Open Trip, Gaya Liburan Seru Generasi Milenial!

41 comments


Open Trip. Dua kata yang tidak asing lagi bagi para penggemar traveling generasi milenial. Saat ini banyak banget travel organizer yang mengusung liburan dengan konsep open tripOpen trip sendiri merupakan aktivitas traveling yang dilakukan bersama-sama dalam sebuah grup, dimana bisa jadi di dalam grup tersebut tidak saling mengenal satu sama lain. Menarik, ya!

Bubu Dita baru mendapat pengalaman open trip pertama kali saat liburan ke Belitung. Saya  berangkat sendiri dari Jakarta. Sampai Belitung langsung bertemu dengan trip leader atau guide-nya dan kenalan dengan teman-teman satu grup yang berjumlah 20-an orang.

Karena pengalaman pertama jadilah rasanya agak deg-degan. Ada saja perasaan khawatir. Takut sendirian, takut ada teman segrup yang  enggak asyik,  takut nanti enggak bisa nyambung dengan teman-teman segrup,  takut enggak ada yang mau fotoin.... Muahahaha *nasib jalan sendiri...  :D

Tapiiii... Nyatanya, pengalaman pertama Bubu Dita ikut open trip beneran seru banget. Kekhawatiran itu enggak terbukti sama sekali! Seneng bisa kenalan sama trip leader Bang Evry dan Bang Kevin. Dan yang pasti semua teman-teman di grup baik-baik sama Bubuuuu... Huhu, terharu...  Jadilah foto saya di Belitung ada banyak karena banyak juga yang mau fotoin... Muahahaha... :D



Pengalaman ikut open trip saya memang masih cetek banget. Kalau ada kesempatan (dan bisa menitipkan anak-anak), saya pingin merasakan lagi sensasi traveling open trip gaya generasi milenial sekarang.

Ya, dengan sudah punya anak, kesempatan untuk jalan-jalan sendiri memang terbatas. Bukan cuma masalah waktu dan support system, tapi juga ada rasa enggak tega mau ninggalin mereka, sedangkan saya jalan-jalan sendiri. Ya, meskipun enggak ada saya pun saat itu mereka baik-baik aja, sih... :D

Baca Juga: Apa Rasanya Traveling Sendiri (Tanpa Suami & Anak-anak)?

Tapi saya rasa traveling model open trip ini patut banget dicoba, bahkan oleh ibu-ibu seperti saya sekalipun. Paling enggak sekali seumur hidup!

Bertemu orang asing yang sama sekali enggak ada di dalam lingkaran pertemanan, mengobrol dengan orang yang memiliki latar belakang pekerjaan berbeda, dan banyak pengalaman lain yang enggak bisa didapat jika kita liburan bersama keluarga atau teman dekat.

Teman-teman Rumika sudah pernah ikut open trip? Masih ragu dengan konsep traveling seperti ini? Yuk, baca cerita teman Bubu Dita yang sudah berkali-kali ikut open trip berikut ini!


Lebih Hemat, Anti Ribet!
Tidak bisa dipungkiri, traveling ala open trip menjadikan budget liburan bisa lebih hemat, lho! Hal ini pula salah satu alasan yang mendasari banyak generasi milenial akhirnya memutuskan untuk melakukan open trip. Dengan budget minimal, bisa traveling sesuai harapan!

Chici (26 tahun) yang sudah 6 kali melakukan open trip di dalam dan luar negeri pun mengamini hal tersebut. Menurutnya jika hanya pergi berdua atau orangnya sedikit, lebih enak mengikuti open trip dan bergabung dengan orang lain karena akan lebih hemat budget dan tidak ada lagi biaya-biaya lain yang unpredictable.

Semakin banyak orang yang ikut, biaya sewa transportasi, akomodasi, serta konsumsi per orangnya bisa lebih hemat. Itulah mengapa harga open trip biasanya lebih murah jika dibandingkan kita jalan sendiri atau dalam grup yang lebih sedikit.

“Dengan ikut open trip juga lebih hemat waktu. Sudah ada guide jadi kita enggak perlu ngabisin waktu buat nyari jalan. Tujuan wisatanya juga sudah terorganisir, “ ujar Chici yang saat ini bekerja sebagai karyawan swasta.

Ya, open trip memang memanjakan traveler yang enggak mau ribet mengurus perjalanannya. Hal ini pula yang menjadi alasan Nova Farida (32 tahun) tertarik untuk traveling dengan konsep open trip.

“Awalnya saya ikut  karena enggak mau repot urus ini itu. Dan kebetulan yang bikin open trip teman sendiri, jadi lebih percaya aja. Enaknya ikut open trip memang lebih enggak repot aja sih, karena sudah ada yang mengurus dan kita tinggal menikmati perjalanan sesuai itinerary,” ujar Nova.

Nova sendiri selalu memilih traveling ke pantai dan laut saat mengikuti open trip, seperti ke  Karimun Jawa, Pahawang, Bira (Kepulauan Seribu), hingga pernah ke Raja Ampat, Papua.

Snorkling, melihat ikan warna warni dan koral yang cantik bikin saya ketagihan untuk mengunjungi beberapa spot laut lainnya,” tambahnya. 


Dok. Nova Farida


Kenalan Baru & Adaptasi
Hemat budget memang jadi alasan mendasar mengapa generasi milenial memilih untuk open trip. Namun bagi Yulia Chartika (26 tahun), alasan utama yang membuatnya tertarik untuk mengikuti traveling ala open trip adalah karena ingin mengenal lebih banyak orang-orang baru!

Open trip itu seruuuu... Saya bisa ketemu teman baru, jadi nambah relasi. Saya pun jadi bisa belajar beradaptasi juga menyesuaikan diri ketika bertemu dengan orang baru. Jadi nambah wawasan juga soalnya pasti orang yang ditemui dari umur dan profesi yang berbeda beda,” kata Yulia.

Yulia yang bekerja sebagai karyawan swasta ini pernah mengikuti open trip ke Pulau Pahawang, Derawan, Ujung Kulon, dan Belitung. Nah, ia merupakan salah satu teman Bubu Dita juga pas Bubu ke Belitung. :D

Enggak nyangka, ternyata kami berdua pernah sama-sama magang di HAI! Obrolan kami pun cukup nyambung. Dan ternyata ada juga teman saya yang menjadi temannya Yulia. Dunia sempit, yaa... :D Yes, kadang ada hal enggak terduga kayak gini yang bisa kita temui di open trip.


Dok. Yulia Chartika


Mendapat sahabat dan teman baru yang punya ketertarikan yang sama, yaitu traveling memang menyenangkan. Bahkan dari baru pertama kali kenal di suatu open trip, bisa berlanjut jalan bareng di trip berikutnya. Hal ini dialami sendiri oleh Chici. Travelmate-nya makin banyak berkat ikut open trip

Namun menurut Chici tidak semua orang cocok dengan konsep traveling seperti ini. Ia mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan mengenai teman seperjalanannya saat mengikuti open trip.

“Ternyata teman jalan bareng ada yang orangnya ribet dan ngerepotin. Dia juga gampang capek dan moody-an. Dikit dikit minta istirahat terus!” ujarnya.


Dikerjain Guide!

Peran guide saat open trip penting banget. Pemandu ini bertugas untuk mengatur semuanya, mulai dari jadwal kegiatan, tempat wisata apa saja yang mau dituju, konsumsi yang harus dibagikan ke peserta open trip, transportasi yang digunakan, dan lainnya.

Bahkan guide juga bisa menjadi fotografer yang bisa diandalkan, lho. Guide pastilah sudah berpengalaman memfoto para peserta open trip. Jika beruntung, kita bisa mendapat guide yang hasil fotonya seperti fotografer profesional! Haha... :D

Namun enggak selamanya guide itu juga bertanggung jawab. Ada juga guide yang tidak berpengalaman. Nah, ini mesti hati-hati banget. Kita seenggaknya sebelum memilih travel organizer sudah kepo dulu bagaimana pelayanan mereka terhadap customer-nya. Tapi yang namanya lagi apes, ya, ada aja walaupun sudah riset juga, ya... :)

Yulia bercerita pernah  dikerjain guide saat ia ikut open trip ke Derawan, Kalimantan Timur. Saat itu ia sempat mengunjungi Gua Haji Mangku yang menjadi salah satu spot yang wajib dikunjungi jika ke Derawan.

Dari mulut gua, pengunjung bisa loncat ke dalam air yang ada di bawahnya. Di Gua Haji Mangku pula kita bisa melakukan free dive.

“Jadi waktu ke Gua Haji Mangku, guide bilang kita enggak boleh buang air kecil di sana. Jadi kita semua buang air kecil di pinggir pantai! Terus dia juga bilang kalau loncat ke airnya enggak boleh pakai pelampung. Kita percaya sama apa yang dia dibilang,” ujar Yulia.

Setelah dari Derawan, Yulia pun menuliskan pengalamanya di blog. Lalu, guide yang memandunya saat di Derawan pun membacanya. Guide itu lantas memberitahu Yulia jika apa yang diutarakannya itu bohong dan hanya bercanda saja... :D Hihi... Ngeselin, gemes, gimana gitu, kan, dikerjain sama guide.. :D

Bukan hanya kegembiraan yang didapat, tapi mengikuti open trip juga bisa meninggal pengalaman yang horor bagi Chichi.

"Saya pernah tersesat di hutan 6 jam pas balik dari Sempu. Mana hujan dan gelap, tanpa perlengkapan apapun! Saya sampai nangis dan akhirnya demam. Untung ada warga setempat yang akhirnya disewa jadi guide dadakan dan membantu saya dan teman-teman keluar hutan,” cerita Chici mengenai pengalaman buruknya saat mengikuti open trip.

Begitulah, setiap perjalanan pasti ada saja cerita yang enggak akan terlupakan, meski itu adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan bikin kesal sekalipun. :)

Jadi, gimana teman-teman Rumika yang belum mencoba ikut open trip, apa tertarik buat mencobanya juga? Yuk, jika sudah ada yang pernah ikut open trip, boleh juga berbagi pengalamannya di komentar...  :)





-Bubu Dita-





41 comments

  1. Iniii pingin banget saya lakuin sejak lama. Daripada solo traveling, lebih tertarik ke open trip sebenarnya. Saya sih ngerasa orangnya agak awkward heheh. Kalo sendiri makin keki, kalo banyak orang kan bisa numpang ketawa gitu (gak nimbrung berkelakar, cuma ikutan aja ketawa) heheheh.

    Sayangnya, kayaknya satu semester ini belum bisa dilaksanakan. Tapi gak papa lah, sambil nunggu waktu yang tepat, ngumpulin duit juga dulu heheh.

    Menurut saya yang paling asyik dari open trip itu akhirnya kita 'terpaksa' berteman dengan banyak orang heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi mau gak mau belajar membaur sama strangers ya mba.. :D Aamiiiin semoga bisa kesampaian open trip-nya..

      Delete
  2. Hahha kok jadi lucu sih mau aja disuruh pipis di pinggi pantai trus loncat tanpa pelampung. Hahhaa. Tapi seru ya kalau open trip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha gak tau itu temenku percaya aja.. :D Iya Mba Al juga kan waktu itu ke Belitung open trip juga ya mba..

      Delete
  3. senangnya bisa liburan di pantai dan berenang sepuasnya yaa Mbaa, tapi sepertinya saya gak bisa seperti ini karena gak pandai berenang, huhuhu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga gak bisa berenang mba. Bisa dikit alakadarnya.. haha.. Tenang mba, kan, pakai pelampung pas nyemplung ke air.. :D

      Delete
  4. Seru ya open trip, ada suka dukanya juga ya ternyata. Tapi emang sih kalo baru kenal bisa ada yg langsung cocok atau malah sebaliknya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada aja ketemu yang cocok atau enggak.. Kalo cocok jadi asik banget mba..

      Delete
  5. Wah kayaknya seru ya ikutan open trip
    Masalahnya dengan kondisi sekarang udah punya buntut, kami biasanya jalan sepaket dan menyesuaikan sama kondisi anak. Kayaknya bakal susah dapat ijin ngetrip tanpa keluarga huhuhu

    Tapi baca2 pengalaman orang memang menarik sih open trip itu ya
    Semoga suatu hari sempat ngerasain juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun belum berani ngajak anak ikit open trip karena masih balita.. Open trip juga biasanya jadwalnya padat dan capek banget.. Kalau sudah pada gedean baru aku pingin ajak anak-anak mba.. :D

      Delete
  6. Open trip ini emang altrnatif traveling murmer ala milenial. Lebih enak lagi kalau ketemu sesama temannya yang juga enak. Sayangnya, saudaraku pernah ada pengalaman nggak enak pas open trip. Jadi karena destinasinya ditutup karena status waspada, jadi dialihkan ke destinasi lain. Peserta lain pengennya ada yang kesini ada yang kesana nggak sepemikiran. Yang ngalah jadi ditekuk mukanya nggak enak sepanjang perjalanan, huhuhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaaah, gak asik banget Dew.. Jadinya ngikutin mayoritas ya.. Susah juga sih kalo ada masalah kayak gitu.. Mau gimana lagi ya namanya pergi bareng-bareng mesti ngikut trip leader biasanya..

      Delete
  7. Aku nggak bisa renang, tapi suka liburan ke pantai, mungkin karena aku anak gunung, ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantai malah bukan destinasi favoritku mak.. hehe

      Delete
  8. Wah di travel2 Surabaya juga lagi rame open trip. Jadi pengen nyobain niiih. Harga ke Bromo midnight aja cuma 300rb looh, beneran hemat ya mbak :D makasih banyak mbak ulasannya, bikin mupeng haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, cobain yuk open trip.. Lumayan hemat kan daripada pergi sendiri.. :D

      Delete
  9. Waaah seru yaaa, aku berulang kali pengen nyoba tapi nyali belum ngumpul, haha. But this is must try sih, ngasih rasa percaya diri juga ke kitanya supaya bisa lebih mandiri selama jauh dr Keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya mba Han, udah nekad aja deh biar kesampaian.. hehe..

      Delete
  10. Waaah...ga kebayang kalau daku ikutan open trip gini. Yang ada mikirin orang rumah mulu hahaha. Kayaknya emang mesti dicoba. Kan kita juga butuh me time ya, bu Dita �� Asyik banged bisa nyambung ngobrol sama teman sesama teman kelompok jalan2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajak suami sama anak-anak juga mba Nurul biar sekalian liburan keluarga plus barengan sama orang lain.. Lebih hemat tentunya.. :D

      Delete
  11. Kalau traveling memang seru deh. Aku mau lho kalau ada yg buka open trip hiking ke Semeru atau Rinjani. Semoga terwujud tahun ini. Amiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiiin.. Aku juga mau dong Mba Laras.. :D

      Delete
  12. bisa punya teman baru itu asyik juga ya, bisa banyak cerita yg berbeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Tira, jadi punya kenalan baru.. :)

      Delete
  13. open trip itu seru kenal orang baru
    lagian acaranya juga seru2 sih
    bisa tambah akrab dna asyik travelingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok banget sama generasi milenial ya mas.. hehe..

      Delete
  14. wih... aku belom pernah ikut open trip, pasti seru banget, dapet banyak temen baru.. hehehe kapan2 ada open trip ajak2 dong kak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe banyaaak banget yang ngadain open trip, coba yuk sekali-sekali ikutan.. :)

      Delete
  15. saya malah belum pernah opentrip mba he he, tapi ya klo pergi bareng teman biasa akan lebih seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bareng temen ikut open trip juga mba.. Jadi gak sendiri amat kayak aku gitu.. :D

      Delete
  16. Seru banget open trip-nya bubu Dita! Jadi kepingin nyobain juga deh. Kayanya liburan macam gini cocoknya untuk orang2 yang ekstrovet kali yaaa dan yang mudah bergaul karena kan harus bisa langsung akrab sama teman seperjalanannya.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga sih Mba Tya.. Tapi orang introvert pun bisa banget ikutan open trip.. :D

      Delete
  17. Pantai itu indah banget, tapi aku klo ke pantai malesnya pasca seneng-senengnya karena badan jadi lengket dan haruscmandi di sana,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toosss Mba Eni, haha aku juga sebenernya gal terlalu suka liburan ke pantai karena itu.. :D Tapi sesekali bolehlah ke pantai..

      Delete
  18. Ikutan open trip kayaknya seru yaa, tapi mesti pilih-pilih juga tujuan wisata plus agen travelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba.. Pilih destinasi yang disuka dan agen yang tepercaya.. :)

      Delete
  19. waktu masih lajang, aku rajin banget maaak hunting open trip, tapi dari sekian open trip paling cuma bisa ikut 2 ato 3 trip dalam setahun ... dalem negeri aja dan gak masuk2 ke hutan, atut diterkam harimauu XD

    ReplyDelete
  20. Belum pernah ikut open trip tapi sepertinya seru juga yaaa

    ReplyDelete
  21. Aku open trip perdana ke KL sama temen2 FLP he...
    bubu DIta kita trip bareng gimana kapan2? :)

    ReplyDelete
  22. Aku malah belom pernah nyoba open trip, seru kali ya mba

    ReplyDelete
  23. Belum pernah ikutan open trip. Alasannya sama, takut gak bisa membaur.

    Lagian...sepertinya saya introvert yang selalu grogi ketemu orang2 baru

    ReplyDelete