Pengalaman Pertama ke Natuna, dari Pantai Indah, Sunset, dan Perjalanan Naik Pesawat ATR


Perjalananku ke Natuna sekitar tiga tahun lalu ternyata ninggalin kesan dan kenangan yang nggak terduga! :)  Dari perjalanan singkat ke pulau itu, ada pengalaman yang terus kuingat sampai bertahun-tahun kemudian.


Saat itu, aku berkesempatan mengunjungi Natuna untuk urusan pekerjaan. Perjalanan menuju salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kepulauan Riau ini cukup panjang. 


Aku berangkat dari Jakarta ke Pontianak dulu dengan pesawat karena di Pontianak ada pekerjaan yang harus dilakukan. Lalu dari Pontianak barulah aku dan teman-temanku menggunakan kapal laut dan baru tiba di Natuna setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua malam.


Sementara itu, perjalanan pulangnya justru memberikan pengalaman baru yang nggak kalah berkesan. Untuk kembali ke Jakarta, aku harus naik pesawat kecil dari Natuna menuju Batam, lalu melanjutkan penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta.


Makanya kalau diingat-ingat lagi, perjalanan ke Natuna ini kayak punya ceritanya sendiri. Mulai dari perjalanan panjang menuju lokasi, pemandangan alam yang bikin takjub, sampai pengalaman pertama naik pesawat ATR yang sukses bikin aku deg-degan setengah mati! :)



Perjalanan ke Natuna yang Panjang

Natuna bukan destinasi yang bisa aku datangi begitu saja dari Jakarta dengan perjalanan singkat. Ada beberapa tahapan perjalanan yang harus dilalui, dan pengalaman aku saat itu cukup berbeda dari perjalanan ke kota-kota lain yang pernah aku kunjungi.


Aku berangkat dari Pontianak menggunakan kapal laut. Perjalanan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, sekitar dua malam kalau ingatanku nggak meleset, ya. Maklum, perjalanan ini sudah cukup lama jadi aku memang agak lupa-lupa ingat. :D 


Pengalaman naik kapal menuju Natuna sebenarnya sudah pernah aku ceritakan juga dalam tulisan tentang pengalaman naik KM Bukit Raya. Jadi, kali ini aku nggak akan membahas perjalanan lautnya terlalu panjang, ya.


Selama ini, kalau membayangkan perjalanan ke luar kota untuk urusan pekerjaan, mungkin yang terlintas adalah naik pesawat dan tiba beberapa jam kemudian. Namun, perjalanan menuju Natuna mengingatkan aku bahwa kondisi geografis setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. 


Asli, sebagai orang yang selalu hidup di kota dan dekat dengan Jakarta, aku nggak bisa ngebayangin gimana kalau hidup di daerah 3T. Dan kalau aku ngalamin sendiri, memang hidup dekat Jakarta memang sebuah privilege tersendiri karena kemudahan segala-galanya… Ah, agak sedih sebenernya kalau ingat lagi gimana akses untuk ke daerah 3T dan fasilitas untuk masyarakatnya yang ada juga sangat terbatas… 


Sebagai negara kepulauan, negara kita punya banyak wilayah yang membutuhkan perjalanan khusus untuk bisa dijangkau. Natuna menjadi salah satu tempat yang membuat aku merasakan sendiri bagaimana jarak dan akses transportasi itu di daerah 3T jadi tantangan banget.


Meski datang untuk bekerja, aku tetap senang karena mendapatkan kesempatan melihat langsung salah satu wilayah Indonesia yang sebelumnya mungkin hanya aku kenal dari peta atau berita.


Dengan segala keterbatasan akses dibanding ibukota negara, aku sama sekali nggak nyesel bisa ke Natuna. Ya, karena memang seindah itu alamnya! :’) 



Jatuh Hati pada Pantai di Natuna

Kalau ditanya apa yang paling aku ingat dari Natuna, salah satunya tentu saja keindahan alamnya.


Natuna punya pantai dengan batu-batu besar yang mengingatkan aku pada pantai-pantai di Belitung. Bebatuan granit yang tersebar di kawasan pesisir membuat pemandangannya terlihat khas gitu.


Buat aku, pemandangan seperti ini punya daya tarik tersendiri. Perpaduan antara laut, pasir pantai, dan batu-batu besar menciptakan lanskap yang berbeda dari pantai yang hanya memiliki hamparan pasir.


Pastinya melihatnya secara langsung tentu memberikan kesan yang berbeda dibandingkan hanya melihat foto di internet.


Aku memang nggak punya banyak waktu untuk mengeksplorasi Natuna saat itu. Tujuan utama kedatangan aku adalah pekerjaan, jadi kesempatan untuk berkeliling dan menikmati berbagai destinasi wisata juga terbatas.


Namun, dari apa yang sempat aku lihat, Natuna punya potensi keindahan alam yang membuat aku pingin banget bisa lebih eksplor pulau ini.


Aku jadi ngabayangin gimana rasanya kalau suatu hari bisa kembali ke Natuna bukan untuk bekerja, melainkan khusus untuk berwisata. :D 


Pasti nyenengin  kalau punya waktu lebih banyak untuk menikmati pantainya, melihat berbagai sudut alamnya, dan mengunjungi tempat-tempat yang belum sempat didatangi dalam perjalanan sebelumnya.


Dan tentunya aku juga mau banget menginap kembali di Adiwana Jelita Sejuba. Satu malam saat itu di resort hotel yang punya pantai privat ini rasanya kurang banget! :D 



Sunset Cantik dalam Perjalanan dari Pelabuhan ke Hotel

Oiya, ada satu momen lain yang masih aku ingat dari perjalanan ke Natuna, yaitu ketika melihat sunset dalam perjalanan dari pelabuhan menuju hotel.


Masya Allah, bagus banget!


Pemandangan matahari terbenam memang selalu punya daya tarik tersendiri, ya, Manteman. Apalagi ketika bisa melihatnya di tempat yang baru pertama kali dikunjungi.


Momen sunset saat itu menjadi salah satu kenangan yang melekat dari perjalananku ke Natuna.


Menariknya, aku nggak sedang berada di lokasi wisata khusus untuk menikmati matahari terbenam. Aku justru melihat pemandangan itu dalam perjalanan menuju hotel.


Sayangnya, saat itu aku dan teman-temanku nggak punya banyak waktu untuk berhenti dan menikmati pemandangannya lebih lama. Perjalanan masih harus berlanjut karena sebentar lagi sudah mau malam.


Meski begitu, pemandangan matahari terbenam tersebut tetap menjadi salah satu hal yang aku ingat ketika membicarakan Natuna. :)



Pengalaman Pertama Naik Pesawat ATR, Deg-degan Banget!

Nah, kalau perjalanan berangkat ke Natuna memberikan pengalaman naik kapal laut selama kurang lebih dua malam, perjalanan pulangnya justru menghadirkan pengalaman yang berbeda.


Untuk kembali ke Jakarta, aku harus terbang dari Natuna menuju Batam terlebih dahulu. Dari Batam, barulah aku melanjutkan penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta.


Yang membuat perjalanan ini cukup berkesan adalah pengalaman pertama aku naik pesawat ATR.


Jujur, aku deg-degan banget! :D 


Ini pertama kalinya aku naik pesawat kecil seperti itu. Ada perasaan gugup yang muncul karena aku belum pernah merasakan pengalaman  yang sama sebelumnya, kan.


Namanya juga pengalaman pertama, ya. Walaupun perjalanan udara bukan hal yang benar-benar asing buatku, mencoba jenis pesawat yang belum pernah dinaiki sebelumnya tetap bisa menimbulkan perasaan berbeda. Apalagi ini pesawat kecil. 


Kalau diingat sekarang, rasanya agak lucu juga.


Aku yang awalnya deg-degan justru memilih tidur selama penerbangan. Kalau ingatan aku nggak salah, aku tertidur dan baru terbangun ketika pesawat sudah hampir mendarat di Batam.


Lho, tahu-tahu sudah mau sampai saja! :D


Perjalanan dari Natuna ke Batam ini memakan waktu sekitar satu setengah jam, kalau aku nggak salah ingat.


Jadi, alih-alih terus merasa gugup sepanjang perjalanan, aku malah melewatkan sebagian waktu penerbangan dengan tidur.


Entah karena sudah lelah setelah perjalanan sebelumnya atau karena ingin mengalihkan perhatian dari rasa deg-degan, yang jelas tidur menjadi pilihan aku saat itu. Hahaha. :D  


Namun untungnya aku sempat melihat indahnya Natuna dari atas saat sudah berada di dalam pesawat itu… :) 



Natuna, Tempat yang Masih Ingin Aku Jelajahi Lagi

Perjalanan ke Natuna sekitar tiga tahun lalu memang bukan perjalanan wisata yang aku rencanakan secara khusus. Aku datang untuk pekerjaan dan nggak punya banyak waktu untuk menjelajahi berbagai tempat di sana.


Meski begitu, ada beberapa hal yang masih aku ingat sampai sekarang.


Pantai dengan batu-batu besar yang mengingatkan aku pada Belitung, sunset cantik yang terlihat dalam perjalanan dari pelabuhan menuju hotel, masjid raya yang megah, serta pengalaman pertama naik pesawat ATR dalam perjalanan pulang.


Semua itu menjadi bagian dari kenangan aku tentang Natuna. :) 


Aku juga sadar kalau perjalanan ke suatu tempat nggak selalu harus berakhir dengan daftar panjang destinasi yang berhasil dikunjungi. Walaupun belum sempat mengeksplorasi Natuna secara maksimal, aku merasa beruntung pernah mendapatkan kesempatan untuk datang langsung ke sana. :)


Natuna punya keindahan alam yang menarik untuk dijelajahi. Perjalanan menuju ke sana memang membutuhkan waktu, tetapi pengalaman yang didapatkan membuat aku ingin lagi ke pulau itu.


Siapa tahu, suatu harnanti aku bisa kembali ke Natuna untuk menuliskan cerita perjalanan yang baru. Aamiin aamiiiin… :D 


Kalau Manteman sendiri, pernah juga nggak punya pengalaman mengunjungi suatu tempat untuk urusan pekerjaan, tapi justru menemukan hal-hal menarik yang terus diingat sampai sekarang? Yuk, ceritain juga di komen atau di tulisan blog Mnateman juga… 😀



Dita Indrihapsari


No comments

Contact Form

Name

Email *

Message *