Museum Zoologi Bogor, Tempat Anak-anak Mengenal Berbagai Hewan Lebih Dekat

21 comments


Semakin banyak tempat wisata di Bogor yang menarik untuk dikunjungi. Tempat wisata baru terus bermunculan.  Namun keberadaan Museum Zoologi Bogor yang sudah berusia ratusan tahun rasanya masih menyimpan magnet untuk menggaet para wisatawan. Yuk, simak keseruan saat Bubu Dita, Boo, dan Mika mengunjungi museum ini! :) Oiya, Mba Nani yang biasanya menjaga Boo dan Mika di rumah juga ikut jalan-jalan, nih. Yaya Indro manaaa? Kerjaaaa... :D

Sebenarnya Bubu Dita tidak punya rencana untuk mengajak Boo dan Mika ke Museum Zoologi Bogor dalam waktu dekat. Tapi suatu hari Boo libur sekolah dan saat itu terbersit ingin mengajak anak-anak naik Commuter Line.

Ya, hanya naik Commuter Line saja sampai Bogor, makan Dunkin Donuts di Stasiun Bogor, kemudian kembali lagi ke Depok. Rencananya hanya seperti itu. :D Semangat jalan-jalan Bubu Dita lagi meredup, apalagi hari itu sehari menjelang Ramadhan.

Sebelumnya pun kami pernah melakukan ini. Dan tampaknya hal itu berkesan buat anak-anak. Hanya makan donat, minum cokelat. Lari-lari di Stasiun Bogor yang besar itu dan setelahnya pulang. Tanpa keluar stasiun dan tanpa ke tempat wisata manapun di Bogor. Hanya menikmati suasana stasiun saja. :D


Baca Juga: Sabtu Seru di Commuter Line dan Stasiun Bogor

Namun hari itu, setelah melakukan ritual di atas, Bubu Dita enggak mau langsung pulang. Awalnya mau ke Taman Topi yang jaraknya dekat sekali dengan Stasiun Bogor. Tapi tiba-tiba Museum Zoologi Bogor muncul di kepala.

Ah, rasanya sudah lama sekali enggak ke museum itu. Saya pun langsung mengajak Boo dan Mika ke sana dan mereka langsung semangat!

museum zoologi bogor


Kenangan di Museum Zoologi Bogor   

Seingat saya, baru pertama kali saya mengunjungi Museum Zoologi Bogor. Itu pun saat Bubu Dita masih SD yang berarti sekitar 20an tahun lalu! Huahahahaha, sudah lama banget, ya. Ketahuan, deh, umur Bubu sekarang. :D

Ingatan saya tentang museum ini pun samar-samar. Bubu Dita hanya ingat ada banyak hewan yang dipamerkan di dalam ruang kaca dan ada tulang ikan paus besar. Selebihnya saya enggak ingat apapun tentang museum ini.

Kembali lagi ke Museum Zoologi Bogor setelah bertahun-tahun lamanya tentu seperti membongkar kenangan lama saat saya ada di museum itu.


Baca Juga: Devoyage Bogor

Saat menginjakkan kaki di museum ini bersama anak-anak, saya seperti kembali ke masa lalu. Tampaknya museum ini juga tidak mengalami perubahan yang berarti. Masih tampak kuno. Bubu Dita seperti tidak berada di tahun 2018!

Kekunoan museum ini sudah saya rasakan saat di dekat pintu masuk. Bahkan Boo saja yang awalnya semangat berjalan di Kebun Raya hingga mencapai museum ini menjadi ciut nyalinya.

pintu masuk museum zoologi bogor


“Bubu, takuuut. Enggak mau masuk!” kata Boo setengah merengek.

Tampak dari depan pintu, museum ini memang suasananya agak gelap. Padahal kami ke museum ini siang hari, lho. Enggak kebayang kalau di tempat ini malam hari kayak apa.

Penerangan yang minim, bangunan tua, dan ruang pamer koleksi dari kayu membuat museum ini menjadi suram. Bubu Dita sarankan jangan ke museum ini sendirian kalau takutan, ya... :)

“Enggak apa-apa, kok, Boo. Ayo, berani! Enggak ada apa-apa, kok, di sini,” balas Bubu menyemangati Boo (sekaligus menyemangati diri sendiri juga. Hihihi...).

Bubu Dita pun langsung berkata dalam hati, “Jangan sampe enggak masuuuuk. Udah lumayan jauh ini jalannya... Bubu enggak mau rugiii...,” Hahaha...

Syukurlah setelah disemangati, Boo pun melangkahkan kakinya ke dalam museum, begitu juga dengan Mika. Petualangan kami di Museum Zoologi Bogor akan segera dimulai!


Ada Apa Saja di Museum Zoologi Bogor?

Berdirinya Museum Zoologi Bogor pada tahun 1894 pertama kali dipelopori oleh Dr. J. C. Koningsberger, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman. Awalnya, museum ini hanyalah sebuah laboratorium kecil di Kebun Raya Bogor untuk meneliti serangga hama pada tanaman.

Kemudian J. Koningsberger  terinspirasi untuk mengoleksi berbagai spesimen hewan untuk diteliti bersama Dr. Melchior Treub. Hingga pada akhirnya, koleksinya semakin banyak dan dijadikan museum hingga kini.

Begitu melangkah masuk ke dalam Museum Zoologi Bogor, mata kita akan disuguhi empat kerangka hewan. Salah satunya adalah kerangka anoa. Sepertinya, sih, kerangka tersebut berasal dari tulang asli hewan.


kerangka hewan museum zoologi bogor


Selepas melihat kerangka, kami beranjak menuju ke sebelah kiri, ke ruangan khusus burung. Boo dan Mika sangat terkesima melihat spesimen beberapa burung hantu yang ada di sana.

Burung hantu menjadi salah satu dari banyak spesies burung yang menjadi koleksi Museum Zoologi Bogor. Koleksi terbanyak adalah dari hewan golongan serangga. Museum ini memang sangat kaya akan keanekaragaman koleksi hewannya.

spesies burung di museum zoologi bogor


Anak-anak yang mulai bisa mengenal hewan pun akan mendapatkan banyak hal di museum ini, seperti bagaimana bentuk asli hewan, seperti apa lingkungan tempat tinggalnya, apakah hewan yang dilihatnya adalah hewan langka atau tidak, dan lainnya.


melihat spesimen laut di museum zoologi bogor


Jika di kebun binatang hewan yang dijumpai akan terbatas, tidak demikian dengan saat kita mengeksplorasi Museum Zoologi Bogor ini. Hewan-hewan aneh yang tidak bisa dijumpai di kebun binatang ada di sini.

Setelah dari ruang burung, kami beranjak ke ruang mamalia. Nah, di tempat inilah ada berbagai kepala hewan yang dipajang di tembok dan itu agak membuat kami kaget dibuatnya! Ada juga spesimen badak yang besar sehingga menarik perhatian Boo dan Mika.

Dan satu koleksi yang keren menurut kami adalah harimau yang posenya sedang mengaum! Rooaaarrr....! Terus langsung kebayang syeremnya kalau museum ini pas malam jadi seperti yang ada di film Night at The Museum. Hehehe...

Selain jenis burung, serangga, dan mamalia, museum yang terletak di dalam Kebun Raya Bogor ini juga menyimpan koleksi spesimen dari hewan reptil, amfibi, moluska atau hewan bertubuh lunak, dan juga invertebrata (hewan yang tidak memiliki tulang belakang).


kucing hutan di museum zoologi bogor

kupu kupu di museum zoologi bogor


Bubu Dita merasa bahwa spesimen hewan di museum ini memang tampak sangat nyata. Pun dengan lingkungan di mana mereka tinggal. Pohon, daun-daun, dahan, ranting, semua seperti aslinya!

Ya, ternyata spesimen yang menjadi koleksi di  Museum Zoologi Bogor ada yang merupakan hewan asli yang diawetkan, ada juga yang hanya berupa replika. Bubu Dita sendiri enggak bisa membedakan hal itu. Karena semuanya seperti beneran banget!

Namun memang agak disayangkan ketika tidak ada rasa modernitas di tempat ini. Bubu Dita jadi membayangkan ada semacam hologram bergambar hewan-hewan seperti yang ada di film Jurassic World!

Bubu pun pinginnya segala informasi mengenai hewan yang ada di museum ini bisa didapat dengan sekali sentuh di layar. Whoaaah, pasti keren banget dan semakin menarik perhatian pengunjung, ya., terutama untuk anak-anak.


Baca Juga: 7 Hal Paling Menarik di Museum Gajah

Karena itulah seperti yang Bubu Dita sebut sebelumnya bahwa museum ini tampak kuno sekali. Memang tidak salah, tapi ada baiknya jika mengikuti perkembangan zaman juga. :) Sayang sekali museum ini begitu kaya koleksi dan pasti anak-anak akan lebih senang jika di dalamnya pun disediakan media interaktif yang komunikatif.

Jadi, Bubu Dita, tuh, membayangkan betapa kerennya museum ini jika perpaduan antara bangunan kuno dan spesimen hewan yang nyata akan dilengkapi dengan teknologi juga. Bisa jadi museum ini akan lebih ramai lagi. :) Ini hanya sekedar saran pengunjung, sih... :D

Meski tampak “tua,” Museum Zoologi Bogor tidak pernah kehilangan pesonanya. Saat kami di museum itu, ada beberapa anak sekolah yang juga sibuk mencatat di beberapa area. Mungkin ada tugas dari sekolah, ya. Ada juga orangtua yang mendampingi anaknya yang masih kecil sembari berfoto-foto di dalam museum.

Pesona yang enggak bisa hilang dari museum ini tentu saja keberadaan kerangka paus biru yang panjangnya mencapi 26 meter! Paus biru merupakan salah satu hewan terbesar, lho. Kerangka paus biru atau Balaenoptera Musculus ini berasal dari paus biru yang pada tahun 1916 terdampar di Pantai Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Ada cerita menarik tentang bagaimana hingga akhirnya kerangka paus itu bisa sampai di museum ini. Untuk memindahkan kerangka paus dari Garut ke Bogor ternyata memakan waktu lama. Kerangka tersebut diangkut memakai gerbong kereta selama 44 hari! Dan waktu yang dibutuhkan hingga kerangka ini bersih dan tersusun rapi adalah sekitar satu tahun lamanya!

Jangan lewatkan melihat kerangka ini bersama anak-anak. Nanti adaaaa saja pertanyaan yang dilontarkan. Boo juga tampak takjub saat melihat kerangka ini. Ia seperti antara percaya dan enggak percaya kalau ini adalah kerangka ikan paus.

“Gede banget, Bu!”
“Kok, bentuknya gitu, sih!”
“Itu apa, tuh, yang di sampingnya? Sayap? Tangan?”

Dan sementara itu, adiknya, Mika, happy bisa berada di bawah kerangka paus karena bisa berlari-larian (bahkan ia mencopot sendalnya!). Dan setelah lelah, Mika pun minum susu (dengan dotnya) dipangkuan saya, di bawah kerangka paus. :)


kerangka ikan paus museum zoologi bogor


Menuju Museum Zoologi Bogor

Mudah saja untuk mencapai Museum Zoologi Bogor. Asal sudah berada di Kebun Raya Bogor, kita sudah berada di tempat yang tepat!

Tapiiiii, sungguhlah perjalanan saya dan anak-anak ke Museum Zoologi Bogor ternyata ada dramanya juga!

Dari Stasiun Bogor, kami melanjutkan perjalanan dengan taksi online. Bapak supirnya seperti enggak yakin dengan posisi musuem ini. Saya pun yang sudah lama enggak ke Kebun Raya juga enggak terlalu paham dengan lokasinya.

Menurut bapak supir yang tampaknya memakai Google Maps, museum ini ada di pinggir jalan. Eh, tapi saya jadi ragu. Masa, sih, bukannya di dalam Kebun Raya, ya. Saya pun jadi berpikir kalau mungkin saja sekarang sudah ada pintu masuk dari jalan raya. Hahahaha... Aaaak, dan disitulah cerobohnya Bubu Dita! :D

Kami pun melewati pintu 1 Kebun Raya Bogor dan tidak jauh dari situ ada bangunan bertuliskan Museum Zoologi, TAPI ENGGAK ADA PINTU MASUKNYA BAPAAAK! (Maaf, capslock, yaa. Gemes banget soalnya). :D

Akibat dari kesotoyan bapak supir taksi online dan kepolosan Bubu Dita, akhirnya, ya, kami turun di Mall BTM, sebuah pusat perbelanjaan di sekitar Kebun Raya. Mau putar balik enggak bisa, karena itu jalan satu arah dan macet pula.

Dari Mall BTM, kami pun jalan kaki menuju pintu 1 Kebun Raya Bogor. Nah, pintu 1 ini sebenarnya pintu masuk khusus yang membawa kendaraan. Untuk yang berjalan kaki, ada lagi pintu masuk di sebelah pintu 1 ini.

Dari pintu masuk ini, kita masih harus berjalan kaki lagi lumayan jauh untuk mencapai Museum Zoologi Bogor. Enggak jauh banget, sih, tapi lumayan juga! :D

Walaupun begitu, tapi Bubu Dita bangga sama Boo dan Mika yang mau jalan kaki jauh. Manalah lupa bawa topi lagi. :D Bubu Dita senang sekali hari itu, Boo dan Mika jadi punya pengalaman baru main di Kebun Raya sekaligus bisa melihat berbagai jenis hewan di Museum Zoologi Bogor.

Suatu saat kalau ke Kebun Raya Bogor lagi sama Yaya Indro, maulah mampir ke museum ini lagi karena tiket masuk Kebun Raya Bogor seharga Rp 14 ribu/orang juga sudah termasuk tiket masuk untuk Museum Zoologi. Kan, jadi sekalian, yaa... :D

Oke, Manteman Rumika sudah pernah juga ke Museum Zoologi Bogor belum? Yuk, buat agenda di weekend nanti atau saat liburan sekolah! :)


-Bubu Dita-

21 comments

  1. Indro BaskoroMay 31, 2018

    Wah, seru banget Boo Mika jalan-jalan sama Bubu ke Bogor. Keren tuh yang kerangka ikan pausnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan-kapan sama Yaya yaa ke sananya.. :D

      Delete
  2. Waah kami pernah nih ke Museum Zoologi ini sama anak-anak. Tapi th 2014. Dah lama banget ya. Tapi masuknya dari Kebun Raya Bogor. Jadi emang bukan dari pinggir jalan kata bapak taksi onlinenya. Lumayan juga ya jalannya. Tapi anak anak seneng sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba masuknya hanya bisa dari dalam Kebun Raya, ya. Aku dari 20 tahunan lalu aja merasa belum banyak yang berubah mba.. :D

      Delete
  3. wisata edukasi bagus buat anak-anak ya, aku pernah ngajak anak2 ke sini juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya selain tempatnya juga strategis, anak-anak juga jadi bisa kenal banyak hewan ya mba.. :)

      Delete
  4. Wah..referensi baru nih buat jalan jalan sama anak2 pas liburan nanti. Thanks mba artikelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip sama-sama mba.. Nanti liburan coba ke sana deh, enggak jauh dari Depok.. :D

      Delete
  5. wah ternyata dalamnya lumayan bagus juga ya,aku pernah lwat depan gerbangnya aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di dalamnya tertata rapi sih Mba Muth, tapi masih jadul gitu museumnya.. :D

      Delete
  6. Aku udah bertahun2 ga masuk ke Museum Zoologi Bogor hehe. Paling ingat sih kerangka ikan paus yg super besar itu. Btw kalau beneran rangka anoa asli..keren juga ya hihi.. serem ke sini pas sepi..kepikiran film Night at The Museum jadinya hahaha.. ga ada perubahan berarti kan ya gitu2 aja penampakan dan isi museumnya. Penting kok bawa anak2 ke sini biar wawsan dan ilmu pengetahuannya bertambah ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah, yang paling menyedot perhatian memang kerangka paus itu ya mbaa.. Gedeeee banget.. Hihi, apa jadinya kalo beneran kayak Night at The Museum yah, syeeeeem.. :D

      Delete
  7. Aku suka bolak balik stasiun juga ajakin Alfath, haha. Biasanya kalau lagi males pergi2 jauh tapi pengen hibur si kecil di hari libur.

    Wisata edukatif ke Zoologi seru bgt nih, aku baru tahu ada Museum ini di Bogor, thank you infonya ya Bubu :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi tosss dong.. Naik kereta juga anak-anak udah seneng kan ya Mba Han.. :D Sama-sama mba, yuk, ajak Alfath ke Museum Zoologi.. :D

      Delete
  8. cantik juga muzuem..

    bagus juga bawa anak-anak mengisi masa lapang mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, apalagi banyak pengetahuan di dalam museum ini.. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.. :)

      Delete
  9. Sudah lama juga sih gak main ke museum zoologi. Waktu itu kesana juga karena abis ketemu narasumber di kebun raya, karena waktu agak lowong jadi main2 deh ke museum ini.
    Iya sih nih museum memang rada kurang up to date sihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kerasa banget ya kurang uptodate.. Tapi saya berharapnya semoga makin ke sini, museum ini bisa makin bagus dan menarik.. :)

      Delete
  10. Anak-anak sudah sering ke sini tapi tetap deh mereka ga bosan-bosan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya Mak Eni soalnya banyak banget yang bisa dilihat di dalamnya, yaa.. :D

      Delete
  11. belum kesampean ngajak mada ke museum zoologi bogor padahal sering lewat karena tanteku rumahnya di bogor, eh tapi klo suasana redup2 gitu kayaknya aku udah dagdigdug duluan sih hahahaha

    tapi kerangkan hewannya ya itu bikin galau, si mada lagi senang belajar soal kerangka hewan

    ReplyDelete