Menikmati Sajian Kuliner Ramadhan dengan Bahan Berkulitas

32 comments


Tidak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Gimana, nih, persiapan Manteman Rumika buat Ramadhan nanti? Selain mempersiapkan diri untuk ibadah, apa sudah ada jadwal untuk buka puasa bersama atau membuat menu sahur dan berbuka? Hihi... :D

Menjelang Ramadhan, Bubu Dita beruntung banget bisa diundang ke acara Delightful Ramadhan Culinary yang diselenggarakan oleh PEKA Consult dan US Embassy’s Office of Agriculture Affairs.

Jika masih belum familiar dengan PEKA Consult, mungkin Manteman Rumika sudah tidak asing dengan Washington Apple, USA Pears, Sunkist, Kurma Medjool atau Kismis Sunmaid. Yap, PEKA Consult merupakan distributor pemasaran produk-produk berkualitas tersebut di Indonesia. :)



Acara Delightful Ramadhan Culinary berlangsung di AMUZ Gourmet  Restaurant Jakarta pada Rabu (09/05). Event ini menjadi acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika dan PEKA Consult selama empat tahun berturut-turut di tempat yang berbeda.
   
Tujuan diadakannya event tahuan ini adalah untuk mencapai semangat inovasi dan interaksi antar budaya dengan menampilkan sajian-sajian Ramadhan yang menggunakan bahan-bahan berkualitas, seperti kurma, jeruk, apel, kismis, blueberry, hingga daging sapi dari Amerika.


Hadir di acara Delightful Ramadhan Culinary ini enggak hanya menyenangkan perut Bubu Dita aja. :D Tapi di acara ini juga saya jadi bisa tahu seperti apa hidangan yang menggunakan bahan yang sangat berkualitas serta bagaimana kehidupan masyarakat muslim di Amerika saat bulan Ramadhan.

Tak hanya itu, di acara ini pula semangat nasionalisme Bubu Dita jadi membara kala mendengar presentasi mengenai kuliner Indonesia yang sangat luar biasa hingga sudah menjadi takdirnya untuk berjaya. :)

Hidangan Fusion Lezat ala AMUZ

Kesan mewah sudah saya rasakan begitu menjejakkan kaki di AMUZ Gourmet  Restaurant yang terletak di Energy Building lantai 2 SCBD Jakarta. Restoran dengan konsep fine dining ini menyajikan berbagai hidangan lezat saat acara Delightful Ramadhan Culinary ini.

Chef Stefu Santoso, Executife Chef AMUZ Gourmet Restaurant, sempat mempresentasikan menu apa saja yang dihidangkan pada acara tersebut. Chef yang sudah bekerja selama tujuh tahun di resto tersebut menampilkan olahan kuliner yang inovatif dan kreatif.


Chef Stefu Santoso

Salah satu menu yang menarik perhatian Bubu Dita adalah Gulai Ayam. Bukan Gulai Ayam biasa melainkan Gulai Ayam yang didalamnya terdapat kurma. Selain itu, Washington Apple diolah hingga menjadi campuran kuah gulai.

Hidangan fusion ini menghasilkan rasa gurih dan manis yang berpadu. Unik juga. Bubu Dita jadi terinspirasi menambahkan kurma jika nanti membuat gulai di rumah. :D

Baca Juga: Yuk, Awali Hari dengan Sarapan Sehat

Selain itu, ada sajian US Beef Satay Maranggi dengan saus colo-colo. Nah, ini, juga jadi hidangan favorit saya. Dagingnya empuk sekali dengan rasa manis yang pas!




Penggunaan US Beef juga ada di sajian Braised US Beef in Raz El Hanout Spices. Proses pembuatannya menggunakan metode slow cooking hingga bumbu menjadi sangat meresap dan daging terasa empuk. Hidangan ini disajikan bersama US Mashed Potato dan sayuran. Duh, mashed potato-nya enaaaak banget!



Bubu Dita pun sempat mencoba martabak dengan isi mashed potato dan kari kambing. Camilan fusion ini pun cukup mengenyangkan! Selain hidangan fusion, kuliner khas Indonesia juga hadir seperti Nasi Kuning Kecombrang dan aneka sambal.

Hidangan penutup alias dessert yang dibuat oleh Chef Stefu dan tim juga menggugah selera. Ada pannacota blueberry dan jeruk, berbagai kue-kue, seperti dadar gulung yang menggunakan kurma sebagai isiannya, dan lain-lain. Minuman segar seperti jus jeruk Sunkist juga terasa segar sekali, dan pasti sehat! :)




Ngomong-ngomong soal kurma, di acara ini Bubu Dita juga sempat mencoba kurma tanpa biji! Wih, ini jenis kurma yang baru pertama kali Bubu Dita coba. Kurma tanpa biji dari Natural Delight kemasan kuning ternyata memakai teknologi canggih dalam prosesnya. 

Menarik, ya! Banyak inspirasi kuliner yang disajikan AMUZ. Dengan menggunakan bahan berkualitas dan keahlian chef, pasti akan menghasilkan hidangan yang luar biasa!




Pengalaman Berpuasa di Amerika Serikat

Dalam acara Delightful Ramadhan Culinary, hadir pula Mr. Christopher Rittgers, Counselor Foreign Agriculture Service dari US Department of Agriculture.

Mr. Chris yang fasih sekali berbahasa Indonesia bercerita bagaimana kehidupan masyarakat muslim di Amerika Serikat saat bulan Ramadhan tiba.

“Masyarakat muslim di Amerika sama seperti di Indonesia, yang penting berkumpul bersama keluarga, teman. Dan juga berkumpul di masjid,” ujarnya.

Mr. Christopher Rittgers

Rasa gotong royong masyarakat muslim di sana juga tinggi. Mr. Chris juga bercerita bagaimana sebuah stadion dibuka untuk acara buka puasa bersama dima asekitar 25 ribu orang berkumpul didalamnya.

Meski di sana muslim adalah minoritas dimana budaya muslim bercampur dengan budaya lain dan populasi muslim datang dari berbagai negara, namun secara umum tidak ada kendala dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

Hal yang sama juga diturkan oleh Ulfah Sakinah. Ia adalah seorang exchange student di Oshkosh North Hidht School selama setahun. Saat sekolah di US, Ulfah sempat mengalami berpuasa hingga 19 jam lamanya!

Ulfah Sakinah, kini sudah berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Keluarga asuhnya di Amerika men-support ibadah puasanya, seperti membuatkan sajian berbuka. Tetangganya di sana pun seringkali memberinya makan saat tengah malam untuk berbuka. Dan mereka berkumpul bersama. Ulfah bahkan sempat pula mengenalkan sajian puasa khas Indonesia seperti kolak ke tetangganya di sana.

Seneng, ya, kalau mendengar cerita-cerita positif seperti itu. Di manapun kita berada bisa melakukan apa yang kita yakini meskipun kita hanya minoritas. Mestinya di manapun hal ini juga bisa terjadi... :)


Tradisi Makan & Kuliner Indonesia yang Berjaya

Tradisi makan bersama ada di setiap negara, seperti halnya di Amerika maupun Indonesia. Di bulan Ramadhan nanti, siap-siap menerima undangan buka puasa bersama, yaa.. Hehe... Tradisi berkumpul dan makan bersama rasanya memang sudah sangat lekat dalam budaya Indonesia.

Di dalam tradisi Jawa, kita mengenal istilah selametan, yaitu perjamuan makan untuk memperingati peristiwa tertentu, meminta berkah, dan tujuan lainnya. Tradisi jamuan makan bersama ini sudah sangat kuno, bahkan telah ada sejak agama belum masuk ke Indonesia.

Apa artinya? Jadi, tradisi makan memang memiliki arti yang sangat luar biasa dalam budaya kita. Ada yang menyebutnya sebagai "Makan Besar" dan juga "Makan Enak." :)

Aktivitas makan yang lekat dengan budaya Indonesia juga dipengaruhi oleh ragam kuliner yang tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia. Negara kita memiliki buanyaaaaakkkk sekali sajian kuliner yang berbeda-beda dan tentu saja lezat rasanya.

Barangkali terlalu banyaknya ragam kuliner ini jugalah yang membuat kuliner Indonesia seperti "kalah" populer dibandingkan dengan hidangan kuliner negara Asia lain, seperti Thailand atau Vietnam. Ada kebingungan untuk menonjolkan hidangan apa yang pantas merepresentasikan wajah Indonesia yang luas ini.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Indonesia mulai terangkat dan dipandang. Lihat saja  rendang yang didaulat menjadi makanan terenak di dunia! Dalam sepuluh tahun terakhir ini pula restoran Indonesia semakin naik daun, tumbuh berkembang, dan lebih populer dari sebelumnya.

Managing Director PEKA Consult, Kafi Kurnia, pun dengan semangatnya menjelaskan mengenai "Takdir Kejayaan Kuliner Indonesia!" Ya, kita optimis Indonesia berjaya dalam bidang kuliner di mata dunia.


Para blogger berfoto dengan Bapak Kafi Kurnia PEKA Consult.

Jejak kejayaan kuliner Indonesia sangatlah beragam, mulai dari rempah-rempah, bumbu, hingga berbagai teknik memasak yang tidak bisa ditemui di negara lain.

Manteman Rumika senang makan tempe? Digoreng atau dioseng sama lezatnya. Tempe pun bisa dibilang menjadi jejak kejayaan kuliner Indonesia yang merupakan produk asli negeri ini. Tempe bahkan sedang diperjuangkan menjadi Warisan Budaya Dunia Unesco tahun 2021. Bangga! Semoga saja bisa terealisasi dan tempe semakin dikenal masyarakat dunia.

Selain tempe, ada pula kecap! Kecap memang awalnya diciptakan oleh bangsa Tiongkok. Namun, negara kitalah yang melakukan inovasi sehingga muncul vaian kecap manis yang dipadukan degan rempah-rempah khas Indonesia.

Mungkin enggak asing juga, kan, jika kita mempunyai teman yang apapun makanannya mesti pakai kecap. Hihihi... Bubu Dita sendiri pun doyan banget sama kecap! Kalau makan tapa kecap rasanya ada yang kurang... :D

Bersama tempe dan kecap, ada kerupuk dan berbagai jenis sambal yang kedudukannya tak tergantikan. Hayoooo, ngaku siapa kalau makan selalu ditemani sama yang kriuk kriuk? Kerupuk dan sambal seperti menjadi paduan sempurna untuk nasi hangat dan lauk pauk. Indonesia bangetlah! :D

Negara kita pun masih punya ragam kuliner mie dan martabak. Dua jenis makanan ini pun sangat berpotensi untuk lebih populer dan mendunia!

Mendengar penjelasan dari Bapak Kafi Kurnia, saya pun rasanya optimis sekali dengan kejayaan Indonesia di bidang kuliner. Ya, saya yakin akan semakin banyak restoran-restoran Indonesia di berbagai kota di dunia. Dan semakin banyak masyarakat dunia yang mencintai kuliner Indonesia.... :)


-Bubu Dita-







32 comments

  1. Saya suka banget sama tempe mbak. Hehehehe. pas kerja di luar, kangen banget sama tempe. smp jkt lgs aja dah nyari tempe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, tempe emang ngangenin, ya. Kalo di tukang gorengan, aku pasti selalu beli tempe gorengnya.. :D

      Delete
  2. Kapan kita makan enak ya nih bubu.. acaranya edukatif plus kenyang ilmu dan perut ya.. semoga kuliner indonesia semakin berjaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, hahaha.. Seneng banget nih perut akuh.. :D

      Delete
  3. Soal muslim Amerika aku suka baca2 IG Amanda yg dulu ikutan masterchef, adem bacanya, muslim dan nonmuslim suka makan bareng. Mungkin pas Ramadhan jg gtu ya, yg muslim ngajakkin yg nonmuslim, adeeem.

    Wah moga2 klaim kita atas tempe tahun 202 berhasil yaaaaa aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, seneng aku kalo denger cerita yang menyejukkan di tengah-tengah dunia yang gak aman ini.. :( Padahal secara individu meskipun beda tapi kita tetap saling menghargai banget, ya..

      Delete
  4. Waaah baru tau kalau ada kurma tanpa biji. Dah gitu besar kayaknya ya ukurannya. Bisa di beli di Indonesia g ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adaaa Mba Ade di supermarket.. Coba cari yang Medjool Natural Delight, ya, yang kemasannya kuning yang tanpa biji.. :D

      Delete
  5. Kuliner indonesia emang mantap dan menggoda, apalagi kalau udah pas ramadhan dan lebaran, di acara wiskul kuliner ramadhan indonesia itu bikin pengen berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi pas menjelang buka puasa ya Mba Tetty. Ya Allah itu semua jajanan bikin pengen.. hihihi

      Delete
  6. Ya ampun, itu gimana rasanya ya Gulai ayam dari Apel? Jadi eces, hihi... Indonesia emang kaya ya Bubu termasuk kulinernya paling banyak ragamnya dan enaak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, bisa divariasiin juga itu kalo bikin gulai kuahnya pakai campuran apel.. Gak terlalu berasa, sih, tapi yang bikin enak ada kurmanya itu lho Mba Shine.. :)

      Delete
  7. Gak macet kesana bagus weekday apa weekend yah.. hmm penasaran pengen kesana hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weekday macet orang kerja, yaa.. Hahaha.. Weekend juga macet pada jalan-jalan.. :D

      Delete
  8. Ah...bubu Dita makannya ga banyak nih hahaha �� Seneng banget ya kita berkesempatan ketemu dengan Pak Kafi Kurnia dari Consult. Kurma tanpa biji ini bener2 empuk, manisnya pas di lidah, berkualitas. Alhamdulillaah ya jadi tau nih aneka makanan dan minuman di Amuz Gourmet Restaurant yang hidangannya disiapkan oleh Chef Stefu dkk yang profesional. Es krim jeruknya segerrr deh. Mau lagi ah �� ini baru makan enak dan makan bersama ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu baru 2 piring yang keliatan, yaa.. Hahaha.. Eh, tapi saking banyak dan enaknya aku udah kenyang duluan pas liatnya aja.. :D Minumannya seger banget mbaa.. Aku sukaaa.. :D

      Delete
  9. Bubu.. itu cemilan banyak amat sih. Mau atuh kirimin ke rumahku xixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Ela bikin sendiri, yaaa... Hihihi.. :D

      Delete
  10. Gak heran banyak warga asing yg suka bgt dg kuliner khas Indonesia, aku jadi ngebayangin seandainya tinggal di luar negeri, kayaknya bakalan gak betah gara2 kangen masakan khas Sunda yg bener2 asli Sunda, haha. Atau masakan khas lainnya. Jadi laper kan baca tulisan ini, wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ituuuu.. Aku juga kayaknya bakal kangen berat kalo tinggal di luar mba. Mba Han pasti kangen nyambel juga, yah.. Hihi...

      Delete
  11. Duh...buah nya seger² bgtt ya, jadi galfok jg sama kue² nya, perpaduan. Dua negara ya...keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Tina, buahnya kualitas bagus dan memang segeeer banget.. :D

      Delete
  12. jadi medjool saya kemana ya? tadi cek udah ga ada. karna orang rumah suka rasanya, daging kurmanya juga tebal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha abiiis ya Mba Hanni.. Punyaku masih kusimpen buat buka puasa pertama nih.. Hihihi.. Beli lagi, Mbaaa.. :D

      Delete
  13. Galfok sama buah2annya wkwkwk. Gak nyangka juga klo pihak AS memberikan perhatian lebih terhadap Ramadhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak alhamdulillah, ya.. Seneng aku kalo adem ayem, akur kayak gini kaaan.. :D

      Delete
  14. Mantap yaa tempe bisa disulap jadi hidangan berkelas ...
    Ikut senang sekarang masakan Indonesia makin berkibar namanya di dunia kuliner international

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga tempe bisa makin populer dan disukai warga dunia.. :)

      Delete
  15. duhhh cemilannya gak tahaaannn.... kepengen kesana tapi nanti takut gagal diet. (((gagal diet))). LOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Nikmatin aja mbaaa.. :D Aku juga nih kalo udah camilan, dessert, aduuuh suka lupa diri.. Wkwkwk.. :D

      Delete
  16. makanan fusion ala2 ya, saya kira kurma plus ayam bakalan jadi makanan fusion yg dipaksakan, kok pas baca reviewnya jadi nelan ludah sendiri, belum terbayang rasanya gimana, apalagi kan digulai tuh, rempah dan manisnya kurma bersaty, jadu kayak apa ya?? apa kurma yg digulai itu sama sperti kurma yang umum di jual dipasaran mbak? apa kurma khusus

    ReplyDelete
  17. Keren tujuan acara ini hehe

    ReplyDelete