Pulau Lengkuas, Pulau Kecil dengan Mercusuar Ikonik di Belitung



Kapal yang kunaiki bersama keluarga bergerak cepat. Samar-samar di depan tampak bangunan tinggi berwarna putih yang siap menyambut kedatangan kami. 


Semakin dekat, bangunan itu pun terlihat semakin nyata. Sampai akhirnya kapal menepi di pulau dengan mercusuar putih yang berdiri megah. Yap, sampailah kami di Pulau Lengkuas, Belitung! 


Pulau Lengkuas merupakan salah satu pulau kecil di Belitung yang namanya hampir selalu muncul saat orang-orang ke Belitung dan berwisata island hopping. 


Bukan tanpa alasan pulau ini jadi magnet tersendiri di Belitung. Pulau Lengkuas memang punya satu ikon yang langsung mencuri perhatian, mercusuar tua berwarna putih peninggalan kolonial yang menjulang tinggi di tengah pulau.


Makanya, saat aku mengajak keluarga liburan ke Belitung, island hopping dan menapaki Pulau Lengkuas masuk ke dalam itinerary perjalanan kami. :) Liburan keluarga ke Belitung rasanya nggak lengkap, deh, tanpa singgah ke Pulau Lengkuas.




Ada yang tahu nggak kenapa namanya Pulau Lengkuas? Apa karena di pulau ini ada banyak lengkuasnya?


Dari beberapa referensi yang aku baca, ternyata bukan karena ada banyak lengkuas di pulau ini. Jadi sebenarnya karena ada mercusuar, orang menyebutnya Pulau Light House. Namun karena penduduk lokal sulit menyebutnya, akhirnya Light House itu pun disebut sebagai Lengkuas! :D 


Gimana, menarik juga, ya, asal usul nama pulau ini. :) 



Menuju Pulau Lengkuas dengan Tour Island Hopping di Belitung

Meskipun suami bisa nyetir mobil, tapi saat liburan ke Belitung kami nggak menyewa mobil sendiri dan kemana-mana sendiri, ya. Aku mikirnya biar nggak ribet, apalagi ngajak anak-anak, akhirnya kami pun memutuskan untuk pakai jasa tour aja. 


Aku memilih untuk tour selama dua hari satu malam tanpa hotel karena kami sudah booking hotel pilihan kami sendiri. Biasanya jasa tour memang ada paket tour yang tanpa hotel dan ada juga yang sekalian sama hotel. 


Dari sekian banyak jasa tour aku memilih yang namanya Belitung Tours. Coba cek aja di Instagram, ya. Sssttt, ini bukan postingan endorse, kok. Hehe… Namun kalau Manteman butuh jasa tour di Belitung, siapa tahu tertarik sama jasa tour yang aku pakai ini. 


Untuk biayanya sekitar Rp800 ribu/orang. Ini sudah termasuk semuanya selama dua hari satu malam itu, ya, tanpa hotel. Kalau aku cek di beberapa tour lain juga harganya sangat bersaing, kok. 


Nah, cara paling praktis untuk mencapai Pulau Lengkuas memang dengan menyewa tour island hopping. Banyak penyedia tour di Belitung yang menawarkan paket ini, biasanya sudah termasuk perahu, pelampung, dan pemandunya juga. 


Jasa tour yang aku sekeluarga pakai nggak hanya tour island hopping tapi juga yang sekalian mengantar keliling kota, tempat wisata lain dan termasuk ke bandara di hari terakhir. 


Bisa aja, sih, sebenarnya nyewa kapal sendiri di tempat. Tapi dasarnya aku nggak mau ribet dan biar sekalian bisa kemana-mana, akhirnya memang pakai jasa tour di Belitung.





Di hari kami island hopping, tour guide menjemput kami langsung di hotel. Kebetulan hotel kami jaraknya juga nggak terlalu jauh dari Pantai Tanjung Kelayang, tempat dimulainya island hopping dengan naik kapal. 


Setelah naik kapal, kami langsung menuju beberapa pulau kecil seperti Batu Burung Garuda, Pulau Pasir, dan Pulau Batu Berlayar. Kemudian barulah kami ke Pulau Lengkuas! Alhamdulillah lancar sepanjang perjalanan dan cuacanya juga cerah banget.



Kesan Pertama Saat Menginjakkan Kaki di Pulau Lengkuas Belitung

Begitu sampai, Pulau Lengkuas menyambut dengan pantai berpasir putih dan air laut yang sangat jernih. Dari bibir pantai saja, dasar laut seperti masih terlihat jelas, lho.


Aku juga memperhatikan batu-batu granit besar tersebar di beberapa sudut pulau. Hal ini memang menjadi ciri khas yang nggak bisa dilepaskan dari pemandangan di Belitung.


Pulau Lengkuas nggak luas. Dalam waktu singkat, kita sudah bisa menjelajahi sebagian besar area pulau yang luasnya hanya 1 hektar ini. 


Mercusuar yang jadi ikon pulau ini pun tampak dekat juga dari bibir pantai. Cukup jalan kaki sebentar saja dari kapal yang bersandar sudah bisa langsung ada di depan mercusuarnya. 


Anak-anak pun langsung bermain air di tepi pantai. Ada juga spot seperti kolam yang dikelilingi batu-batu besar. Ah, senang sekali rasanya ngeliat mereka juga happy main air di sana… :D 


Sambil tetap memperhatikan anak-anak, aku dan suami pun menikmati suasana di pantai pulau ini sambil sesekali mengambil dokumentasi. :)



Sedikit Cerita Tentang Mercusuar Pulau Lengkuas Belitung

Mercusuar Pulau Lengkuas nggak hanya bagus sebagai latar foto aja. Bangunan ini jadi ikon utama yang membuat Pulau Lengkuas berbeda dari pulau-pulau kecil lainnya di Belitung. Tak hanya itu mercusuar ini juga punya kisah panjang tentang keberadaannya di Pulau Lengkuas. 


Mercusuar Pulau Lengkuas dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1882 oleh ZM Willem III. Mercusuar ini memiliki tinggi 70 meter dengan 18 lantai yang di setiap lantainya terdapat jendela. 


Tahun pembuatan mercusuar ini juga terdapat pada papan yang melekat di bagian bawah mercusuar, Kalau dihitung-hitung, berarti mercusuar ini sudah berusia 144 tahun! 




Keberadaan mercusuar di Pulau Lengkuas sangat penting untuk memandu kapal yang akan masuk dan keluar dermaga Pulau Belitung. 


Dulu pengunjung pun diperbolehkan naik ke bagian paling atas mercusuar sehingga bisa melihat keseluruhan Pulau Lengkuas dan pulau-pulau lainnya dari atas ketinggian. 


Sayangnya, saat aku sekeluarga mengunjungi Pulau Lengkuas, mercusuar ini ditutup, nggak lagi bisa dinikmati pengunjung, Wisatawan nggak diperkenankan untuk masuk ke dalam dan naik hingga ke atas. 


Aku pun hanya bisa mengelilingi mercusuar, melihatnya dari dekat. Mercusuar ini seperti sebuah komplek yang dipagari tembok. Disebelah mercusuar terdapat beberapa bangunan yang merupakan rumah para petugas penjaga mercusuar. 



Aktivitas Seru di Pulau Lengkuas Bersama Keluarga

Sebenarnya kalau mercusuar masih aktif dan bisa dinaiki oleh wisatawan, ini akan menjadi aktivitas utama yang ada di pulau ini. Namun meski mercusuar nggak bisa dinaik, sebenarnya ada banyak aktivitas ringan yang bisa dinikmati di Pulau Lengkuas, terutama jika datang bersama keluarga.


- Bermain di Pantai & Snorkeling

Bermain air di pantai tentunya bisa menjadi aktivitas favorit. Ombak di pantai Pulau Lengkuas relatif tenang, cocok untuk anak-anak bermain di tepi pantai dengan pengawasan orang dewasa. 


Bagi yang suka snorkeling, perairan sekitar pulau juga cukup menarik untuk melihat kehidupan bawah laut.





- Dokumentasi Setiap Sudut Pulau

Pulau Lengkuas juga menjadi spot foto keluarga yang cantik. Latar mercusuar, batu granit, dan laut biru hampir selalu menghasilkan foto yang oke tanpa banyak usaha. :) 





- Eksplorasi Pulau Sampai Menemukan Makam

Kalau punya banyak waktu, kita juga bisa mengeksplorasi keseluruhan pulau. Saat berkeliling pulau, aku pun menemukan ada beberapa makan yang dipagar. Aku nggak mencari tahu itu makam-makam siapa saja. 


Saat browsing-browsing pun setelah pulau dari Belitung, aku belum menemukan makam siapa yang ada di Pulau Lengkuas tersebut. Kalau ada Manteman yang tahu soal keberadaan makam ini bisa share di komentar blog ini, yaa… 




- Jajan Pop Mie Sambil Minum Es Kelapa

Selain itu, ada beberapa warung di Pulau Lengkuas yang bisa jadi tempat untuk kita melepas lelah sejenak. Saat di sana, aku sekeluarga sempat makan Pop Mie dan minum es kelapa muda. Harga Pop Mie kalau nggak salah 15 ribu dan es kelapa batok 20 ribu. Tipikal harga di tempat wisata, ya. 


Lumayan banget sebenarnya ada warung-warung ini. Selang beberapa lama kami mengeksplorasi Pulau Lengkuas, hujan turun dengan derasnya. Keberadaan warung-warung jadi penyelamat kami untuk berteduh…


Pas banget makan mie saat hujan diakhiri dengan minum es kelapa dengan pemandangan tepi pantai. Mantap! :D 




Pulau Lengkuas yang Kini Lebih Ramai

Pulau Lengkuas saat ini terasa lebih ramai dan hidup dibandingkan dulu. Terasa lebih hidup, lebih banyak pengunjungnya. Suasana pulau nggak lagi sesunyi dulu. Ya, sekitar tujuh tahun lalu aku sempat mengunjungi pulau ini juga saat solo traveling. 


Saat ini aku bersama teman-teman tour hanya main di pantai saja. Dulu seingatku belum ada warung-warung di pulau ini, Makanya aku agak kaget pas kembali lagi ke Pulau Lengkuas dan melihat deretan warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman. 




Dengan adanya warung-warung ini sebenarnya jadi simbiosis mutualisme, ya, bagi penjual warga lokal dan wisatawan. Hal ini memudahkan pengunjung yang ingin beristirahat sejenak, yang lapar dan butuh energi sebelum melanjutkan perjalanan keliling pulau lainnya. :) Apalagi bagi aku dan suami yang mengajak anak-anak. 


Namun tentunya perlu lebih diperhatikan soal keberadaan sampah-sampah yang ditinggalkan. Semoga, ya, Pulau Lengkuas tetap terjaga kebersihannya!




Perubahan memang jadi hal yang nggak terelakkan, ya, terutama untuk destinasi wisata seindah Pulau Lengkuas. Tapi menurutku walaupun ada perubahan, yang terpenting pesona utamanya masih tetap ada, seperti laut yang jernih, batu granit yang ikonik, dan mercusuar yang berdiri tegak sebagai simbol pulau ini. Dan tentunya kebersihannya.


Pulau Lengkuas mungkin kini lebih ramai, tetapi pulau ini tetap menawarkan pengalaman yang berkesan, terutama jika datang bersama keluarga. 


Gimana, ada rencana untuk mengunjungi pulau cantik dengan mercusuar ikonik ini juga?



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *