SOCIAL MEDIA

Sunday, June 30, 2019

Terharu di Istana Panda Taman Safari

terharu-di-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Cai Tao dan Hu Chun sedang terlelap pulas saat Boo dan Mika melihatnya dari balik kaca. Hari sudah beranjak sore pukul empat saat kami tiba di Istana Panda Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor, tempat kedua panda raksasa itu tinggal. Keinginan untuk melihat mereka bermain di rumah kayunya, berguling-guling di rumput, dan makan bambu sepuasnya sepertinya harus dikubur sementara.

Nggak mengherankan jika panda berusia 9 tahun itu tertidur pulas. Panda ternyata memang hewan yang banyak menghabiskan watunya untuk tidur. Dari referensi yang Bubu Dita baca, dalam sehari panda bisa tidur sampai 13 jam! Sisa waktunya dihabiskan untuk makan, makan, santai, leyeh-leyeh, main, makan, makan, makan lagi... Hihihi... Gemas!

Ya gimana nggak tidur terus, ya. Pasti karena kenyang makan berkali-kali. Panda raksasa ini bisa, lho, menghabiskan 20 kg bambu setiap harinya! Banyaaaak... :D

Meski kami nggak bisa melihat Cai Tao dan Hu Chun yang beraktivitas tapi hal tersebut nggak membuat kunjungan kami ke Istana Panda sia-sia dan tanpa kesan. Istana Panda yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang masih termasuk  bagian dari Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor ini begitu memikat.  Selain melihat kedua panda asli China itu, masih banyak hal seru yang kami sekeluarga dapat di tempat ini.


Perjuangan ke Istana Panda Taman Safari

Ini kali pertama Boo dan Mika ke Taman Safari Indonesia (TSI) di Bogor. Dan tujuan utama kami ke tempat rekreasi paling ngehits di area Puncak ini, ya, apalagi kalau bukan untuk menyambangi Istana Panda.

Kedatangan Cai Tao dan Hu Chun langsung dari Sinchuan, China untuk menetap selama 10 tahun di TSI memang sempat jadi berita heboh dua tahun lalu, tepatnya pada September 2017. Sebelum diperkenalkan ke publik tanah air, kedua panda ini dikarantina dulu sampai pada November 2017 baru siap untuk menyapa masyarakat Indonesia.

Agar dapat mencapai Istana Panda, mobil pribadi nggak bisa langsung ke tempat tersebut. Mobil harus diparkirkan dulu di parkir E yang lokasinya dekat dengan atraksi cowboy.

Nah, karena mobil kami ada di parkir A, Yaya, Bubu Dita, Boo, dan Mika memang berniat naik kereta wisata mengelilingi TSI. Bubu pikir kereta ini bisa sampai ke Istana Panda, tapi ternyata, eh, ternyata kereta wisata pun hanya sampai parkiran E untuk kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Istana Panda dengan menaiki bus di shelter yang sudah disediakan.

spot-foto-sebelum-ke-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Sebelum ke Istana Panda, kami sempat berkeliling TSI dan melihat dua pertunjukan. Hal inilah yang kemudian saya sesali kemudian. Jika Manteman Rumika memang tujuan utamanya Istana Panda seperti kami, saya sarankan sesampainya di TSI sebaiknya langsung ke sana saja, nggak perlu keliling-keliling lagi.

Mengapa demikian?

Kami sampai di TSI saat matahari tepat di kepala. Berkeliling-keliling, makan, hingga akhirnya baru pukul tiga sore  menuju Istana Panda. Meski berkunjung saat Jumat, tapi peminat Istana Panda sungguh membludak!

Antrian di shelter bus luar biasa panjangnya. Memang hari itu meski weekday tapi bertepatan juga dengan libur sekolah. “Ah, ternyata TSI masih jadi magnet wisatawan,”pikir saya dalam hati begitu melihat antrian yang berjubel.


Baca Juga: Menikmati Eropi Mini Warna-warni di De Voyage Bogor


Bus lucu bermuka panda yang mengantar para pengunjung ke Istana Panda saya hitung memang ada banyak. Namun ada kalanya nggak ada bus yang melintas mengangkut penumpang dalam hitungan bermenit-menit, karena itu antriannya sempat memanjang dan stuck nggak bergerak.

Mungkin lebih dari setengah jam kami baru mendapat bus yang bisa kami tumpangi. Meski lama, tapi saya terkesan dengan antrian yang dibagi menjadi sembilan jalur yang disesuaikan dengan sembilan pintu yang ada pada tiap bis.

Sekalinya masuk ke satu pintu, sekitar 6-7 penumpang bisa naik. Bagi saya dan Yaya Indro yang paling anti berlibur saat sedang ramai akhirnya merasakannya juga berlama-lama antri. :D Yo weslah, sesekali nggak apa-apa. Untungnya Boo dan Mika juga nggak rewel meski kondisi antrian padat dan cukup lama.

Begitu masuk bus, Boo dan Mika kami pangku. Perjalanan menggunakan bis ini ternyata mengasyikkan bagi mereka berdua (dan juga bagi Bubu dan Yaya). Seru, lho, jalurnya mendaki dan berkelok. Saat melewati jalur ini saya jadi mengerti mengapa mobil pribadi dan kereta wisata nggak bisa sampai puncak Istana Panda.

Keberadaan bis yang mengantar pengunjung ke Istana Panda semoga selalu terjaga dengan baik dan driver-nya juga punya kualitas jempolan untuk membawanya. Mesti begitu, karena jalurnya sempat beberapa kali bikin deg-degan Bubu! :D

Tapi sepanjang perjalanan dengan bis ke Istana Panda, mata kami disuguhi pemandangan alam pegunungan dan juga deretan pohon bambu yang memikat. Untuk memenuhi kebutuhan makan Cai Tao dan Hu Chun, Taman Safari menanam sekitar 17 jenis bambu di tempat ini. 


Baca Juga: Museum Zoologi Bogor


Perjalanan dari shelter ke Istana Panda nggak butuh waktu lama, mungkin hanya sekitar 5-10 menit aja. Begitu bus berhenti, rasanya Bubu sedang berada di China. Bangunan Istananya memang berciri khas ornamen Negeri Tiongkok dengan dominasi warna merah.

bagian-depan-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Di bagian depan istana, panda-panda raksasa menyambut dengan tawa riang walau hanya berbentuk patungnya saja. Dan spot inilah yang jadi spot favorit wisatawan untuk mengabadikan dirinya. 

Hawa sejuk pun langsung menyergap saat berada di kawasan Istana Panda ini yangberada di atas ketinggian 1800 mdpl. Brrr... Dingin, apalagi saat itu kabut pun terlihat sangat jelas dan suhu di sini bisa mencapai 18 derajat Celcius.


Nonton Video Bikin Terharu!

Setelah menikmati sejenak hawa sejuk, kami pun mulai menapaki anak tangga untuk masuk ke dalam Istana Panda. Seorang petugas memberitahu bahwa Cai Tao dan Hu Chun dapat kami jumpai di lantai tiga istana ini.

Sampai di lantai tiga, kami dan pengunjung lainnya harus bersabar sebelum melihat dua panda raksasa itu. Kami digiring terlebih dahulu ke dalam mini theatre untuk menonton video tentang Cai Tao dan Hu Chun.

Bubu Dita kira video tersebut memberi informasi hanya sekedarnya saja untuk pengunjung. Tapi, begitu menontonnya dengan seksama, saya jadi terharu dibuatnya! Jika Manteman Rumika datang ke Istana Panda, saran saya jangan lewatkan video yang diputar di sana, ya!

Keterharuan Bubu Dita bukan tanpa sebab. Di video tersebut diceritakan bagaimana Cai Tao dan Hu Chun begitu dihormati oleh pemerintah dan masyarakat China. Begitu melepasnya untuk menjadi duta panda di sini, diadakan pesta perpisahan besar-besaran dan meriah di negara asalnya.

Begitupun saat Cai Tao dan Hu Chun tiba di Taman Safari. Penyambutannya juga luar biasa. Semua keeper dan karyawan sampai anak sekolah berjejer  rapi di sepanjang jalan menyambutnya dengan antusias.


panda-raksasa-tidur-puas-di-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Melihat kegembiraan tersebut rasanya, kok, jadi terharu sekali. Saya sendiri juga nggak menyangka ternyata sebegitu istimewanya kedua panda ini. Sempat tetesan bulir air mata mengantung diujung pelupuk.

Sebelum melihat Cai Tao dan Hu Chun memang ada baiknya menonton perjalanan mereka berdua dari yang awalnya tinggal di konservasi Sinchuan, China hingga bisa sampai di Bogor. Siapa tahu Manteman Rumika pun juga merasakan emosi yang sama seperti saya saat menontonnya.


Baca Juga: 7 Hal Menarik di Faunaland Ancol


Oya, sebelum masuk ke dalam mini theater, Mika pun sempat tertegun sejenak di sebuah ruangan dengan tv yang menempel di dindingnya. Di tv tersebut juga ada video tentang panda saat baru saja dilahirkan.

“Imut Bubuuu. Kecil pandanya,” celoteh Mika yang enggan beranjak dari tempatnya berdiri.

Melihat panda dari sejak bayi dari tayangan di tv hingga dapat memandangnya langsung saat sudah besar di istana ini, Bubu Dita rasa dapat menumbuhkan rasa sayang anak-anak terhadap hewan, panda pada khususnya.


ornamen-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Bertandang ke tempat ini bukan hanya sekedar melihat “keajaiban” makhluk ciptaan Tuhan, bukan pula hanya menikmati suguhan pemandangan alamnya, tapi lebih dari itu. Dari tempat ini anak-anak (bahkan saya juga) kembali belajar berempati, belajar memiliki rasa dan bisa lebih menyayangi semua ciptaan-Nya.

Bubu Dita pun jadi banyak berharap semoga berbagai hewan khas negeri ini juga dapat perlakuan yang sama seperti halnya panda-panda di China. Berkat konservasi di Negeri Tirai Bambu tersebut, populasi panda meningkat. Status panda yang awalnya terancam kini menjadi berstatus rentan.

Bukan hanya di Indonesia saja, beberapa negara pun menjadi rumah baru bagi panda-panda raksasa khas Tiongkok ini. Selain di TSI, Manteman Rumika juga bisa melihat panda raksasa terdekat di Singapore Zoo dan Zoo Negara Malaysia. Diharapkan dengan menjadi duta, panda-panda ini akan berkembang biak di negara tujuan dan populasi panda pun akan semakin bertambah.


Banyak Aktivitas di Istana Panda Taman Safari. Apa Saja?

Cai Tao dan Hu Chun nggak bisa dipungkiri memang primadona di Istana Panda. Mereka menempati bagian indoor dan outdoor yang disesuaikan dengan kondisi alam tempat tinggalnya dulu.

Tapi selain kedua panda raksasa itu, masih ada lagi hewan lainnya yang juga jangan sampai terlewat dari pandangan mata, ya.

Masih satu keluarga dengan panda, Manteman Rumika juga dapat melihat si panda merah. Tak hanya bisa dilihat dari luar kandang, kita pun bisa lebih intim dengan memberinya makan.

Untuk aktivitas memberi makan panda merah ini dikenakan biaya Rp 50 ribu/orang. Harganya cukup tinggi kalau menurut saya karena durasinya cepat sekali, bahkan nggak sampai satu menit (hanya beberapa detik saja!).

Tapi sayang juga melewatkan kesempatan menarik ini. Boo pun terlihat ingin mencoba aktivitas itu. Ternyata Boo punya keberanian untuk memberi makan panda merah. Ia berani masuk ke dalam kandang hanya ditemani keeper dan memberi makan Mei Mei dan Yen Yen, dua panda merah lucu di Istana Panda yang memiliki bulu lebat. Duh, rasanya pingin ngelus dan meluk (tapi nggak boleh!). :D

Gemas sekali rasanya melihat panda merah makan dengan lahapnya. Boo pun mengembangkan senyumnya selama memberi makan Mei Mei dan Yen Yen.

memberi-makan-panda-merah-di-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Tak jauh dari kandang panda merah, Manteman Rumika bisa melihat sebuah kandang burung golden pheasant dan juga takin.

Di bagian depan istana, terdapat lapangan rumput yang cukup luas. Ada kuda poni dan unta yang siap untuk ditunggangi. Biayanya sama seperti anak-anak saat menunggang kuda di Godong Ijo, tempat wisata di Depok, cukup Rp 25 ribu/orang.

Aktivitas menunggang kuda poni dan unta rupanya menjadi favorit wisatawan juga. Boo dan Mika harus mengantri terlebih dahulu sebelum menikmati aktivitas tersebut. 


aktivitas-naik-kuda-poni-di-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor


Jika Manteman Rumika lelah dan lapar setelah berkeliling Istana Panda, tenang saja! Ada berbagai booth makanan dan minuman di bagian depan istana. Di bagian dalam pun ada Panda Restaurant dengan kebanyakan menu Chinese Food di sana. Camilan dan dessert lucu berbentuk panda juga ada, lho, seperti bakpau, roti, dan cake.

Hmm, karena kami nggak mencoba makan di restoran tersebut jadi nggak bisa memberi ulasannya. Namun jika dilihat sepintas mata, tempatnya cukup nyaman dan luas juga. Apalagi dari restoran ini bisa makan sambil menikmati panorama alam Gunung Gede Pangrango.


Baca Juga: Melihat Sisi Lain Pusat Primata Schmutzer Ragunan


Di bawah restoran atau di lantai pertama ketika baru memasuki pintu istana, pengunjung bisa langsung menjumpai banyak boneka pada dengan berbagai ukuran. Tak hanya boneka, toko suvenir itu pun menyiapkan berbagai barang lainnya dengan tema panda, seperti tas, topi, kaos, jaket, dan masih banyak lagi. Jangan lupa siapkan budget khusus, ya, jika mau beli oleh-oleh di sini.

Di Istana Panda juga banyak sekali spot foto menarik yang instagramable. Manteman Rumika bisa banget menyiapkan stok foto sebanyak-banyaknya untuk diposting di social media jika berkunjung ke tempat ini.

Jika belum puas foto sendiri, ada satu spot foto komersil dengan latar belakang pegunungan. Untuk bisa foto di sana dikenakan biaya yang nggak murah, Rp 100 ribu/sesi foto. Ada aturannya juga, hanya dapat maksimal 5 orang.



aktivitas-di-istana-panda-taman-safari-indonesia-bogor
Nah, nggak jauh dari spot foto itu dan shelter bus, Boo dan Mika sempat menghabiskan waktu lumayan lama untuk.... main air got! Iya, mereka menemukan tempat main seru. Aliran air got dengan airnya yang bersih (semoga) dan dingin itu berhasil membuat Boo dan Mika keasyikan dibuatnya.

Kami beranjak dari Istana Panda ketika jam bukanya hampir usai. Bis terakhir yang mengantar pengunjung dari Istana Panda ke TSI hanya sampai pukul 5 sore saja. Biaya untuk ke TSI dan termasuk Istana Panda Rp 195 ribu/orang (weekdays) dan Rp 230 ribu/orang (weekend). Ya , jadi tinggal dikali aja, ya, sama berapa jumlah anggota keluarga Manteman... :D


-Bubu Dita-

36 comments :

  1. yaampuunn lucu banget pandanya. gemes liatnya. anak-anak pasti happy banget ya diajak ke taman safari apalagi dimusim liburan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iyaa happy banget mbaa.. Pingin ke sana lagi anak-anak.. :D

      Delete
  2. wah aku baru tau ada panda, mahal juga ya ngasih makan 50ribu, wawwww. Anakku dua udah seratus ribu, haha yaudah liat aja nanti kalo ke taman safari lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iyaa mana cepet banget mba durasinya. Tapi nggak papa deh buat pengalaman.. :D

      Delete
  3. Wow, lengkap banget ualsannya :) Aku jadi kepengen ajak anak2 ke sini Taman Safari Indonesia, lihat panda yang baruuuuu2 ini loh :) Oh jadi begitu ya mendingan sesampai di TSI langsung aja menuju si pandan, jangan keliling2 dulu wkwkwkw kasian jam 3 sore baru nyampe dan penuh :) Ok2 nanti kudu nonton video pandanya deh. Kira2 pake mewek ga yah wkwkwkwk :) Perpisahannya sampe rame ya karena kehilangan banget tuh masyarakat Cina akan si panda2 manis ini yang makan bambunya per hari 20 kg well..well..well.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyaaak ya mba makannyaa.. Jadi panda tu bahagia banget kayaknya. Makan, tidur, main, guling-guling, diulangin terus.. Hihihi

      Delete
  4. Seru banget liburan Bubu Dita ke TSI. Aku aja pengen datang lagi kesana. Tapi ya itu, HTM nya lumayan kalau ber 4 kan 😆. Aku lewatin nonton mini teater Panda itu. Abisnya ngga sabar lihat si Panda yang lagi nyender aja di batang pohon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha embeeer, mesti nabung dulu ini Ras.. Jadi kalo ke sana sayang kalo ada yang dilewatin ya.. :D

      Delete
  5. Yah udab lama nih nggak TSI. Waktu itu belum ada istana Panda. Moga bisa datang lagi dan liat istana Panda secara langsung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiipp, bagus mba tempatnya. Edukatif pun buat anak-anak.. :)

      Delete
  6. Seru banget Bubuu liburannya, aku langsung ajukan Surat Permohonan Liburan ke Suami nih pengen ajakin Alfath & Bil lihat Panda juga, haha. Tiketnya lumayan juga ya, tapi akan jadi Pengalaman berharga yang dikenang seumur hidup pastinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, anak-anak pasti bakal ingat mba pengalaman ke sana.. Hihi semogaaa SPL-nya diterima ya mba.. :D

      Delete
  7. Baru tahu di TSI ada tempat khusus Panda, apa karena aku udah lama gak ke sana ya, hehe. Makasih ceritanya Bubu, meski gak ke sana, aku jadi ngebayangin serunya di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga udah lama banget mba nggak ke TSI. Pas kemrin ke sana jadi surprise juga sekarang udah banyak banget wahana, atraksinya..

      Delete
  8. Liburannya seru banget mba, ke Taman Safari ngeliat Panda. Terakhir ke sana kayaknya tahun 2011 deh hahaha lama banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku lebih lama lagi mba Aie, pas TK terakhir ke sana.. Hahaha

      Delete
  9. Seru banget liburannya mbak, pasti anakw pada happy banget ya. Jadi pengen ajak suami kesana deh weekend ini. BTW, dsana boleh gak fotow sama panda nya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleeeh aja tapi dari luar kandangnya mba.. Mereka di dalam soalnya.. :D

      Delete
  10. Aku langsung keinget film Kungfu Panda hehe. Ternyata duo panda yang di TSI itu punya cerita mengharukan ya. Semoga mereka betah tinggal di Indonesia. Huhu, koq aku jadi ikut sedih.

    Seru banget sih Mika dan Boo berkunjung ke TSI, pasti puas banget deh mereka ya Bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa semoga betah yaa dan sehat-sehat. Katanya tinggal di sini 10 tahun gitu..

      Delete
  11. Seru banget deh mainnya. Udah lama banget gak ke sini. Tiketnya makin mahal yaaa. Padahal anak-anakku belum pernah ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba sekarang tiket terusannya segitu termasuk Istana Panda. Jadi sayang banget kalo dilewatin banyak wahana, permainan, dan atraksinya di sini..

      Delete
  12. Anak-anak pengen banget ke situ, aku pun pengen haha. Tapi tiket masuknya buat 6 orang, harus nabung dulu nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya mbaa, aku juga berempat aja berasa ya.. Belum lagi jajannya.. :D

      Delete
  13. Ya ampuuuun... itu panda-pandanya gemesin banget
    Mengingatkan pada film Kung Fu Panda, favorit kami sekeluarga
    Baru tau klo di TSI ada panda lho
    Udah lama banget gak main ke sini

    ReplyDelete
  14. Akh tempat ya asyik banget ya.buat bawa keluarga ini kak. Terima kasih infonya yang lengkap nih

    ReplyDelete
  15. Gemassss sama panda-panda disana. Btw, terakhir kesana pas masih kecil dan saat itu belum ada panda. Wahh, kayaknya wajib nih ajak si kecil buat jalan-jalan ke TSI

    ReplyDelete
  16. Gemassss sama panda-panda disana. Btw, terakhir kesana pas masih kecil dan saat itu belum ada panda. Wahh, kayaknya wajib nih ajak si kecil buat jalan-jalan ke TSI

    ReplyDelete
  17. Aaaa aku juga pingin ketemu panda-panda gemasss. Belum kesampean pingin ke sana. Tapi nyetir ke Taman Safari ya lumayan PR :(

    ReplyDelete
  18. Wahhh keren dan lucu Pandanya, asik banget liburan sama keluarga ke Taman Safari

    ReplyDelete
  19. Seru sekali kunjungan ke TSI ya. Btw, saya baru tau kalo panda juga ada yg berwarna merah. Kebanyakan kan yg warnanya hitam putih

    ReplyDelete
  20. Boo dan Mika pasti happy banget bisa lihat Panda.
    Panda identik dg satwa menggemaskan, badannya empuk dan lucu. Tapi kalau diusik, konon Panda bisa galak :)
    Have nice journey Boo and Mika :)

    ReplyDelete
  21. Kalau bicara soal panda, yang pertama pasti gemesin dan lucu, apalagi disuguhkan videonya jadi makin haru suasana campur happy

    ReplyDelete
  22. Kami terakhir ke TSI belum ada Taman Panda. Kayaknya harus jalan-jalan lagi ke sana. Apalagi anak-anak seneng diajak menginap di caravannya

    ReplyDelete
  23. Aku nih beberapa kali lihat teman-teman blogger pada kesini, kepengen banget lihat si Panda juga. Tapi sayang belum sempat waktunya padahal kepengen sekali. Mudahan-mudahan awal Agustus bisa kesini deh.

    ReplyDelete
  24. Entah kapan terakhir ke TSI, dan ternyata makin seru ya ada istana panda.

    Dan melihat respect mereka terhadap Panda, jujur sih terharu.

    ReplyDelete