SOCIAL MEDIA

Thursday, May 21, 2020

Mengatasi Rasa Stres Saat Harus #DiRumahAja


Sudah dua bulan lebih kebijakan Work From Home dari kantor Bubu Dita berjalan. Asli, nggak berasa banget! Untuk menghindari risiko penularan pandemik Corona, akhirnya banyak perusahaan memberlakukan kebijakan yang sama. Sekolah pun demikian. Anak-anak harus belajar di rumah.


Meski kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah sepertinya sudah longgar, di mana kita banyak melihat kerumunan di mana-mana, tapi Bubu Dita dan keluarga masih berusaha untuk meminimalkan untuk keluar rumah.

Selama dua bulan lebih ini pula, Bubu Dita jarang ke luar rumah. Jadi, boro-boralah mau bikin konten traveling di blog atau Instagram... Huhuw... Apapun yang dibutuhkan, mau beli sesuatu, tinggal pesan online. Begitu pun dengan belanja sayur, langsung penjual yang mengantarkan belanjaan ke depan pintu rumah. Entah kapan kebijakan ini akan berakhir, namun selama dua bulan lebih ini ada banyak hal yang Bubu Dita rasakan.

Merasakan Stres Saat #DiRumahAja

Pola hidup yang berubah, mesti adaptasi dengan segala hal yang baru pada saat awal-awal Work From Home ternyata sungguh menguras energi dan emosi. Yakin, deh, pasti banyak orang tua yang juga mengalami hal yang sama dengan yang Bubu Dita rasakan.

Apalagi anak-anak juga di rumah, kan. Tidak ada support system dari ART pula. Huaaah, rasanya hidup jadi jungkir balik, berjalan seperti roller coaster. Mesti membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, urusan rumah benar-benar menyita waktu. Saya bahkan sempat lupa untuk mengurus diri sendiri. Lupa untuk me time. Ya, karena memang tidak ada lagi waktu yang tersisa.

Energi yang terkuras, akhirnya dapat merambat ke emosi yang menjadi negatif. Entahlah selama dua bulan ini sudah berapa banyak teriakan yang Bubu Dita lontarkan ke anak-anak. Meski setelah itu sadar dan menyesal, tapi ada saja kejadian itu berulang.

Bosan di rumah dan stres saya rasakan. Ini yang sempat saya takutkan. Kondisi seperti ini dapat berpengaruh pada kesehatan mental diri saya sendiri. Adakah Manteman yang juga merasakan hal yang sama?


#DiRumahAja Terus-terusan Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Mental?

Jika tidak lekas disadari dan ditanggulangi, memang rasa stres yang berlebihan Bubu rasa akan bisa memengaruhi kesehatan mental. Dan ini bukan perkara sembarangan. Kesehatan mental sangat penting untuk disembuhkan.

Setelah Bubu baca beberapa referensi, ada gejala-gejala yang perlu kita perhatikan yang dapat berpengaruh pada kesehatan mental kita, seperti memiliki rasa marah yang berlebihan dan rentan melakukan kekerasan, mempunyai rasa takut, khawatir yang berlebihan, adanya rasa bersalah yang selalu mengikuti, merasa sedih, tidak berdaya, ingin melukai diri sendiri maupun orang lain, mulai merasakan delusi, halusinasi, dan gejala-gejala lainnya.

Sangat mungkin jika kesehatan mental seseorang bias terganggu ketika aktivitasnya menjadi terbatas dan harus selalu berada di rumah. Jika berbagai gejala tersebut kita alami, ada baiknya tidak disimpan sendiri, melainkan berbagilah dengan orang terdekat atau coba meminta bantuan kepada ahlinya, seperti dokter atau psikiater, Bukan hal yang mudah memang menceritakan kondisi kejiwaan diri sendiri, namun itulah hal yang harus dilakukan.


Tips Agar Tidak Stres Saat #DiRumahAja

Bubu Dita sempat bercerita di awal begitu kelimpungannya mengurus segala hal saat harus #DiRumahAja dan pada akhirnya emosi jadi tidak terkontrol dan sering marah. Dari situ saya menyadari memang penting banget punya waktu untuk diri sendiri. Beberapa hal ini mungkin dapat Manteman Rumika lakukan ketika merasa stres dan bingung harus ngapain ketika di rumah:

1. Baca buku yang menumpuk di rak

Nah, ini dia, baca buku jadi pelampiasan Bubu untuk me time. Buku Lima sekawan sampai sejarah Dalai Lama yang teronggok di rak buku dan belum sempat terbaca, akhirnya say abaca juga.

2. Berkebun

Ketika harus di rumah, akhirnya Bubu Dita pun mulai menata rumah dan membeli berbagai tanaman untuk menghias taman. Coba deh, rasanya nagih lho!

3. Melihat online shop

Hayo, siapa nih yang hoinya check out barang di online shop? Nggak apa-apa! Bagi banyak orang melihat barang-barang di online shop sanagt menyenangkan, meskipun nggak membelinya.

4. Nonton Dorama dan Drakor

Sudah berapa banyak drakor yang kamu tonton secara marathon selama #DiRumahAja? Hehehe…

5. Perawatan Diri

Nggak bias ke salon, bukan berarti nggak bias perawatan kan. Nah, hal ini bias kita lakukan di rumah juga, kok. Bila sudah punya pasangan, saling gentian massage boleh banget! Maskeran terus juga nggak ada yang melarang… :) Nah, intinya dari poin 1 sampai 4 adalah melakukan hal yang kita sukai. Luangkan waktu untuk diri sendiri, ya.

6. Tidur yang cukup

Makan sehat, tidur yang cukup akan membuat badan jadi nggak lemas dan lebih bertenaga. Asal jangan kebablasan nonton drakor terus waktu tidur jadi berkurang, ya… :D

7. Sesekali beraktivitas di luar

Ini juga saya lakukan untuk mengatasi kebosanan. Namun, tentu bukan berkerumun tapi hanya keliling komplek saja, atau belanja bulanan bias membatu merilekskan pikiran sejenak. Saya pun sempat beberapa kali mengajak anak-anak keluar rumah tapi tanpa turun dari mobil. Melihat jalan dan sekitarnya sudah cukup.

HaloDoc, Aplikasi Kesehatan untuk Semua

Beberapa referensi artikel mengenai kesehatan mental dapat Manteman temukan di HaloDoc, lho. Yap, ternyata aplikasi ini nggak hanya bisa untuk membeli obat dan berkonsultasi langsung dengan dokter, tapi ada juga bacaan mengenai kesehatan yang menarik untuk diketahui.

Nah, pas lagi #DiRumahAja, Bubu Dita pun sempat beberapa kali menggunakan aplikasi HaloDoc untuk membeli vitamin dan madu. Pernah juga ketika malam tiba-tiba leher suami kaku dna nggak bisa digerakkan, untung banget ada dokter di HaloDoc yang siap menerima kunsultasi, bahkan free tanpa berbayar.

Kebayang sih kalau nanti kami sekeluarga pergi berlibur dna tetiba butuh obat, aplikasi HaloDoc pasti yang ada di daftar utama untuk membelinya. :)

Stay healthy ya semuanya… :)

-Bubu Dita-

No comments :

Post a Comment