Menikmati Warna-Warni Eropa Mini di Devoyage Bogor

10 comments


Satu lagi tempat wisata kekinian hadir di kota hujan, Bogor. Terletak dekat dengan The Jungle dan Hotel Aston Resort, Devoyage Bogor mempunyai daya tarik tersendiri hingga dikunjungi banyak wisatawan. Gimana pengalaman Bubu Dita dan keluarga saat mengunjungi tempat wisata kekinian tersebut? Yuk, cuuusss...  Simak terus ceritanya, ya... :D


Biasanya saya paling malas kalau ke tempat wisata yang baru. Sudah kebayang pasti banyak banget pengunjungnya, deh. Tapi entah kenapa rasanya pingin mengajak Boo dan Mika ke Devoyage setelah di group Whatsapp keluarga ada yang mengirim foto-foto tempat wisata ini.

Bukan karena niat selfie saja Bubu Dita pingin ke Devoyage Bogor. Tapi rasa penasaranlah yang jadi alasan utama akhirnya saya mengunjunginya. Pingin tahu banget sebagus apa tempat ini sampai banyak yang ngomongin. Pingin tahu juga apakah ekspektasi Bubu Dita tentang Devoyage sesuai harapan dan kenyataan. :D

Antrian Masuk dan Harga Tiket Devoyage Bogor

Benarlah kiranya jika orang Indonesia lagi demam mengunjungi wisata kekinian. Belum juga jam di handphone menunjukkan pukul 9 pagi. Area parkir di Devoyage Bogor sudah tampak penuh. Untuk mobil masuk ke tempat parkir saja harus mengantri.

Hal yang sama juga tampak di depan loket. Rasanya ada ratusan orang di depannya. Penuh sekali.
Hari itu memang tanggal merah hari libur nasional. Saran Bubu Dita, biar bisa lebih menikmati tempat ini lebih baik datang di hari biasa saja atau nanti saja jika hype-nya sudah berkurang.. Hahaha... :D

Bubu Dita sempat bingung karena saat browsing yang saya tahu jam buka Devoyage itu jam 10 pagi. Makanya pas menjelang jam 9 pagi sudah sampai, saya masih berpikir tempat ini belum ramai. Tapi ternyata dugaan Bubu Dita salah total!

Melihat keramaian itu, Bubu Dita sampai nanya ke Boo, “Boo, kita main ke Kebun Raya aja, ya. Gimana? Penuh banget, nih.” Dan langsung dijawab lugas oleh Boo, “Enggaaak mauuu...”
Hahaha, yoweslah, akhirnya Tante Dini, tantenya Boo dan Mika yang mengantri tiket, saya, Boo, Mika, dan Eyangti menunggu di dekat loket masuk.


antrian masuk devoyage bogor
Rameeeee banget, nih, antrian masuknya!

Agak bikin bingung juga jalur antrian masuknya karena enggak rapi. Petugas pun agak kewalahan menghadapi banyak orang. Dan yang bikin rada lama masuknya adalah banyak juga yang datang secara rombongan. Satu rombongan bisa belasan orang dan tiket masuknya ini hanya selembar saja, jadi bukan dipegang per orang.

Alhasil, petugas pintu masuk pun sibuk menghitung orang yang masuk dalam tiap-tiap rombongan. Mungkin supaya hemat kertas juga, ya. Jadi tanda masuknya seperti bon gitu (disertai cap LUNAS) :D. Tapi, ya, jadinya rada lama juga ngantrinya.

Oiya, saat akhir pekan atau libur nasional, harga tiketnya per orang Rp 35 ribu. Anak usia dua tahun ke atas sudah dikenakan harga full, ya. Huah, akhirnya mulai sekarang sudah mulai bayar full semua setelah Mika sudah mulai membesar... :D

Eropa Mini Khas Devoyage Bogor

Satu hal yang menjadi daya tarik Devoyage Bogor adalah konsep tempat wisata ini yang ingin menyerupai kehidupan di pedesaan Eropa. Setelah melewati pintu masuknya, Bubu Dita memang merasakan suasana Eropa yang kental. Ciri khas Eropa banyak terlihat di arsitektur bangunannya.

Banyak bangunan yang berjejer di sana dicat warna-warni hingga menjadi lebih menarik. Meski hanya hiasan dan bukan bangunan sesungguhnya yang bisa dimasuki, namun cukup memanjakan mata untuk menikmatinya.


bangunan di devoyage bogor

taman bunga di devoyage bogor


Dengan taman bunga yang ditata apik, Devoyage Bogor juga bisa menjadi destinasi untuk melepas penat (jika tempatnya tidak seramai ini :D). Iya, Bubu Dita suka banget dengan bunga-bunga cantik yang ada di tempat wisata kekinian ini.

Baca Juga: 5 Tren Tempat Wisata Kekinian

Miniatur Eiffel Tower menjadi icon yang menjadi sasaran foto selfie para pengunjung. Menara yang aslinya ada di Paris ini langsung menyambut wisatawan yang datang karena posisinya ada di bagian depan. Tak hanya Eiffel, kincir angin khas Belanda juga bisa kita temui di Devoyage Bogor ini.

Supaya bisa lebih terasa Eropa banget, pengunjung juga bisa, lho, foto dengan menggunakan kostum ala Belanda. Di salah satu rumah yang ternyata bisa dimasuki, terdapat studio foto yang menyewakan kostum Belanda.


menara eiffel di devoyage bogor
Capek, ngaso dulu di Menara Eiffel. Ngasooooo.. :D

menara eiffel devoyage bogor
Boo, Mika, dan Tante Dini di Menara Eiffel.

Namun, fotonya bukan di area luar, melainkan ada studio foto di dalam rumah ini. Beberapa background khas Eropa juga bisa dipilih sesuai keinginan. Berapa harganya? Untuk sewa kostum dan foto dengan tiga background, dikenakan biaya Rp 55 ribu/orang. Nantinya akan mendapat satu buah foto ukuran A6 dan softcopy foto ke handphone pengunjung.

Bisa juga foto di studio foto dengan background tanpa menyewa kostum Eropa. Kalau mau yang ini, biayanya Rp 35 ribu/orang. Menurut Bubu Dita, sih, mending yang sama sewa kostum, ya. Jadi lebih berasa, kan. Hehe...

Bubu Dita nyobain juga enggak? Ya enggaklaaaahhh... Enggak akan bisa karena Boo dan Mika sudah muter-muter lagi, enggak bisa diam. :D Mungkin anak-anak semangat banget kali, ya, baru pertama kali ke tempat ini dan pingin melihat segala sesuatu yang baru buatnya.

Saya sempat bilang ke mereka untuk tidak lari terlalu cepat karena selain banyak orang, jalan-jalan kali ini pun bersama Eyangti. Jadi harus mengimbangi jalannya Eyangti juga. ;)

Serunya (dan Stresnya) Mendayung Gondola!

Devoyage Bogor rasanya juga mirip seperti halnya Farmhouse Lembang, tempat wisata  yang juga bergaya khas Eropa. Jika di Farmhouse ada gembok cinta. Di Devoyage pun ada, lho! Bubu Dita melihat beberapa gembok cinta berjejer rapi dengan nama pasangan di sebuah jembatan kecil.

Pasti makin lama makin banyak, nih, gembok yang terpatri di jembatan itu. Bubu Dita masang gembok juga enggak? Ya enggaklaaah... Hihihi... Saya, tuh, sampai sekarang masih bingung juga dengan esensi pasang gembok kayak gitu buat apa selain buat seru-seruan aja. :D

gembok cinta di devoyage bogor

Nah, di bawah jembatan tersebut, ada sungai buatan. Beberapa perahu gondola saya lihat menyusuri sungai itu. Ini dia salah satu hal yang paling menarik juga di Devoyage Bogor!

Untuk mencoba sensasi naik gondola seperti di Venezia, kita harus merogoh kocek Rp 50 ribu/ gondola. Satu gondola bisa muat dua dewasa dan dua anak. Lagi-lagi rasa penasaran membuat saya mengajak Tante Dini, Boo, dan Mika buat naik gondola.


bangunan khas eropa devoyage bogor


Pikir Bubu Dita, “Ah, dayung gini doang bisalah.” Iya, sih, bisa, tapiiiiiii Bubu Dita streeess mendayung gondola di Devoyage. Muahahaha... :D Enggak tahu kenapa beberapa kali dayung NIATNYA ke depan, eh, tapi kok malah jadi miring gondolanya. Terus susah banget ngarahin ke depan lagi. Muahahaha... Capek! :D

Apalagi pas awal-awal Mika yang enggak bisa diam itu, malah pingin duduk di pinggirannya. Ampun, nak, kamu bisa nyebur nanti! :D Hah, tapi untungnya mungkin karena anak-anak tahu Bubunya dan Tantenya stres mendayung, jadi mereka anteng di sisa perjalanan... :D

Nantinya, di bawah salah satu jembatan ada petugas yang berjaga. Bapak petugas ini bisa dimintakan tolong untuk mengambil foto kita dari handphone. Yes, lumayanlah ada foto dokumentasinya lagi naik gondola sambil senyum. Padahal pas dayung beneran enggak jelas, deh, muka Dita kayak apa (saking stresnya dayung)... :D


naik gondola di devoyage bogor
Muka sumringah di gondola, padahal setelah ini perjuangan berat mendayung menanti di depan mata. :D


Selama kami berempat naik gondola, Eyangti duduk manis di kursi yang ada di dekat tempat pemberangkatan dan pemberhentian gondola. 

Setelah naik gondola, kami pun sempat masuk ke dalam salah satu kafe di sana. kafe dua lantai itu menyediakan beberapa menu minuman, seperti  es cokelat dan es strawberry. Ada juga camilan, seperti sandwich hingga muffin.


cafe di devoyage bogor


Saat masuk ke dalam Devoyage, semua pengunjung memang dilarang untuk membawa makan dan minum. Jadi, jika suatu waktu lapar dan haus, beberapa kafe di dalam bisa jadi penolong sekaligus penguras isi dompetmuuuu.. Hahahaha... Siap-siap aja, ya, kalau bawa anak-anak ke sini terus mereka minta jajan. Hihi... :D

Dan ada juga kedai khusus es krim hingga toko roti di dalam Devoyage Bogor. Tinggal pilih, deh, mau makan apa di sana. Di bagian luar Devoyage pun ada restoran yang bisa jadi alternatif pilihan untuk makan bersama keluarga.

------
Rasanya memang tepat jika Devoyage Bogor memakai tagline "Holiday, Selfie, Foodies!" Tempat ini memang cukup seru. Cocok untuk liburan bersama keluarga dan yang pasti pas banget untuk yang hobi foto selfie.

Dari referensi yang saya baca, katanya sampai ada 150 spot foto selfie di Devoyage ini, lho. Banyaaaaak.... Bisa buat stok foto IG sampai berapa bulan itu, mah, ya... :D

Bubu Dita sendiri sekarang jika pergi ke tempat wisata enggak terlalu memikirkan tentang foto-foto. Ya, atuhlah gimana, yang penting jagain Boo sama Mika. Apalagi di tempat ramai.

Walaupun begitu, tapi seenggaknya ada satu dua foto diri sendiri maupun anak-anak yang bagus. Sisanya biasanya Bubu Dita cuma foto tempatnya aja dan suasana di tempat itu seperti apa. 


selfie devoyage bogor
Bubu Dita dan Bubunya Bubu Dita... :D

Gimana, tertarik buat mengunjungi Devoyage di Bogor ini? Bubu Dita kalau ada kesempatan mau juga ke sana lagi, tapiiiiii kalau lagi enggak ramai! Hahaha... Dan pinginnya, mah, ke Eropa beneran, ya... Aamiiiin...


-Bubu Dita-

Devoyage Bogor

Jl. Boulevard Bogor Nirwana Residence
Mulyaharja Bogor Selatan,
Kota Bogor, Jawa Barat 16152

HTM:
Rp 25 ribu/orang (Weekdays)
Rp 35 ribu/orang (Weekend/Hari Libur Nasional)
Rp 50 ribu/gondola

Jam Buka:
09.00-18.00 WIB   

10 comments

  1. Mama mertua pernah kirim ini juga di wa. Awalnya aku memang tertarij mba. Tp kemudian mikir, kalo msh ruamee banget kyk gitu, aku nyerah :p. Skr ini tiap jalan2, aku udh ga mikir itu tempat ngehitz ato ga. Tp mikirnya, aku bisa nikmatin ga nanti :p. Kalo ternyata ramenya gilak, duuh ntr yaa, nunggu sepi aja hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaa.. Hahaha.. Aku pun paling males kalo ke tempat rame. Makanya kalo long wiken mending di rumah.. :D Tapi gak tau nih kesambet apa pingin ke sana.. Diajak juga sama mama yowes berangkat.. Sempet stres diawal karena ngantri tapi abis minum es coklat jadi enakan.. haha..

      Delete
  2. Di Bogor ada yang begini, cakep loh. Aku baru tahu, pengen ah ajak keluarga. Tapi paati rame kalau akhir pekan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rameee pasti teh Lis, karena masih baru jadi banyak orang ke sana.. Iya tapi tempatnya seru juga kalo ke sana sama keluarga. :D

      Delete
  3. Macam lagi liburan di Eropa ya, Bubu Dita, haha... Cuma kalau kelewat rame gini, enaknya memang pas weekdays aja deh, anak2 kalo udah sekolah mending diajak bolos aja sehari, haha... Apalagi kalau antrian masuknya kurang rapi ya. Moga diperbaiki sama tim di sana ya. Aduh mendayung sendiri ya, tangan pegel dong ya, haha... Tapis eru sih dan cukup murah juga sih ya, 1 perahu 50 ribu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sepakaaat Mba Nit, aku juga mending begitu daripada sesek2an di tempat wisata. Tapi waktu ke Devoyage kemarin itu masih bisa ditolerirlah ramenya.. hehe.. Au pun pinginnya ada yang ngedayungin. Biar kayak beneran di Venezia gitu, kaan.. Hahaha

      Delete
  4. Makin banyak aja wisata kekinian ini ya :D
    Cakep nih, mau ajak keponakan ke sana juga deeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba tempatnya oke juga.. Anak-anak seneng juga diajak ke sana.. :)

      Delete
  5. Wah....seru juga ya. Jadi kepengen ngajak anak-anak liburan ke sini ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba selain menghibur juga ada edukasinya di tempat ini. Jadi makin kenal budaya dan tempat di Eropa.. :)

      Delete