Sabtu, 08 Oktober 2016

Liburan Ceria Bebas Kendala


Hati saya tidak karuan.
Deg-degan.

Kurang dari seminggu sebelum liburan kami ke Bandung, tiba-tiba saja si bungsu Mika tampak lesu, tak bersemangat seperti biasanya, dan pada akhirnya badannya pun demam. Meski sudah beberapa kali mengalami demam, tapi kondisinya kali ini berbeda dari biasanya karena kami mau pergi berlibur.


Bayangan akan bersenang-senang dan bermain di berbagai tempat wisata asyik di Bandung bersama Yaya Indro, Boo, dan Mika seolah sirna. Jika Mika tak kunjung sembuh, masih lemas dan lesu menjelang keberangkatan, terpaksa seluruh rencana liburan batal seketika. Jleb! Padahal semua sudah diersiapkan dengan baik, dari mulai memesan akomodasi serta membuat itinerary perjalanan.

Ya, mau bagaimana lagi, kesehatan anak memang yang paling utama, kan. Saya tidak ingin memaksakan kehendak tetap pergi berlibur dengan kondisi anak yang masih sakit dan lemas. Takutnya, jika dipaksakan, anak akan bertambah sakit karena lelah di perjalanan dan anak pun jadi tidak happy. Padahal tentu saja tujuan berlibur agar kami sekeluarga bisa bersenang-senang bersama di tempat wisata.

Begitu demamnya sudah berlangsung seharian lebih, saya langsung memberinya obat penurun demam. Keluarga kami selalu menyimpan berbagai obat-obatan anak yang dibutuhkan saat darurat, salah satunya obat penurun demam Tempra. Ya, Tempra cepat menurunkan demam. Paracetamol ini sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Biasanya setiap Boo dan Mika demam, Tempra selalu menjadi andalan karena obat ini dipercaya aman dan bekerja langsung di pusat panas. Begitu pula pada kasus kali ini. Beberapa waktu setelah meminum obatnya, demam Mika pun reda. Saya pun menjadi lega. 




Setelah demamnya sudah turun, tiba-tiba saja sekujur tubuh Mika timbul ruam-ruam merah. Saya agak panik dibuatnya, namun setelah saya mengingat-ingat, kejadian ini bukan yang pertama kali. Kakaknya pun pernah mengalami kejadian serupa. Setelah demam tinggi, ada merah-merah di badannya. Saya menduga Mika terkena roseola infantum. Meskipun sudah mengetahui hal tersebut, saya tetap memeriksakan Mika ke dokter langganan sebagai antisipasi. Seperti yang telah saya duga, menurut dokter, Mika memang mengalami roseola infantum.

Roseola merupakan penyakit akibat virus HHV-6 atau virus herpes tipe 6. Penularannya bisa terkena langsung dari penderita yang sudah terkena virus itu terlebih dahulu atau tidak langsung seperti memegang benda yang sudah terkontaminasi virus tersebut. Saya pun kurang mengetahui dari mana Mika mendapatkan virus itu. Entah anak tetangga ada yang menularinya atau dari hal lainnya. Namun memang penting sekali, nih, untuk menjaga kebersihan di rumah dan lingkungan sekitar.

Nah, menurut dokter, saya tak perlu khawatir, biasanya ruam-ruam merah tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah tiga hari sejak demam turun dan kami sekeluarga bisa pergi berlibur jika tak ada situasi darurat yang terjadi! Yeaayyy... Semoga! Belajar dari pengalaman tersebut, ada beberapa hal yang bisa saya petik dari sakitnya Mika sebelum kami pergi berlibur. Hal tersebut antara lain:

  • Sebaiknya kita tidak panik saat anak sakit. Memang, sih, rasanya teori lebih mudah diucap daripada dilakukan, ya. Saya pun sebenarnya sempat merasa panik dengan kondisi Mika yang lemas dan rewel serta demam dan setelah itu timbul ruam merah. Namun jika kita panik, pikiran tidak bisa berjalan logis. Pada akhirnya kepanikan kita akan membuat hati kita lelah, kan. Karena itu minimalisirlah rasa panik dan segera atur strategi. Ya, atur strategi untuk segera menyembuhkan anak kita. :)
  • Pastikan di rumah tersedia obat-obatan darurat, termasuk obat penurun demam seperti Tempra. Berikan pada anak jika demamnya sudah berlangsung lebih dari sehari. Jika kondisi berlanjut, langsung ke dokter saja!
  • Kompres anak dengan lap bersih yang sudah dibasahi air hangat. Mandikan anak juga menggunakan air hangat.
  • Pemberian cairan yang cukup sangat penting dalam masa penyembuhan. Pastikan anak tidak kekurangan cairan air putih dan jika masih menyusui, susuilah sebanyak yang anak kita mau. Jika tidak merasa haus pun, tawari minum agar tidak dehidrasi. Asupan makanan juga tetap diberikan supaya tubuh cepat pulih. Biasanya pemberian sayur dengan kuah menjadi andalan saya saat anak sakit.
  • Jagalah selalu kebersihan anak. Cucilah tangannya sebelum makan. Cucilah tangan dan kaki setelah ia selesai bermain. Bersihkan rumah rutin setiap harinya. Memang terlihat seperti hal yang sepele, ya, tapi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan anak, termasuk kesehatan kita juga.
  • Anak sakit, kita harus tetap sehat. :) Untuk itu, meskipun sedang menjaga anak yang sakit, kita sebisanya tidak terlalu lelah. Tetap makan yang bergizi, minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup akan membuat badan tetap fit.






Sehari sebelum berlibur, Mika pun sudah tampak sehat, ceria seperti sedia kala. Senangnya! Akhirnya liburan keluarga kami pun tetap berjalan sesuai rencana semula. Berbagai tempat wisata di Bandung, seperti Dusun BambuMiniatur Kereta Api Floating MarketFarmhouse, serta De Ranch kami jelajahi dengan penuh semangat. Beberapa tempat makan yang unik pun kami sambangi, seperti CafĂ©Lutung Kasarung dan Kampung Daun. Yum!

Dalam perjalanan liburan, tentu saja berbagai hal harus dipersiapkan terlebih dahulu. Siapkan berbagai keperluan si kecil, seperti baju ganti, pampers, handuk, tisu, tisu basah, dan perlengkapan pribadi lainnya. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan peribadi, termasuk obat penurun panas seperti Tempra, ya. Selain itu, penting banget untuk membawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Siapkan pula cemilan yang disukai anak. Biasanya Boo dan Mika suka sekali biskuit dan wafer. Buah-buahan yang gampang dimakan tanpa memerlukan alat untuk mengupas, seperti jeruk dan pisang juga bisa dibawa selama perjalanan.











Namun jika terjadi hal tak diinginkan, seperti anak yang mendadak sakit saat kita sudah dalam perjalanan atau bahkan sudah sampai di destinasi liburan, ikhlaskan saja jika ada beberapa itinerary tak terwujud. Meskipun anak sakit saat di tempat liburan, sambil menyembuhkan anak, kita tetap bisa kok menikmati liburan keluarga. Jika tidak memungkinkan kemana-mana, staycation di hotel adalah pilihan yang paling tepat. Bila hotel yang kita pilih punya berbagai macam fasilitas dan kids friendly - seperti mempunyai playground untuk anak - dijamin anak pun akan happy meski hanya berada di dalam hotel. Membawa buku dan mainan favorit si kecil saat berlibur juga bisa menjadi senjata ampuh untuk membuat mereka sibuk. Unduh aplikasi pengetahuan atau games yang ramah anak dan khusus diperuntukkan bagi mereka di gadget kita. Saat sewaktu-waktu dibutuhkan, dampingi mereka berselancar menggunakan aplikasi tersebut.       





Saat liburan bersama anak, saya dan Yaya Indro pun tidak terlalu memaksakan kehendak agar anak mengikuti keinginan kami. Misalnya, saat ke salah satu destinasi wisata anak kami ada yang tidur, kami pun tidak membangunkannya. Biarlah ia tertidur sampai bangun dengan sendirinya. Kami pun sempat kembali ke hotel karena kedua anak kami tidur dengan pulasnya. Untung saja jarak hotel dengan tempat-tempat wisata yang kami datangi tidak terlalu jauh. Setelah mereka bangun, kami kembali melanjutkan petualangan. :) Liburan yang menyenangkan bersama anak bisa tercipta saat orang tua dan anak saling berkompromi dan sama-sama merasa nyaman. Kami percaya itu…  

Dan yang paling penting, kondisi anak yang sehat sepanjang perjalanan tentu saja akan membuat suasana liburan menjadi semakin berkesan. Mereka bisa bebas bereksplorasi di tempat baru, mempunyai pengalaman baru yang akan mereka ingat selalu di dalam memori mereka. Yuk, gembira berlibur bersama keluarga tanpa kendala dengan anak sehat dan ceria! :) 



 "Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh  






-Bubu Dita-




49 komentar:

  1. Bole nih jadi referensi jalan2 d Bandung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, iyaaa Bandung banyak banget tempat kece buat liburan bareng keluarga.. :D

      Hapus
  2. Info yg lengkap & bermanfaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyaaak.. Semoga bermanfaat yaa :)

      Hapus
  3. Setuju banget. Sebelum berwisata, kesehatan anak memang dijaga. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Anisa, kalo ngajak jalan anak lagi sakit kok ya gak tega yaa.. Sebelum liburan dieman-eman sekarang harus sehat sehat sehat.. :D

      Hapus
  4. Ah, anak sakit itu bikin sedih mbak, apalagi dah dijadwalkan jalan jalan. Semoga selalu sehat yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sediiih mba liat anak sakit, suka jadi rewel dan nangis terus..kasian :( Sehat selalu juga yaa.. :)

      Hapus
  5. Aku pernah kayak gini, mba. Pa smau berangkat anak malah sakit :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaah, sedih kan Mba Alida.. :( Semoga anak2 sehat selalu ya mba...

      Hapus
  6. Aku orang Cimahi jarang banget menjelajahi Bandung segitu deketnya hahaha...
    2 minggu yang lalu pas mau liburan juga anakku panas baru terealiasasi kemarin hahaha..
    Gudluck mba lombanya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi Mba Hervaaa padahal itu deket bgt yaa.. Seru ih Bandung selalu punya tempat2 kece buat main sama anak.. :D Sama2 mba, goodluck juga yaah.. :D

      Hapus
  7. Bagus bgt infonya sangat bermanfaat, smoga kluarga kita di jauhkan dari segala macam penyakit ya dit.. Oya, mudah2an menang ya dit artikelnya.. Cemungut..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin, thanks yaa Zar.. :D Iya, semoga sehat2 semuanya, yaa.. :)

      Hapus
  8. Waaah ternyata kena roseola yaa. Emang demam itu bikin deg2an karena sesudah itu suka ada hal2 yang tak terduga. Obat penurun panas kayak tempra bantu banget turunkan panas apalagi kalau panasnya udah tinggi. Sehat2 terus ya Mika :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya Mba Sandra demam itu sebenernya warning karena ada sesuatu kan ya. Tapi kalo demam udah turun seenggaknya jadi lega deh.. Anak juga rewelnya berkurang.. :) Aamiin, trims yaa Mba Sandra.. :D

      Hapus
  9. Wah...saya juga ibu2 pengguna tempra buat kiddos mbak :)

    BalasHapus
  10. Setuju mbak, parcet memang salah satu obat yang kudu ada d rumah/d bawa selama perjalanan ya mbak? In case something happen. Btw itu pKe gendongan apa mbak? *gagalfokus, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes Mba Dina, selalu sedia paracetamol Tempra di rumah dan dibawa klo traveling jg untuk jaga2.. Itu gendongan ergo mbaaa.. hihi :D

      Hapus
  11. wew... sehat2 terus ya Mika biar bisa eksplorasi banyak tempat lagi.

    Efi
    www.raunround.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin Tante Efiii.. Makaciii doanya yaaa.. :D

      Hapus
  12. Aku pernah ngga bawa obat, ya akhirnya nyari obat malam2 :'( sehat terus yaa mika.. Goodluck mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Triiimss Mba Suci.. :D Ah, iya mba jadi ribet ya klo gak bawa obat..

      Hapus
  13. Hahaha...sama mbaa, aku juga nulis kalo anak demam sebaiknya orang tua tetap tenang agar tetep bisa berpikir jernih... padahal sih buat ngingetin diriku sendiri juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi bener bgt Mba Retno, pengingat diri sendiri yg msh suka panik, pdahal jgn yaa.. hihi :D Goodluck yah mbaa.. :)

      Hapus
  14. Dulu..saat anak-anakku masih balita aku juga suka panik kalau anak-anak sakit. Apalagi demam. Sekarang pas anak-anak dah gede sudah gak sepanik jaman dulu ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, gak tega ya klo anak masih kecil sakit.. Sedih aja bawaannya.. Aku pun msh suka panik mba tp mncoba untuk lbh sabar klo anak lg sakit..

      Hapus
  15. harus siap sedia jaga kesehatan anak-anak ya mba, terutama saat liburan. saat anak demam, Tempra satu-satunya obat anti demam yang saya pilih juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Indri, sayang kan udah persiapan jaih hari tp kalo anak sakit bisa gagal deh rencana liburan.. Toosss mba hehe, aku jg di rumah selalu siap sedia Tempra.. :)

      Hapus
  16. Wah, untung kakaknya pernah ya Mba. Jadi ga paniklah liat badannya Mika merah2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, aku jd gak terlalu panik deh.. :)

      Hapus
  17. Untung si adek ada obat penolong dan bisa dibawa jalan-jalan ke Bandung ya Mbak.K esehatan anak nomor satu. Tidak boleh dong jalan-jalannya Jika seorang dari mereka sedang sakit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Evi, bersyukuuur bgt udh kembali sehat dan bisa diajak jalan2.. :)

      Hapus
  18. Di bandung kampung daun rekomend banget.. tempat nyaman, makanan pas di lidah, n harga terjangkau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jg sukaaa Kampung Daun.. Asli tempatnya enak bgt ya.. :D

      Hapus
  19. Di bandung kampung daun rekomend banget.. tempat nyaman, makanan pas di lidah, n harga terjangkau.

    BalasHapus
  20. Whoohhh pasti deg2an banget ya mbak, takut ga sembuh pas hari H... Semoga sehat terus ya dedek2nyaaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin, triims ya mba.. hihi iya waktu itu deg2an jg, syukurlah pas mau berangkat udah sembuh.. :D

      Hapus
  21. memang Tempra terpercaya untuk menurunkan panas dan demam anak ya. btw, liburannya asyikk banget ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi klo sama anak selalu asik ya mbaa.. :D

      Hapus
  22. krn aku dan keluarga rutin traveling, biasanya yg aku lakuin 1 bulan sebelum pergi itu, anak2 di minumin imun booster mba, supaya daya tahan tubuhnya kuat selama traveling.. jg slama di negara2 yg kita dtangin ttp diminumin.. gitu jg buat aku dan suami.. sebulan sebelumnya kita rutin deh tuh minum imun booster td.. tp kayak obat2an penurun panas, flu, batuk, ttp kita bawa selama traveling krn ttp aja sih trkadang anak msh aja bisa sakit walo udh minum booster td.. ;). kadang kalo beli di negara2 yg kita datangin bisa aja sih, tp harganya ya mbak, jauh beda ;D ..mending bawa sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siippp Mba Fanny.. Booster sblum traveling berarti penting bgt ya mba.. :)

      Hapus
  23. Yang penting kalau traveling emang obat-obatan buat anak ya. Obat demam memang no 1 soalnya paling sering terjadi, syukurlah ada Tempra yang menemani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuu mba, demam soalnya bisa terjadi kpn aja dan di mana aja ya mba..

      Hapus
  24. Wah bener banget mba. Kalau si kecil sakit menjelang liburan itu memang bikin deg2an banget ya. Untung deh abang mikanya cepat baikan. Seneng banget ya bisa jalan2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Mba Iraaa, alhamdulillah sehat jd bisa jalan2 d yaa.. :D

      Hapus