Wednesday, May 3, 2017

Karangan Bunga untuk Ahok di Monas Jakarta



Wisata keliling Jakarta hari itu memberi kesan yang mendalam bagi saya. Bukan hanya karena pergi dengan rombongan teman-teman kantor tetapi juga karena ada satu hal yang saya lihat di perjalanan dan menginspirasi. Titik pusat ibu kota berbunga. Ya, karangan bunga untuk Ahok, gubernur pertahana, yang kalah menghiasi pandangan mata. Ini fenomena. Rasa-rasanya belum pernah hal ini terjadi sebelumnya.




Bus tingkat yang saya naiki melaju dari halte Juanda, persis di depan Masjid Istiqlal. Rencananya rombongan kami akan menuju Museum Nasional atau yang lebih dikenal dengan Museum Gajah. Selang beberapa menit perjalanan, bus melewati Balai Kota. Beberapa kali saya membaca di media tentang fenomena banyaknya warga yang mengirim bunga ke tempat kerja Gubernur Jakarta. Dan itu memang benar adanya. Bahkan karangan bunga tak hanya ada di halaman Balai Kota, tapi juga ada di taman seberangnya. Dari yang hanya melihat berita mengenai karangan bunga di televisi dan portal berita online, akhirnya saya bisa melihat langsung ribuan karangan bunga yang berjejer rapi. Terakhir saya dengar, jumlah karangan bunga yang dikirim sudah mencapai 5 ribu lebih! Gila!

Setelah dari Museum Nasional, destinasi selanjutnya adalah Monumen Nasional (Monas). Letak kedua tempat itu hanya berseberangan saja. Namun untuk memasuki gerbang utama Monas, kami harus jalan melalui pedestrian yang mengelilingi Monas. Di pedestrian itu saya pun melihat banyaaaaakkk sekali karangan bunga untuk Ahok. Jadi, setelah Balai Kota dan sekitarnya tak mampu menampung kiriman, karangan bunga akhirnya diletakkan di sekeliling bagian luar pagar Monas.











Memang benar apa yang saya banyak lihat di postingan teman di media sosial tentang karangan bunga untuk Ahok dengan kata-kata yang tidak biasa. Banyak karangan bunga yang saya lihat isinya unik dan lucu. Senyum kayaknya selalu mengembang di wajah saya begitu membaca karangan bunga itu. :) Ah, senangnya melihat orang Indonesia. Meski jagoannya kalah tak lantas disesali dengan hal negatif tapi malah berbuah kreatif. :)

Ada yang bilang karangan bunga itu sengaja dikirim oleh Ahok sendiri. Untuk pencitraan. Walaaah... Ketika saya melihat, saya membaca, dan saya memegang karangan bunga tersebut, rasanya kok ya enggak mungkin dikirim oleh Ahok atau timsesnya, ya. Entahlah, yang enggak suka Ahok memang banyak, tapi yang senang dengan keberadaannya pun juga banyak. Saya pikir janganlah kemudian mengesampingkan 42% orang Jakarta yang memilihnya. Apalagi saya sempat melihat di tayangan berita tv bahwa perbincangan tentang Ahok di ranah media sosial saja bukan hanya sebatas di Jakarta, melainkan banyak menyebar di seluruh Indonesia, lebih besar dibandingkan kompetitornya. Ya, makanya enggak heran juga ketika saya melihat langsung ada karangan bunga yang dikirim dari orang-orang di luar Jakarta bahkan yang ada di luar negeri. Ini efek domino. Ini efek mengikuti tren. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang dianggap bagus, keren, inspiratif atau bahkan luar biasa oleh orang lain, maka orang itu pun akan mengikuti apa yang dilakukannya. Rasanya, fenomena karangan bunga untuk Ahok ini berlandaskan teori itu... Nyahahahaha *teori... :D








Saya yakin banyak orang yang menghargai apa yang sudah dikerjakan Ahok dan Djarot di Jakarta. Mereka melihat ada perubahan. Karangan bunga yang dikirim adalah sebagai bentuk rasa sayang dan hormat. Hal ini bagus banget buat generasi muda, sih, sebenernya. Termasuk saya. *Hihi, saya generasi muda... LOL... Saat berjalan di pedestrian itu, saya pun melihat banyak anak-anak muda yang menghentikan langkah mereka sejenak untuk membaca pesan  di karangan bunga. Apa pembelajaran dari karangan bunga itu? Dude, do your best whatever you do and you'll get respect from others. Melakukan hal yang positif ya tentunya. Ini, sih, pesan untuk saya pribadi juga. :) Lakukan segala hal yang kamu kerjakan sebaik-baiknya, bermanfaat buat orang banyak maka kamu akan mendapat rasa hormat tak terhingga, rasa terima kasih yang tak ada habisnya. Tak hanya itu, kamu pun  akan dapat cinta dan sayang dari orang lain... :) Tapi, setelah mendapat itu jangan sombong, yah, anak muda... :D

Lalu untuk apa segitu banyaknya karangan bunga? Pemborosan, mending uangnya buat yang membutuhkan, nantinya juga jadi sampah, bikin kotor, and the bla bla bla... Siapa, sih, kita kemudian nge-judge orang yang memberi karangan bunga. Kalau pakai uangmu dan kamu enggak setuju ya enggak apa-apa protes. :D Kita enggak tahu pribadi yang mengirim karangan bunga. Mungkin mereka ada uang berlebih dan sudah membayar zakat, infak, sedekahnya rutin (dengan nominal yang lebih besar dari kita... LOL). Mungkin hanya inilah bentuk yang bisa mereka berikan untuk orang yang disayanginya. Anggap aja sama kayak kita ngasih hadiah ke keluarga, ke suami, ke istri, ke anak, ke teman. Ya, kayak gitu aja rasanya (mungkin, lho)... :) Masalahnya bukan berapa harganya, bukan materi atau uang yang dikeluarkan karena rasa respect dan sayang itu berharga jauh lebih besar dari itu, kan.

Menyenangkan sekali, kok, melihat karangan bunga segini banyak. Saya, sih, suka. Kalau kamu? :) Jangan berpikiran negatif terus, kasihan lho bunga kan enggak salah apa-apa... :)










Terus, Bubu Dita ngirim bunga enggak buat Ahok? Enggaaaaak... Hihihi... :D Ahok memang enggak sempurna. Tapi rasa respect saya terhadap apa yang dikerjakan dan dihasilkannya, seperti semakin banyaknya RPTRA, enggak segan2 bersitegang sama anggota DPRD yang mau nilep uang rakyat dengan "pemahaman nenek lo", menyediakan rumah susun dengan berbagai fasilitas untuk kehidupan masyarakat agar lebih sehat, menerima keluhan warga setiap pagi di Balai Kota, dll, dll,  bernilai lebih dari 5 ribu karangan bunga... :') 

Jadiiiii, buat teman-teman semua yang mau senyum-senyum sendiri, menyegarkan mata dengan melihat bunga warna-warni, jalan-jalan aja ke Monas dan tentunya Balai Kota Jakarta. :D Kapan lagiiiiii bakal ada fenomena kayak gini... Ya, kan? :D



-Bubu Dita-




25 comments:

  1. Bangga punya gubernur seperti ahok dan wakilnya pak djarot. :).. Bangeettt... Semoga mereka berdua mendapat posisi yg lbh baik lg dr hanya sekedar gubernur jakarta..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku aja yg bukan org Jakarta ngeliat hasil kerja mereka dan dari cerita org kok ya jd terharu mba Fan.. :')

      Delete
  2. Apapun bentuknya ini adalah satu apresiasi kalau aku bilang. Sayangnya jadi blur oleh pemberitaan. Cerahnya bunga jadi nggak keliatan xixixi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, betul mba gita, apresiasi dari org2 yg menghargai kerja mereka ya.. :)

      Delete
  3. Apapun bentuknya ini adalah satu apresiasi kalau aku bilang. Sayangnya jadi blur oleh pemberitaan. Cerahnya bunga jadi nggak keliatan xixixi....

    ReplyDelete
  4. Lucu-lucu banget isinya ya bubu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucuuuu bgt mba Ucii, duh aku bacanya sampe senyum ngakak.. Ada aja ide org2 yaa, kreatif..

      Delete
  5. Pro dan kontra untuk hal apa aja pasti ada, seru jg ada moment berbunga2 seperti ini ya... Bikin seger mata liat bunga2 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya mba, liat dari sisi positifnya yaa.. :)

      Delete
  6. Seandainya uang saya berlebih sepertinya saya juga akan mengirim karangan bunga ke balaikota

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul.. Tapi tanpa karangan bunga, dengan doa pun semoga sampai apresiasinya ya.. :D

      Delete
  7. kAYAKNYA NGGAK MUNGKIN DEH kalau dikirim oleh Ahok sendiri ya mbak. Ya ampun
    Duh aku nggak ngerti deh sama politik
    Utk karangan bunga ini aku malah berpikir bahwa orang2 di Jakarta kreatif hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah duuuh masa bisa ada pikiran gitu ya mba Mei.. Kreatif banget bangeeeet mba hihi seneng deh liat tulisan orang2..

      Delete
  8. Hahaha saya suka ngakak sendiri liat tulisan2 karangan bunga di medsos. Saya demen sama kreatifnya orang Indonesia tapi cenderung koplak begitu haha

    Tapi memang menjadi pertanyaan, kenapa bisa sebanyak itu ? Menurut saya selain bentuk apresiasi, itu juga sebuah fenomena tren kekinian. Saya yakin ada kebanggaan tersendiri bagi orang yang sudah mengirim karangan bunga ke balai kota.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mereka yg ngirim pasti senang pesan mereka bisa dibaca Ahok dan masyarakat.. :) Ngikutin tren jg jadi gak heran kalo banyak banget yaa..

      Delete
  9. Semoga hal ini menjadi proses pendewasaan politik di Indonesia ... Amin
    hanya orang yang syirik dan tidak suka dengan beliau yang punya anggapan itu dikirim sendiri oleh p.ahok dan p.djarot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiinn, semoga negeri ini makin baik ke depannya ya.. :)

      Delete
  10. aku liat di sebelah tulisan2nya emang lucu2 y seengaknya pendukung ahok supportif nda anarkis menilai kekalahan hanya mengirimkan apresiasinya lewat karangan bunga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalah tapi sportif, betul teeeh.. Mestinya tiap yg kalah kayak gitu ya..

      Delete
  11. Tapi di pikir2 jadi mengganggu kebersihan lingkungan aja ya. Harus ya jgn trlalu berlebihan malah itu terkesan gagal move on hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe mungkin mereka cuma mau mengungkapkan apresiasi terima kasihnya aja mba.. :) Semoga ya karangan bunga yg sudah layu segera dibersihkan..

      Delete
  12. Bunganya banyak banget, n ngakak baca tulisannya , dan sepertinya para pengirim bunga merasa geli dan bangga, sebagian dari mereka memosting gambar kiriman mereka di IG sebagai bentuk kebanggaan telah memberi bunga utk pak Ahok Jarot. Semoga bunga cantik tidak membuat mata orang bruwet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya seneng pasti yang ngirim ya mba kalo diapresiasi juga.. :)

      Delete
  13. Cukup kreatif juga ya mbK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kreatif bangeeet.. Lucu2 mas.. :)

      Delete