SOCIAL MEDIA

Thursday, February 21, 2019

Wisata Edukasi dan Rekreasi Keluarga di Jurug Solo Zoo

jurug solo zoo


Matahari mulai merayap naik di atas kepala. Boo dan Mika pun masih tertidur pulas saat kami dalam perjalanan menuju Jurug Solo Zoo, salah satu tempat wisata keluarga di Solo yang banyak dikunjungi warga lokal maupun wisatawan.


Solo memiliki beberapa pilihan tempat wisata dalam kota yang kids friendly. Dari sekian pilihan tersebut, Bubu Dita dan Yaya Indro memutuskan mengajak anak-anak untuk mengunjungi Jurug Solo Zoo saat beberapa bulan lalu kami berlibur ke sana.

Dari kecil hingga sekarang, saya sendiri sudah enggak bisa lagi menghitung dengan jari berapa kali ke Solo. Saat kecil dulu, liburan sekolah pasti selalu ke Solo. Di sana memang banyak saudara. Selain itu, Solo pun ngangenin (seperti halnya Yogjakarta :D). Kulinernya enggak bisa Bubu Dita  tolak. Rasanya enak, murah pula! Beberapa makanan favorit saya pun berasal dari kota ini.

Nah, meskipun sudah bolak-balik ke Solo tapi saya enggak pernah sekalipun ke kebun binatang yang ada di sana. Makanya, tanpa berpikir panjang lebar, akhirnya Jurug Solo Zoo  jadi salah satu destinasi yang kami kunjungi.

Baca Juga: Taman Balekambang Solo, Bukan Taman Kota Biasa

Begitu kendaraan terparkir, Boo langsung membuka mata. Ia seperti tahu bahwa kami sudah sampai tujuan. Boo langsung antusias dan sepertinya sudah enggak sabar ingin masuk ke dalam dan melihat berbagai hewan di sana. Sedangkan Mika masih melanjutkan tidurnya di gendongan Yaya Indro sampai beberapa menit kami berada di dalam Jurug Solo Zoo. Dan begitu terjaga, Mika pun seperti tidak bisa mengontrol badannya. Ia cepat-cepat berlari ke sana sini, penasaran dengan apa yang akan dilihatnya.... :D


Jurug Solo Zoo, Kebun Binatang dengan Konsep Berbeda!

Dari cerita yang saya dengar, kebun binatang di Solo sudah berbeda dengan yang dulu. Berkat revitalisasi, kini Jurug Solo Zoo semakin menarik dan cantik. Padahal biaya masuknya termasuk terjangkau, lho. Saat weekdays Rp15 ribu/orang, sedangkan di hari weekend Rp20 ribu/orang. Jam bukanya pun sudah dari pukul 07.30 hingga ditutup pukul 17.00.

Sejarah mencatat bahwa kebun binatang yang juga dikenal dengan sebutan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) ini dibangun pada 1878. Waw, lama banget, ya! TSTJ sempat mengalami masa kemunduran selama bertahun-tahun. Akibat kurang dikelola dengan baik dan tidak optimal, pamornya sebagai tenmpat wisata keluarga untuk mengenalkan hewan pada anak-pun memudar. Namun, kini kebun binatang yang berada dekat dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) telah berubah wajah.

Baca Juga: Solo Paragon Hotel Residences

Apa yang menarik dari Jurug Solo Zoo? Ya, selepas membayar tiket dan masuk ke dalamnya, hal pertama yang langsung ada di hadapan mata adalah tempat bermain anak-anak. Waaah, ini, sih, bisa langsung membuat anak-anak kegirangan... :D

Baru setelah itu pengunjung bisa melihat satwa gajah dan juga kandang burung dengan berbagai jenis burung di dalamnya, seperti elang bondol.

keliling jurug solo zoo


Nah, satu hal yang unik di dalam kebun binatang ini yang sepertinya enggak ada di kebun binatang lain adalah adanya berbagai bentuk dan jenis lampion, dari yang ukurannya kecil hingga yang berukuran raksasa! Jumlahnya pun enggak sedikit, tapi ada ribuan lampion!

lampion di jurug solo zoo


Ternyata, saat malam hari TSTJ berubah menjadi Taman Pelangi Jurug. Lampion-lampion tersebut akan mennyala dnegan indahnya. Enggak ketinggalan, ada juga atraksi air mancur menari! Nah, buat Manteman Rumika yang punya banyak waktu luang, selain melihat Jurug Solo Zoo juga bisa, nih, menikmati warna-warni di taman lampionnya.

Sayangnya, saat itu kami hanya bisa memandangi lampion di tengah hari. Meski begitu, Boo dan Mika pun sudah merasa senang, lho. Apalagi begitu melihat lampion berbentuk dinosaurus dan naga yang besar. Mereka pun bertingkah seperti kedua makhluk itu! :D

lampion dinosaurus di jurug solo zoo



Terasa Lebih Nyata!

Masih ada hal unik lainnya di Jurug Solo Zoo. Saya sempat berpikir, “kok, ini, sedikit banget, sih, binatangnya?” Ya, memang pas berkeliling, kami hanya menemukan gajah dan rumah burung saja. Ada juga danau yang cukup besar dengan jembatan.

Barulah kemudian Bubu Dita tahu setelah melihat papan petunjuk bahwa hampir semua hewan yang ada di Jurug Solo Zoo memang lokasinya agak jauh. Kami harus memutari danau dan melewati deretan kios penjaja makanan dan minuman. Sebenarnya ada kereta mini, tapi waktu tunggunya agak lama. Yoweslah, saatnya olahraga jalan kaki. :D Untungnya, anak-anak juga sama sekali enggak rewel, malah masih saja semangat... :D

Meski enggak seluar Taman Margawatwa Ragunan, tapi Jurug Solo Zoo juga punya banyak koleksi hewan menarik. Anak-anak paling antusias begitu melihat buaya muara! Ukurannya sangat besar dan jarak antra pengunjung dengan buaya tersebut memang dekat sekali. Begitu pun dengan beberapa hewan lainnya. Makanya, saya merasa di tempat ini rasanya hewan-hewan tersebut terasa lebih nyata, gitu! Meskipun jaraknya dekat, tapi keamanan pasti tetap terjaga.

melihat satwa di jurug solo zoo

buata muara di jurug solo zoo


Selain itu, jarak antara kandang hewan pun enggak terlalu berjauhan. Kami pun enggak perlu lagi terlalu banyak berjalan kaki seperti halnya jika di Ragunan... :D Nah, dan satu hal yang paling membuat saya menyukai tempat ini adalah banyaknya pohon-pohon besar dan rindnag yang menaungi. Wah, rasanya adem banget! Selain sebagai konservasi hewan dan tempat rekreasi, Jurug Solo Zoo juga menjadi tempat berkonsep wisata alam. Beberapa spot foto instagramable pun bisa Manteman Rumika temukan di sini.

spot instagramable di jurug solo zoo


Setelah puas melihat berbagai hewan, seperti orang utan, harimau, hingga kangguru dan lainnya, kami pun berniat pulang. Nah, dari sini, kami menunggu kereta mini untuk mengantar hingga ke shuttle yang ada di depan, dekat dengan tempat lampion. Jika jalan lagi ke depan rasanya Bubu Dita memang sudah enggak sanggup, deh! :D Biaya naik kereta mini sendiri sebesar Rp5.000,-/orang.

Baca Juga: Tips Jalan-Jalan Nyaman ke Ragunan

Sambil menunggu kereta, di tempat duduk yang ada, saya melihat rumah kelinci warna-warni yang amat menarik perhatian. Anak-anak bisa memberi pakan kelinci dengan membayar sejumlah uang. Boo dan Mika kelihatannya ingin bermain bersama kelinci, tapi Bubu Dita bilang, “dilihat aja, ya, kelincinya.” :D

Begitu kereta mini datang, kami pun beranjak pergi dan membawa  kesan mendalam mengenai tempat ini. Meski dikatakan telah direvitalisasi dan banyak perubahan, tapi menurut saya kebersihan Jurug Solo Zoo tetap harus ditingkatkan lagi. Bubu Dita juga berharap semoga hewan-hewan di sana pun dirawat dengan sebaik-baiknya. :)


Dari Solo ke Kota Lain, Yuk!

Kenangan jalan-jalan ke kebun binatang saat saya masih kecil justru terekam jelas hingga kini saat ke Gembira Loka di Yogyakarta. Ya, kota Yogyakarta pun punya kebun binatang yang sangat populer.

Memang sudah sekitar 25 tahun lalu, Bubu Dita menyambangi Gembira Loka. Pasti kini tempat tersebut sudah banyak mengalami perubahan. Selain dapat melihat koleksi hewan, di Gembira Loka juga tersedia wahana-wahana seru untuk anak-anak.

Dengan berbagai aktivitas, seperti kolam sentuh, terpi ikan, ATV, speed boat, bumper boat, dan lainnya akan membuat pengunjung betah dan berlama-lama di sana.

Selain Solo dan Yogyakarta, ada lagi, nih kebun binatang yang jaraknya enggak terlalu jauh dari kedua kota itu. Ya, jika Manteman Rumika berkunjung ke Kota Semarang, kamu juga bisa mengunjungi Kebun Binatang Mangkang.

Kebun Binatang Mangkang atau lebih dikenal dengan Bonbin Semarang memiliki luas sekitar 10 hektare. Seperti Jurug Solo Zoo dan Gembira Loka, di Bonbin Semarang pun punya wahana seru, yairut waterbom! Nah, buat kamu yang mau ke sana, jangan lupa untuk persiapan baju ganti... :D

Yogyakarta, Solo, dan Semarang atau biasa disingkat Joglosemar memang jaraknya berdekatan. Jika punya waktu liburan lebih banyak, Bubu Dita pun pingin banget mengajak Boo dan Mika mengelilingi berbagai tempat wisata seru selain kebun binatang di Joglosemar Semarang.

Untuk mencapai ketiga kota itu pun cukup mudah, jika enggak menggunakan kendaraan pribadi, bisa memanfaatkan transportasi bus atau pun kereta api. Ketiga kota itu sangat mudah dijangkau dan biaya transportasinya pun terjangkau, kok.

Sudah punya rencana buat liburan panjang nanti belum? Nah, bisa, tuh, dimanfaatkan untuk ke Joglosemar. Sekali liburan, tiga kota terlampaui! :D


-Bubu Dita-


42 comments :

  1. wah murah meriah ya mbak :) anak-anak pasti senang bisa main ke Jurug Solo ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, dan konsepnya yang unik itu bikin beda dari bonbin yang lain..

      Delete
  2. Wah Uda lama banget aku gak ke Jurug, ternyata Uda banyak perkembangan ini

    ReplyDelete
  3. Aduh, jd malu. Aku yg deket dr kebun binatang ini malah ga pernah masuk. wkwkwkw
    Tp seru kyknya ya, jd nostalgia jaman2 SD dl. Nice info mba, sekarang keliatan lebih terawat kayaknya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waa, rumah di Solo, ya, mas.. Asik ya di sana banyak tempat wisata keren.. Iya, bonbinnya direvitalisasi jadi keliatan lebih keren.. Konsepnya juga beda dan unik..

      Delete
  4. Kebun binatang saat ini makin menyenangkan ya. Bukan saja bisa melihat lebih dekat dengan binatang-bintang di dalamnya, juga asyik buat pepotoan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, Kayaknya tempat wisata kalo gak ada spot fotonya kurang afdol.. hehe

      Delete
  5. Wah, jadi pengen ke sana juga, lumayan buat anak-anak berwisata sambil berkenalan dengan binatang ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak pasti seneng sih kalo diajak ke tempat wisata ini.. 😉

      Delete
  6. Wah senangnya bubu Dita dan keluarga main2 ke Solo Zoo �� Muraaah bener sih HTM nya 15K dan 20K .... hhhhmmm bisa betah bolak-balik nih kalo ada dj Jakarta. Meskipun ga sebanyak hewan2 di Bonbin Rqgunan, sepertinya koleksi di Solo Zoo lumayan menarik dan menghibur pengunjung. Aku cuma lewat ke Solo, belum pernah mampir hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keliling sini capeknya setengah Ragunanlah mba.. haha.. Enak tempatnya, kalo laper juga ada warung makan rapi berjejer.. 😁

      Delete
  7. Daerahku namanya curug agung. Beda ya ini Jurug. HTM yang terjangkau bikin masyarakat kelas bawah juga biaa bawa keluarganya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya Mba Git, curug sama jurug beda-beda tipis, yaa.. 😄

      Delete
  8. Seru ya bisa mengajak anak-anak mengenal binatang-binatang.

    Oh iya, Jurug Solo Zoo ini dikelola pemerintah atau bukan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau aku masih dikelola pemerintah daerah mas..

      Delete
  9. wah mbak, aku yang dari kelahiran solo, dari sejak kecil sampai sekarang justru belum pernah maen ke Jurug (sedih deh aku). Kalo mudik dah sibuk dengan silaturahmi dengan sanak saudara jadi jalan-jalannya malah keluar solo lagi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, mbaa nanti mudik main ke Jurug.. 😉 Wisata di luar Kota Solo juga banyak yang bagus-bagus, ya, teruyama wisata alamnya..

      Delete
  10. Eh, beda banget Kebun Binatang Jurug yang sekarang dengan yang ada di memoriku. Emang aku ke sana udah lama banget sih. Jadi nostalgia dan pengen balik lagi deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang lebih tertata dan makin menarik karena ada lampion-lampionnya itu, ya.. Tapi mesti lebih ditingkatin lagi sih kebersihannya kalo menurutku.. 🙂

      Delete
  11. Pernah sekali ke Solo, tapi ngga sempet eksplore.
    Anyway aku suka artikelnya, serasa lagi baca tulisan di majalah Bobo saat kecil dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Solo seru buat dieksplor mba, apalagi kulinernya.. 😄 Waaa, terimakasii banyak mba Efa.. 🙏🙂

      Delete
  12. Lucu itu kok ada lampion aneka bentuk dan warna. Kalo ujan engga rusak yah?
    Sering ke Solo, tapi blm ke Jurug Zoo nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena di outdoor mestinya tahan cuaca, ya.. Yuk, mba kalo le Solo lagi main ke sana.. 😉

      Delete
  13. Saya termasuk yang jarang banget ajak anak-anak ke kebun binatang. Padahal jalan-jalan ke kebun binatang biasanya kan menyenangkan buat anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya mba Myra.. Bonbin jadi wisata andalan keluarga banget.. Selain terjangkau juga bisa rekreasi dan ada nilai edukasinya..

      Delete
  14. Samaaa ... Bapakku berasal dari Solo tapi aku belum pernah ke kebun binatangnya. Tiap kali kesana, makan-makaaaan. Habis, enak-enak dan murah, sihh, hihihi ...

    Aku lumayan parno bawa anak-anak ke Joglosemar. Tak lain tak bukan karena cuacanya. Anak-anak rewel berat kalau ketemu udara panas. Bisa mrengut seharian, sakit kepala, lalu gatal-gatal, huhuhu ... Beda kalau dibawa ke daerah sejuknya seperti di Bandungan atau Ambarawa. Nah kaaan, galau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Solo paling asik memang wisata kulinernya, ya, mba.. Aku suka banget makanan di sana.. Murah pula ya, bikin happy banget.. 😁

      Delete
  15. lampion2nya pasti bakalan tambah keren kalau malam ya bu...
    tapi yang penting anak2 senang.. .., ngeliat buaya muara gede sedekat itu nggak takut ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keliatan deket banget buayanya ya mba.. Tapi aman-aman aja, sih.. Iya pas malam jadi taman pelangi, taman lampion mba..

      Delete
  16. Wuah noted ini mba klo jj ke solo .tahun ini inshaallah hehehe

    Btw beberapa model kurungan sama sejarahnya mengingatkan ku dengn KBS surabaya yg skrg juga sudah lebih baik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya, di KBS kondisinya dulu sempet kurang terawat ya mba, sampe sedih liat hewan-hewan di sana.. Alhamdulillah kalo sekarang udah baik lagi..

      Delete
  17. Wah ada kebun binatang juga di Solo..harga tiket terjangkau banget yak.. semoga bisa mampir sini kalo ke Solo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siippp.. Menarik banget buat wisata keluarga mba..

      Delete
  18. Owalaaahhh...Jurug itu nama tempatnya ya mba, kirain ada air terjun di kebun binatangnya tadi itu, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kalo air terjun itu curug ya.. Mirip namanya.. 😁

      Delete
  19. Penasaran bentuk KB Jurug Solo ini kalau malam. Pasti indah banget pencahayaan lampionnya kali ya.

    Murah banget tiket untuk masuknya ya mbak. Harusnya dengan harga segitu ditambah sudah makin mantap kawasannya, sudah harus banyak pengunjung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, aku next time kalo ke Solo lagi rwncananya pingin liat pas malamnya kayak gimana mba.. Lampionnya banyak banget..

      Delete
  20. Hebat sekali ya bisa bangkit dari keterpurukan. Fasilitas Baru bisa menarik perhatian. Skrg wisata selfie laku sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Arief, biar bisa datangin lebih banyak wisatawan ya..

      Delete
  21. Wah kebayang kalau malam pasti warna warni lampunya ya mbak? Memangnya buka sampai jam berapakah?
    Iya ya kandangnya kyknya deket pengunjung gtu hehe.
    Aku jd keinget kudu bawa Dema ke bonbin, soalnya belum pernah haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo bonbinnya cuma sampai sore aja mba. Nah, yang lampion itu dari sore sampai malam.. Ayoook Dema ke bonbin... :D

      Delete