Sudah bertahun-tahun yang lalu, tapi rasanya aku masih ingat saat berada di kapal yang membawaku dari Pontianak ke Natuna. Itu pertama kalinya aku naik kapal besar. Dua hari di lautan sambil kerap kali melihat peta, aku jadi makin sadar kalau negara kita, tuh, luar biasa sekali kekayaan lautnya.
Memang nggak salah kalau dibilang nenek moyang kita seorang pelaut, ya. Laut bisa menjadi pusat kehidupan banyak masyarakat negeri ini, bahkan hingga saat ini. Kehidupan laut nggak bisa dipisahkan dari Indonesia…
Nah, karena itulah aku ngerasa beruntung banget bisa jadi salah satu peserta dalam walking tour yang diadakan oleh Wisata Kreatif Jakarta ke Museum Maritim Indonesia dalam rangka memperingati hari Maritim Nasional beberapa bulan lalu… :)
Dalam perjalanan menyusuri Museum Maritim Indonesia, akhirnya aku pun jadi punya gambaran lebih jelas tentang kehidupan laut dan pelayaran di Indonesia dari masa ke masa.
Aku juga baru tahu kalau selama ini kita punya, lho, seseorang yang disebut sebagai Bapak maritim Indonesia. Ada yang tahu siapa?
Yuk, aku ajak keliling Museum Maritim Indonesia yang sampai saat ini ternyata belum bisa dikunjungi secara bebas. Kenapa? Simak ceritaku selengkapnya, ya…
Pengalaman Ikut Walking Tour ke Museum Maritim Indonesia
Salah satu hal yang membuat kunjungan ke museum ini terasa spesial adalah sistem kunjungannya yang berbeda dari museum pada umumnya.
Museum Maritim Indonesia nggak dibuka untuk kunjungan perorangan. Untuk bisa masuk, pengunjung harus datang dalam bentuk rombongan minimal 20 orang dan mengajukan surat permohonan terlebih dahulu.
Karena itulah, pengalaman walking tour ini terasa lebih eksklusif. Suasananya nggak ramai, sehingga aku dan teman-teman peserta walking tour lain bisa menikmati setiap zona di dalam museum dengan lebih nyaman.
Selama tur, kami ditemani oleh guide dari pihak museum yang menjelaskan berbagai koleksi dan cerita di baliknya. Penjelasan ini benar-benar membantu, sih, karena banyak informasi yang mungkin akan terlewat begitu aja kalau hanya melihat sendiri tanpa panduan.
Satu hal yang pasti, begitu berkeliling di dalam Museum Maritim Indonesia ini aku beneran kagum dengan penataan letak benda-benda yang dipamerkannya. Ada beberapa spot juga yang interaktif dan banyak banget spot untuk foto… :D Keren banget museumnya.
Aku berharap semoga museum ini bis bebas dikunjungi untuk umum tanpa harus melalui jalur rombongan, ya. Dan aku juga merekomendasikan museum ini dikunjungi oleh pelajar. Tempat ini pas banget buat jadi lokasi fieldtrip. Ada banyak pengetahuan baru soal kelautan yang bisa didapat di sini.
Lokasi dan Latar Belakang Berdirinya Museum
Oiya, sebelum aku jelasin ada apa aja isi museumnya, aku infokan dulu, ya, soal lokasinya dan kenapa, sih museum ini dibuat.
Museum Maritim Indonesia terletak di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bisa dibilang pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia saat ini.
Museum ini menempati gedung yang dibangun di awal abad 20 dan dulunya menjadi kantor pengelola pelabuhan. Jadi bisa dibilang bangunan Museum Maritim Indonesia termasuk bangunan bersejarah juga, ya.
Museum ini diresmikan pada tahun 2018 oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo). Tujuannya adalah untuk memperkenalkan sejarah, perkembangan, serta masa depan dunia maritim Indonesia kepada masyarakat.
Dengan lokasi yang berada langsung di kawasan pelabuhan aktif, aku ngerasanya pengalaman berkunjung ke museum ini jadi terasa lebih autentik karena kita bisa melihat langsung aktivitas maritim di sekitarnya.
Nah, aku bersama peserta walking tour menuju ke museum dengan berjalan kaki dari Stasiun Tanjung Priok. Jaraknya sekitar 2 km dengan durasi perjalanan berjalan kaki sekitar 30 menit. Lumayan banget, ya… :D
Namun rasa lelah berjalan kaki dan gerahnya udara di utara Jakarta sepertinya langsung sirna begitu aku sampai di museum ini. Nggak sabar ingin melihat seperti apa bagian dalamnya. :)
Mengenal Bapak Maritim Indonesia
Siapa yang nyangka kalau tokoh di uang Rp 50 ribu, yaitu Bapak Ir. Djuanda Kartawidjaja merupakan bapak Maritim Indonesia. Hal ini pun baru aku ketahui saat guide museum memperlihatkan patung yang ada di dalam museum.
Ya, itulah Bapak Maritim Indonesia, Bapak Ir. Djuanda.
Ir. Djuanda Kartawidjaja dikenal pernah menjadi menteri di beberapa kementerian setelah Indonesia merdeka. Bahkan beliau pernah menjadi perdana menteri pada tahun 1957 sampai 1959.
Ir. Djuanda disebut sebagai Bapak Maritim Indonesia karena perannya dalam memperjuangkan kesatuan wilayah laut Indonesia. Pada 1957, ia menolak aturan Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 yang hanya mengakui laut teritorial sejauh 3 mil dari garis pantai.
Kalau aturan ini diterapkan, wilayah Indonesia akan terpecah-pecah karena laut di antara pulau-pulau dianggap sebagai perairan internasional.
Nah, melalui Deklarasi Djuanda 1957 pada 13 Desember 1957, beliau menegaskan seluruh perairan di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia adalah bagian dari kedaulatan negara.
Ia juga menetapkan batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau Indonesia. Meski sempat mendapat penolakan dari negara lain, prinsip ini akhirnya diakui dunia melalui United Nations Convention on the Law of the Sea.
Berkat perjuangannya, Indonesia diakui sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut sekitar 5,8 juta km², garis pantai sepanjang ±81.000 km, dan lebih dari 17.000 pulau yang tetap menyatu. Inilah alasan kuat mengapa Djuanda dikenang sebagai Bapak Maritim Indonesia. Gimana? Perjuangan Ir. Djuanda untuk kedaulatan maritim negara kita memang nggak main-main, ya. Berkat jasanya, Indonesia jadi negara kepulauan yang berdaulat.
Zona-Zona di Dalam Museum Maritim Indonesia
Nah, sekarang aku akan bahas tentang hal-hal apa saja yang ada di dalam museum ini. Museum Maritim Indonesia dirancang dengan konsep modern dan tematik. Setiap zona memiliki cerita yang saling terhubung, sehingga pengunjung bisa mengikuti alur sejarah secara runtut.
Museum Maritim Indonesia memiliki dua zona sebagai ruang pamernya, yaitu Zona Barat yang menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan pelayaran dan pelabuhan serta Zona Timur yang berisi sejarah kemaritiman.
Zona Barat Museum Maritim Indonesia
Menurutku zona ini adalah salah satu bagian yang paling menarik. Di zona ini dijelaskan bagaimana pelabuhan berkembang dari masa ke masa, serta perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Di zona ini kita bisa melihat evolusi pelabuhan di Indonesia serta sistem logistik dan distribusi barang. Terdapat beberapa pelabuhan yang ditampilkan selain Pelabuhan Tanjuk Priok, seperti Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Cirebon, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Teluk Bayur, dan lainnya.
Zona ini membuka wawasan bahwa pelabuhan bukan hanya tempat kapal bersandar, tapi juga pusat pergerakan ekonomi nasional.
Selain itu di zona ini juga diperlihatkan berbagai perlengkapan dan peralatan keselamatan yang ada dalam pelayaran, termasuk perahu karet sampai life jacket.
Pengunjung bisa melihat perkembangan dunia perkapalan, dari kapal tradisional hingga kapal modern. Beberapa hal yang ditampilkan antara lain: model kapal dari berbagai era, teknologi pelayaran, dan sistem operasional pelabuhan modern.
Visualisasi yang digunakan cukup menarik dan mudah dipahami, bahkan untuk pengunjung yang nggak memiliki latar belakang di bidang maritim.
Di zona ini pula aku melihat ada diorama tempat nahkoda yang bisa jadi spot foto yang menarik juga bagi pengunjung… :D Kapan lagi berasa ada di dalam kapal tempat nahkoda mengendalikan kapalnya, kan…
Zona Timur Museum Maritim Indonesia
Di zona ini, pengunjung diajak kembali ke masa lalu, saat nenek moyang bangsa Indonesia dikenal sebagai pelaut ulung. Di zona ini ditampilkan berbagai informasi tentang jalur perdagangan laut kuno, peran laut dalam penyebaran budaya, dan juga kapal-kapal tradisional Nusantara
Zona ini mengingatkan bahwa sejak dulu, laut sudah menjadi jalan utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Menariknya, ada satu spot di zona ini yang memamerkan hasil “harta karun” berupa piring-piring dan guci dari kapal yang tenggelam.
Ada juga cerita menarik soal kedatangan kapal dagang VOC ke Nusantara hingga terdapat diorama gudang rempah yang menurutku dibuat suasana seperti pada masa lampau. Bahkan dari baunya saja memang terkesan seperti gudang rempah dengan banyak rempah-rempah yang disimpan di sana… Bagus banget!
Hal Menarik di Museum Maritim Indonesia
Kalau aku perhatikan lebih dalam, ada beberapa hal yang membuat museum ini memiliki nilai plus dan bisa diikuti oleh museum-museum lainnya.
- Konsep Modern dan Interaktif
Informasi nggak hanya disajikan dalam bentuk teks, tapi juga visual digital yang menarik. Mungkin masukanku untuk museum ini hanya untuk memperbanyak lagi visual digital yang bisa melibatkan pengunjung untuk mencobanya.
- Storytelling yang Kuat
Di dalam museum ini setiap zonanya terasa seperti bagian dari satu cerita besar tentang perjalanan maritim Indonesia. Bagusnya lagi setiap bagian juga penempatannya sesuai dan rapi.
- Edukatif Tapi Nggak Membosankan
Penyampaian materi oleh guide aku rasa juga dibuat ringan dan mudah dipahami. Aku rasa penjelasannya cocok untuk berbagai usia.
- Fokus pada Dunia Pelabuhan
Nah, menurutku sebagai negara maritim, ini yang jarang ditemukan di museum lain. Padahal pelabuhan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Aku berharap semoga di setiap kota pelabuhan pun memiliki museum atau paling nggak tempat yang bisa menjadi wadah bagi masyarakatnya tahu tentang sejarah kotanya tersebut dan bagaimana pelabuhan ada dalam hidup sehari-hari mereka.
Cara Mengunjungi Museum Maritim Indonesia
Karena nggak dibuka untuk umum secara bebas, berikut cara berkunjung ke museum ini:
- Tentukan jadwal kunjungan terlebih dahulu.
- Datang dalam rombongan minimal 20 orang.
- Ajukan surat permohonan ke pihak pengelola
- Hubungi nomor WA 08119434545 atau email ke info@maritimemuseum.id untuk info lebih lanjut.
Tips dari aku, kalau Manteman ingin berkunjung, coba bersama komunitas yang Manteman punya. Atau pantengin aja komunitas walking tour seperti Wisata Kreatif Jakarta. Siapa tahu mereka punya jadwal untuk ke Musuem Maritim Indonesia juga… :D
Virtual Tour Museum Maritim Indonesia
Bagi Manteman yang belum punya kesempatan datang langsung, tenang saja. Museum ini juga menyediakan virtual tour melalui website resminya www.maritimemuseum.id. Coba langsung klik ke website tersebut, deh.
Dari virtual tour ini, pengunjung bisa merasakan pengalaman menjelajahi museum secara digital. Beberapa fitur yang bisa dinikmati di virtual tour ini antara lain:
- Menelusuri ruang museum secara 360 derajat.
- Melihat setiap zona pameran.
- Mengakses informasi interaktif
- Mengenal koleksi museum secara lebih dekat.
Virtual tour ini cukup detail dan memberikan gambaran nyata tentang isi museum. Meski nggak bisa sepenuhnya menggantikan pengalaman langsung, setidaknya ini menjadi alternatif yang sangat membantu.
Museum Maritim Indonesia adalah salah satu museum yang menawarkan pengalaman berbeda. Dengan konsep modern, cerita yang kuat, dan sudut pandang yang unik, museum ini sangat layak dikunjungi meskipun aksesnya terbatas.
Kalau Manteman punya kesempatan, coba ikut kunjungan rombongan, Tapi kalau belum, virtual tour yang tersedia juga sudah cukup menarik untuk dijelajahi…
Yuk, lebih kenal lagi sama negara sendiri dari Museum Maritim Indonesia.
Dita Indrihapsori














No comments