Saturday, August 6, 2016

(Sebaiknya) Jangan ke Dusun Bambu (Jika Sudah Malam)

Berkat banyaknya postingan tentang Dusun Bambu, saya pun menjadi sangat penasaran untuk menyambanginya. Berbekal rasa ingin yang luar biasa, kami sekeluarga menuju Dusun Bambu saat matahari sudah tak lagi menyinari. Iya, kami ke sana malam hari dan it was totally wrong decision!

Kenapa tidak siang atau sore hari kami ke sana? Yah, namanya juga seperti kata pepatah “manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan, kan.” : ) Lagipula, saat browsing saya melihat jam buka Dusun Bambu pun hingga pukul 9 malam. Jadi, tidak salah juga, kan, datang saat hari sudah gelap.



Sayangnya saya tidak mencari tahu lebih lanjut lagi bagaimana kondisi saat malam hari di Dusun Bambu. Setelah dari sana dan saya baru lihat-lihat di google image memang jarang (bahkan hampir tidak ada) foto suasana Dusun Bambu di malam hari, kecuali resort dan kemah tempat menginapnya. : )

Dan kenapa juga datang ke Dusun Bambu saat malam menjadi hal yang tidak saya rekomendasikan kepada pembaca blog ini jika hanya berkunjung dan tidak sekalian menginap di sana?

Mau Lihat Apa?
Iya, segala keindahan Dusun Bambu yang eksis di berbagai medsos tidak akan tampak jika gelap melanda. Mau lihat apa? Penerangan di sana pun hanya seadanya. Resto Lutung Kasarung yang seperti sarang burung itu pun sama sekali tidak kelihatan oleh mata saya, lho!

Mood Jadi Hilang
Nah, karena enggak bisa melihat yang indah-indah dan yang kece-kece di sana, mood jadi bisa hilang seketika. Apalagi buat foto-foto, bhaaayyy! Saya yang biasanya rajin mengabadikan tempat dan momen jadi males banget untuk mengambil foto. Hiksss…  

Sepiiiii
Kami ke Dusun Bambu memang untuk makan malam. Rencana itu tetap terlaksana, sih. Berhubung sudah lapar berat, kami makan di Cafe Burangrang. Dan sepertinya kami satu-satunya customer saat itu! Tempat duduk di sekeliling kami tidak ada orang sama sekali. Tempat segede gini cuma kami doang gitu yang makan. Krik… krik… krik… : ) Tapi berasa eksklusif, deh. Hehehe…



Kalau mau suasana seperti ini, datangnya pas malam, yaa..


Mau duduk di sini? Saya, sih enggak mauuuu... Hihihi

Tidak Bisa Menikmati Apa-apa
Ya, paling-paling kami hanya bisa menikmati makan malam saja tanpa aktivitas lainnya. Padahal awalnya ke Dusun Bambu juga ingin mengajak Boo dan Mika main di playground-nya, Tapi berhubung sudah gelap, hal itu tidak bisa dilakukan. Saya juga gagal melihat eksotisnya pemandangan di tepi danau malam itu. Ya iyalaaah, gelap bok!



Jalan Agak Horor, Yaaa…
Pas jalan pulang menuju penginapan, baru, deh, terasa agak horor gimana gitu. Jalanan sudah agak sepi dan gelap pula. Padahal baru jam 8 malam, lho!


Walaupun banyak minus-nya jika kita berkunjung saat malam hari ke Dusun Bambu, tapi saya berusaha tetap bersyukur bisa sampai ke sana. Begitu masuk tidak antri sama sekali! Padahal jika masih terang pasti naik mobil wara-wiri untuk menuju Dusun Bambu akan ramai dan mengantri.

Selain itu, makanan yang disajikan Cafe Burangrang pun lumayan enak, kok. Saya memesan nasi goreng smoked beef dan hot chocolate. Kedua menu itu alhamdulillah disukai Boo. Saya menghabiskannya berdua dengan Boo. Sedangkan Yaya Indro memesan sate maranggi yang menurutnya juga lumayan okelah rasanya. 








Terus bagaimana dengan Mika? Sesampainya di Dusun Bambu Mika sudah tidur dengan pulas. Karena itulah kami memilih tempat duduk di dalam Cafe Burangrang yang terdapat sofa sehingga Mika bisa dibaringkan. : )





Sampai kami pulang dari Dusun Bambu saya masih merasa rada bete. Mungkin karena Yaya menyadari itu akhirnya keesokan harinya kami pun ke Dusun Bambu lagi! Tapiiii, tentu saja saat matahari masih bersinar dengan terangnya. Hahaha...

-Bubu Dita-



14 comments:

  1. Bener nih bisa jadi pembalajaran klo mau kesana

    mampir ke blog aku ya
    http://dolinafatitela.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, jangan sampe kecele kayak aku, ya.. hehe.. triims sudah mampir.. :)

      Delete
  2. reviewnya bagus salam kenal min

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal jg kak, trims udah mampir.. :) kpn2 pingin ke gresik, aah.. hehe :D

      Delete
  3. Setujuuu saya jg prnh kesana pas malem krn kesasar.. Makannya biasa aja rasanya harganya yang luar biasa mahalnya hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaaah, karna kesasar malah jd mampir mba. Rada spooky kan jalannya.. Iyes, mba, buat harganya memang agak pricey yaa..

      Delete
  4. waaahhh jgnkan malam, pas matahari msh terang aja blm prnh ke dusun bambu :D.. sayang penerangannya kalo malam remang2 ya mbak.. coba kalo dipsang lampu, jd suasana dusunnya ttp ada, kayaknya org2 juga bakalan betah sampe tutup ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Fanny, sayang banget kurang terang jadi gak kelihatan apa2 deh.. Padahal kalo siang bagus tempatnya mba..

      Delete
  5. Aku belum ke dusun bambu ihik ihik ihik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Cum mainnya jauh mulu siiih ahahaha.. :D

      Delete
  6. Jadi pengen tahu dusun bambu, yang pasti saya mau ikut saran mba Dita, siang hari aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya Mba Nunu kalo ke sana jangan malem mba, rugiii.. :D

      Delete
  7. Insting Mika kuat banget. Lebih baek bobo daripada menikmati sesuatu yg ga keliatan hehehe...nice tips taaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya Jaaw, untung aja Mika udah tidur.. ;D

      Delete