Jangan Salah Kaprah, Ini Beda Hiking dan Trekking!



Sering nggak sih dengar orang bilang mau "trekking" padahal cuma jalan santai 2-3 jam aja di bukit? Atau sebaliknya, ada yang nyebut acara jalan seharian penuh bahkan berhari-hari nanjak gunung sebagai "hiking"? 


Kalau aku perhatiin, banyak juga operator jasa wisata di Sentul yang menawarkan paket "trekking" dengan durasi cuma 3 jam-an. Padahal kalau merujuk ke arti aslinya, itu sebenarnya lebih pas disebut dengan hiking.


Iyessss, ternyata dua istilah ini memang sering banget ketuker di masyarakat kita, termasuk aku sendiri. Aku juga baru tahu arti sebenarnya istilah tersebut baru-baru ini. Kalau Manteman sendiri gimana? 


Biar kita nggak salah kaprah lagi, yuk, kita bahas tuntas apa, sih, sebenarnya bedanya hiking dan trekking itu.



Apa Itu Hiking?

Kalau merujuk ke kamus bahasa Inggris, Merriam-Webster mendefinisikan hike sebagai "a long walk especially for pleasure or exercise", alias jalan kaki yang cukup panjang, biasanya untuk kesenangan atau olahraga. 


Sedangkan Cambridge Dictionary mengartikan hiking sebagai "the activity of going for long walks in the countryside". Kegiatan jalan kaki di alam terbuka atau pedesaan.


Dari definisi itu, bisa dibilang hiking itu:

  • Durasinya relatif singkat, biasanya hanya hitungan jam dan bisa selesai dalam sehari (one day trip).

  • Medan yang dilalui umumnya sudah punya jalur yang jelas, di alam terbuka, dan nggak terlalu ekstrem.

  • Persiapan yang dibutuhkan juga lebih ringan, nggak perlu bawa perlengkapan macam-macam.


Jadi kalau merujuk dari artinya, paket-paket jalan santai ke curug atau bukit yang cuma 2-3 jam itu, sebenarnya lebih tepat disebut hiking, ya, bukan trekking.



Apa Itu Trekking?

Nah, kalau trekking, Merriam-Webster mengartikan trek sebagai "a trip or movement especially when involving difficulties or complex organization". Bisa juga dibilang sebagai perjalanan yang biasanya melibatkan kesulitan atau butuh persiapan dan pengorganisasian yang kompleks gitu, deh. 


Cambridge Dictionary juga menyebut trekking sebagai "the activity of walking for long distances, especially through mountains or forests, for pleasure". Artinya sebuah aktivitas berjalan jarak jauh, khususnya melewati gunung atau hutan.


Ciri-ciri trekking biasanya:

  • Durasinya panjang, bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

  • Medannya lebih menantang, kadang melintasi gunung hutan, atau daerah terpencil.

  • Butuh persiapan fisik dan logistik yang jauh lebih matang, termasuk perlengkapan camping karena biasanya harus menginap di alam.


Jadi kalau ada perjalanan mendaki gunung yang makan waktu 3 hari 2 malam, itu baru pas disebut trekking.



Perbandingan Hiking vs Trekking

Berikut perbedaan yang lebih jelas antara hiking da trekking, ya!

Kategori

Hiking

Trekking

Durasi perjalanan

Beberapa jam, biasanya selesai dalam sehari

Berhari-hari, bahkan bisa berminggu-minggu

Tingkat kesulitan

Relatif ringan sampai sedang

Sedang sampai berat

Jenis medan

Jalur yang sudah jelas, umumnya bukit atau area wisata alam

Bervariasi, bisa melewati gunung, hutan atau daerah terpencil

Persiapan fisik

Cukup dengan stamina dasar

Perlu latihan fisik dan daya tahan yang lebih matang

Perlengkapan

Sepatu yang nyaman, air minum, dan bekal ringan

Perlengkapan camping lengkap, logistik untuk beberapa hari

Akomodasi

Tidak perlu menginap

Biasanya perlu menginap di tenda atau shelter

Contoh kegiatan

Jalan ke curug, bukit atau gua dalam sehari

Pendakian gunung multi-hari, lintas alam jarak jauh



Suka Hiking tapi Belum Pernah Trekking

Kalau ditanya soal pengalaman, aku sendiri sebenarnya lebih sering hiking daripada trekking. Eh, bahkan bisa dibilang belum pernah sama sekali trekking, deng… :D 


Beberapa kali aku sempat main ke curug-curug di sekitar Sentul, jalannya nggak terlalu jauh dan bisa ditempuh dalam hitungan jam saja. Selain curug, aku sekeluarga juga pernah eksplor gua di kawasan Sentul. Seru banget karena bisa lihat sisi lain dari alam Sentul selain air terjun dan perbukitannya!


Selain itu, aku dan teman-teman pernah juga hiking ke Lembah Purba di Sukabumi, Pengalaman hiking terakhir yang paling berkesan buat aku adalah waktu ke Curug Cibadak di Bogor. Jalurnya cukup menantang untuk ukuran hiking, tapi tetap bisa ditempuh dalam sehari kok, jadi masih masuk kategori hiking, bukan trekking.


Nah, kalau untuk trekking sendiri, sejujurnya aku belum pernah coba. Mungkin ke depannya aku perlu coba trekking beneran yang durasinya lebih panjang, biar bisa cerita pengalamannya juga di blog ini. Doain ya! :D Doain juga kuat kalau beneran mau trekking…. Hehe…



Manfaat Hiking dan Trekking untuk Ibu-ibu Usia 40-an

Buat Manteman yang usianya udah masuk kepala empat kayak aku, hiking dan trekking itu sebenarnya aktivitas yang sayang banget kalau dilewatkan. Ini beberapa manfaatnya:

  • Menjaga kesehatan jantung dan stamina. Jalan kaki di alam terbuka, apalagi dengan medan yang naik turun, bisa jadi latihan kardio yang bagus untuk usia 40-an.

  • Membantu menjaga kepadatan tulang. Aktivitas menahan beban tubuh seperti jalan di jalur alam katanya bisa membantu memperlambat penurunan kepadatan tulang yang mulai terjadi seiring bertambahnya usia. Gimana, ada yang udah kepala empat dan suka ngilu-ngilu sebadan-badan? :D

  • Meredakan stres dan menyegarkan pikiran. Buat ibu-ibu yang sehari-hari sibuk mengurus rumah dan keluarga, ditambah lagi yang bekerja juga, waktu di alam terbuka bisa jadi me time yang menyegarkan pikiran dan menurunkan tingkat stres. :) 

  • Menjaga berat badan tetap ideal. Hiking maupun trekking membakar cukup banyak kalori, jadi bisa membantu menjaga berat badan, apalagi metabolisme yang mulai melambat di usia 40-an. Duh, aku pingin bangeeeeet bisa turun bebeeee… :D 

  • Menjalin kedekatan dengan teman, keluarga, atau komunitas. Baik hiking singkat maupun trekking yang lebih panjang, keduanya bisa jadi momen kebersamaan yang seru, entah sama keluarga, sahabat atau teman komunitas. Ya, kaaan? :D 


Yang penting, sih, sesuaikan dulu sama kondisi fisik masing-masing. Kalau baru mulai, boleh banget coba hiking ringan dulu sebelum lanjut ke trekking yang lebih menantang.


Nah, itu dia penjelasan soal beda hiking dan trekking, Semoga setelah baca ini kita jadi lebih paham dan nggak salah kaprah lagi, ya, kalau mau ikutan paket jalan-jalan alam. Kalau Manteman punya pengalaman hiking atau trekking seru, boleh banget cerita di kolom komentar!


Happy hiking and trekking, semuaaaa!



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *