Bahaya Gas Karbon Monoksida di Area Glamping: Hal yang Perlu Diketahui Traveler



Glamping atau glamorous camping jadi pilihan banyak wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus repot membawa perlengkapan berkemah sendiri. 


Tenda yang nyaman, tempat tidur empuk, kamar mandi pribadi, hingga pemandangan alam yang indah membuat glamping semakin populer di Indonesia.


Namun, di balik kenyamanan tersebut, ternyata ada aspek keselamatan yang nggak boleh diabaikan. Dalam beberapa waktu terakhir, kita dikejutkan oleh dua peristiwa tragis yang terjadi di lokasi glamping berbeda. Kedua kasus ini diduga berkaitan dengan paparan gas karbon monoksida yang mematikan.



Kasus Glamping di Solok: Honeymoon Berujung Tragedi

Salah satu kasus terjadi di Solok, Sumatera Barat. Sepasang suami istri yang sedang menikmati masa bulan madu menginap di sebuah glamping. Namun keduanya ditemukan dalam kondisi nggak sadarkan diri di tenda glamping-nya.


Sang istri dinyatakan meninggal dunia, sementara suaminya berada dalam kondisi kritis dan berhasil diselamatkan.


Dari berbagai temuan aparat dan pihak terkait, muncul dugaan korban mengalami keracunan gas karbon monoksida. Investigasi dilakukan untuk mengetahui sumber pasti gas yang berada di sekitar area tempat mereka menginap.



Kasus Glamping Posong Temanggung: Satu Keluarga Meninggal Dunia

Peristiwa serupa juga terjadi di kawasan wisata Posong, Temanggung, Jawa Tengah bulan Mei 2026 lalu. Kali ini korbannya adalah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak laki-laki.


Keluarga tersebut ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping yang mereka tempati. Dugaan awal mengarah pada paparan gas berbahaya yang terakumulasi di dalam ruang tertutup.


Dari hasil penyelidikan yang diberitakan berbagai media, diduga terdapat sumber gas yang menghasilkan karbon monoksida di sekitar area tenda. Dalam kondisi ventilasi yang kurang memadai, gas tersebut terkumpul di dalam ruang dan terhirup oleh penghuni saat mereka tidur.


Kedua peristiwa tersebut jadi pengingat kalau keamanan glamping bukan hanya soal lokasi yang indah atau fasilitas yang lengkap. Sistem ventilasi, penggunaan alat pemanas, dan pengelolaan area glamping juga memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan tamu.



Mengapa Gas Karbon Monoksida Sangat Berbahaya?

Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang dihasilkan dari proses pembakaran yang nggak sempurna. Nah, sumber gas ini bisa berasal dari berbagai alat yang menggunakan bahan bakar, seperti pemanas air berbahan bakar gas, kompor, generator, hingga pembakaran arang bbq.




Yang membuat karbon monoksida sangat berbahaya adalah karena gas ini nggak berbau, nggak berwarna, nggak ada rasa. Karena itulah gas ini susah banget buat dideteksi. Seseorang bisa aja, lho, menghirup karbon monoksida tanpa sadar sama sekali.


Ketika masuk ke dalam tubuh, karbon monoksida akan mengikat hemoglobin dalam darah. Akibatnya, pasokan oksigen ke organ-organ vital menjadi terganggu.


Gejala awal keracunan karbon monoksida antara lain pusing, mual, lemas, dan mengantuk berlebihan. 



Tenda Glamping Bisa Menjadi Ruang Berbahaya Jika Ventilasi Buruk

Banyak orang menganggap tenda berada di alam terbuka sehingga otomatis aman. Padahal kondisi bisa berubah ketika tenda tertutup rapat dan memiliki ventilasi buruk.


Gas karbon monoksida yang berasal dari sumber pembakaran di dalam maupun sekitar tenda dapat masuk dan terperangkap di dalam ruang. Kalau penghuni tenda sedang tidur, mereka mungkin nggak sadar adanya paparan gas berbahaya tersebut.




Beberapa potensi sumber karbon monoksida di area glamping antara lain bisa dari water heater berbahan bakar gas, kompor gas, generator, pemanas ruangan berbahan bakar, aktivitas barbeque menggunakan arang, pembakaran kayu atau arang di dekat tenda.


Karena itu, keberadaan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik menjadi faktor yang sangat penting dalam desain glamping.



Standar Keamanan yang Sebaiknya Dipenuhi Pengelola Glamping

Menurutku popularitas glamping yang terus meningkat seharusnya diikuti dengan peningkatan standar keselamatan. Pengelola mestinya nggak cukup hanya menyediakan fasilitas yang nyaman dan instagramable, tetapi juga harus memastikan seluruh sistem operasional aman bagi tamu.


Beberapa hal yang sebaiknya menjadi perhatian pengelola glamping antara lain:


1. Memastikan Ventilasi Udara Berfungsi dengan Baik

Setiap tenda harus memiliki sirkulasi udara yang memadai. Ventilasi nggak tertutup permanen dan harus memungkinkan pertukaran udara berlangsung dengan baik.


2. Menghindari Penempatan Sumber Pembakaran di Dalam Tenda

Peralatan yang menghasilkan asap atau gas sebaiknya nggak ditempatkan di dalam ruang tidur pengunjung.


3. Melakukan Pemeriksaan Berkala

Instalasi gas, water heater, kompor, maupun peralatan lainnya perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan tidak terjadi kebocoran atau gangguan teknis.


4. Memasang Detektor Karbon Monoksida

Setahu aku, detektor karbon monoksida sudah jadi standar keselamatan pada bangunan tertutup di beberapa negara. Alat ini dapat memberikan peringatan dini jika kadar gas meningkat. Pas aku cek di marketplace harganya juga lumayan terjangkau untuk yang skala kecil, ya. 


5. Memberikan Edukasi kepada Tamu

Pengunjung juga perlu mendapatkan informasi mengenai aturan penggunaan alat pemanas air, barbeque, kompor, serta langkah yang harus dilakukan apabila mengalami gejala keracunan gas.



Tips Aman untuk Traveler Sebelum Menginap di Glamping

Jujur, aku sebenarnya sudah beberapa kali menginap di glamping tapi barulah sat ada kejadian tersebut aku merasa kalau selama ini belum aware soal keamanan di glamping. 


Nah, sebagai pengunjung, kita sebenarnya juga punya peran besar dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga. Sebelum memutuskan menginap di glamping, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.




  • Periksa Sistem Ventilasi Tenda

Perhatikan apakah tenda memiliki bukaan udara yang cukup. Hindari menutup seluruh ventilasi selama menginap, termasuk di malam hari. Takut digigit nyamuk? Jangan lupa bawa lotion anti nyamuk, ya.


  • Cari Tahu Jenis Water Heater yang Digunakan

Jika kamar mandi berada di dalam tenda, nggak ada salahnya menanyakan sistem pemanas air yang digunakan oleh pengelola. Apakah water heater menggunakan gas atau listrik.


  • Hindari Membawa Arang ke Dalam Tenda

Kegiatan bbq saat kemping memang menyenangkan. Tapi arang yang masih membara nggak boleh dibawa masuk ke area tidur. Kalaupun bikin bakar-bakaran di area luar dekat tenda, pastikan saat tidur, pintu atau ventilasi biarkan terbuka sedikit.


  • Waspadai Gejala 

Kalau tiba-tiba merasa pusing, mual, sesak atau mengantuk secara nggak wajar saat berada di dalam tenda, segera keluar ke area terbuka dan cari bantuan ke pengelola glamping atau tamu lain yang terdekat.


  • Pilih Glamping yang Punya Reputasi Baik

Ulasan pengunjung sebelumnya dapat menjadi salah satu indikator mengenai kualitas pengelolaan dan keamanan suatu glamping. Kalau perlu tanyakan juga secara japri ke reviewer supaya bisa dapat gambaran lengkap tentang glamping tersebut. 



Pengalaman Menginap di Beberapa Glamping

Membaca dua kasus tragis tersebut membuatku kembali mengingat pengalaman menginap di beberapa lokasi glamping yang pernah aku kunjungi bersama keluarga.


Selama ini aku belum pernah mengalami kejadian yang mengkhawatirkan terkait sirkulasi udara maupun penggunaan fasilitas di area glamping.


Saat menginap di Forrester Glamping, kamar mandi berada di luar area tenda. Dengan posisi seperti ini, aku merasa area tidur relatif lebih aman karena terpisah dari instalasi yang berkaitan dengan pemanas air.




Di Lenirra Glamping, kamar mandi memang berada di dalam unit. Namun dari pengamatanku, sistem pemanas air yang digunakan tampaknya menggunakan listrik sehingga nggak terlihat adanya penggunaan gas di area kamar mandi.


Sementara itu, ketika menginap di Glamping Lembah Purba, aku melihat adanya bagian ventilasi atau sirkulasi udara pada area belakang tenda. 


Tentu saja pengalaman pribadi ini bukan jaminan mutlak tentang standar keamanan suatu tempat. Namun setidaknya aku melihat adanya perhatian terhadap aspek sirkulasi udara dan tata letak fasilitas yang penting untuk kenyamanan sekaligus keselamatan.




Glamping seharusnya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam dengan nyaman dan tenang. Dengan standar keselamatan yang baik serta kesadaran dari semua pihak, pengalaman menginap di tengah alam bisa tetap menjadi momen yang menyenangkan tanpa mengorbankan keamanan. Gimana menurut Manteman?



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *