10 Hal Menarik yang Saya Temukan di Melaka

61 comments



Mempunyai banyaaaak sekali tempat wisata, membuat Melaka jadi salah satu kota di Malaysia yang ramah turis. Jaraknya pun hanya dua setengah jam berkendara dari Bandara KLIA di Kuala Lumpur. Sangat mudah dijangkau.  Menginap selama dua malam di Melaka membuat Bubu Dita menemukan banyak hal menarik di kota yang terkenal dengan bangunan merah sebagai ikonnya. Apa saja hal menarik tersebut?

Serasa Menjadi Pemilik Penginapan
Di Melaka, saya memilih untuk menginap di sebuah motel kecil di kawasan Jonker Street. Begitu sampai di depan penginapan yang sudah saya book jauh hari sebelumnya, saya hanya bisa terpana. Lho, kok, tutup, siiiiih? Ya, pintu besi penginapan itu tertutup dan terkunci. Di dalamnya juga tidak tampak ada kehidupan. Saya langsung panik seketika!

Saya pun mengirim email kepada penjaganya dan voila dalam waktu sekitar 5 menit, ia langsung datang. Nah, saat check in inilah ia memberi sebuah kartu kamar dan sebuah kunci untuk membuka pintu besi di depan penginapan itu. :D



Sepertinya ia memang tidak setiap waktu ada di penginapan. Alhasil setiap keluar masuk penginapan ini, saya harus ekstra tenaga dan waktu untuk membuka pintu besi. Rasanya seperti yang punya rumah saja!


Pagi yang Kesiangan
Waktu di Malaysia memang lebih awal satu jam daripada di Depok, tempat Bubu Dita tinggal. Di sinilah saya jadi suka kagok. Biasanya saya selalu pasang alarm jam 4 pagi. Di Melaka alarm saya pasang jam 5 pagi yang artinya Subuh aja belum. Sampai jam 7 pun suasana masih agak gelap.

Bubu Dita yang sudah siap-siap mau mengeksplor Melaka jadi mengurungkan niat. :D Jadilah baru keluar penginapan sekitar jam 8 pagi yang menurut saya itu sudah “siang.” Haha...




Jam 8 pagi pun jalanan masih sepiiiii sekali. Bubu Dita sampai bingung mau cari sarapan di mana karena sambil jalan pagi, saya tidak menemukan ada yang menjual sarapan. Akhirnya saat di sana waktu sarapan pun sudah menjelang siang (dan sekaligus makan siang). :D

Tidak hanya di jalanan kecil dekat tempat Bubu Dita menginap, tapi jalanan besar pun saat pagi sudah terang juga masih sepi banget!


Banyak Street Art (Bahkan di Gang Kecil!)
Melaka bisa memanjakan mata wisatawan yang datang ke sana. Ada banyak street art atau mural yang menghiasi tembok di sepanjang sungai Melaka. Jika kita naik Melaka River Cruise, pemandangan street art bisa dengan mudah kita lihat.

Tak hanya di bangunan yang strategis dan terlihat jelas oleh orang yang berlalu lalang, street art di sana pun bahkan ada yang tersembunyi di gang sempit. Gang yang persis berada di sebelah penginapan Bubu Dita pun ternyata dihiasi gambar-gambar keren yang sulit untuk enggak difoto. :)




Bahkan saat Bubu Dita membuka gorden jendela kecil dari kamar penginapan di lantai dua, ada street art yang sangat jelas terlihat. Nah, jika ke Melaka kita bisa juga menjadikan berburu street art sebagai salah satu to do list.

 

Keramaian Jonker, Kesepian di Gang Sebelah
Jonker Street itu seperti jantungnya wisata di Melaka. Kawasan pecinan ini ramaaaaiii sekali, apalagi jika akhir pekan tiba. Sabtu dan Minggu malam akan ada pasar malam di sepanjang jalan Jonker dan mobil tidak bisa melewatinya.

Bagi yang suka nyemil, waaah, surganya di Jonker ini. Banyak pilihan jajanan yang bisa dinikmati. Mau berburu oleh-oleh khas Melaka juga banyak pilihannya.






Keramaian di Jonker bisa dibilang terbalik 180 derajat dengan jalan yang ada di sebelahnya. :D Iya, beneran, saya juga heran banget! Jadi saat berbelok ke jalan lain dari Jonker Street, rasanya nyaris seperti tidak ada kehidupan.


Jalanan sepi dengan rumah-rumah yang tertutup. Kadang saya mendapati hanya diri saya yang berjalan di sana. :)


Bertemu Traveler Penjual Postcard
Saat berkeliling Jonker Street, saya dua kali bertemu dengan traveler yang menjual postcard di hari yang berbeda. Saya sempat berkenalan dengan salah satunya. Namanya Igor dari Ukraina. Ia selalu membawa plushie penguin bernama Simon saat traveling selama 3 tahun ke 44 negara.

Postcard yang dijualnya itu bergambar mon di Stempat-tempat yang ia datangi. Nah, di Indonesia Bubu Dita sempat melihat ada Simon di Borobudur dan Gunung Bromo. :)




Kita bisa membeli kartu pos yang dijual dengan membayar sesuai keinginan kita. Terserah mau ngasih berapa aja. Kalau dilihat dari yang ia tulis, uangnya itu buat mendukung perjalanannya di Asia Tenggara. Selepas dari Malaysia, Abang Igor katanya mau ke Thailand.


Museum Dimana-mana
Suka wisata museum? Di Melaka ternyata juga ada banyaaaak sekali museum dimana-mana! :D Saat ke sana, saya hanya mengunjungi tiga museum, yaitu Museum Samudera, Museum Baba Nyonya, dan Museum Cheng Ho.

Museum paling banyak terletak di dekat bangunan merah Stadthuys. Saat berkeliling di pagi hari saya melihat beberapa museum, seperti Museum Sejarah dan Etnografi, Museum Sastra, Museum Pendidikan, Museum Seni Bina Malaysia, Museum UMNO, Museum Islam melaka, Museum Istana Sultan Melaka, Governor Museum, hingga Museum Perangko.



Konsepnya hampir mirip seperti kota tua Jakarta. Museum-museum tersebut menempati bangunan heritage masa lampau dengan satu area terdapat banyak museum. Selain di seputaran Stadthuys, beberapa museum lainnya ada di beberapa tempat, seperti di sekitar Jonker Street.

Jika hanya punya waktu dua hari berkeliling Melaka, saya rasa itu enggak akan cukup untuk menjelajahi smeua museum di kota ini. :)


Perpaduan Kuno dan Modern
Melaka menjadi Kota Warisan Dunia UNESCO sejak Juli 2008. Tida mengherankan karena memang Melaka menyimpan histori yang tidak lekang oleh zaman. Sejarah tidak bisa dilepaskan dari kota ini. Namun kota ini juga berkembang seiring waktu.

Mal besar dengan berbagai brand kelas dunia ada di sana. Gedung apartemen tinggi juga menjadi pemandangan sehari-hari. Perpaduan kota kuno dengan bangunan antik dan gedung-gedung baru yang menjulang tinggi menjadi view menarik yang bisa kita lihat di Melaka.

Cobalah untuk menaiki Melaka River Cruise. Pemandangan cantik Melaka akan kita lihat di sepanjang perjalanan. Bubu Dita sempat tertegun saat melihat rumah-rumah tradisional di Kampung Mortem dengan latar bangunan sangat tinggi di belakangnya.



Ada Mamee House!
Siapa yang suka makan mie kremes? Hihi... Bubu Dita suka banget! :D Jika ke Malaysia, ada camilan mie keremes khas asal negara jiran tersebut yang sering kali jadi buah tangan. Namanya Mamee. Mamee ini berbentuk seperti mie kremes dengan kemasannya bergambar monster biru.

Nah, saat berjalan kaki di Jonker, saya enggak engaja melihat satu tempat dengan nama Mamee Jonker House. Sebelum ke Melaka, saya enggak mendapat informasi apapun tentang tempat ini. Risetnya kurang, nih... :D




Memasuki Mamee Jonker House, saya jadi senyum-senyum sendiri. Hihi... asli tempat ini lucuuuuu banget! Tentunya ada banyak mie kremes Mamee yang dijual. Ada juga merchandise dan saya sampai dua kali makan di resto yang terdapat di dalamnya. Di lantai duanya lebih menarik lagi! Nanti saya akan buat postingan khusus tempat ini, deh. :)


Tersesat di Rumah Tua
Hal yang menyenangkan saat traveling adalah kita bisa menemukan hal yang enggak kita sangka. Seperti halnya menemukan Mamee Jonker House, saya pun sempat masuk ke sebuah rumah tua yang isinya keren banget!

Bagitu masuk ke dalamnya, banyak tulisan mandarin yang tentu saja saya enggak mengerti artinya apa. :D Terdapat beberapa buah kursi dan meja dengan seorang turing asing sedang duduk santai di sana. Barulah saya tahu jika saya ada di dalam Cheng Ho Tea House and Vegetarian Restaurant. 

Pantas saja di salah satu meja, Bubu Dita melihat seperangkat alat untuk minum teh di atasnya. Dekat dari meja itu, ada sebuah lonceng tua yang sempat dibunyikan oleh pengelola. Beberapa kali pengelola tempat ini menjelaskan tentang ini dan itu, termasuk perjalanan Laksamana Cheng Ho. :)


Dan yang paling bikin senang, saya bisa mengeksplorasi tempat ini sampai ke tingkat atas. Cukup surprise juga saat ada di atas bangunan ini. Saya sempat tersesat dengan ruangan yang spooky. Ada banyak patung seperti tentara terracota, ada patung jerapah tinggi, ada ruangan kosong yang agak gelap.

Untungnya, saya di sana enggak sendirian! Bubu Dita sempat bertemu Koh Deddy Huang, seorang travel blogger hits asal Palembang yang kebetulan lagi ada di Melaka. Ya, jadilah kami sempat tersesat di Cheng Ho Tea House ini sampai akhirnya kami berhasil sampai di rooftop dan melihat atap-atap bangunan di sekitar. 





Bertemu Koh Deddy Huang!
Yes, saat solo traveling ke Melaka, Bubu Dita sempat meet up dengan Koh Deddy Huang. :D Bubu yang baru akan berangkat keesokan harinya, sempat melihat postingan Koh Deddy di Facebook yang lagi di Melaka. Nah, pas Bubu sampai Melaka, ternyata Koh Deddy masih di sana untuk menemani ibunya check up di Mahkota Medical Centre.

Akhirnya saya dan Koh Deddy pun bertemu di Stadthuys. Paling gampang memang janjian di sana. :D Kami sempat berjalan kaki mengitari Jonker Street, masuk Cheng Ho Tea House and Vegetarian Restaurant,  melihat street art, sampai makan cendol dan ondeh-ondeh a.k.a klepon.

Foto: Koh Deddy Huang
Wiw, senang banget bisa bertemu blogger yang tulisannya baguuusss, fotonya baguuuus, dan sering juara lomba blog. :D Kapan-kapan ketemu di Palembang, ya, Koh!




-Bubu Dita-

61 comments

  1. pas ke Melaka aku ga masuk ke museum cheng ho cuman diluarnya aja krn keterbatasan bekal wkwkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gakpapa teeeh, pankapan nanti ke Melaka lagi ya.. Aku udah kangen aja sama jajanan di sana.. Hihi..

      Delete
  2. 'Mamee' itu snack mie kremes jajanan jaman dlu yg di jual di Indonesia bukan sih Mba?? Snack jadul kesukaan saya..Baru tau kalo snack itu dr Malaysia.. Hehe
    Btw jd kepingin banget ke Malaka ._. Kayaknya seru banget jalan2 di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyeeess, mie kremes itu.. hehe.. :D Seru juga kotanya, banyak kulinernya.. haha..

      Delete
  3. wah yang streetartnya keren tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warna-warniii aku suka.. :D Yang gambar orang juga detail banget mba..

      Delete
  4. Wow, tempat baru memang selalu penuh kejutan ya. Itu kreatif sekali idenya pake Simon sbg ikon jalan2 yg diabadikan di postcard��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba, aku jadi kepikiran melakukan hal yang sama.. hehe..

      Delete
  5. Wah sekarang melaka jadi salah satu destinasi juga ya kalau ke malaysia. Aku dulu tahunya malaysia itu cuma menata kembar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyaaak banget turis di sana mba.. Kota yang cukup ramah turis kalo menurutku.. :)

      Delete
  6. masuk bucket listku nih Melaka. Jadi tahu bakal mengunjungi mana aja kalau ke sana. Anyway itu sarapan gimana ya? Nggak adakah kawasan khusus yang jual makanan di pagi hari? Maklum aku masuk geng harus sarapan berat=)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha aku juga mba biasa sarapan.. Jadi mending menginap di hotel atau guesthouse yang menyediakan sarapan aja.. Tapi ada juga yang jual sarapan di sekitar Menara Tamingsari kata Mba Olenka.. Aku taunya telat.. :D

      Delete
  7. Nyesel ga pernah sekalipun ke melaka, apalagi pas msh tinggal di Penang dulu. Tiap diajak, aku ada alasan mulu. Ternyata bagus yaaa. . Yg aku srg denger kulinernya juga enak2 di sana mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laaah aku kira udah pernah mba.. Turis dalam negrinya juga banyak, sempet kenalan sama orang Johor n Sabah.. Iyaaa aku ke sana jajan mulu. :D Tapi banyak yang gak halal juga..

      Delete
  8. Kotanya kelihatan bersih dan bernuansa antik, nyaman buat jalan-jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba kota yang penuh histori.. Bisa jalan kaki dari satu destinasi ke destinasi lain..

      Delete
  9. Woooowwww.... bisa sholat Subuh jam 7 pagi yak di Melaka hihihi msh gelap blm ada tanda2 kehidupan di sekitar motel �� Streeat art ala mural gitu menarik banget. Bisa foto2 keren juga dong ya. Banyak museum waahhh kpn2 mau ah ke sana...paling keren adalah Bubu Dita ketemu Koh Huang ya mantap ��������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bangeeet foto-foto lucu di sana mbaaa.. Tapi aku gak bawa tongsis atau tripod hahaha.. Fotonya jadi seadanya banget.. :D

      Delete
  10. Melaka ini populer sejak dahulu, termasuk destinasi tua yang memikat memang ya.
    Surprised banget ketemu koh Deddy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan bikin kangen juga Bu Tite.. Kangen sama suasananya.. :)

      Delete
  11. jadi inget perjalanan ke Melaka yang sudah laamaa, dulu sempat main ketempat wisata yang ala ala cowboy ga tau sekarang masih ada apa tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, di mana itu mba yang cowboy? Aku gak liat.. Ayok Mba Hanni ke Melaka lagiii..

      Delete
  12. Seru bangeeet, aku masukin ke list destinasi yang ingin kukunjungi aaah. Share lagi cerita travelingnya ya Bubuuu :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiaaappp Mba Haniiii.. :* Menyenangkan kotanya, bisa traveling bareng keluarga juga ke sana..

      Delete
  13. Nah ituuu!! Waktu di Hatyai - Thailand, saya juga bertemu dengan pelancong asal Rusia yang kayaknya sudah mengembara selama sekian waktu, trus dia gelar hasil jepretannya gitu. Dia jual dengan harga seikhlasnya kita sih.

    Jadi terinspirasi xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata banyak juga ya yang kayak gitu mba.. Di Indonesia malah belum pernah liat yaa..

      Delete
  14. Belom ke Melaka saya, Mbak.. Baru ke Johor Bahru saja..
    Selalu suka kota yang historical site nya banyak seperti ini. Semoga nanti bisa ke Melaka ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba aku suka banget wisata sejarah, jadi Melaka memang jadi wishlist.. Nah, ke Johor aku belum pernah.. Pingin juga ke sana main di Legoland.. hihi

      Delete
  15. Wah ada street art juga ya. Street artnya Hampir sama seperti di Penang. Duh jadi mau coba ke Melaka deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abis ini ke Penang aaah berburu mural.. hehe.. Aamiiinnn..

      Delete
  16. Kok turisnya boleh jualan ya?
    Btw pas di penginapan itu dirimu bener2 sendiri mbak?
    Penjaganya gmn? stand bay jg atau dirimu ditinggal? Hihihi aku dah bayangin horor2 kalau sendirian =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya aku jug sempet bertanya-tanya dalam hati ini mesti ada izin atau gak ya kalo jualan gini.. Aku sendiri mbaaa.. Penjaganya suka gak stand by, jadi buka tutup pintu sendiri.. Hihi.. Jarang juga ketemu guest lainnya di motel itu.. Wes, Bismillah, alhamdulillah gak ada apa-apa.. :)

      Delete
  17. Konsep muralnya gemes pisan bikin betah mandangin tembok-tembok disana. Asik kalau jalan sendiri ekh ketemu yang klop yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu uh muralnya aku suka banget.. Jadi nilai tambah wisatanya ya mamih..

      Delete
  18. Belum pernah sih ke Melaka, keren ya tempatnya apalagi bisa ketemu blogger keren spt Mas Deddy Huang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya gak nyangka bisa ketemu di sana.. :D

      Delete
  19. Baca ini rasanya seruu banget ya...bisa buat referensi kalau pengen traveling ke sana^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip mba, semoga bisa segera ke sana juga ya mbaa..

      Delete
  20. Seru banget ya perjalanannya. Ketemu Dedy Huang segala, hohoho, saya pembaca catpernya di blog beliau soalnya. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toosss, aku juga suka baca blognya Koh Deddy.. :D

      Delete
  21. Asyik jalan-jalannya unik

    ReplyDelete
  22. Mural memang punya daya tarik mengesakan. Apalagi kalau konsepnya 3D.

    Kota Melaka ini kota kecil ya, Mbak? Bersih, dan tampak banget umurnya tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba kotanya kecil dan pusat wisatanya di situ-situ aja.. Banyak bangunan tua yg punya nilai sejarah tinggi.. Aku suka banget.. :)

      Delete
  23. Hai Bubu salam kenal, keren banget ya disana bersih btw saya juga pengen kesana deh, Melaka.. Bersama keluarga 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Sandra, terima kasih sudah berkunjung.. :) Aku pun jadi pingin ke Melaka lagi sama keluarga mba.. :D

      Delete
  24. Cerita ketemu dengan penjual postcard menarik sekali mba.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess, aku baru kali ini ketemu turis yang jual postcard..

      Delete
  25. Street art nya keren dan bangunan2 Tionghoa juga menarik dilihat ...

    Seandainya kampung2 di Indonesia dikreasikan street art seperti itu pasti akan jadi lebih menarik minat kunjungan traveller

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak sekarang ngetren banget ya street art sama mural buat menarik kunjungan wisatawan..

      Delete
  26. Cerita perjalanannya seru banget dan tempat-tempat yang perlu dikunjungi di Melaka dituliskan dengan detail. Semoga suatu hari nanti saya bisa ke sini juga. Terima kasih sudah menuliskannya ya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiinnn, semoga bisa segera ke sana ya Mba Monica.. :)

      Delete
  27. LIhat postingan di Melaka buat saya jadi kangen ke Melaka lagi. Aih tulisanku di sana belum semuanya nih, mba. Menyenangkan ya bisa jalan-jalan :)

    ReplyDelete
  28. mantap betul suasana di malaka ini, bolehlah jadi rekomendasi untuk jalan-jalan nich

    ReplyDelete
  29. Memanfaatkan liburan asik. Wah kalau saya pastinya suka ke KL. Suka gambar monyet yg di gang

    ReplyDelete
  30. Belum pernah kesana, mudah mudahan liburan nanti bisa perngi kesana :)

    ReplyDelete
  31. Aaah, asyik banget yaaa! :D
    Saya jadi pengen ke Melaka juga. Mudah-mudahan bisa secepatnya :)

    ReplyDelete
  32. Beneran ini mah harus masukin Malaysia ke wish list jalan-jalan. By the way Babang Igor mau jalan lagi ke Indonesia, ga? *kayak kenal aja*

    ReplyDelete
  33. Belum pernah ke Melaka! Hahaha.. Thx mba buat info2 perjalanannya, jadi kebayang Melaka itu kayak gimana tempatnya

    ReplyDelete
  34. Salam kenal dari saya yang belum pernah ke Melaka. Jadi pengen ke sana setelah baca blog post inihhh ^_^

    ReplyDelete
  35. Kalau menginap di Jonker, di ujung Jonker arah ke sungai, ada rice ball yang terkenal, dekat Hard Rock Cafe. Kalau mau makan, antrinya bisa lama kalau kesiangan.
    Malaka, tidak lengkap kesana kalau tidak makan di Sup Lembu Tangkak

    ReplyDelete