SOCIAL MEDIA

Tuesday, February 12, 2019

Grand Inna Samudra Beach Hotel Palabuhanratu Sukabumi, Hotel Tua Tepi Pantai yang Erat dengan Legenda Nyi Roro Kidul


hotel grand inna samudra beach palabuhanratu sukabumi

Suara deburan ombak terdengar nyata di telinga. Padahal saat itu Bubu Dita sedang berada di lantai tujuh Grand Inna Samudra Beach Hotel, Palabuhanratu, Sukabumi. Rasanya begitu dekat dan akrab dengan laut, apalagi suasana kamar pun sangat tenang karena Yaya Indro, Boo, dan Mika sudah tertidur pulas.


Sebelum memutuskan untuk menginap di hotel tersebut, Bubu Dita bersuka cita mencari akomodasi terbaik di Palabuhanratu, Sukabumi dengan berbagai pertimbangan. Enggak sulit untuk menemukan penginapan di Palabuahratu. Sebagai tempat wisata, kawasan ini memang memiliki banyak penginapan dari berbagai kelas.

Akhirnya, setelah menimbang, mengukur, menghitung, dan atas izin dari Yaya Indro, kami sekeluarga pun memilih Grand Inna Samudera Beach sebagai tempat menginap semalam.

Alasan Memilih Akomodasi di Grand Inna Samudra Beach


Hotel Grand Inna Samudera Beach termasuk hotel tua. Tahun ini usianya sudah mencapai 54 tahun! Sebenarnya, jika diminta memilih, tentu saja, saya lebih suka hotel baru. Kesannya lebih clean dan punya banyak spot bagus untuk inspirasi desain interior. Hotel baru dengan desain kece bagi saya rasanya menyenangkan mata!

Tapi enggak selamanya menginap di hotel tua itu punya kesan enggak enak, lho. Saya dan keluarga pernah juga menginap di Hotel Dana di kota Solo. Hotel itu pernah disinggahi Presiden Soekarno. Dan pengalaman kami menginap di hotel tersebut menyenangkan, sama dengan apa yang kami alami di Grand Inna Samudra Beach. Banyak hal seru yang kami lakukan dan sangat berkesan saat menginap di sana. 

Jadi, alasan apa yang membuat kami memilih Grand Inna Samudra Beach Hotel dibanding penginapan lainnya di kawasan Palabuhanratu?

1. Berada tepat di pinggir pantai, tapi bangunannya tinggi!


private beach di hotel grand inna samudra beach palabuhanratu sukabumi

Namanya juga daerah wisata pantai, ya, jadi saya memang pinginnya menginap di hotel yang super dekat dengan pantai. Jika perlu punya private beach, jadi enggak perlu makan waktu lama bisa langsung main ke pantai di belakang penginapan. Selain itu hotel di pinggir pantai juga pastilah, ya, punya view yang oke. 

Nah, alasan pertama ini dimiliki oleh Grand Inna Samudra Beach. Pantai di belakang hotel yang luas tampak sepi dan enak buat anak-anak main di pantai. 

kolam renang dan pantai di grand inna samudra beach hotel

Selain itu, karena bentuknya hotel bertingkat, rasa parno karena bencana tsunami di Banten beberapa bulan lalu pun bisa saya minimalisir dengan memilih hotel ini. Rasanya masih agak jeri jika memilih penginapan seperti guest house yang berada di pinggir pantai persis. Ini pertimbangan Bubu Dita dan Yaya Indro untuk meminimalkan juga risiko bencana walau hal itu hanya Maha Kuasa yang tahu.    

2. Ada kolam renang


kolam renang di grand inna samudra beach

Sudah lokasinya di pinggir pantai buat apa lagi, sih, perlu kolam renang, Bubu? Oh, tentu sajaaa penginapan yang Bubu pilih mesti ada kolam renang karena pasti Boo dna Mika minta berenang di kolam renang. Pool is a must, sih, sekarang kalau menginap sama anak-anak. Heuheu... 

Ada untungnya juga kami menginap di hotel berkolam renang karena ombak pantai di Palabuhanratu, kan, lagi besar. Ngeri pun kalau anak-anak main air di pantainya. Di pantai jadinya hanya main-main pasir sama main ayunan aja. Lebih baik berenang di pool sama Yaya Indro aja, ya, kan. :D

Pas lagi santai di pinggir kolam renang sambil liatin Boo dan Mika main air, Bubu Dita juga melihat beberapa turis asing yang surfing di laut. Waw, keren jugaaa...

3. Kamar modern, punya teras dengan view samuderaaaa


view dari kamar
Ini view dari kamar pas pagi hari!
Ini, sih, yang paling bikin bahagia saat menginap di Grand Inna Samudra Bech Hotel. Saran Bubu, jika menginap di sini, pilihlah kamar deluxe yang berada di lantai tujuh, seperti kamar yang kami tempati. Bisa juga pilih kamar yang di lantai teratas, lantai delapan.

Di kamar deluxe ini, begitu tirai jendela dibuka, pemandangan samudera lepas terpampang nyata di hadapan. Terdapat teras juga dengan dua kursi untuk tamu yang ingin santai memandang lautan, pantai, dan kolam renang sambil ngeteh. Ya, hal itu yang Bubu lakukan di pagi hari, saat Boo dan Mika masih pulas tidur. Me time yang warbyasaaa.... :D

Sebelumnya udah Bubu Dita ceritakan di awal, kan, kalau hotel ini sudah berusia lanjut. Nah, meskipun demikian, kamar yang kami tempat enggak menggambarkan hal tersebut. Nuansa kamar terasa modern dengan desain minimalis, furnitur kayu terang, kamar mandi bermarmer cokelat muda terang, dan juga ada sofa toska di sudut ruangan. Sofa one seater toska di kamar ini jadi favorit Bubu banget!

kamar di grand inna samudra beach
Bubu Dita naksir sofanyaaa... :D
Gimana dengan kamar mandinya? Alhamdulillah bersih. Toiletteries-nya lengkap dan ada hair dryer juga (penting buat Bubu yang pakai hijab). Sabunnya pun enak, deh, wangi sereh gitu. 

4. Dekat rumah saudara dan tempat wisata

Salah satu pertimbangan memilih hotel ini juga karena lokasinya yang enggak terlalu jauh dari pusat kota Palabuhnratu, di mana saudara kami tinggal. Selain itu, hotel ini pun dekat degan beberapa tempat wisata andalan di sana, yaitu Pantai Karang Hawu dan Pantai Citepus. Di dalam kawasan hotel pun ternyata terdapat tumpukan batu tinggi yang merupakan Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu, lho.  


5. Harga Bersaing

Sebelum memutuskan untuk menginap di mana, Bubu Dita sampai membuat list beberapa penginapan yang saya inginkan, fasilitasnya apa saja, dan berapa harganya. List tersebut lalu Bubu berikan ke Yaya, dan di tangan Yayalah keputusan buat menginap di mana ditentukan. Kerjasama kami cihuy, enggak, nih? :D

Dari daftar yang saya kasih itu, sebenarnya Grand Inna Samudra Beach ini punya rate kamar per malam yang paling mahal diantara yang lainnya. Tapi karena pertimbangan jarak, fasiitas, dan beberapa hal di atas, akhirnya memang menginap di hotel ini jadi pilihan paling tepat untuk keluarga kami. Apalagi kami juga mengajak Eyang-eyangnya Boo dan Mika, kan. Inginnya menginap di tempat yang nyaman juga untuk mereka. :)

Semalam kamar deluxe yang kami tempati dikenakan rate Rp750 ribu/malam. Yaya Indro mem-booking-nya langsung ke pihak hotel. Mengapa? Karena harga di OTA  saat itu lebih mahal 100 ribu. Lumayan, kan. Apalagi jika memesan dua kamar. 

Hotel Grand Inna Samudra Beach memang memiliki beberapa keunggulan sehingga kami menginap di hotel tersebut. Tapi tentu hotel ini tidak punya cacat. Nobody’s perfect. Begitu pula dengan hotel. Enggak ada hotel yang sempurna.

Kerap Dikaitkan dengan Legenda Nyo Roro Kidul, Enggak Takut?


Bubu Dita sudah tahu sejak lama mengenai kamar Nyi Roro Kidul yang ada di hotel Grand Inna Samudra Beach ini. Ya, Bubu Dita sampai hapal kamar nomornya. Inga-inga, ya, kamar 308 itu kamar di hotel ini yang melegenda, diperuntukan bagi Nyi Roro Kidul. 

Kawasan Palabuhanratu memang enggak bisa lepas dari legenda Nyi Roro Kidul, yang dianggap sebagai penguasa Laut Selatan. Di dalam kamar dengan nuansa hijau tersebut terdapat lukisan Nyi Roro Kidul, dupa, hingga barang-barang yang dianggap milik Ratu Laut Selatan tersebut.

Manteman Rumika bisa juga uji nyali degan menginap di kamar tersebut. Coba saja hubungi pihak hotel dan menanyakan ketersediannya. Jika dan hanya jika punya nyali, ya! :D Sebelum ke Sukabumi, saya sudah berencana mau ke lantai tiga dan foto di depan kamar Nyi Roro Kidul. Tapiiiii, begitu perjalanan pulang, hal tersebut lupa banget saya lakukan... Hahaha... Weslah Bubu, jangan macem-macem! :D

Dari hasil browsing, saya pun baru tahu jika kamar Nyi Roro Kidul bukan hanya ada di Grand Inna Samudra Beach ini saja, lho. Masih ada kamar khusus Nyi Roro Kidul lainnya di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta serta Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur.  Ada yang punya pengalaman menginap di kedua hotel tersebut?  


Dengan predikatnya sebagai hotel tua dan punya kamar untuk Nyi Roro Kidul, apakah hotel ini seram dan mistis? Sepanjang Bubu Dita menginap semalam di sini, sih, enggak merasakan hal yang aneh-aneh. Aman-aman aja, alhamdulillah. 

Saya hanya mendengar cerita dari Eyang Ti yang kamarnya bersebelahan dengan kamar kami kalau saat malam Eyang Ti mendengar suara ketukan pintu. Hanya satu kali saja. Nah, sedangkan driver yang mengantar kami ke Sukabumi dan menginap di kamar yang berada di lantai paling bawah, sempat mendengar suara ketukan tiga kali. Entah, deh, siapa yang mengetuk... :D Padahal Bubu Dita pun kebangun di malam hari seperti biasanya, tapi enggak merasakan hal aneh. Hehe... 


Namun memang di lantai paling bawah yang selantai dengan restoran itu, saya melihat ada toilet untuk pria dan wanita yang suasananya rada bikin merinding, sih. Lampunya temaram dan rasanya enggak enak berlama-lama di dalamnya. Boo sempat BAK di sini dan saya suruh cepat-cepat. Hehe... Hanya itu aja, sih, yang Bubu rasakan saat menginap di hotel ini. Mungkin karena saya juga enggak terlalu peka juga sama hal-hal semacam itu. :D

Breakfast Mengecewakan, Tapi... 

Dibalik banyak hal yang menyenangkan di hotel ini (dan hal yang bikin penasaran :D), ada satu hal yang membuat saya kecewa. Saya jarang mengeluh soal makanan, karena saya ini pemakan segala dan orangnya nrimo. Makanan itu buat saya, “enak dan enak banget.” Tapi begitu mendapati hotel sekelas bintang 4 seperti Grand Inna Samudra Beach menyajikan breakfast yang biasa-biasa aja, Bubu Dita, tuh, sedih!

restoran di grand inna samudra beach

menu breakfast di grand inna samudra beach hotel
Hampir semuanya karbo. :D
Menu yang ditawarkan berupa nasi goreng, nasi putih, ikan goreng tepung, bihun goreng, kentang goreng, bubur ayam, buah. Udah kayaknya segitu aja. Huhuhu... Bahkan saya enggak menemukan sosis! Rasanya pun biasa seperti kurang bumbu. Sayang banget. 

Jika kamar tampak modern dan menyenangkan, lain halnya dengan desain restorannya. Memang restoran bernama Angklung ini sangat luas, tapi kesannya kuno sekali dengan kursi-kursi makan yang dilapisi kain ungu! 

Dan yang lebih membuat kecewa, Boo dan Mika dikenakan biaya Rp60 ribu/anak untuk makan di situ. Huhuhu... Jadi sarapan memang hanya untuk dua orang tamu per kamar. Sebenarnya aturan ini sudah saya ketahui sebelum menginap, eh, tapi enggak nyangka mesti bayar semahal itu untuk Boo dan Mika yang masih kecil dan hanya makan semangkuk bubur aja. Benarlah kata Yaya, ada baiknya kami sarapan memang di luar meski harga menginap sudah termasuk biaya sarapan dan berenang. 

Bubu Dita berharap banget semoga masukan ini bisa menjadi pertimbangan bagi pihak Grand Inna Samudra Beach untuk meningkatkan kualitas restorannya, terutama menu breakfast untuk para tamu. Saya enggak memesan menu layanan kamar jadi enggak bisa menilai untuk layanan yang satu itu. 

Jika ditanya apakah akan menginap di sana lagi? Yes, of course-lah. Tapi makan paginya cari di luar aja sepertinya. :D

private beach di grand inna samudra beach hotel


Grand Inna Samudra Beach Hotel
Jl. Raya Cisolok-Palabuhanratu, Cikakak, Sukabumi
No. Telp (0266) 431200 


-Bubu Dita-


2 comments :

  1. Aku sering dengar hotel ini karena legendanya itu, mbak. Jadinya bawaannya takut aja gitu kalau mau main-main ke sana T.T
    Btw, hotelnya sudah bagus gitu sayang banget ya kalau sarapannya zonk. Mendingan jajan bubur ayam gerobak pinggir jalan ketahuan rasanya enak.

    ReplyDelete
  2. wah masih ada ya, jaman aku kuliah pernah lihat

    ReplyDelete