Manfaat Sunmori Bareng Anak, Bisa Jadi Quality Time yang Seru




Suamiku termasuk orang yang seneng banget ngajak anak-anak naik motor. Dulu, ketika kedua anak kami masih agak kecil, masih pada SD, mereka suka, tuh, bertiga naik motor bareng buat sunmori alias sunday morning ride… Hehe… :D 


Sekarang? Wah, sudah beda cerita. :D Anak pertama kami sekarang sudah kelas 8 SMP, sementara adiknya kelas 5 SD. Badannya sudah semakin besar dan kalau bertiga di atas satu motor rasanya sudah nggak mungkin lagi. Bukan cuma soal nyaman atau nggaknya, ya, tapi tentu saja faktor keamanan juga harus jadi pertimbangan, kan.


Ternyata kondisi ini nggak membuat suamiku berhenti mengajak anak-anak sunmori. Contohnya aja pas aku nulis tulisan ini, tadi pagi suamiku sunmori berdua aja dengan anak kedua kami. :D 


Nah, karena itulah, aku pun jadi keide gimana kalau sunmorinya gantian aja. Tadi sudah sama adik, nah, minggu depan gantian, deh, sunmori sama kakak. 


Menurutku, sunmori bergantian gini malah jadi menarik karena masing-masing anak akhirnya punya waktu khusus berdua dengan ayahnya. :D Terus aku ke mana? Me time juga dong. Kalau nggak rebahan di rumah, ya, ngapain, kek… Hehehe… 


Lanjut soal sunmori lagiiii. Biasanya, rute sunmori suami dan anak-anak dari Depok menuju Sentul atau Puncak. Berangkat pagi, menikmati udara yang masih enak, lalu mencari tempat untuk sarapan, liat view sebelum akhirnya pulang.


Tapi sebenarnya, kalau dipikir-pikir, sunmori nggak harus selalu ke daerah pegunungan juga, sih. Sesekali mungkin bisa juga coba ke arah Jakarta. Berangkat pagi dari Depok, keliling Jakarta, lalu sekalian cari tempat makan dan puas-puasin wisata kuliner.


Jadi tujuan perjalanannya bukan cuma “naik motor” aja, tapi ada cerita lain yang bisa didapat sepanjang perjalanan. Dari situ aku pun jadi kepikiran, sebenarnya apa saja sih manfaat sunmori bareng anak?


Kalau dilihat sekilas, mungkin aktivitas ini terdengar sederhana banget, ya. Cuma naik motor keliling pagi-pagi. Tapi ternyata kalau dipikir-pikir lagi ada beberapa hal yang bisa didapat anak maupun orang tua. Apa aja???



Bisa Jadi Quality Time Ayah dan Anak

Anak-anak semakin besar, waktu bersama orang tua juga biasanya semakin berkurang, kan.


Waktu kecil, anak mungkin masih sering ikut ke mana-mana. Mau diajak jalan, ayo. Mau diajak makan, ikut. Tapi ketika sudah mulai besar, apalagi sudah SMP, kesibukannya semakin banyak. Sekolah, tugas, teman, kegiatan, sampai punya kesibukan sendiri di rumah.


Makanya, waktu berdua seperti ini menurutku justru jadi semakin penting. Ketika hanya berdua di atas motor, ayah dan anak punya waktu untuk ngobrol tanpa ada anggota keluarga lain yang ikut nimbrung.


Apalagi anak-anakku semua, kan laki-laki, ya. Jadi aku pun pingin mereka menuju remaja dan dewasa bisa dapat banyak insight dari ayahnya sendiri. 


Mungkin ngobrolnya pun bukan sesuatu yang serius. Bisa saja mulai dari cerita tentang sekolah, teman, makanan yang mau dicari, sampai komentar random sepanjang perjalanan. Tapi justru obrolan-obrolan seperti itu yang kadang susah didapat kalau sedang di rumah.


Aku jadi ingat kata praktisi parenting (duh, aku lupa banget siapa namanya) kalau “di dalam keluarga, ngobrol hal yang nggak penting itu PENTING!” :D 



Obrolan dengan Anak Bisa Lebih Mengalir

Ada satu hal yang menurutku juga menarik dari perjalanan bersama anak. Kadang, anak justru lebih gampang cerita ketika kita sedang melakukan sesuatu bersama daripada ketika sengaja diajak ngobrol.


Coba saja tanya, “Gimana sekolah hari ini?” Jawabannya mungkin cuma, “Biasa.” Selesai. :D


Tapi ketika sedang di perjalanan, obrolan bisa muncul begitu saja. Misalnya sedang melewati sekolah, tiba-tiba cerita tentang teman. Lihat tempat makan, ngobrol soal makanan favorit. Atau mungkin dari satu topik bisa nyambung ke cerita lain yang sebelumnya nggak terpikir untuk dibicarakan.


Buat orang tua, momen seperti ini sebenarnya berharga. Apalagi ketika anak sudah mulai memasuki usia remaja dan perlahan-lahan mulai punya dunianya sendiri.



Anak Belajar Menikmati Perjalanan

Sunmori juga bisa membuat anak belajar bahwa bepergian itu nggak selalu harus punya tujuan besar gitu, lho.


Kadang perjalanan itu sendiri sudah menyenangkan. Anak bisa melihat suasana jalan di pagi hari, melihat orang-orang mulai beraktivitas, melewati tempat yang belum pernah dilihat atau sekadar menikmati pemandangan sepanjang jalan.


Kalau biasanya pergi bersama keluarga menggunakan mobil, naik motor berdua dengan ayah tentu memberikan pengalaman yang berbeda. Apalagi kalau sesekali rutenya diganti.


Hari ini ke Sentul, lain kali ke Puncak, kemudian mungkin mencoba keliling Jakarta sambil berburu kuliner. Bisa jadi lama-lama anak yang malah bertanya, “Minggu depan kita sunmori ke mana?” 😀


Oiya, sunmori juga bisa jadi satu cara anak nggak main gadget selama dalam perjalanan, ya. 



Mengenalkan Tempat dan Kuliner Baru

Sunmori nggak harus selalu pergi ke tempat yang jauh. Tapi asyiknya ke tempat-tempat yang beda jadi ada cerita baru lagi setiap minggunya. 


Misalnya dari Depok menuju Jakarta. Bisa sekalian mampir ke tempat makan yang sudah lama ingin dicoba, mencari sarapan legendaris atau mungkin mengunjungi tempat bersejarah.


Jadi dalam satu perjalanan, anak mendapatkan beberapa pengalaman sekaligus. Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenalkan berbagai tempat di sekitar kita kepada anak.


Kadang kita terlalu sibuk mencari destinasi wisata yang jauh, padahal di sekitar tempat tinggal kita aja masih banyak tempat yang bisa dieksplorasi.



Orang Tua Bisa Sekalian Menyalurkan Hobi

Kalau suami memang suka naik motor dan suka eksplor, ngajak anak sunmori menurutku bisa jadi kegiatan yang nyenengin. 


Hobinya tetap jalan, tapi sekaligus bisa menghabiskan waktu bersama anak. Anak mendapatkan pengalaman baru, ayah juga bisa menikmati hobinya.


Buatku, ini salah satu bentuk quality time yang cukup natural. Nggak perlu membuat acara khusus atau menyusun itinerary yang panjang. Tinggal menentukan mau pergi ke mana, memastikan semuanya siap, lalu berangkat.


Kalau kebetulan menemukan tempat makan enak di perjalanan, itu baru namanya bonus. :D



Sunmori Nggak Harus Jauh

Seperti yang aku bilang sebelumnya, sunmori tuh nggak perlu tempat yang jauh. Dari kebiasaan suamiku mengajak anak-anak sunmori ini, aku jadi semakin merasa kalau quality time bersama anak sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana.


Nggak harus selalu liburan keluar kota. Nggak harus menginap di hotel. Nggak harus pergi ke tempat wisata yang sedang ramai.


Cukup bangun pagi, naik motor berdua, lalu mencari sarapan di tempat yang belum pernah didatangi. :D 


Yang penting tentu saja tetap memperhatikan keamanan. Pastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, kondisi motor baik, dan pilih rute serta waktu perjalanan yang aman. Kalau cuaca atau kondisi jalan kurang mendukung, nggak perlu memaksakan diri juga, ya.


Dan karena sekarang anak-anak sudah semakin besar, menurutku sistem sunmori bergiliran ini justru punya sisi positif tersendiri.


Minggu ini waktunya anak pertama. Minggu depan giliran adiknya. Masing-masing jadi punya cerita sendiri bersama ayahnya.


Mungkin sekarang mereka menganggapnya biasa saja. Cuma pergi naik motor dan makan di luar. Tapi siapa tahu beberapa tahun lagi, ketika sudah besar, mereka justru mengingat momen-momen sederhana seperti ini.


Atau mungkin nanti mereka sudah punya motor sendiri dan justru gantian mengajak ayahnya jalan-jalan. :D



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *