Pengalaman Pertama Naik Mikrotrans Jakarta, Gratis dan Mudah!



Mateman ada yang sudah pernah naik Mikrotrans Jakarta ? :D 


Jujur aja, meskipun sudah beberapa kali menggunakan transportasi umum seperti KRL, aku belum pernah sekalipun naik Mikrotrans. Selama ini aku selalu ngira kalau transportasi ini, tuh, cukup membingungkan karena rutenya banyak dan cara menggunakannya pun belum kupahami. 


Nah, pengalaman pertamaku naik Mikrotrans justru terjadi secara nggak sengaja saat pulang dari acara journaling bersama dua temanku, Isti dan Ciwul, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. 


Siapa sangka, perjalanan pulang yang awalnya hanya ingin kembali ke Stasiun Cikini dengan jalan kaki malah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka mataku tentang betapa mudahnya menggunakan transportasi umum di Jakarta. 


Beruntunglah wahai kalian warga Jakartaaaaa. Sebagai warga Depok, aku iri, aku bilang… :D 



Berangkat ke Cikini Naik KRL

Hari itu kami berencana untuk journaling bareng di Senyawa+ Space yang ada di Jalan Raden Saleh, Cikini. Kami  berangkat dari Stasiun Depok Baru menggunakan KRL menuju Stasiun Cikini. 


Dari Stasiun Cikini, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Senyawa+ Space.


Jaraknya memang masih memungkinkan untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Sambil mengobrol, kami menikmati suasana kawasan Cikini yang selalu ramai. 


Sebenarnya sempat kepikiran untuk ke sana dari Stasiun Cikini dengan naik taksi online. Tapi begitu melihat rutenya yang memutar, akhirnya kami memutuskan untuk jalan kaki ajalah, sekalian bakar kalori. :D 



Mengenal Senyawa+ Space, Tempat Journaling yang Seru!

Sesampainya di Senyawa+ Space, aku langsung paham kenapa tempat ini cukup sering muncul di media sosial. Yap, aku juga tahunya tempat ini dari temanku dan video-video yang ada di Instagram serta TikTok. 


Senyawa+ Space bukan hanya sebuah working space biasa. Tempat ini jadi ruang kreatif yang mempertemukan berbagai komunitas, pekerja kreatif, ilustrator lokal, hingga para pecinta seni.


Area di dalamnya cukup luas dengan konsep industrial yang dipadukan sentuhan modern. Banyak sudut yang nyaman untuk bekerja menggunakan laptop, diskusi,baca buku, atau sekadar menikmati suasana yang tenang.


Hal yang paling menarik perhatianku adalah adanya area yang menampilkan berbagai karya ilustrator dan kreator lokal. Mulai dari art print, stiker, postcard, notebook, hingga berbagai merchandise unik dipajang dengan sangat menarik. Rasanya seperti masuk ke toko kecil yang dipenuhi karya seni. Setiap lihat karyanya, tuh, aku selalu bilang “iiiihh lucu, iiih gemes banget!” Jadi pingin punya semuanyaaaa! :D 


Nah, dii dalam Senyawa+ Space ini juga terdapat Saharsa Coffee, sebuah coffee shop yang menjadi tempat favorit banyak pengunjung untuk menikmati kopi sambil bekerja ataupun ngobrol santai.


Seperti yang aku bilang, agenda utama kami hari itu adalah journaling. Beberapa jam kami habiskan dengan menulis di journal masing-masing sambil sesekali mengobrol dan bertukar cerita. Tentunya juga sambil melihat stiker-stiker lucu yang kami beli juga di sana dan juga menegak minuman masing-masing yang kami beli di Saharsa Coffee.



Rencana Pulang yang Berubah Mendadak

Karena nggak bisa terlalu lama di sana (maklum anak-anak sudah mau pulang sekolah), kami pun memutuskan untuk segera kembali ke Depok. Nah, awalnya kami berniat mengulang rute saat datang, yaitu berjalan kaki menuju Stasiun Cikini.


Namun, nggak lama setelah keluar dari Senyawa+ Space, sebuah Mikrotrans terlihat dari kejauhan. Kami bertiga saling berpandangan beberapa detik. Rasanya, tuh, kayak sama-sama punya pikiran “Guys, kita mesti coba, nih, naik Mikrotrans. Siapa tahu lewat depan Stasiun Cikini!” :D 


Dan benar saja, ketika MIkrotrans makin dekat dan berhenti tepat di depan kami, kami pun langsung naik setelah tahu kalau Mikrotrans ini juga berhenti di depan Stasiun Cikini. 


Dan di situlah pengalaman pertamaku naik Mikrotrans dimulai.



Pengalaman Pertama Naik Mikrotrans

Begitu masuk ke dalam kendaraan, aku ngerasanya kami masih sedikit bingung. Wajar, sih, soalnya, kan ini pertama kali aku dan teman-teman naik Mikrotrans.


Nah, aku memang sudah membawa kartu e-money, tetapi belum tahu kapan harus melakukan tap kartu. Karena masih sama-sama kebingungan, kami langsung duduk terlebih dahulu.


Untungnya, penumpang lain yang berada di dalam Mikrotrans dengan memberi tahu kalau bisa langsung tap pas masuk. Setelah duduk pun nggak masalah untuk tap kartunya. 


Kartu e-money ditempelkan pada mesin yang tersedia di dalam Mikrotrans. Penumpang pun ngasih tahu kalau pas turun kartu e-money di-tap kembali. Ternyata caranya sangat mudah, ya. 


Aku pun ngerasa senang karena ternyata penumpang lain juga sangat membantu kami yang baru pertama kali menggunakan Mikrotrans. :D 





Selama perjalanan, kami juga sempat ngobrol sebentar dengan seorang ibu yang duduknya di dekat kami.


Beliau baru saja berobat dari RSCM dan hendak menuju Stasiun Cikini untuk melanjutkan perjalanan pulang menggunakan kereta. Menurutku, momen singkat seperti ini justru membuat perjalanan terasa hangat. :)



Ternyata Naik Mikrotrans Gratis!

Hal yang paling membuatku kagum adalah ketika mengetahui bahwa tarif Mikrotrans adalah Rp0 alias gratis.


Tentu saja ada syaratnya. Penumpang tetap harus melakukan tap kartu uang elektronik saat naik dan kembali melakukan tap saat turun dari kendaraan.


Jadi meskipun nggak ada biaya perjalanan yang dipotong, proses tap tetap wajib dilakukan sebagai bagian dari sistem pencatatan perjalanan. Menurutku ini kebijakan yang sangat membantu masyarakat.


Bayangin saja, warga bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa perlu mengeluarkan ongkos tambahan untuk perjalanan menggunakan Mikrotrans.


Bagi pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat yang setiap hari menggunakan transportasi umum, fasilitas seperti ini tentu sangat meringankan biaya transportasi.



Jakarta dan Transportasi Umumnya yang Semakin Nyaman

Aku benar-benar senang melihat perkembangan transportasi umum di Jakarta. Mulai dari KRL, MRT, LRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans, semuanya saling terhubung dan semakin memudahkan mobilitas masyarakat.


Bahkan bagi orang seperti aku yang dari Depok dan nggak setiap hari beraktivitas di Jakarta, keberadaan transportasi umum ini sangat membantu.


Nggak heran jika kini semakin banyak orang mulai beralih menggunakan transportasi umum. Selain lebih hemat, cara ini juga membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan.


Perjalanan ke Senyawa+ Space yang awalnya hanya ingin menjadi waktu berkualitas bersama teman-teman untuk journaling, ternyata perjalanan pulangnya justru memberikan cerita yang berkesan.


Kalau nanti berkunjung lagi ke Cikini, sepertinya aku nggak akan ragu untuk kembali naik Mikrotrans. Bahkan, sekarang aku jadi penasaran ingin mencoba rute-rute lainnya. :)




Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *