Jujur aja, awalnya aku nggak nyangka perjalanan ke Lembah Purba di kawasan Situ Gunung Sukabumi ini akan jadi pengalaman yang “menguras adrenalin”.
Salah aku juga, sih. Pas awal diajak teman-teman kuliah untuk ke Situ Gunung, aku nggak sempat untuk baca seperti apa medannya, gimana kondisi di sana. Aku juga nggak ngeh ternyata perjalanan ekspedisi Lembah Purba durasinya lumayan lama dengan jarak yang cukup jauh juga, sekitar enam km.
Yang aku bayangkan, tuh, cuma jalan santai di tengah hutan tropis, menikmati udara segar, dan bisa sambil foto-foto serta ambil footage video. Tapi ternyata, perjalanan ini berubah jadi ekspedisi yang penuh tantangan. Di sini, kita bukan hanya berjalan, tapi juga harus “menaklukkan” 9 jembatan dengan karakter yang berbeda-beda!
Ada jembatan-jembatan apa saja yang aku lalui? Di tulisan kali ini aku akan bahas satu per satu, ya, jembatan di Ekspedisi Lembah Purba Sukabumi yang menarik banget buat dicoba dan aku kasih rating juga seberapa sulitnya jembatan-jembatan tersebut untuk dilalui! :D
1. Jembatan Gantung Situ Gunung (Suspension Bridge)
8/10
Perjalanan dimulai dari ikon paling terkenal di kawasan ini, yaitu Jembatan Gantung Situ Gunung atau Situ Gunung Suspension Bridge.
Jembatan ini bukan jembatan biasa. Dengan panjang sekitar 535 meter, jembatan ini pernah dikenal sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Jembatan yang aku lalui ini jembatan yang baru. Ada jembatan gantung Situ Gunung lama yang panjangnya hanya 243 meter dan posisinya ada di bawah. Kalau dari jembatan gantung panjang ini akan terlihat jembatan lama tersebut.
Saat aku ekspedisi Lembah Purba sekitar setahun lalu, kondisi pengunjung cukup ramai. Begitu pun yang sedang melewati jembatan ini. Dari awal melangkah saja, aku sudah bisa merasakan sensasi goyangan di bawah kaki. Duh, asli bikin deg-degan banget. Aku sampai harus berpegangan dengan temanku.
Sepertinya goyangan yang lumayan ini karena ada banyak orang di jembatan pada saat yang bersamaan. Soalnya ketika keesokan harinya aku melewati jembatan ini lagi setelah menginap di Lembah Purba, aku sama sekali nggak deg-degan. Jembatannya saat itu memang agak kosong. Adalah cuma sedikit orang yang sedang berada di jembatan.
Awalnya aku jalan pelan, super hati-hati. Tangan sempat dingin tapi lama-lama, justru muncul rasa takjub. Pemandangannya benar-benar cantik, deh. Di bawahnya ada hutan lebat yang hijau. Dan saat berhasil sampai di ujung… rasanya lega sekaligus bangga. :D
2. Jembatan Tarzan
8,5/10
Setelah “pemanasan” di jembatan utama, perjalanan berlanjut hingga aku melihat sebuah jembatan yang aku pikir masa iya aku harus lewat jembatan ini. Kok, kesannya kayak nggak aman banget, yaaa! :D
Namanya Jembatan Tarzan. Panjangnya sekitar 200 meter dengan ketinggian 75 meter. Aku bilang hal di atas bukan tanpa alasan. Jembatan besi ini bagian bawahnya berongga-rongga. Sisi kanan dan kirinya juga nggak tertutup rapat. Kebayang, deh, deg-degannya kayak apa pas mulai melewatinya.
Oiya, bahkan untuk bisa menyusuri jembatan ini aku dan pengunjung lain harus memasang harness di tali. Jadi setiap maju harness itu pun juga aku gerakkan. Tentunya hal ini untuk keamanan, ya.
Kelihatannya memang bikin deg-degan banget. Tapi begitu jalan hanya beberapa meter ke depan, aku sudah merasakan nikmatnya lewat jembatan ini. Tiba-tiba perasaan deg-degan dan takut kayak hilang gitu aja.
Mungkin hal ini karena terbantu dengan adanya harness yang dipasang itu, ya. Jadi aku tersugesti kalau lewat jembatan ini akan aman-aman aja.
View di sekeliling Jembatan Tarzan juga alamiiii banget! Berasa seperti ada di dalam hutan dengan rimbunnya pepohonan di sekitarnya.
3. Jembatan Ki Haji
5/10
Dibandingkan jembatan sebelumnya, jembatan ini terasa lebih “ramah”. Jembatan Ki Haji terbuat dari kayu yang rapat. Ada pegangan di sampingnya juga. Selain itu jembatan ini juga nggak tinggi.
Jembatan Ki Haji melewati aliran sungai dengan banyaknya bebatuan besar. Tentunya tetap hari hati-hati, ya, melewati jembatan ini walau kelihatannya bukan jembatan yang ekstrem.
4. Jembatan Wallen
5/10
Setelah Jembatan Ki Haji, aku dan temn-teman lanjut menyusuri bagian yang ebih dalam di Ekspedisi Lembah Purba. Pohon rimbun dengan jalan tanah yang sedikit licin karena hujan semalam.
Setelah itu, aku melihat sebuah jembatan lagi. Namanya Jembatan Wallen.
Jembatan ini berada di area yang rimbun, dengan pepohonan yang rapat di sekelilingnya. Cahaya matahari yang masuk di sela-sela daun membuat suasananya terasa dramatis.
Jembatan ini mirip seperti Jembatan Ki Haji. Jembatan ini juga melewati aliran sungai yang cukup deras. Jembatannya nggak terlalu panjang dan cukup mudah untuk dilewati karena dilengkapi juga dengan tali pengaman di salah satu sisinya.
Jadi biar lebih aman melewati jembatan ini, kita bisa memegang talinya juga, ya.
5. Jembatan Ki Enteh (Jembatan Setapak)
8/10
Namanya unik: Jembatan Ki Enteh atau sering juga disebut Jembatan Setapak. Sesuai namanya, jembatan ini memang sempit. Jalurnya nggak terlalu lebar, jadi kita harus benar-benar fokus saat melangkah ke depan.
Ini mungkin salah satu jembatan yang paling bikin aku harus konsentrasi penuh. Nggak bisa sambil lihat kanan kiri terlalu lama, karena harus menjaga keseimbangan.
Jembatan ini dilengkapi dengan dua tali pengaman di samping kiri dan kanan. Ada tambahan tali lagi di sebelah kiri untuk memasang harness. Ya, jadi kalau lewat Jembatan Setapak harness harus dipasang, ya, supaya lebih aman.
Jembatan ini sebenarnya juga nggak terlalu tinggi. Tapi karena modelnya yang hanya setapak aja makanya melewati jembatan ini tricky banget. Saat mulai menyusurinya sedikit demi sedikit, aku lumayan ada perasaan takut kalau jembatan ini akan miring… :D
Alhamdulillah banget yang aku takutkan nggak kejadian. Hehe… :)
6. Jembatan Tebe
5/10
Setelah itu nggak berselang lama, aku sampai di Jembatan Tebe. Di sini rasanya tenaga mulai terasa terkuras. Sebenarnya bukan karena jembatannya paling sulit, tapi karena perjalanan yang sudah cukup panjang.
Jembatan Tebe hampir sama karakteristiknya dengan Jembatan Ki Haji dan Jembatan Wallen. Jembatan ini nggak terlalu sulit dilewati. Ada aliran sungai di bawah jembatan yang jaraknya cukup dekat dengan jembatan.
Di sini juga sekelilingnya rimbun banget! Ada banyak tanaman paku-pakuan di sekitar jembatan. Setelah melewati Jembatan Tebe dan jalan dengan ditemani suara aliran sungai, aku dan teman-teman sampai di Curug Kembar Lembah Purba!
Masya Allah, seger banget! Dari agak jauh aja cipratan air curug sudah bisa mengenai wajahku! :) Di curug ini aku dan teman-teman lumayan menghabiskan waktu yang agak lama sekalian istirahat.
7. Jembatan Oren (Jembatan Nanjak)
100/10
Usai menikmati indahnya Curug Kembar Lembah Purba, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Nah, sebelum sampai di curug sebenarnya aku sudah melihat sebuah jembatan yang tinggi di atas. Dan benar saja, setelah dari curug, kami memang harus melewati jembatan tersebut.
Namanya Jembatan Oren atau Jembatan Nanjak. Disebut Jembatan Oren karena memang jembatan ini di bagian sisi kanan dan kirinya memiliki warna oranye tipis.
![]() |
| Di awal masih bisa ketawa. Pas sampe ujung, nangeeeessss... :') |
Kelihatannya, sih, jembatan ini biasa aja, ya. Bentuknya nggak estrem seperti Jembatan Tarzan atau Jembatan Setapak. Meski demikian, aku nobatkan Jembatan Oren sebagai jembatan ter-wadidawwow, deh! :D
Yap, ini dia salah satu yang sangat memorable saat melakukan Ekspedisi Lembah Purba: melewati Jembatan Oren!
Awalnya saat lewat jembatan memang biasa saja. Namun belum setengah perjalanan aku sudah mulai kehabisan napas. Kenapa? Karena bentuk jembatan ini menanjak! Makanya Jembatan Oren disebut juga Jembatan Nanjak sesuai jalurnya! :D
Di sini, bukan hanya keseimbangan yang diuji, tapi juga stamina dan mental. Melangkah di jembatan sambil menanjak memberikan sensasi yang berbeda dna rasanya cuapeknya cuapek banget!
Napas mulai terasa lebih berat, tapi tetap harus semangat juga terus naik supaya bisa ada di ujung jembatan. Sempat berhenti beberapa kali, akhirnya aku bisa juga menyelesaikan misi melewati Jembatan Oren ini! Huhuhu….
Setelah itu, aku dan teman-teman langsung istirahat dan diam. Hahaha…. Kebayang, nggak, sih, aku yang jarang olahraga mesti naik jembatan laknat kayak gitu. Masya Allah, alhamdulillah sampai ujung jugaaaa…. :D
8. Jembatan Bengkok
6/10
Ini dia jembatan terakhir yang aku lewati sata ikut Ekspedisi Lembah Purba di Sukabumi. Kalau dari fotonya kelihatan, kan, ya, kenapa jembatan ini dinamakan Jembatan Bengkok. Yap, karena da di tengah jembatan yang memang nggak lurus banget.
Untuk Jembatan Bengkok ini cukup mudah dilalui, ya. Hanya saja, dari jembatan ke bagian bawah kelihatannya tinggi. Jadi tetap mesti hati-hati banget lewat Jembatan Bengkok ini.
9. Jembatan Merah
Nah, sebenarnya masih ada Jembatan Merah di kawasan Lembah Purba. Namun aku dan teman-teman saat itu nggak melewatinya. Selepas dari Jembatan Bengkok, kami langsung menuju perkemahan karena akan menginap semalam di Glamping Lembah Purba.
Makanya aku rasanya pingin balik lagi ke Lembah Purba dan mencoba naik ke Jembatan Merah ini. Jembatan ini memang berwarna merah, ya. Hal ini membuat Jembatan Merah terlihat ikonik juga di Lembah Purba.
Kalau Manteman ada yang sudah pernah ke Lembah Purba dan melewati Jembatan Merah ini?
Perjalanan menyusuri 9 jembatan di Lembah Purba ini bukan cuma soal wisata alam. Ini jadi pengalaman yang mengajarkan banyak hal, seperti menghadapi rasa takut, melatih fokus dan keseimbangan, dan yang paling penting, percaya sama kemampuan diri sendiri.
Aku yang awalnya deg-degan bahkan untuk satu jembatan, akhirnya bisa melewatinya sekaligus. Dan yang paling menarik? Setelah selesai, bukannya kapok tapi malah pengen lagi…. :D
Dita Indrihapsari







.jpg)

Walau mbak Dita bilang di salah satu jembatan si rasa takut kayak hilang gitu, tapi kalau daku keknya jembatannya ngeri semua buat daku huhu.
ReplyDeleteApa karena daku tipe yang takut ketinggian pake plusnya pula lagi pernah cedera kaki, jadinya ya takutan haha.
Waaaahhhh keren, ini Mamang banget nih, pengen banget Adventure kesini tapi ga tau nih kapan waktunyaa...Udah pasti seru bangeeeeetttt....Jembatan itu yang pernah viral dulu yess...
ReplyDeleteKalo liat tempat yang tinggi - tinggi kayak gini Adrenalin mamang membuncah pengen berdiri juga disana.
Awalnya aku mau kesana tanggal 25 April dan solo travelling. Tetapi nggak kebagian tiket KA, jadi ku undur. Sambil lihat cuaca juga soalnya ya.
ReplyDeleteTernyata, beneran menantang banget nih explore Lembah Purba. Dan pas baca di akhir, mba sampe lanjut glamping? Memang harus ada waktu buat istirahat sih sebelum balik ke realita.
Sembilan jembatan yang dari foto-foto nya aja udah kebayang menantang banget. Ini perjalanan berkesan sangat ya. Pake guide berarti mba? Atau sama temen-temen aja?
Jembatan Oren berarti emang paling ter-ter ya. Duh, jiwa petualang ku makin meronta deh, pengen segera jadiin liburan kesana. Semenarik dan penuh tantangan bingits.
Jembatan yang ngujui adrenalin beneran
ReplyDeleteKalau aku mungkin jalan sudah ditemani teriakan istghfar dan minta tolong Allah jaga dan mampukan, haha
Asli aku paling takut naik jembatan yang goyang
Belum lagi BBku yang jadi pemicu goyangannya bakal aduhai tuh jembatan
Dari nama tempatnya "Lembah Purba" sungguh agak "mengintimidasi" tetapi juga "bikin penasaran" kyk apa ituuu :D
ReplyDeleteApalagi ternyata ada banyak jembatan ikoniknya itu ya mbak :D Kebayang jembatannya ada di bawa pohon2 besar lalu yang deket sungai tuh kek kerasa banget kalau melewatinya berasa berpetualang :D
Jembatan Ki Enteh keknya yang paling bikin merinding huwaaahh.
Tampaknya lokasi wisata ini nggak ramah anak yaa, khusus dewasa aja? Btw kita ke sana ada pemandunya yang siap sedia nganter kita keliling kan ya? Jujur nggak berani sendirian wkwk.
Setuju banget kalau di jembatan sebaiknya jangan lewat banyak2, dibatesin 2-3 orang kali ya, jadi kalau lewat nggak bikin goyang banget. Alon2 asal selamet dah :D
Kalau di Surabaya, Jembatan Merah termasuk daerah Kota Lama, tempat bersejarah, warnanya sama-sama merah, oleh karena itu disebut Jembatan Merah ya
ReplyDeleteJembatan-jembatan yang mbak share ini beneran menguji adrenalin kok,tingginya byeuh tapi imbang dengan pemandangannya ya
Luar biasa pengalamannya mbak. Kalau aku, baru mau diajak naik jembatan pertama pasti udah bilang "Aku balik pulang aja deh ya, kalian aja yang jalan."
ReplyDeleteHahahaha...
Takut banget naik jembatan apalagi yang tinggi dan bergoyang-goyang. Kalau yang modelan jambatan KiHaji masih oke lha aku usahain bertahan.
Tapi emang alamnya asri banget ya.
Mbak, liat ofoto2nya aja kakiku lemes... ahahahaha. Nggak mau kayaknya aku, apalagi kalau sama anak-anak waahh udah berkelebatan yang enggak-enggak pokoknya deh... :))
ReplyDeleteTapi bener sih, biasanya kalau udah bisa menaklukan rasa takut yang ini, pasti nagih untuk menaklukan rasa takut yang lainnya...paham banget rasanya tapi aku gak mau memulainya (teteuuuppp) hahahaa.
saya pernah nonto vlog Adi, Mbak. Kebetulan di ke Lembah Purba ini karena beli yang paketan. dan melewati jembatan-jembatan ini. dan pastinya melewati dan merasakan langsung 8 dari 9 jembatan di Lembah Purba, pasti sensasinya berbeda ya, Mbak. Sangat-sngat memaju adrenline. Apalagi hampir sebagain besar jembatan dari kayu ya, Mbak. Jadi harus dikontrol terusm takut ada yang rusak. sayang ya, ga sempai tuntas melewati jembatan merah. Padahal mungkin ini iconnya jembatan di Lembah Purba. Tapi justru ini jadi alasan untuk balik lagi ke sana.
ReplyDeleteAih makkjang.. kakiku ikutan bergetar juga nih ... soalnya ikutan nyeberang jembatan oyen hehehe... Kebayang banget sih, udah tenaga terkuras habis dari curug, eh disuruh "nanjak" di atas jembatan. Benar-benar ujian stamina yang sesungguhnya! :D
ReplyDeleteTapi setuju banget, pesona Situ Gunung itu emang magis. Meskipun awalnya modal nekat tanpa riset medan, tapi kepuasan pas sampai ujung itu yang nggak ternilai harganya.
Foto-fotonya juga cakep banget, bikin makin penasaran pengen nyobain langsung ke Lembah Purba
Aku yang lihat jembatan tebe tuh ngebayangin kalau hujan apa nggak kelem ya jembatannya.. deket banget sama air sungainya.. 🥹
ReplyDeleteNggak kebayang kalau hujan deras, terus air dari atas ngalir kenceng. Pasti ditutup jembatannya.
Cuma ada satu yang bikin takut ketinggianku meronta. JembatanKi Enteh. Lihat itu udah gemeter apalagi kalau dateng ke sana.. 😅
Membaca 9 jembatannya jadi ingat ketika beberapa tahun yang lalu mengunjingin situ gununglembah gunung purba ini terus terang yang paling ingat adalah jembatan paling gede karena dulu itu datang pas hari jadi Sukabumi jadi gratiskan tiket masuknya sehingga jembatan penuh dan bergoyang-goyang membuat saya takut. Kalau yang lainnya cukup menarik dan juga seru asal yang naik dalam jumlah normal
ReplyDeleteWah ternyata ga cuman jembatan suspensi itu aja ya kak. Ada 9 jembatan lagi yg super keren dan wadidaw bgt tuh.
ReplyDeleteAku penasaran dgn jembatan Ki Enteh. Meski ga tinggi, itu kalo keseleo dikit, nyebur tuh. Wkwk. Tp katanya dikasih tali tambahan buat pengaman. Smg aman sih.
Dan yg bikin penasaran jg, jembatan oren. Pgn tahu sensasi jembatan menanjaknya spt apa. Tp emg kalo lagi capek, naik dgn posisi menanjak tuh ya bikin lemes. Kalo ga punya stamina tggi, ya pasti ngos2an tuh ya kak.
ya ampun mbaaa
ReplyDeleteini pas baca, kakiku ikut gemeteran masaaaaa
gokil sihh bisa menaklukkan aneka jembatan dalam satu ekspedisi
aku kayaknya bakal jerit jerit Takuuutttt
Ini bener2 menguji adrenalin yg takut tinggi2 yg takut rawa kaya aku skip sih tapi kalau rombongan mah kalaua da yg ngajak mau aku juga
ReplyDeleteLembah purba ini memang desnitasi wisata yg jembatan nya dibuat sengaja ya teh? Temen aku kan orngbjampang dia photo cuma di jembatan 1 aja , eh ternyata ada 9 duh lemes gini lutut
BUJUGG mbakkk.. Aku liat dari fotonya aja sampe nahan napas lho ini, wkwkwkwkwk.
ReplyDeleteAku dulu pernah ikut one day trip sama temen-temenku, dan itu cuma lewatin satu jembatan aja, yakni Suspension Bridge itu. Itupun deg-degannya udah bukan main. Takut kepeleset lah, takut barang-barang jatoh pula. Makanya pas lewatinnya tuh jujur gak berani ngobrol. Fokus aja jalan, wkwkwkwk
Pas liatin jembatan lainnya.. batinku kayak 'lho lho lho', kok makin serem? Apalagi jembatan ke 8 tuh ya, yang udah mah tinggi, serem.. nanjak pulak!
Aku kalo lewatin jembatan itu kayaknya mau request gendong deh, hahahahahaha.
belanja pita buat jadi kejutan
kejutan istimewa buat mas hakim
Seringlah kita lewati jembatan
Biar ga kaget di Shirotol Mustakim
Waah, mbak Dita main juga niih ke Sukabumi ke Situ Gunung. Seruu yaa bertualang disana, benar-benar menguji adrenalin saat menyeberangi jembatan. Saya aja serasa jantung copot pas jembatannya goyang-goyang terus ada monyeet bergelantungan di atas pohon wkwkwk,,,,tapi seruuu sampai ke air terjun udah deeh hilang lelahnya,,,lihat air...bening-bening
ReplyDeleteNgliat fotonyaaa ajaa uda gemeteerrraan, kaa..
ReplyDeleteMashaAllah.. Jembatan Ki Enteh siih.. menurtkuu yang wow~
Selain jembatan yang ketinggiannya mashaAllah.. di otakku langsung berputar-putar adegan film horor yang ada jembatannya gini.. atau film sci-fi kek mendadak nongol anaconda..
Huhuhu.. kenapaa siih.. otak aku maah.. huhuhu...
Mbak Dita, saya sudah lama banget pengen ke Lembah Purba ini. Namun maju mundur terus, karena gak yakin apakah kuat trekking nantinya. Dari tulisan Mbak Dita yang lengkap gini (semua jembatan diceritain), saya jadi dapat gambaran lebih utuh. Kayaknya memang cukup menantang untuk trekking lansia seperti saya. Makasih ya Mbak :)
ReplyDeleteSeru banget baca pengalamannya! Jujur, aku baru tahu kalau di Ekspedisi Lembah Purba itu ternyata ada banyak jembatan dengan karakteristik beda-beda. Jadi makin penasaran pengen nyobain Jembatan Oren yang katanya 'laknat' itu, hahaha. Makasih tips soal harness-nya, jadi merasa lebih aman kalau nanti mau ke sana. Anyway, foto-fotonya cakep banget!
ReplyDelete