Selasa, 07 Februari 2017

Mau Jadi Travel Blogger? Ini Caranya!



Ada yang bilang travel blogger itu  "the best job in the world!" Bisa jalan-jalan gratis dengan sponsor siapa yang enggak mau coba, ya, kan? :) Tapi untuk mencapainya tentu perlu proses. Nah, dalam kegiatan #DepokMenulis04 bertajuk "Yuk, Jadi Travel Blogger!" yang diadakan oleh komunitas Depok Menulis, segala seluk beluk tentang travel blogger dikupas tuntas. Mba Donna Imelda, seorang travel blogger hits co-founder @idcorners dan @ayopelesiran berbagi pengalamannya menjadi seorang travel blogger. Dari dirinya, saya dapat pemahaman dan perspektif baru. Apa saja?




TRAVELING ITU BIKIN HAPPY
Travel: The only thing you buy that make you richer. Iya, rasanya ungkapan ini memang enggak salah. Dengan melakukan perjalanan, orang bisa jadi lebih kaya pengalaman. Apa yang kita alami saat traveling enggak bisa ternilai harganya dengan uang. Traveling juga bisa membuat hati senang. Menurut sebuah penelitian, efek euforia traveling itu bahkan bisa dirasakan setelah 8 minggu, lho. Makanya, kan, enggak heran kalau teman-teman yang baru traveling biasanya suka susah move on. Hihihi... Ya, kan? Ya, kan? :D



Traveling juga bagus banget buat diri kita karena dengan traveling mata dan perspektif kita tentang suatu hal akan terbuka. Traveling membuat kita belajar dan bisa menciptakan hubungan yang lebih berarti dengan sesama pejalan serta menantang diri kita untuk bisa melakukan sesuatu dan meningkatkan life skill. Setuju, enggak?


TRAVELING ITU MAHAL?
Menurut Mba Donna traveling itu sebenarnya enggak perlu mahal dan enggak perlu jauh. Coba kulik tempat-tempat menarik di sekitar kita karena hal itu bisa jadi bahan tulisan buat orang lain yang belum tentu tahu mengenai tempat itu. Saat acara berlangsung, Mba Donna pun sempat bertanya, "Coba, siapa di sini yang belum pernah ke Monas?" Dan benar saja, ada, lho, teman yang mengacungkan tangannya! Padahal, ia tinggal dan besar di Jakarta. :D Monas pun bisa jadi tulisan yang menarik, apalagi saat ini Monas bisa dinikmati dengan naik ke puncaknya hingga malam hari.

Jika ada budget lebih, kita bisa traveling ke tempat yang lebih jauh. Ke luar kota atau luar negeri. Tapi jika budget belum mencukupi, lakukan saja perjalanan yang dekat. Langkahkan saja kaki keluar rumah, lihat sekeliling, temukan hal menarik untuk ditulis. Itu sudah merupakan awal yang baik untuk menjadi seorang travel blogger.


SYARAT JADI TRAVEL BLOGGER
Untuk menjadi seorang travel blogger, syaratnya hanya dua: suka melakukan perjalanan dan menuliskan catatan perjalanannya. Enggak semua pejalan itu menulis perjalanannya dan enggak semua penulis melakukan perjalanan. Jadi, jika ingin jadi travel blogger seharusnya suka melakukan kedua hal tersebut.

Selanjutnya, kemampuan untuk memfoto objek juga bisa menjadi skill tambahan buat jadi seorang travel blogger. Karena, apalah artinya tulisan tanpa disertai foto pendukungnya. Mulailah belajar untuk memotret dan jangan lupa untuk berlatih wawancara. Tulisan yang kuat tidak hanya didapat dari pengalaman semata, namun juga informasi dari guide atau masyarakat asli di sekitar objek. Dengan bertanya pada mereka, tulisan traveling kita bisa lebih kaya.


TIPS SEBELUM TRAVELING BAGI TRAVEL BLOGGER

Riset Tempat
Cari informasi sebanyak mungkin tentang tempat yang mau kita datangi. Dengan memiliki informasi mengenai tempat tersebut, kita bisa mempersiapkan diri untuk segala kondisi yang ada, yang mungkin saja berbeda dengan tempat kita tinggal. Jangan sampai kita salah kostum, tidak membawa obat alergi panas atau dingin padahal kita alergi atau tidak membawa  obat anti nyamuk padahal tempat yang kita datangi ada di alam terbuka. Traveling bisa menjadi failed dan malah menyusahkan diri sendiri jika kita enggak siap dengan kondisi yang ada. Karena itulah, riset itu penting bangeeet.

Memikirkan Angle Tulisan
Melalui riset yang sudah disebut di atas, kita jadi lebih mengenal tempat yang akan kita datangi. Hal ini juga bermanfaat bagi kita untuk mengira-ngira tulisan seperti apa yang akan kita buat. Angle tulisan bisa berdasarkan atraksi tempat wisatanya, kulinernya, budayanya, heritage-nya, keindahan alamnya atau hal lain yang menarik di tempat tersebut. "Yang terpenting menulislah dengan hati," begitu kata Mba Donna... :)

Bikin Itinerary
Bagi travel blogger membuat rencana perjalanan juga sangat penting. Ada tipe pejalan yang tanpa itinerary, berjalan ke mana kaki melangkah. Namun hal ini tentu kurang cocok bagi travel blogger karena tanpa rencana bisa ada banyak hal yang luput dan bisa menghabiskan waktu juga tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Cek Kesehatan dan Asuransikan Diri

Jika perlu, check up ke dokter sebelum traveling. Konsultasikan ke dokter mengenai rencana perjalanan kita, minta saran yang terbaik bagi kesehatan kita. Asuransi juga dibutuhkan saat kita ke tempat yang mungkin berbahaya. Asuransi perjalanan juga bisa kita urus sebelum berangkat.


TIPS SAAT DI TEMPAT TRAVELING BAGI TRAVEL BLOGGER

Tajamkan Rasa dan Panca Indera

Maksimalkan semua panca indera, tajamkan rasa. Seperti apa suasananya, seperti apa awan, ada bau apa, bagaimana orang-oranh disekeliling kita, dan lain sebagainya. Dengan mempertajamnya, akan tertuang ke dalam tulisan sehingga deskripsi tulisan bisa lebih baik berdasakan apa yang kita rasakan. Kita bisa langsung menulisnya atau men-twitnya agar tidak lupa.

Jangan Menunggu Perjalanan Selesai Baru Menulis
Ya, saat ada waktu senggang atau saat malam sebelum tidur, mulailah menulis catatan perjalanan. Jangan menunggu sampai traveling berakhir baru menulis. Apalagi jika traveling dalam waktu yang lama. Jika sudah kembali ke tempat asal akan lebih sulit lagi menghadirkan rasa dan suasananya.

Kumpulkan Banyak Materi
Kumpulkan sebanyak mungkin materi yang dibutuhkan. Lakukan wawancara dengan narasumber. Lengkapi dengan 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How). Foto banyak objek, nantinya hal itu akan membantu dalam menghadirkan rasa saat akan menulis catatan perjalanan. Mba Donna pun saat menulis suka melihat foto yang sudah ia unggah ke media sosialnya dan melihat bagaimana komentar orang lain mengenai foto tersebut. Karena itulah saat traveling, seorang travel blogger pun tidak bisa terburu-buru berada di dalam satu tempat.

Jangan Anti Guide
Banyak dari kita yang merasa enggak butuh dengan guide. Padahal hal-hal menarik yang enggak akan kita dapat di Wikipedia sekali pun akan terlontar dari mulut mereka. dari guide pun kita bisa tahu momen atau angle yang bagus untuk mengambil foto. :)



APA STEP SELANJUTNYA?

Pada awalnya, menjadi travel blogger bagi Mba Donna adalah untuk membuat rekam jejak, bukan untuk uang, bukan untuk jalan-jalan gratis. Waktu berlalu dan Mba Donna dengan konsisten mem-branding dirinya sebagai travel blogger sampai banyak dikenal orang. Pada akhirnya banyak tawaran untuk menjadi pembicara, jalan-jalan gratis, untuk mempromosikan suatu tempat, untuk me-review suatu brand pun datang padanya.

Kita sudah melakukan perjalanan, kita sudah menulisnya dan kita sudah membuat blog, lalu apa langkah selanjutnya untuk menjadi seorang travel blogger yang lebih profesional seperti Mba Donna?

Ikut Komunitas

Masuklah ke dalam berbagai komunitas, seperti komunitas blogger, perkenalkan blog kita pada orang lain.

Networking
Jalin interaksi dengan berbagai kalangan, buat jejaring baru sehingga banyak orang yang akan lebih mengenal kita dan blog kita. Mba Donna bahkan punya target menghabiskan satu boks kartu namanya dalam satu bulan, loh. :D

Optimalkan Sosial Media

Tujuan kita menulis tentu untuk dibaca banyak orang, karena itu optimalkan sosial media untuk men-share tulisan traveling kita.

Kirim Penawaran
Jika belum mendapat tawaran kerjasama, kenapa tidak buat penawaran langsung saja ke tempat yang kita tuju? Ya, kita bisa membuat surat penawaran kerjasama untuk menulis tempat wisata, hotel atau lainnya dan memposting di sosial media kita dengan kompensasi sesuai yang kita harapkan.





Ditemani sepiring roti cokelat yang enak dan teh manis, saya begitu terkesima dengan cerita Mba Donna Imelda tentang kisahnya menjadi travel blogger. Bertempat di cafe Tranz Eat yang terletak di jalan Margonda Raya, tiga jam lebih bersama Mba Donna dan Depok Menulis, rasanya berlalu dengan cepat. :) Senang sekali rasanya hari itu saya bisa mendapat banyak ilmu dan juga teman baru... :)




Terima kasih, yaa, Mba Donna. Terima kasih Depok Menulis... :)


-Bubu Dita-




30 komentar:

  1. Nice tips mbak, hanya dengan travelling keluar duit tapi dapat hal yang nggak bisa dibayar dengan duit 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Sar, pengalaman itu nilainya lebiiih dari duit kan kan..

      Hapus
  2. Nah kebiasaanku, nulisnya 'ntar-ntar aja'> hihii. Makasih sudah berbagi mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha aku pun Mba Alida.. Ini draft aku masih banyak nih cerita jalan2nya.. haha

      Hapus
  3. mb aku juga pingin jadi travel blogger, suka travelling juga senengnya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuk, mba jadi travel blogger.. Kalo seneng pasti bisa ya mbaa.. :)

      Hapus
  4. Setuju banget kalau traveling nggak perlu mahal. Hahaha..blogger irit! Saya sering menulis tentang kota-kota yang saya singgahi. Ketika ikut suami kerja, atau ketika berkunjung kota tempatt anak saya sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, mbaaa.. Walopun dekat kita tp belum tentu orang lain tau jg ttg tempat itu ya mba.. :)

      Hapus
  5. Iya bener efek travel itu awet, Mbak. Udah lama masih terkenang-kenang. Bikin suah move on *kayak mantan aja hahaha*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eeaaa Mba Efii hihihi :D Bener bgt mna, rasanya gak pingin cpt2 selesai kan kalo liburan yah :D

      Hapus
  6. Pengen banget jadi transfer Blogger, cuma kesibukan gak memungkinkan untuk melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Travel blogger maksudnya yah.. Iya jg kadang ksibukan jd alasan kita gak bisa traveling, mungkin bisa dimulai dr yg dekat2 dan gak menghabiskan banyak waktu.. :)

      Hapus
  7. Wah tulisannya keren,komplit liputannya. Semoga bermanfaat ya. Ditunggu catatan perjalanan selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bermanfaat bangeeet mba.. Terima kasih banyaaak ya Mba Donna.. :D

      Hapus
  8. wah terima kasih buat tulisannya. jadi paham cara bikin catatan perjalanan di blog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 maak, semoga bisa brmanfaat buat yg baca ini.. :D

      Hapus
  9. Aiiihhh pengalamannya keren banget Mba. Waduw targetnya ngabisin 1 box kartu nama tiap bulan? Wuaaa ... aku bisa nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku jg pas denger cerita Mba Donna jd terkesima.. Bisa ya satu box habis sebulan.. Kereeen jalin link-nya.. :D

      Hapus
  10. Moga abis ini bisa sering2 traveling dan banyak yg ditulis ya Mbk :D

    BalasHapus
  11. Semoga bisa mengikuti jejaknya mba Donna menjadi travel blogger :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Mba Mut.. Semoga yaa, aku jg pingin hehe.. :D

      Hapus
  12. Memikirkan Angle Tulisan
    iya mbak sepakat, itu salah satu kekuatan travel blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes mas, satu tempat aja angle-nya bisa macam2 yaa.. :)

      Hapus
  13. Sedap infonya.. Kadang orang mikir, nulis catatan perjalanan kudu keluar kota, aku sih mikir apa yg bsa ditulis di daerah sendiri ya tulis aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat banget Mba Manda.. Kalo nunggu ke luar terus nanti gak mulai nulis2 ya mba.. :)

      Hapus
  14. Hai Mbak, salam kenal. Baru mampir dan aku terkesima :)
    sepertinya kalo pergi2 sering nggak terencana dg baik dakuw inh Mbak. Dan tipsna keceh badai, kenapa nggak nawarin langsung aja ya/bener banget Mbak.
    Aku follow blognya, folbek ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba, salam kenal juga.. Trims ya sudah mampir di tulisan ini.. :D Iya mba tips dari Mba Donna buat jd travel blogger kece2.. Bisa dicoba yg bikin penawaran itu mba.. :)

      Hapus
  15. Wah seru juga yaa mbak jd travel blogger.. Semoga deh yaaa mbak kita ikut jd travel blogger juga secepatnya hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba amiiin amiiin.. Seru bgt pas denger pengalaman Mba Donna jadi travel blogger.. :)

      Hapus