Singgah di Masjid Agung Baitul Faizin, Cibinong, Masjid Megah di Kompleks Pemda Bogor



Hari itu jadwal kami cukup padat. Aku dan suami menemani anak kami lomba angklung di auditorium Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Begitu lomba selesai, hal pertama yang kami cari adalah tempat sholat karena sudah masuk waktu sholat dzuhur. 


Kebetulan, masjid terdekat dari gedung tempat lomba berlangsung adalah Masjid Agung Baitul Faizin. Buat aku dan keluarga, ini juga jadi kesempatan baru karena kami memang senang mencoba sholat di masjid-masjid yang belum pernah kami kunjungi setiap kali sedang bepergian. :) Jadilah siang itu jadi pengalaman pertama kami sholat di Masjid Agung Baitul Faizin, Cibinong, Bogor.



Lokasi Masjid Agung Baitul Faizin

Masjid Agung Baitul Faizin berada di area Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Posisinya menyatu dengan kawasan perkantoran pemerintahan, jadi harus masuk dulu ke area kompleks Pemda sebelum sampai ke gerbang masjid.


Jujur, aku sempat kaget begitu masuk. Nggak nyangka, sih, masjidnya sebesar itu, dengan bagian dalam yang juga luas banget. Dari luar terlihat megah, begitu masuk ke dalam, kesan luasnya makin terasa.


Kalau soal akses masuk, kendaraan bisa masuk lewat gerbang kompleks Pemda, lalu langsung menuju area parkir yang ada di depan atau samping masjid. Nah, ini yang agak bikin aku bingung. Selama di sana, aku cuma melihat mobil yang parkir di area parkir masjid. Aku nggak sempat melihat di mana letak parkir khusus motor dan sejauh ini aku juga belum berhasil menemukan informasi resmi soal titik parkir motor di kawasan ini. 


Jadi kalau Manteman berencana ke sini naik motor, ada baiknya bertanya langsung ke petugas atau satpam di gerbang kompleks begitu sampai, supaya nggak salah parkir atau malah kejauhan jalan kaki dari tempat parkir ke masjid, ya.



Fasilitas Tempat Wudhu dan Toilet

Begitu sampai, aku langsung masuk dan naik ke bagian atas masjid untuk sholat. Baru belakangan aku sadar kalau ruang wudhu dan toilet itu ada di lantai dasar, bukan di lantai yang sama dengan ruang sholat utama.


Tempat wudhunya sendiri cukup luas, dengan banyak keran air yang tersedia sehingga sepertinya nggak perlu antre lama meskipun sedang ramai. Kebetulan pas aku di sana lagi sepi, ruang wudhu pun kosong. 


Sayangnya, kondisi lantainya agak kotor saat aku ke sana, dan aku juga nggak melihat ada petugas jaga perempuan di area wudhu tersebut. Toiletnya pun menurutku kurang bersih. Sayang banget karena dari segi ukuran dan fasilitas sebenarnya sudah cukup memadai. Semoga kedepannya kebersihannya bisa lebih diperhatikan lagi, apalagi masjid ini kan levelnya masjid agung di kompleks pemerintahan kabupaten, ya.


Oiya, untuk menuju area wudhu, Manteman juga harus menuruni cukup banyak anak tangga dari ruang sholat utama. Awalnya aku sempat berpikir masjid ini kurang ramah untuk lansia dan penyandang disabilitas. Tapi ternyata dugaanku salah! Di masjid ini juga tersedia toilet dan tempat wudhu khusus untuk lansia dan disabilitas, jadi kebutuhan mereka bisa tetap terakomodasi.


Meski begitu, kalau membawa anak-anak, tetap perlu ekstra hati-hati, ya, karena tangganya cukup banyak dan curam di beberapa titik.



Area Sholat Masjid

Setelah beres wudhu, aku naik lagi ke area sholat khusus perempuan. Nah, sebelum masuk ke tempat sholat, aku sempat memperhatikan ada bedug berukuran besar di lantai atas masjid dengan ukiran nama masjid di bagian atas bedug.


Nah, secara keseluruhan, sih, area sholat di masjid ini memang sangat luas. Langit-langitnya tinggi dan begitu berdiri di dalamnya, kesan juga megah langsung terasa.


Tapi ada satu hal yang menurutku agak disayangkan. Ruang sholat khusus perempuan terasa cukup sempit dibandingkan area sholat laki-laki. Aku jadi bertanya-tanya, kenapa proporsinya bisa sejomplang itu. 


Aku paham, sih, jamaah laki-laki memang lebih diutamakan untuk sholat berjamaah di dalam masjid. Tapi rasanya banyak masjid besar di Indonesia punya pola yang sama, sehingga hal ini jadi semacam pertanyaan yang berulang setiap kali aku mampir ke masjid baru. :)


Terlepas dari itu, area sholat perempuannya terlihat rapi. Saat aku di sana, ada beberapa jamaah perempuan lain yang juga sedang sholat, bahkan ada yang memanfaatkan waktu untuk istirahat sejenak di dalam masjid. Di salah satu sisi dinding juga tersedia mukena yang digantung untuk dipinjam pengunjung. Karena aku bawa mukena sendiri, jadi aku nggak mencoba fasilitas mukena yang disediakan di sana.



Suasana di Sekitar Masjid

Nah, bagian ini yang paling bikin aku excited. Begitu keluar dari masjid dan melihat area depannya, ternyata ada taman atau ruang terbuka publik yang cukup luas di sana. Meski waktu itu tengah hari, pas jam Dzuhur yang biasanya panas terik, tetap aja ada orang yang berlalu-lalang di taman ini. 


Aku bahkan sempat melihat ada yang asyik main sepatu roda (inline skate) dan beberapa orang lain yang santai duduk-duduk menikmati suasana.


Yang paling menarik perhatianku adalah sebuah bangunan mirip tugu berbentuk bulan sabit di area depan masjid. Bentuknya cantik dan di bagian bawahnya ada tulisan nama-nama tempat lengkap dengan keterangan jarak dalam kilometer. 


Sepertinya itu menunjukkan jarak dari masjid atau tugu ini ke kota-kota atau tempat-tempat yang tertulis. Sayangnya aku belum sempat menelusuri lebih detail konsep atau makna di balik tugu ini, jadi kalau ada yang tahu lebih lanjut, boleh banget cerita di kolom komentar, yaaa. :D


Satu lagi yang bikin suasana sekitar masjid ini hidup adalah keberadaan beberapa lapak UMKM di salah satu sisi bangunan. Ada yang jual bakso, siomay, dan berbagai jajanan lainnya. 


Nggak heran, saat aku ke sana di akhir pekan, suasana di sekitar masjid jadi lumayan ramai berkat kehadiran para pedagang ini. Rasanya jadi lebih hidup, karena orang-orang nggak cuma datang untuk sholat, tapi juga menikmati ruang publik di sekitarnya.



Buat sebuah masjid yang berada di dalam kompleks perkantoran pemerintahan, Masjid Agung Baitul Faizin ini ternyata oke juga, lho. Ada taman terbuka yang ramah untuk publik, ada jajanan UMKM, dan bangunan masjidnya sendiri megah dengan area sholat yang luas. 


Meski ada beberapa catatan soal kebersihan fasilitas wudhu dan toilet, ya, secara keseluruhan ini jadi pengalaman sholat perdana yang cukup berkesan buat aku dan keluarga.


Masjid ini buka 24 jam dan terbuka juga untuk para musafir. Bagi yang butuh tempat istirahat dari perjalnana jauh bisa banget ke masjid ini dan memanfaatkan ruang yang ada di dalam masjid. 


Kalau Manteman muslim yang kebetulan lagi ada urusan di kawasan Pemda Cibinong atau sekadar lewat di Jalan Tegar Beriman, nggak ada salahnya mampir sholat di sini sambil menikmati suasana taman depannya. 


Siapa tahu Manteman juga penasaran sama tugu bulan sabit dan bedug besar yang aku ceritakan tadi! 😀



Dita Indrihapsari




 


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *