Bersyukur banget aku tinggal di Depok. Jaraknya nggak terlalu jauh dari Bogor dan ada banyaaaak tempat wisata di Kota Hujan ini. Sepertinya setiap tahun ada aja tempat wisata baru di Bogor.
Kali ini aku mengajak anak-anak menjelajahi Museum Tanah dan Pertanian. Memang bukan tempat wisata baru. Namun setelah aku mengunjunginya, aku rekomendasiin tempat ini buat Manteman kunjungi juga.
Asli, ternyata bagian dalam museum ini penuh nilai edukasi, ada banyak yang bisa dilihat dan dipelajari dengan biaya masuk 0 rupiah!
Yap, aku nggak mengada-ngada. Untuk bisa menikmati semua koleksi yang ada di museum ini beserta fasilitasnya pengunjung nggak dikenakan biaya. Lokasinya pun sangat strategis. Berada tepat di seberang pintu utama Kebun Raya Bogor!
Ada apa saja di Museum Tanah dan Pertanian? Yuk, aku ajak Manteman semua buat menjelajahinya juga lewat tulisanku… :)
Gedung Utama Museum, Gedung Bersejarah Berusia Ratusan Tahun!
Kota Bogor memang identik dengan tanaman, ya. Selain keberadaan Kebun Raya Bogor, di kota ini juga terdapat IPB University. Kampus yang awalnya berfokus pada bidang pertanian.
Makanya begitu tahu di Bogor ada Museum Tanah dan Pertanian aku nggak heran. Sejarah tentang penelitian pertanian pasti sudah terekam panjang di kota ini.
Saat anak-anak liburan, aku pun mengajak mereka ke Bogor dan berkunjung ke museum ini. Turun dari kereta di Stasiun Bogor, kemudian kami naik angkot dan langsung turun tepat di depan Museum Tanah dan Pertanian.
Kala itu sedang musim liburan sekolah, jadi selain kami sudah ada beberapa pengunjung lainnya di depan museum meskipun hari masih pagi. Tak menunggu lama, aku dan anak-anak langsung masuk ke dalam gedung museum.
Sebenarnya hal pertama yang langsung membuatku takjub adalah bangunan museum yang terlihat sekali bangunan tua masa kolonial.
Dan benar saja, setelah berkeliling museum, ada info yang ku dapat mengenai gedung museum ini. Setelah pulang dari museum pun aku mencoba mencari tahu lebih lanjut mengenai sejarah Museum Tanah dan Pertanian.
Museum ini ternyata menempati bangunan Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek, sebuah lembaga pengetahuan tentang tanah dan pertanian yang didirikan tahun 1905. Karena itulah usia bangunan ini sudah ratusan tahun, kan!
Setelah kemerdekaan, bangunan ini diambil oleh Pemerintah Indonesia dan menjadi Lembaga Penelitian Tanah pada 1974. Kemudian barulah menjadi museum pada 29 September 1988.
Sempat mengalami renovasi, Museum Tanah dan Pertanian kini berdiri tegak di pusat Kota Bogor dan siap menyambut para pengunjung dengan beragam edukasi.
Nah, begitu masuk bangunan tua peninggalan Belanda ini, aku dan anak-anakku langsung berkeliling melihat berbagai koleksi yang ada di sana. Beragam batu-batuan dari berbagai wilayah di Indonesia dipamerkan.
Yang aku suka ada instalasi yang menunjukkan berbagai jenis tanah. Bentuk instalasinya memanjang ke bawah seperti tabung yang berisi tanah. Tanah-tanah tersebut kulihat berbeda-beda baik dari warna dan teksturnya. Selain itu, ada juga penjelasan tentang lapisan-lapisan tanah.
Meski menurutku kurang interaktif tapi berbagai koleksi di museum ini ditempatkan dengan baik. Informasinya juga diberikan dengan baik dan detail. Makanya museum ini memang cocok banget buat jadi tempat fieldtrip anak sekolah… :)
Oiya, bangunan museum ini meski dari luar tampak kecil tapi ternyata bagian dalamnya luas dengan langit-langit yang cukup tinggi. Dengan alas keramik marmer juga membuat suasananya jadi lebih adem.
Nah, yang aku nggak nyangka, ternyata Museum Tanah dan Pertanian di Bogor ini nggak hanya menempati satu bangunan saja, tapi tiga bangunan gedung sekaligus! Mantap nggak, tuh! Malah sebenarnya ada satu bangunan lagi tapi diperuntukkan sebagai ruang pertemuan dan guest house atau penginapan pegawai.
Galeri Pangan dan Pertanian di Masa Depan
Setelah dari gedung utama atau disebut gedung A, kami menuju bangunan selanjutnya di bagian belakang yang disebut gedung C. Oiya, kalau gedung B itu gedung guest house, ya. Jadi pengunjung museum dilarang masuk… :)
Nah, di gedung C inilah jumlah koleksi dan cerita tentang tanah dan pertanian di Indonesia lebih banyak dibahas. Bahkan sampai terdiri dari tiga lantai, lho. :)
Di lantai pertama aku sempat takjub melihat diorama subak atau sistem pengairan di Bali. Selain itu ada pula diorama dua kerbau besar yang sedang membajak sawah. Salut sama dekorasi museumnya… :D Anak-anak pun jadi lebih tertarik begitu melihat berbagai diorama di dalam museum ini.
Oiya, di bangunan C ini aku dan anak-anak juga bisa melihat berbagai jenis sumber pangan, mulai dari umbi-umbian, kacang-kacangan, dan lainnya. Jenis-jenis padi juga ada infonya di sini. Malah ada juga layar interaktifnya.
Sumber pangan yang nggak biasa aku lihat seperti sorgum sampai jagung warna ungu juga diperlihatkan dalam bentuk nyata. Menarik banget, ya!
Itu baru hal seru yang ada di lantai satu ya. Beranjak ke lantai dua barulah aku dan anak-anak melihat bagaimana sejarah pertanian dari masa penjajahan sampai masa kemerdekaan.
Nah, ada satu sudut menarik di lantai dua ini. Terdapat sebuah kedai kopi! Sebenarnya bukan kedai kopi beneran yang di mana pengunjung bisa membeli kopi, ya… :) Kedai ini tampaknya hanya diorama yang memperlihatkan bagaimana perkembangan dunia kopi di Indonesia… :)
Jika di lantai dua mengenai sejarah, di lantai tiga saatnya melihat ke masa depan! Yes, di lantai tiga gedung ini terdapat informasi menarik mengenai bagaimana teknologi pertanian di masa kini dan nanti.
Aku melihat terdapat alat yang cukup besar berwarna kuning yang menggantung di satu sudut. Di belakangnya terdapat gambar helikopter. Oh, setelah kuperhatikan ternyata alat ini adalah aerofertilizing atau alat pemupukan menggunakan transporatsi udara!
Selain itu ada juga teknologi alat pertanian modern, seperti autonomus tractor sampai drone. Di sini pula terdapat penjelasan mengenai smart farming.
Bagi Manteman yang tertarik dalam bidang pertanian memang pas banget buat ke museum ini.
Nah, seperti tempat wisata lainnya, di Museum Tanah dan Pertanian juga terdapat beberapa spot untuk foto, lho. Dari mulai diorama rumah petani lengkap dengan dekorasinya. Ada juga spot foto untuk menjadi petani. Disediakan kostum hingga capingnya! :)
Beristirahat Sejenak di Rooftop Museum Tanah dan Pertanian
Kalau spot foto di museum sudah biasa, gimana dengan rooftop di museum dengan latar pemandangan gunung! Nah, ini dia salah satu hal yang aku kagumi juga dari Museum Tanah dan Pertanian. :)
Dari gedung C, aku dan anak-anak lanjut ke gedung D yang ternyata di gedung inilah terdapat rooftop dilengkapi dengan saung dan beberapa meja serta kursi. Pas banget, kan, sebagai tempat istirahat setelah berkeliling Museum Tanah dan Pertanian dari depan hingga belakang…
Setelah cukup beristirahat dan mengambil dokumentasi di rooftop, aku dan anak-anak pun bergegas turun untuk pulang. Namun saat turun itulah aku baru sadar kalau di gedung ini juga masih ada berbagai koleksi dan diorama.
Nah, kalau di gedung D ini temanya tentang peternakan. Dijelaskan berbagai hewan ternak yang dimanfaatkan untuk pertanian. Lucu banget di sini ada banyak diorama sapi dari berbagai daerah, jenis-jenis ayam sampai itik! :D
Oiya, di gedung D yang disebut juga sebagai galeri peternakan sebenarnya terdapat ruang sinema. Sayangnya pas aku dan anak-anak ke museum ini, ruang sinemanya sedang nggak beroperasi.
Di gedung ini pula terdapat fasilitas mushola serta playground kecil untuk anak. Gimana, lumayan, banget, kan fasilitas museum ini.
Kalau boleh dibilang dengan tiket masuk gratis, museum ini sudah oke, sih. Hanya saja menurutku mungkin bisa lebih diperbanyak lagi untuk media interaktifnya. :)
Aku pun sempat menulis harapan yang dipasang di pohon harapan yang ada di dalam museum. Aku harap doaku bisa terkabul, rakyat Indonesia bis makin makmur dan sejahtera. Aku harap dunia pertanian di Indonesia juga semakin berkembang…
Gimana, Manteman tertarik juga buat menjelajahi Museum Tanah dan Pertanian? Ajak keluarga dan bikin pengalaman ke museum ini jadi cerita seru, ya!
Dita Indrihapsari















No comments