7 Kuliner Khas Makassar yang Wajib Dicoba



Beberapa tahun lalu, aku pernah berkunjung ke Makassar bersama keluarga. Waktu itu, anak-anak masih kecil banget dan tujuan perjalanan kami sebenarnya untuk mengikuti outing kantor suami. Jadi, kesempatan untuk menjelajahi kota dan berburu kuliner khasnya memang belum terlalu banyak. Yap, soalnya kami mengikuti jadwal rundown yang sudah ada kan. 


Nah, kalau nggak salah ingat, saat di Makassar itu aku sempat mencicipi Coto Makassar. Sayangnya, aku pun kayak sudah nggak terlalu ingat detail pengalaman makannya. Hehe… :D


Untungnya, sekarang kalau mau makan kuliner khas Makassar, aku nggak mesti pergi jauh-jauh ke sana. :D Di Depok, ada restoran yang menyajikan aneka makanan khas Makassar dan bisa menjadi pilihan saat ingin mencicipi kuliner dari daerah tersebut.


Sebelum bercerita lebih jauh tentang tempat makan itu, yuk, kenalan dulu dengan beberapa kuliner khas Makassar yang menarik untuk dicoba!



1. Coto Makassar

Kalau nyebut kuliner khas Makassar, bisa jadi, nih, Coto Makassar yang paling pertama terlintas di pikiran. Gimana, nggak, soalnya dari namanya aja, kan, memakai nama kota itu, ya… :) 


Coto Makassar merupakan hidangan berkuah dengan bahan utama daging sapi dan bisa dilengkapi jeroan. Salah satu ciri khasnya adalah kuah berwarna kecokelatan dengan rasa gurih dan aroma rempah yang kuat.


Kalau yang aku baca dari referensi, kuahnya dibuat menggunakan berbagai bumbu, termasuk kacang tanah yang dihaluskan hingga menghasilkan tekstur yang khas.


Biasanya, nih, Coto Makassar disantap bersama buras atau ketupat sebagai pengganti nasi. Perpaduan kuah gurih, potongan daging, dan buras membuat hidangan ini cocok dinikmati saat sarapan maupun makan siang.


Aku sendiri pernah mencicipi Coto Makassar saat berkunjung ke Makassar. Belakangan, aku juga kembali mencicipinya ketika makan bersama suami di sebuah restoran khas Makassar di Depok yang tadi aku sebut di atas… :D



2. Sop Konro dan Konro Bakar

Selain coto, ada sop konro yang juga terkenal sebagai kuliner khas Makassar.


Makanan ini menggunakan iga sapi sebagai bahan utama. Kuahnya memiliki warna cokelat gelap. Aroma rempahnya kuat, rasanya gurih yang agak beda dari sup daging pada umumnya.


Warna gelap kuah konro berasal dari penggunaan kluwak/kluwek. Buat Manteman pencinta rawon pasti udah nggak asing, kan, ya sama nama bumbu ini.  Yap, kluwek dipakai juga untuk membuat rawon sehingga warna kuahnya hitam. 


Nah, buat Manteman yang lebih suka makanan dengan tekstur sedikit kering, ada juga konro bakar. Iga sapi dimasak terlebih dahulu hingga empuk, kemudian dibakar dengan bumbu hingga aromanya semakin menggugah selera. 


Duh, pas nulis ini aku, tuh, jadi pingin banget rasanya makan konro bakar. Kebayang enaknya makan iga empuk yang bumbunya meresap! :D 


Baca Juga: Menjajal Berbagai Wahana di Trans Studio Makassar



3. Pallubasa

Pallubasa juga termasuk kuliner berkuah khas Makassar yang layak masuk daftar makanan untuk dicoba.


Sekilas, hidangan ini memang terlihat mirip dengan Coto Makassar karena sama-sama menggunakan daging sapi atau jeroan dan memiliki kuah berwarna kecokelatan.


Nah, bedanya, Pallubasa punya kuah yang agak berbeda. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan kelapa parut sangrai yang menambah aroma dan rasa gurih pada masakan ini.


Pallubasa biasanya disantap bersama nasi putih. Ada juga yang menambahkan kuning telur ke dalam kuahnya yang panas. Alhasil teksturnya pun jadi lebih kaya gitu!


Kalau Manteman termasuk pencinta makanan berkuah dengan cita rasa rempah yang kuat, Pallubasa bisa menjadi pilihan menarik saat berkunjung ke Makassar atau kalau datang ke restoran khas Makassar di kota Manteman. 



4. Mie Titi

Nah, kalau pingin mencoba kuliner Makassar selain makanan berkuah daging, ada Mie Titi.


Saat pertama kali melihat hidangan ini, aku langsung teringat dengan ifumie. Mienya digoreng sampai kering, kemudian disiram kuah kental yang berisi sayuran dan biasanya dilengkapi ayam atau seafood.


Perpaduan mi yang renyah dengan kuah gurih membuat Mie Titi punya sensasi makan yang seru! Hihi… Tekstur mi perlahan berubah setelah terkena kuah, tetapi justru itulah yang menurutku membuat hidangan ini jadi unik.


Aku sendiri sudah mencicipi Mie Titi saat makan bersama suami di Daeng Carammeng. Pengalaman makan di sana sudah pernah aku ceritakan di blog, ya. Buat yang penasaran dengan suasana restoran dan menu yang kami pesan, Manteman bisa membaca tulisanku di sini:

Daeng Carammeng, Restoran Khas Makassar di Depok



5. Jalangkote

Kalau sedang ingin ngemil, ada kuliner khas Makassar, yaitu jalangkote yang bisa dicoba.


Jalangkote merupakan camilan yang bentuknya sekilas mirip pastel. Bagian luarnya kulit tipis, sedangkan bagian dalamnya berisi campuran bahan seperti sayuran, bihun, dan terkadang ada telur atau daging.


Salah satu hal yang membedakannya dari pastel adalah cara penyajiannya. Jalangkote biasanya dinikmati bersama sambal atau saus bercita rasa asam dan pedas.


Menurutku, camilan seperti ini cocok banget dinikmati saat sore hari sambil minum teh atau kopi. Kalau sedang berwisata kuliner di Makassar, jalangkote bisa menjadi pilihan untuk mengisi perut di sela-sela kita menjelajahi kota. Jadi kangen, deh, pingin ke Makassar lagi… :) 


Baca Juga: Menyusuri Sungai Pute di Maros Sulawesi Selatan



6. Pisang Epe

Makassar juga punya kuliner berbahan dasar pisang yang menarik untuk dicoba, yaitu pisang epe.


Berbeda dengan es pisang ijo, pisang epe disajikan dalam keadaan hangat. Pisang yang dipakai untuk bikin makanan ini biasanya pisang kepok yang belum terlalu matang. Pisang dipanggang kemudian dipipihkan. Setelah itu, pisang diberi saus gula merah yang manis.


Sederhana, tetapi perpaduan aroma pisang panggang dan saus gula merah membuat camilan ini keliatan spesial!


Pisang epe juga dikenal sebagai salah satu jajanan yang bisa ditemukan di kawasan Pantai Losari. Wah, aku jadi inget, deh, waktu itu keliling Pantai Losari sambil dorong stroller. Sekarang anakku yg di stroller sudah kelas 5 SD. Time flies so fast, ya! :D 



7. Es Pisang Ijo

Dari sekian banyak kuliner khas Makassar, ada satu makanan yang paling menarik buatku. Nggak lain dan nggak bukan, yaitu es pisang ijo. :D 


Kalau mengikuti cerita di blog ini, mungkin Manteman sudah tahu kalau aku memang suka es pisang ijo. Bahkan, keinginan untuk menikmati menu penutup khas Makassar inilah yang akhirnya membuatku mencari restoran khas Makassar di sekitar rumah. Hihi…


Es pisang ijo dibuat dari pisang yang dibalut adonan berwarna hijau, kemudian disajikan bersama bubur sumsum, sirup manis, dan es. Ada juga variasi penyajian yang menggunakan tambahan susu kental manis.


Buatku, daya tarik es pisang ijo nggak hanya pada rasanya yang manis, tetapi juga perpaduan teksturnya.


Ada pisang yang lembut, balutan adonan dari tepung warna hijau yang kenyal, serta bubur sumsum yang halus. Ketika semuanya dinikmati bersama sirup dan es, rasanya jadi semakin nyeeesss, gitu, lho! Duh, nggak bisa digambarkan dengan kata-kata enaknya! :D


Aku suka perpaduan rasa manisnya yang terasa pas, apalagi kalau disantap dalam keadaan dingin. Rasanya sulit menolak semangkuk es pisang ijo apalagi saat cuaca sedang panas, yaa. Hehe…


Menariknya, makanan ini juga menjadi alasan di balik pengalaman kulinerku bersama suami di Daeng Carammeng.. Setelah sempat datang ketika restorannya tutup, akhirnya kami berhasil kembali dan mencicipi menu yang sudah lama membuatku penasaran. :D


Kalau Manteman sendiri, sudah pernah mencoba kuliner khas Makassar yang mana saja? Dan kalau harus memilih satu, makanan Makassar apa yang paling jadi favorit Manteman? 😀



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *