesan menu ini lagi… :D
Berikut untuk daftar menu makanan dan dessert yang ada di Bumi Samboja beserta hargaya, ya:
Nah, untuk minumnya, temanku memesan Summertime Blues Latte, sedangkan aku memesan Strawberry Matcha Latte. Jujurly, aku memesan ini karena tampilan dan warnanya yang menarik banget. :D
Namun begitu mencobanya, rasanya enaaaak, seh. Matchanya berasa, dan pas banget dipadukan sama strawberry. Manisnya juga nggak berlebihan… Kalau Manteman ke sini, aku bakal rekomendasiin minuman ini buat jadi salah satu menu yang kalian pesan… :)
Untuk daftar menu minumannya ada di bawah ini, yaa:
Baca Juga: Menjelajahi Sejarah Bogor di Galeri Bumi Parawira Bogor
Lebih dari Sekadar Rasa, Ini Tentang Cerita
Sambil menikmati makanan yang dibagi dua, kami menghabiskan waktu untuk mengobrol. Saat aku dan temanku di sana juga ada dua atau tiga meja lainnya juga yang diisi tamu dan sedang menikmati sajian pesanannya.
Tak lupa aku dan temanku juga mengambil dokumentasi di Bumi Semboja dan berfoto di depan dekorasi bunga-bunga yang estetik.. :)
Di tengah gempuran kafe-kafe modern dengan konsep minimalis dan industrial, Bumi Semboja hadir seperti oase yang menawarkan kehangatan seperti di rumah sendiri.
Restoran ini, tuh, seperti ngasih tahu ke kita kalau kemewahan bukan hanya dapat dilihat dari sisi modern, melainkan juga pada kemampuan sebuah tempat untuk membangkitkan kenangan dan bisa menyatukan orang-orang melalui rasa yang autentik.
Karena mampir dan mencicipi menu di Bumi Semboja, aku jadi ngerasa kalau perjalanan ke Bogor kali ini bukan sekadar perjalanan kuliner tapi seperti perjalanan pulang.
Pulang ke cita rasa masakan orang yang kita sayang, pulang ke rumah eyang yang penuh kasih, dan sebenarnya seperti pulang ke akar budaya kita yang ternyata sangat kaya. :)
Selamat bernostalgia!
Bumi Semboja
Jl. Semboja No. 10, Kb. Klp., Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
11.00 - 21.00 WIB (Senin Libur)
Instagram: @bumisemboja













No comments