SOCIAL MEDIA

Tuesday, July 9, 2019

Terjebak di Asia Africa Festival 2019!




Pagi itu dari lantai tujuh De Braga Hotel, terlihat puluhan polisi sedang melakukan apel pagi. Tak ada kendaraan yang melintas di Jalan Braga, jalanan historis di Bandung.  Di ujung jalan tepat di depan Museum Asia Afrika berdiri tenda-tenda kecil dan sebuah panggung tinggi.


Bandung hari itu nggak seperti hari biasanya. Gelaran Asia Africa Festival 2019 siap memeriahkan suasana Kota Kembang. Semakin matahari bertambah tinggi, semakin banyak pula warga masyarakat yang datang ke Jalan Asia Afrika yang bersinggungan dengan Jalan Braga, tempat di mana Bubu Dita, Yaya Indro, Boo, daN Mika menghabiskan waktu semalam di Bandung.


Macet Sempat Bikin Emosi!

Siapa sangka liburan yang biasanya kami jalani dengan santai, tanpa macet, dan bisa banyak leyeh-leyeh di hotel dan tempat wisata yang nggak terlalu padat, kali ini harus berjibaku dengan keramaian dan kemacetan yang tak terkira!

Biasanya kami memang menghindari liburan di saat orang lain libur, seperti long weekend atau liburan sekolah. Tapi begitu Boo sudah sekolah, rasanya mau nggak mau mesti mencicipi juga liburan di kala ramai, di kala orang-orang plesiran.

Persiapan liburan kami sekeluarga ke Bandung memang bisa dibilang nggak terencana dengan baik. Biasanya booking hotel jauh-jauh hari, kali ini baru mem-booking hotel tepat sehari sebelum kami berangkat.

Ada pula tempat wisata yang tadinya ingin dikunjungi, akhirnya batal karena waktu yang nggak mencukupi.

Tapi dari semuanya yang rasanya berjalan begitu grasa-grusu, kejadian ketika ingin ke hotel yang membuat emosi lebih memuncak. Ya, Bubu Dita tahu kalau di akhir pekan, Bandung memang sudah terkenal dengan kemacetannya. Itulah yang membuat saya dan Yaya Indro pun suka enggan ke kota wisata yang jaraknya nggak jauh-jauh amat dari Depok ini.

Namun kemacetan yang kami rasakan kala itu semakin menjadi karena tepat pada saat itu beberapa jalan ditutup! Dan jalan yang ditutup itu dekat sekali dengan hotel tempat di mana kami menginap. Google Maps pun beberapa kali mengubah rute dan ini juga yang bikin bingung dan akhirnya membuat kesaaaal. :D

Barulah saat itu saya tahu kalau ada gelaran Asia Africa Festival 2019 yang puncak acaranya diadakan keesokan hari tanggal 29 Juni 2019. Nah, pelajaran banget, nih, untuk setiap kali trip mesti pantau juga di kota tujuan apakah ada event yang sedang berlangsung. Apakah event tersebut sesuai minat atau memang ingin kita lihat atau tidak.




Dari yang awalnya agak mencak-mencak karena macetnya bikin emosi, tapi begitu melihat kemeriahan suasana menjelang event ini berlangsung, Bubu Dita malah merasa beruntung bisa “terjebak” di Asia Africa Festival 2019!


Menikmati Warna-warni Asia Afrika 

Malam menjelang, Yaya Indro berkeliling sendiri mengitari sekitaran Jalan Braga dan Asia Afrika. Saya hanya di hotel saja bersama Boo dan Mika yang sudah agak mengantuk. Dari foto-foto yang saya lihat dari kamera ponsel Yaya, persiapan acara festival tampaknya sudah siap. Semua tenda sudah terpasang dengan rapi, petugas keamanan pun terus berjaga.

Selain Jalan Braga dan Asia Afrika, Jalan Tamblong, Alun-alun Timur, Jalan Cikapundung juga menjadi arena berlangsungnya event besar ini.

Puncak acara yang diadakan Sabtu pagi itu diawali historical walk dari pendopo Kota Bandung hingga Palestine Walk yang berada di depan Alun-alun. Di sinilah dilakukan pelepasan burung merpati, simbol kebebasan yang merupakan dukungan bagi rakyat Palestina. Sayangnya kami sekeluarga nggak sempat menyaksikan acara yang berlangsung mulai pukul 8 pagi itu.

Boo dan Mika bersama Yaya masih meluangkan watu berenang di hotel dilanjutkan dengan sarapan. Barulah setelah kenyang, kami beranjak ke Alun-alun dan bermain di lapangan rumput sintetis dekat Masjid Raya.

Boo dan Mika juga sempat beberapa menit bermain di playground yang ada di sana. Alun-alun memang sangat ramai kala itu. Semakin ramai lagi oleh pengunjung yang ingin melihat karnaval kebudayaan Asia Afrika.

Nggak ingin terlewat, saya pun mulai merangsek untuk berada di bagian paling pinggir sisi jalan agar dapat melihat karnaval lebih jelas. Yaya Indro, Boo, dan Mika nggak lama ada di Asia Afrika, mereka langsung ke hotel sementara Bubu Dita masih ingin menikmati warna-warni yang disuguhkan Asia Africa Festival 2019.

Nggak kurang dari 19 negara sahabat ikut memeriahkan gelaran Asia Africa Festival  2019. Negara-negara tersebut antara lain, Jepang, Maroko, Tunisia, Sudan, Aljazair, Ethiopia, Irak, Palestina, Mozambik , Zimbabwe, Nigeria, Myanmar, Libia, Laos, Afganistan, Kuwait, Mesir dan Afrika Selatan.

Saat karnaval kebudayaan berlangsung, suasana main tambah meriah. Diawai performance drumband, lalu berturut-turut alunan musik dan tarian mendominasi acara. Karnaval budaya ini melibatkan hingga lebih dari seribu peserta, lho.

Berbagai budaya tanah air ditampilkan di karnaval ini, mulai dari tanah Sunda, seperti sisingaan, hingga tarian dari Sulawesai dan Kalimantan. Bubu Dita sempat melihat pertunjukan budaya Dayak dan Minahasa.






Tak hanya itu, Bubu sempat melihat delegasi negara-negara Afrika berjalan beriringan sambil membawa bendera kecil negaranya masing-masing. senang sekali rasanya melihat teman-teman dari negara lain bersemnagat mengikuti karnaval budaya ini.

Ada juga budaya Jepang yang menarik perhatian pengunjung, nih. Delegasi Jepang khusus membawa Mikoshi yang ditandu oleh puluhan orang. Mikoshi ini rupanya merupakan simbol kendaraan dewa. Bentuknya seperti kuil mini dan diletakkan di atas tandu. Kebayang, deh, beratnya!





Acara karnaval budaya Asia Africa 2019 berlangsung hingga pukul 12 siang. Namun belum sampai acara habis, saya harus segera kembali ke hotel untuk persiapan check out dan pulang.

*****
Sudah 64 tahun lalu Konferensi Asia Afrika yang bersejarah diadakan di Bandung. Namun semangat persaudaraan, persahabatan antar negara-negara di Asia dan Afrika tetap terasa hingga kini dan saya berharap nggak akan pernah berakhir. Manteman Rumika juga berharap hal yang sama, kan?


-BubuDita-

20 comments :

  1. Saya paling ga bisa nahan emosi kalo berada di kerumunan orang dalam suatu festival, berdesak2an bikin nontonnya ga fokus. tapi seru liat foto2nya di artikel ini.

    ReplyDelete
  2. Buagussss bangeeett festivalnyaaa
    Seru dan sangat meriah ya :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. Tahun lalu cuma bisa mengikuti seru-seruan acara ini lewat segala platfirm media sosial. Karena saya tinggal di Jawa Timur dan belum memungkinkan untuk datang kesana, yaah yaudah.

    Nah tahun ini, sebenarnya statusnya sudah domisili di Bogor, yang mana deket dan mudah kalau mau ke Bandung. Sayangnya waktu perhetalatan acara itu, saya malah lagi kunjung ke Jatim :( huhu ga kesampaian deh. Smeoga tahun depan bisa! ^^

    ReplyDelete
  4. Rame pisam euy.Kl nontom festival emang musti bnyak ngelus dada apalagi kl tetiba antrean kita diserobot hahhaha. Ini mah banyak tukng jualan biasanya di sudut2 jalan lumayan buat wiskul hehehe.

    ReplyDelete
  5. keren ya acaarnya dulu th 1981 aku menjadi bagian juga dari festival asia afrika

    ReplyDelete
  6. Terjebak enak ya jadinya. Orang mah bela2in datang buat nonton. Kalian malah bisa langsung nonton. Lumayan mengajarkan traveling pas peak season dan soal Kebudayaan kaan

    ReplyDelete
  7. Blessing in disguise ya mbak.
    Seru emang nontom karnaval. & nggak kebayang kalo karnaval nggak rame orang. Apalagi karnaval yg memeringati KTT Asean & semangat persaudaraan antar sesama negara Asean. Pasti banyak dari kita yang mendukung persatuan & persaudaraan ini.

    ReplyDelete
  8. Sebetulnya enak juga terjebak di tengah festival yang seru gitu, sepanjang emang nggak ada kegiatan yang urgent. Braga emang sering ditutup, Kak. Dulu saya pernah kondangan di Savoy Homann, eh... pulang kondangan, jalan ditutup karena ulang tahun Bank Jabar. Ya udah, jalan kaki pakai sepatu hak tinggi ke tempat yang lebih jauh buat dapat kendaraan.

    ReplyDelete
  9. Aduh serunya. Saya pengen banget ke sana, tapi ada undangan nikahan. Pas siang ke sana udah bubar...hiks...

    ReplyDelete
  10. Semenjak aku pindah ke pulau paru-paru dunia 'Borneo' ini aku udah gk pernah lg liat Festival/Karnaval sejenis ini.
    Ini terjebak dalam keseruan sih namanya kak.

    ReplyDelete
  11. 4 tahun lalu, aku bersyukur bisa menjadi bagian dari perhelatan akbar 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Aku bisa berbaur dengan para delegasi dari negara asing, bahkan ikut mereka jalan-jalan ke Kawah Putih dengan bus rombongan hehe. Saat itu aku pengeeennn banget bisa jadi delegasi.

    Jangankan kamu mbak, aku aja yang tinggal di Bandung udah eneg banget sama kemacetan Bandung tiap hari.

    ReplyDelete
  12. Kalau pas lagi santai kejebak di Festival kayak gini sih asik-asik aja ya mbak. Tapi kalau lagi banyak urusan, buru-buru, duh rasanya kayak kejebak emosi. Hehehe. Seru nih Asia Afrika ada festival seru kayak gini, pas lagi gak ke Bandung jadi gak ikutan liat deh.

    ReplyDelete
  13. Di samping De Braga juga ada Ibis. Saya seringnya menginap di sana. Jalan di sekitar sana, gak ada festival aja suka macet. Beberapa kali macet sampai 15 menit lebih sekadar untuk masuk hotel hehehehe.

    Tetapi, kalau terjebak pas ada festival begini asik juga. Malah jadinya gak usah jalan jauh dan gak perlu pakai kendaraan pribadi

    ReplyDelete
  14. Aku suka banget nonton karnaval gini
    Rame dan menarik. Meski harus desak-desakan tapi ya seru aja
    Gpp deh macet dikit tapi dapat lihat yang bagus-bagus

    ReplyDelete
  15. Wah, keren banget bubu Dita sekeluarga tau2nya bisa menikmati Asia Africa Festival 2019 yaaaa..bikin iri yg lain hahaha 😁 Kqlau Mika n Boo udah gedean, meeeka langsung ambil kamera, jepret sana-sini deh mantap. Cepet bgt siap2 check out? Anak2 kan masih betah 😁

    ReplyDelete
  16. Huhu kemarin piknik ke Bandung dengan teman blogger dan nginap di Savoy diceritakan meriahnya pawai dan para menteri negara lain bobok di Savoy..mupeng pengen lihaat

    ReplyDelete
  17. Waaah seru sekali ya bisa lihat karnaval Asia Africa ini..Melihat kebudayaan negara lain dari dekat melalui karnaval. Udah lama banget gak lihat carnaval , anak-anak pasti suka niih kalau diajak lihat carnaval.

    ReplyDelete
  18. Semoga acara-acara seperti ini tidak hanya seremonial semata, namun lebih kepada esensi persaudaraan sesama negara berkembang.

    Duh aku mah nggak bakal tahan kalau ke Bandung macet itu.

    ReplyDelete
  19. Seru banget festivalnya.
    Aku belum kesampaian buat nonton Fest Asia Afrika secara langsung.
    Trus ke Bandung jg bisa dihitung dg jari haha
    Pengen ke sana tp jgn weekend deh. Katanya macet bgt ya mbak haha

    ReplyDelete
  20. Yah telat aku kak, harusnya aku nonton nih acara beginian hehe.
    Seneng liat kesenian yang tampil hihi

    ReplyDelete