Dear Moms, Ini Rahasia Jalan-jalan Nyaman Saat Sedang “Berhalangan”

25 comments

[Ad] Pernah tidak sudah persiapan akan traveling atau jalan-jalan ke tempat yang jauh tiba-tiba kita dapat tamu bulanan alias menstruasi alias haid? :D Duh, sudah kebayang rasanya bisa enggak nyaman dan enggak nikmat, ya, perjalanannya. 


Bubu Dita baru beberapa waktu lalu juga pernah merasakan deg-degan karena itu. Beberapa hari sebelum solo traveling ke Melaka, Bubu Dita tiba-tiba dapat haid. Untungnya, pas menjelang keberangkatan, haid yang keluar sudah sedikit. Jadi, saat waktunya jalan-jalan pun alhasil tidak terganggu sama sekali.

Tapiiii.... Gimana, dong, ya, kalau sewaktu-waktu pas akan traveling lagi tamu bulanan itu datang lagi? Apalagi, kan, biasanya jadwal jalan-jalan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Sedangkan, meski haid datang teratur setiap bulan namun tanggal pastinya tentu bisa saja maju atau mundur beberapa hari.

Sebenarnya bukan hanya saat menstruasi saja, tapi ketika keputihan pun sebetulnya akan mengganggu, kan. Rasa enggak nyaman karena selalu merasa lembab dan basah tentunya membuat acara jalan-jalan jadi kurang nikmat. Mestinya rajin untuk diganti juga, kan. Tapi rasa malas itu, lho, yang enggak bisa dihindari... Hihi...

Untuk para Moms Manteman Rumika, memilih pembalut dan pantyliner yang tepat sudah pasti jadi salah satu solusi menghadapi menstruasi maupun keputihan di kala aktivitas jalan-jalan ini. Jujur saja, Bubu Dita sebenarnya belum ketemu dengan pembalut yang benar-benar pas di hati. Jika membeli di supermaket atau minimarket pun suka asal ambil saja. :)

Nah, makanya beruntung banget, nih, Bubu Dita diundang oleh komunitas BloggerCronny ke acara HIJUP Bloggers Meet Up x Softex Daun Sirih bersama dengan 50 blogger lainnya. Rame banget! Dari acara inilah akhirnya saya bisa kenal dengan salah satu pembalut dan pantyliner yang bisa menjadi jawaban untuk selalu merasa nyaman saat jalan-jalan. Yeay!



Ngobrol Sehat, Bebas Worry

Acara HIJUP Bloggers Meet Up x Softex Daun Sirih berlangsung pada 22 April 2018 di Eastern Opulance Restaurant, Jakarta Selatan. Acara yang bertajuk “Ngobrol Sehat, Bebas Worry” ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yaitu Lulu Elhasbu (Social Media Influencer), dr. Bram SpOG (Spesialis Obstetri Ginekologi), dan Anastasia Erika (Brand Manager Softex Indonesia).

Jika Bubu Dita suka merasa enggak nyaman dengan area kewanitaan yang lembab saat jalan-jalan, hal yang kurang lebih sama dirasakan juga oleh Lulu Elhasbu. Saat acara Bloggers Meet Up ini, Lulu Elhasbu bercerita gimana kesibukannya saat fashion show, dari mulai latihan, gladi resik, sampai acara puncaknya yang berlangsung satu hari penuh. Rasa gerah dan enggak nyaman di area kewanitaan juga dirasakannya.

“Aku selalu bawa celana dalam ganti dua dan juga bawa pantiliner. Teorinya harus rajin ganti, kan, tapi karena mager akhirnya jadi enggak ganti,” ujarnya.

Lulu Elhasbu (kiri)

 Sepertinya masalah malas mengganti pantyliner atau pembalut ini dialami oleh banyak perempuan, ya. Hmm, untuk masalah ini ternyata Softex Indonesia juga sudah punya solusinya!



Mengapa Softex Daun Sirih?

Brand Manager Softex Indonesia, Anastasia Erika, menyebutkan bahwa di Indonesia memang masih umum pemakaian pantyliner dan pembalut seharian. Hal ini bisa dikarenakan banyak perempuan aktif yang sibuk sehingga tidak sempat mengganti dan juga karena faktor malas.

Selain itu, edukasi mengenai penggunaan produk itu ternyata juga masih minim. Alhasil masih banyak orang yang belum paham bagaimana sebaiknya pembalut dan pantyliner itu digunakan.

Pemakaian pembalut dan pantyliner lebih dari tiga jam akan membuat area kewanitaan bisa semakin lembab. Penundaan untuk mengganti pun bisa berujung sesuatu yang enggak baik.

“Karena itulah Softex menggunakan daun sirih sebagai antiseptik alami. Daun sirih bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Kalau dalam waktu tiga jam enggak sempat mengganti pembalut atau pantyliner, paling enggak pertumbuhan bakterinya tidak cepat,” ujar Anastasia Erika. Namun ia pun tetap menyarankan untuk rajin mengganti agar tetap bersih dan sehat.

Anastasia Erika, Brand Manager Softex Indonesia (kedua dari kanan)

Ekstrak daun sirih yang ada pada Softex berasal dari daun sirih asli yang diproses. Dengan Sirih Protection Technology ini bisa melindungi area kewanitaan secara alami dan higienis. Antiseptiknya juga bisa mengurangi bau.

Produk ini bahkan sudah diuji di Australia dan terbukti hipoalergenik. Daya serapnya satu detik, sehingga permukaan bisa tetap kering dan mengurangi kelembaban.

Menurut Anastasia Erika, Softex Daun Sirih juga sudah lolos BPOM dan menggunakan pemutih yang aman menurut standar WHO. Selain itu tidak ada penambahan parfum atau pewangi pada produk ini. Dan yang penting sudah halal, lho!

Softex Dauh Sirih rasanya memang bisa jadi solusi buat semua perempuan Indonesia saat sedang berhalangan ataupun menemani aktivitas sehari-hari. Produknya lengkap banget, lho, antara lain:
-    Softex Daun Sirih Regular Non-Wings,
-    Softex Daun Sirih Regular Wings 23 cm,
-    Softex Daun Sirih Heavy Flow 29 cm,
-    Softex Daun Sirih Extra Heavt Flow 36 cm,
-    Softex Daun Sirih Pantyliner (15 cm),
-    Softex Daun Sirih Pantyliner Longer and Wider (18 cm),
-    Softex Daun Sirih 3 in 1.

Berbagai varian Softex Daun Sirih

Nah, yang paling menarik bagi saya Softex Daun Sirih 3 in 1, nih. Soalnya dalam satu kemasan, kita bisa mendapat beberapa jenis pembalut dan pantyliner yang disesuaikan dengan siklus menstruasi.

Kalau hari pertama sampai ketiga, saya bisa pakai yang 36 cm dan 29 cm. Hari-hari berikutnya tinggal pakai yang regular saja. Nah, hari-hari terakhir jika tinggal flek sedikit bisa memakai pantyliners-nya.  Pas, kan. :) Kemasan 3 in 1 ini juga cocok banget kalau mau dibawa saat traveling. Jadi enggak perlu bawa kemasan pembalut dan panty banyak-banyak, deh, yaa...

Selain itu, Bubu Dita juga suka dengan Pantyliner Longer and Wider. Kenapa? Karena selama ini saya, tuh, selalu bertanya-tanya, kenapa, sih, pantyliner itu kecil banget ukurannya. Kadang suka merasa kurang nyaman aja saat memakai yang ukuran kecil, suka bergeser gitu.

Makanya pas tahu ada pantyliner yang ukurannya lebih besar dan lebar seperti Pantyliner Longer and Wider dari Softex Daun Sirih, Bubu Dita seneng banget.

Pas dicoba pakai pun terasa lebih nyaman karena tetap di tempat dan saya juga bebas bergerak. Apalagi kalau lagi jalan-jalan sama Boo dan Mika, kan. Geraaaak terusss.... :)

Nah, beberapa hari setelah acara ini, Bubu Dita dapat halangan. Akhirnya saya mencoba pakai pembalut Softex Daun Sirih dan rasanya  memang nyaman. Rasanya tetap kering dan enggak bikin worry bakal tembus.. :D


Mengenal Keputihan

Meski Softex Daun Sirih bisa mengurangi pertumbuhan laju bakteri di area kewanitaan, namun  Anastasia Erika pun tetap menyarankan untuk rajin mengganti agar tetap bersih dan sehat. Hal tersebut juga diamini oleh dr. Bram SpOG yang menyarankan untuk mengganti pembalut dan pantyliner setiap 3 jam dipakai.

Yes, Bubu Dita kembali diingatkan lagi, nih, soal kesehatan, khususnya kesehatan wanita. Meski fokus jalan-jalan, jangan sampai lupa untuk mengganti pembalut atau pantyliner.

Selain membahas mengenai penggunaan pembalut dan pantyliner, dalam acara ini dr Bram juga membahas secara khusus mengenai masalah keputihan.

Sepertinya masalah keputihan atau yang berhubungan dengannya kerap kali dialami oleh sebagian besar wanita, ya. Bubu Dita juga pernah mengalaminya. Biasanya setelah haid, pasti keputihan, deh.

Lulu Elhasbu sendiri pun ternyata juga pernah merasa takut saat mengalami keputihan dan flek yang cukup lama. Browsing mengenai hal itu di Google pun sempat membuatnya worry. Pada akhirnya, ia pun mengkonsultasikan hal tersebut ke dokter spesialis.

Menurut dr. Bram SpOG ada beberapa hal yang menjadi faktor resiko penyebab keputihan, yaitu:
-    Seks bebas
-    Penyakit tertentu, seperti HIV, diabetes mellitus, dll
-    Antibiotik yang tidak rasional
-    Perubahan hormon
-    Merokok
-    Alkohol
-    Stress
-    Obesitas

dr. Bram SpOG (kanan)

Keputihan bisa menyebabkan berbagai keluhan, seperti gatal dan nyeri di vagina, nyeri dan keluarnya darah saat berhubungan seks, serta menimbulkan bau tak sedap di area kewanitaan. Selain menyebabkan gatal dan bau, keputihan yang harus diwaspadai juga mengalami fase perubahan, seperti jumlahnya yang bertambah banyak serta konsistensi dan warnanya berubah.

Nah, kalau sudah mulai merasakan tanda-tanda seperti itu lebih baik segera memeriksakannya ke dokter. Selain itu, ada beberapa hal juga yang harus diwaspadai sehingga harus secepatnya diperiksa, antara lain:
-    Vagina berwarna kemerahan atau iritasi,
-    Perdarahan antar siklus haid atau sesudah berhubungan atau pasca menopause,
-    Benjolan di vagina.

Jika ada komplikasi keputihan dan dibiarkan tentu saja bisa berakibat tidak baik. Infeksi dibiarkan di vagina bisa jadi peradangan di mulut rahim, rahim, hingga saluran telur. Bisa ada nanah, bisa nyeri perut. Saluran telur pun bisatidk berfungsi sebagaimana mestinya, bisa sampai infertelitas.

Mendengar penuturan itu dari dr. Bram SpOg, saya sampai bergidik ngeri. Semoga kita semua jangan sampai mengalami hal itu, ya. Mesti banget menjaga area kewanitaan dan waspada jika ciri-ciri keputihan dirasa sudah tidak normal. 



Tips Menjaga Area Kewanitaan

Tak hanya membeberkan fakta yang bisa membuat jeri, dr. Bram SpOG pun juga memberikan banyak tips untuk menjaga area kewanitaan agar tidak mengalami keputihan yang berlebihan. Apa saja tips dari dokter yang praktik di RS Gading Pluit ini? Check this out, yo!

-    Jangan lupa untuk selalu mengeringkan vagina. Keringkan dari arah depan ke belakang.
-    Basuh vagina sebelum dan sesudah bersenggama.
-    Boleh menggunakan pantyliner saat keputihan.
-    Ganti pembalut dan pantyliner setiap 3 jam sekali. Jangan biarkan kelembabab bertahan lama.
-    Tidak menggunakan pembalut dengan bahan kimia.
-    Boleh menggunakan pembersih vagina dari bahan alami, seperti dari daun sirih,
-    Jangan menyemprotkan cairan apapun ke vagina karena ditakutkan bakteri, jamur, dan lainnya malah naik ke saluran rahim.
-    Jangan pakai celana yang terlalu ketat karena sirkulasi udara jadi enggak bagus. Pakailah celana dalam dari bahan katun.
-    Bagi yang gemar olahraga, seperti lari, yoga, dan lainnya, jangan lupa untuk mandi dan ganti pakaian setelah beraktivitas. Jika tidak, area kewanitaan akan sangat lembab dan bakteri sangat menyukainya.
-    Kurangi alkohol,
-    Kurangi rokok,

Gimana, sudah cukup lengkap, kan penjelasan dari dr. Bram SpOG? :D Alhamdulillah, ya, hari itu Bubu Dita jadi banyak nambah ilmu lagi. Happy....! :D


Ilmu Foto Flat Lay

Nah, makin senang lagi karena di sesi terakhir acara, ada miniworkshop flat lay photography, lho! Seumur-umur Bubu Dita belum pernah ikut workshop fotografi flat lay. Jadi, begitu dapat ilmu dari Mas Bimo Pradana, fotografer HIJUP, Bubu Dita rasanya seneng banget!

Manteman Rumika sudah tahu foto flat lay? Pasti ada banyak yang sudah tahu, ya. Di Instagram banyak banget foto flat lay ini bertebaran dan bagus-baguuuus... Bubu Dita sendiri pernah niat mau bikin foto ala flay lay gitu degan tema traveling. Tapi belum terlaksana. Baru niat.... Hahaha... :D


Bimo Pradana, fotografer HIJUP

“Gaya fotografi dengan cara membidik beberapa objek, baik makanan, produk, dan lainnya melalui jepretan kamera dari atas ke bawah lurus 90 derajat. Objeknya itu sendiri diletakkan di permukaan datar (flat) di permukaan yang menghadap ke kamera.”
-Discover Digital Photography-

Itulah definisi foto flay lay. Dan di acara ini, Mas Bimo memberikan beberapa tips jika kita ingin menghasilkan foto flat lay yang kece. Apa saja tipsnya?
-    Tentukan tema
Lihat referensi, pilih warna paletnya mau warna apa.
-    Background
Pilih background yang simpel, solid, satu warna, boleh bertekstur atau motif. Tapi usahakan jangan kain, ya. Pilih background dari bahan yang agak tebal, seperti karton, dll.
-    Proporsi
Tentukan objek yang menjadi pusat pehatian. Posisinya bisa di tengah, bawah, atas atau samping. Hasil foto dengan berbagai properti di dalamnya harus terlihat seimbang.
-    Pencahayaan
Hindari low light. Paling baik gunakan cahaya matahari jam 7-9 pagi dan 3-5 sore.
-    Preview
Cek lagi apakah hasil foto flat lay sudah oke, terutama dari sisi proporsionalnya.
-    Beri jarak
Beri jarak objek dengan frame-nya. Jangan terlalu mepet banget.
-    Editing
Terakhir, lakukan editing agar foto flat lay bisa tampil maksimal!

Setelah memberikan tips-tipsnya, semua blogger yang hadir ditantang untuk membuat foto flat lay dengan menggunakn berbagai properti yang ada di ruangan itu dalam hitungan 5 menit sajaaaa... Asli, bikin deg-degan. Hasil foto flat lay itu pun harus di-publish di Instagram. Ini dia hasil bikin foto flat lay kepepet ala Bubu Dita :D




-------------------------------

Yes, pulang dari acara ini jadi enggak galau lagi milih pembalut dan pantyliner yang nyaman buat jalan-jalan nanti. Dan  enggak hanya ilmu seputar pembalut, kesehatan wanita, sampai fotografi aja yang bisa Bubu Dita bawa pulang dari acara ini. Semua blogger yang hadir, termasuk Bubu Dita juga dapat hampers spesial dari HIJUP dan Softex Daun Sirih. Happy-nya jadi dobel, deh... :D Thank youuuu....

Hampers kece dari HIJUP dan Softex Daun Sirih

Buat Moms Manteman Rumika, HIJUP juga bisa ngasih kebahagiaan ke semua, nih. Bubu Dita punya potongan belanja HIJUP IDR 50.000 untuk pembelanjaan minimal IDR 250.000 di HIJUP. Voucher ini berlaku hingga 31 Juli 2018!

Kode voucher-nya
HIJUPSFTXJAKARTA

Yuks, yang mau belanja buat jalan-jalan lebaran nanti bisa siap-siap dapat potongan harga dari HIJUP dengan memakai kode voucher di atas dari sekarang. Lumayan banget, kaaan... :D

Btw, liburan nanti mau jalan-jalan ke mana, Gaes? Jangan lupa siap sedia Softex Daun Sirih, yoo... :D



Mau langsung menggunakan kode vouchernya? Yuk, cuuus langsung aja klik HIJUP di sini yaa... 


-Bubu Dita-


25 comments

  1. Foto flatlay kepepet-nya Bubu Dita aja udah keren, gimana kalau nggak kepepet tuh? Aku juga pakai Softex Daun Sirih dan sejauh ini cocok dan nggak bikin iritasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kepepet banget ya Mba Tya sampe deg-degan foto n share di medsosnya.. Nah, aku baru nyoba nih alhamdulillah cocok juga.. :)

      Delete
  2. DUlu aku sempat juga rsih banget kalau bepergian eh malah berhalangan. tapi skarang ada softex jadinya nyaman ya mbaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, Mba Al.. Sekarang kalau pergi-pergi yang penting juga rajin ganti biar tetap nyaman juga..

      Delete
  3. Enak banget satu kemasan bisa beberapa size. Soalnya aku kalo lg halangan, suka beli yg reguler sm yg night, jd beli dua bungkus kan, ribet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa banget Mba Tetty, aku juga gitu setiap beli pasti dua sampai tiga pak yang beda-beda ukuran. Ini enak banget ada kemasan 3 in 1 jadi praktis..

      Delete
  4. Softex yg ekstra daun sirih belum pernah pakai nih. Btw, menjaga area miss v itu penting banget ya, apalagi pas travelling harus nyaman senyaman2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain deh Mel. Kalo di aku cocok sih.. Hehe.. :D

      Delete
  5. 3 jam harus ganti ya untuk penggunaan pembalut. Membantu ya buat bepergian dengan anti septik daun sirihnya. Kita jadi nggak kuatir dengan kondisi kewanitaan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeess Mba Git, mesti rajin ganti biar tetep nyaman dan bersih, yaa.. :)

      Delete
  6. Emang nyaman banget pakai Softex Daun Sirih. Aku pun pakai dan gak gatel lagi

    ReplyDelete
  7. Seru acara blogger meet up nya. Dapet ilmu, kenal teman dan vocer belanja. Soal pilih pembalut dan pantyliner, aku juga pakai softex.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilmunya keren, hampernya juga cakeeepsss.. Alhamdulillah, yaa.. :D

      Delete
  8. Aku dagdigdug kalau datang bulan dalam perjalanan, kebayang risih dan nggak nyaman. Suka dengan Softex Daun sirih ini, ukurannya lengkap yaa mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba Nu, pilihan ukurannya banyak. Yang aku suka panty-nya ada yang gede juga ukurannya.. :D

      Delete
  9. Acara hijup ini padat bermanfaat ya. Aku juga pilih softex daun sirih ini sejak pakai yg lain suka gatal. Pakai pembalut ini nyaman gak bikin gatal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiippp, syukurlah ya mba Lia udah nemu yang cocok.. :D

      Delete
  10. Hahahaha kejadian nih ma Mak kmrn pas ke Tebedu, Malaysia. Mak haid dan gak bawa pembalut. Sempet panik sih tp untung saja ada yg bawa stok pembalut. Hrs ada prepare soal yg satu ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaaak, jangan lupa bawaaa.. Hihihi.. Paling gak bawa dua buat jaga-jaga kalo aku mak. Selalu simpen di tas.. :)

      Delete
  11. Kalau traveling lagi hadi emang suka gak nyaman. Makanya kudu milih pembalut yang tepat yo mbak :D
    Aku blm pernah makai pembalut yang ini, kapan2 ah mau nyobain pas buat traveling hehe :D

    ReplyDelete
  12. Wow.. 1 kemasan ada beberapa ukuran? Jadi penasaran. Kalau jalan2 emang g enak kalau lg haid. Tali pakai softex daun sirih nih bikin nyaman ya? Coba ah

    ReplyDelete
  13. enak ya produk kewanitaan sekarang cakep cakep

    ReplyDelete
  14. Yesss, buka bete klo lagi haid dalam perjalanan, selain body ga nyaman, pembalut juga bisa bikin bete ya. Makanya pilih yang higienis ya,mak

    ReplyDelete
  15. Ribet ya mba kalau lagi traveling pas dateng bulan. Harus rajin ganti pembalut dan bawa perbejalan khusus buat antisipasi segala sesuatunya. Btw aku juga suka sama yang softex daun sirih 3 in 1. Lengkap sih

    ReplyDelete