SOCIAL MEDIA

Friday, March 15, 2019

Tips Mengajak Anak ke Museum

tips mengajak anak ke museum

Langkah-langkah kaki mungil Boo dan Mika enggak terbendung. Rasa ingin tahu dan penasaran tampaknya mereka alami saat berlarian di dalam Museum Transportasi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.


“Wah, kapalnya gede.”
“Keretanya banyak, ya.”
“Ini tahun berapa, Bubu? Coba lihat!”

Itu hanya sekelumit ucapan mereka berdua saat di museum tersebut. Masih banyak celotehan lainnya saat mereka berada di museum. Ya, museum sudah bukan tempat yang asing lagi bagi Boo dan Mika. Sejak kecil, Bubu Dita dan Yaya Indro sudah beberapa kali mengajak mereka berkeliling ke berbagai museum yang ada di Jakarta dan jaraknya enggak terlalu jauh dari rumah, maupun saat berada di luar kota.

Bisa dibilang museum memang jadi tempat rekreasi favorit keluarga kami. Selain banyak yang bisa didapat dari museum, terutama dalam hal edukasi, untuk masuk ke dalam museum pun dikenakan biaya yang sangat terjangkau. Makanya jika lagi bingung mau jalan ke mana, langsung cek museum apa lagi yang belum pernah kami sambangi. :)

Sebenarnya anak umur berapa, sih, yang pas untuk diajak ke museum? Menurut Bubu Dita, dari masih bayi pun bisa, kok, diajak jalan-jalan keliling museum. Ya, pasti belum mengerti, tapi mereka sudah bisa melihat benda-benda di sekelilingnya dan itu bisa menambah perbendaharaan di memorinya.

museum gunung merapi yogyakarta
Mika masih bayi di Museum Gunung Merapi.


Paling pas memang mengajak anak yang sudah bersekolah dan membaca, sepantaran anak Sekolah Dasar. Mereka sudah lebih bisa diajak berkompromi untuk tertib, sudah lebih mengerti apa yang ada di dalam museum. Apalagi jika pelajaran di sekolah ada hubungannya dengan koleksi dan alat peraga di museum, kan. Pas sekali mengajaknya berwisata ke museum.

Namun, untuk anak-anak balita seperti Mika dan Boo (hampir 6 tahun) pun, museum jadi tempat menarik dan patut dikunjungi. Mika (3 tahun 9 bulan) sudah menerti konsep gunung berapi dan gunung meletus. Jadi ketika saya ajak ke Museum Gunung Merapi di Yogyakarta, dia sudah tahu saat melihat replika gunung mengeluarkan lahar dan wedhus gembel.

Konsep gunung meletus yang panas dan akibatnya pada lingkungan juga bisa dipahaminya saat melihat koleksi motor dan barang-barang lainnya yang terkena hawa panas gunung meletus. Seru, deh, pasti mengajak anak-anak ke museum!

Nah, Boo yang sekarang lagi suka banget belajar huruf dan baca juga jadi termotivasi begitu ada di museum. Ia berusaha untuk membaca apa yang ditulis di papan informasi koleksi museum. Lumayan banget, lho, buat anak-anak Manteman Rumika yang lagi belajar baca, museum juga bisa dijadikan tempat belajar yang asyik. :D

belajar membaca di museum
Boo sudah mulai tertarik melihat informasi mengenai koleksi museum. 


Mengajak anak-anak ke museum memang enggak sulit. Bisa langsung angkut, jalan, selesai. Hehehe... Tapi, sebenarnya sayang banget, sih, jika kunjungan ke museum hanya seperti itu dan jadinya kurang berkesan. Nah, makanya, nih, karena sudah beberapa kali mengajak anak-anak ke museum, Bubu Dita jadi punya tips-tips mengajak anak ke museum supaya jalan-jalan ke museum jadi lebih bermakna dan berkesan, baik untuk anak-anak maupun untuk kita sebagai orangtua.

Yuk, yuk, simak beberapa tips ala Bubu Dita dalam mengajak anak-anak ke museum. Oiya, karena Boo dan Mika usianya masih di bawah SD, jadi tips-tips mengajak anak ke museum di bawah ini yang berkaitan dengan usia mereka berdua, yaa...

Persiapan Sebelum ke Museum

Mau ke museum aja mesti ada persiapannya, ya, Bubu? Ya, iya, atulaaaah. Persiapannya, mah, gampang, kok... :D


  • Diskusi dengan anak lebih dulu


Jika di kota tempat tinggal Manteman Rumika terdapat banyak museum, kamu bisa mengajak anak-anak berdiskusi terlebih dahulu museum apa yang paling ingin mereka kunjungi.

Anak seusia Boo sudah bisa menentukan hal tersebut. Ia bisa memilih museum yang mau dilihatnya, biasanya, sih, yang berhubungan degan hal yang disukainya. Sebagai orang tua, kita juga bisa memberi pertimbangan jika anak-anak masih ragu atau belum bisa membuat keputusan.

museum bank indonesia
Boo di Museum Bank Indonesia.


  • Cari tahu apa yang ada di museum tersebut 


Nah, ini hal penting buat dilakukan. Jangan sampai kita benar-benar “kosong” mengenai museum yang akan dikunjungi. Paling tidak sebelum ke museum yang dituju, Manteman Rumika bisa browsing dulu mengenai apa saja koleksinya, apa hal yang paling menarik yang ada di sana.

Kita bisa memberitahukan ke anak-anak sebelumnya sehingga mereka menjadi lebih antusias untuk berkunjung ke museum itu. Hal ini juga berhubungan dengan saat nantinya kita berada di dalam museum. Jika tanpa guide sekalipun, kita bisa menjelaskan ke anak-anak tentang koleksi museum.

Baca Juga: Serunya Menjelajah Museum Transportasi di TMII Jakarta

Selain itu, ada beberapa museum yang juga menyediakan kegiatan atau aktivitas interaktif bagi pengunjungnya. Sebut saja ada mini theater untuk menonton dukumenter atau aktivitas membuat sesuatu yang berhubungan dengan tema museum.

Bagi anak-anak tentu hal itu akan sangat menarik untuk dicoba, apalagi aktivitas yang sesuai dengan usia mereka. Cari tahu juga apakah ada biaya tambahan untuk mengikuti kegiatan tersebut sehingga kita enggak kelabakan karena enggak bawa budget tambahan.


Saat Berada di Museum

Kehebohan bisa terjadi saat berada di dalam museum! Anak-anak bisa hilang kendali dan berlari ke sana –sini saking antusiasnya. Bagaimana cara mengatasinya? Apa saja, ya, yang harus diperhatikan saat kita berada di dalam museum bersama anak-anak?


  • Biarkan, tetap ingatkan!


Hahaha... Iyaa, Bubu Dita suka membiarkan anak-anak yang enggak bisa diam di satu tempat saja saat di museum (apalagi Mika!). Pastilah mobilitas mereka tinggi banget, terutama jika berada di tempat yang luas dan besar. Meski demikian, saya tetap berusaha mengingatkan Boo dan Mika supaya tertib, jangan terlalu cepat berlari, jangan sampai mengganggu orang lain yang ada di museum.

Iya, mengingatkan anak itu harus dan perlu tapi jangan sampai juga melarang mereka untuk bereksplorasi. Jika dirasa gerakannya makin menjadi, biasanya, mah, Yaya Indro langsung turun tangan dan menggendong Mika... :D

museum keprajuritan tmii jakarta
Nah, kakak Boo lagi belajar baca, adik Mika muter-muter kesenengan ada di tempat luas. :D
Kalau ke museum, Bubu Dita selalu sama Yaya Indro supaya bisa saling mengawasi anak-anak. :D



  • Temani, jelaskan!


Rasa ingin tahu anak-anak memang tinggi. Apa saja bisa ditanya dan sebisa mungkin kita bisa menjawabnya. Nah, makanya di atas sudah Bubu Dita jelaskan betapa pentinya cari tahu soal museum yang dituju sebelumnya. Hehehe...

Meski anak-anak enggak bisa diam, mereka pada suatu titik bisa terpesona dengan koleksi museum. Nah, saat itulah Manteman Rumika bisa menjelaskan ke anak-anak tentang koleksi tersebut. Atau gandeng juga anak-anak untuk melihat suatu koleksi yang keren dan mereka belum melihatnya. Lalu jelaskanlah.

Baca Juga: Museum Zoologi Bogor

Perlu enggak, sih, guide museum jika mengajak anak-anak? Bisa ya, bisa enggak. Tergantung kebutuhan. Selama ini, saya jarang menyewa jasa guide museum saat bersama Boo dan Mika ke museum. Ya, gimana, “kehebohan” mereka sungguh warbyasa. Jika memakai jasa pemandu, saya enggak bisa memastikan anak-anak untuk mengikuti arahan pemandu tersebut.

museum halim perdanakusuma jakarta
Boo melihat salah satu koleksi di Museum Halim Perdanakusuma. 

Tapi kami juga punya pengalaman saat ke Museum Bank Indonesia dan Museum Halim Perdanakusuma, ada guide yang memberi penjelasan, Boo dan Mika cukup bisa mengikutinya. Aktivitas ke dua museum tersebut memang bukan acara pribadi, melainkan bersama komunitas sehingga yang ikut pun ada banyak orang. Sepertinya jika dengan rombongan, Boo dan Mika bisa lebih gampang untuk diatur, deh.

Tiap anak beda-beda, sih. Jadi kenali dulu tipe anak Manteman Rumika seperti apa sehingga bisa men-treatment mereka dengan tepat saat berkunjung ke museum.

Baca Juga: Pengalaman Naik Pesawat TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma


Setelah dari Museum

Berkunjung ke museum telah usai, tapi Manteman bisa terus mengasah memori si kecil mengenai museum yang dikunjunginya itu. Setelah dari museum, kita bisa meminta mereka untuk bercerita mengenai apa saja yang mereka lihat di museum, koleksi apa yang paling menarik perhatian bagi mereka, aktivitas apa yang mereka sukai di sana, dan apakah mereka ingin berkunjung lagi ke sana.

Jika anak sudah bisa menulis, ajak juga untuk membuat cerita pengalaman jalan-jalan ke museum. Cetak beberapa foto yang sempat terjepret kamera atau handphone, lalu tempel di dekat tulisan mereka. Jadilah, jurnal perjalanan ke museum!

Nanti, hal itu pun ingin Bubu Dita lakukan ke anak-anak nantinya. Seru banget, kan, jika membuat jurnal jalan-jalan museum. Simpan karcis masuknya, cetak fotonya, lalu tulis pengalaman yang berkesan saat ke sana. Wah, pasti jadi kenang-kenangan yang berharga, deh, jika nanti anak-anak sudah besar. :D

Bagaimana, sudah siap mengajak anak-anak ke museum? Kira-kira mau ke museum apa, nih?



-Bubu Dita-



45 comments :

  1. Tipsnya bagus2 banget mbak! Pas lihat fotonya, ternyata Boo & Mika udah sering diajak ke museum macam2 ya mbak hehe...

    Btw klo di Jakarta museumnya lumayan gede kah?

    Di Jogja banyak museum, tapi kebanyakan space-nya kecil2. Cuma beberapa yang gede. Jadi rada kepikiran juga sama anak2 klo tempatnya kecil tapi mereka malah lari2

    ReplyDelete
  2. Membaca postingan ini serasa diingatkan, kapan terakhir saya mengajak anak-anak ke museum? #berasaketampol hihihi
    Terima kasih tipsnya ^_^

    ReplyDelete
  3. Tipsnya oke banget mbak, aku pernah ke museum sama anak-anak, tapi gak diskusi, dadakan gitu, eh pada ketakutan pas liat patung manekinnya wkwk, katanya kaya hidup, terus kapok deh.. inget banget itu di Museum BI

    ReplyDelete
  4. Museum selalu jadi tempat menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Pengin juga ajak saudara atau keponakan main ke museum.

    ReplyDelete
  5. Diskusi itu penting ya , kita aja yang dewasa bisa bete kalau tempat nggak cocok apalagi anak anak kan. Tapi wisata edukasi salah satunya memang membawa anak ke museum.

    ReplyDelete
  6. Museum akan terrekam di ingatan anak dalam jangka panjang ya mba, edukasi yang efektif dan memang kudu diakalin agar anak nggak bosan. Sip sharenya

    ReplyDelete
  7. Siap Bubuuu, Museum Transportasi ini salah satu yang belum Alfath datangi, nyicil satu-satu setiap kali ke TMII.

    Short vacay yang edukatif, murah meriah, dan memorable ya. Diawali dengan Orangtuanya yang menyukai Museum, lalu coba "tularkan" ke buah hati, hihi. Makasih Bubu tips-nya bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. Klo aku malah kebalikannya nih Bubu. Anak2ku antusias bgt klo dengar kata museum dan semangat bgt klo diajak ke museum2 tp aku enggak. Kurang menantang gitu museum mah wkwkwk. Tau sih klo museum menyimpan bnyk cerita,kisah dan ilmu tp tetep aja aku mah sukaknya traveling ke tempat sejuk wkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. berarti kifah udh bisa diajak diskusi dulu nih kalo mau ke museum, beda sama adek2nya yang masih unyil mah ikut2 aja kali ya dulu, hehehe

    ReplyDelete
  10. Kalau ingat mengajak anak ke Museum, aku mau ketawa. Anakku malah pernah bikin mainan ulek ulekan pakai tanah dan daun, patung yang ada di Museum hahahahaa... aku kaget banget loh. Makanya, sekarang kalau mau ajak main ke Museum, kudu diterangin dulu.... amponnn dah...

    ReplyDelete
  11. Makasih tips mengajak anak ke Museum ya Bubu. Anakku juga udah pernah kuajak ke museum saat masih bayi, rencana kuajak lagi kalau dia udah paham/ agak gedean dikit. Seru ya jalan-jalan sambil belajar. Gak hanya anak yang belajar tapi ortunya juga

    ReplyDelete
  12. Aku tuh pernah ke Museum Gunung Merapi di Jogya..eh pas tutup soalnya Hari Senin ... syedih cuma bisa foto2 dari luar hahaha �� Aku juga suka ajak anak2 ke museum sejak mereka berusia batita. Meskipun belum mengerti, tapi paling ga kan kita sebagai orangtua sudah mengenalkan sejarah sedikit demi sedikit ya. Biar jadi penasaran. Apalagi pas TK dan SD, pertanyaannya buanyaaakk hihi... ��

    ReplyDelete
  13. Anak-anakku cuma pernah ke museum tranaportasi dan yang ada di kebun raya bogor itu. Melihat benda-benda mati, kurang menarik buat mereka. Sukanya ke wahana permainan hehe

    ReplyDelete
  14. Bubu, aku tuh senang ajak anak ke museum. Kalo suamiku ga terlalu suka ke museum. Hihii. Biasanya anak anak antusias buat diajak ke museum :)

    ReplyDelete
  15. Aku suka ke museum banget mbak, bawa anak blom pernh krn anak agak petakilan takut ada barang yang pecah bisa bahayaaa.

    ReplyDelete
  16. Waaah seru banget ya mbak, dan anak2 pasti jg pada senang banget diajak ke museum. Selain buat jalan2 juga bisa buat nambah pengetahuan ke anak2

    ReplyDelete
  17. Senang banget jalan-jalan edukatif gini, Mika dan Boo jadi makin pinter deh. Jadi terinspirasi, soalnya belum pernah ke museum bareng anak, biasanya mereka jalannya dari sekolah..duh, ketahuan ortu males ya aku..

    ReplyDelete
  18. Musium sekarang jarang menjadi tempat edukasi anak anakku nih mba huhu.. mall udah jadi langganan tetap anak anak saat ini.. tips ini berguna banget buat aku mbak.. bismillah ya semoga anak anak jadi suka ke musium

    ReplyDelete
  19. aku masih nyerah udah beberapa kali tantrtum terus wakakaka jadi bikin males keluar rumah bubu huhuhu

    ReplyDelete
  20. Seruuu banget Boo dan Mika, ajak2 dong kalau ke Museum lagi. Aku tuh pengen banget deh mba ngajak anak2 keliling museum gini tapi ya apa daya, ga ada yg bisa nemenin, huhu

    ReplyDelete
  21. mengajak anak memang gampang gampang susah apalagi klo ketempat yang dia tidak suka. saya pun sama ketika mengajak awalnya diinfo apa aja yang bikin dia menarik

    ReplyDelete
  22. Anak-anakku juga senang diajak kem museum dan mereka bawel banget setiap diajak ke museum tanya ini itu hahaha, lalu kalau ke museum yang sejarahnya agak seram mereka pasti megang tangan ibu dan ayah kuat-kuat

    ReplyDelete
  23. Anak2 udah aku ajak berkunjung ke museum sejak usia mereka batita loh. Meskipun mungkin belum paham tentang museum, paling ga, ikut jalan2, liat2 pemandangan isi museum, benda2 bersejarah dan ada cerita kepahlawanan yang masuk ke telinga hehehe. Abis itu kulineran deh.

    ReplyDelete
  24. Aku dulu waktu kecil juga sering diajak Bapak ke Museum jadi sampe sekarang suka traveling ke Museum dan ajak ponakan maen kesana. Seru yaaa

    ReplyDelete
  25. harus sabar banget ya kalo ajak anak ke museum secara mereka cepat bosan karena lihat sesuatu yang cuma jadi pajangan doang, nggak boelh disenggol

    ReplyDelete
  26. Wah bisa jadi alternatif jalan-jalan yang penuh edukasi ya ke museum, apalagi banyak jenisnya museum di Indonesia. Makasih ya bubu dita tipsnya ;0

    ReplyDelete
  27. Bagus tipsnya. Memang harus sejak dini diajak ke museum .biar terpicu pemikiran & imajinasi anak. Sebelum terkontaminasi gadget

    ReplyDelete
  28. Anak2 ku seneng nya wisata alam, ga betah di ajak ke museum gini, hhuhu

    ReplyDelete
  29. Mengajak anak-anak sejak dini ke museum, juga memancing rasa ingin tahunya terhadap sejarah ya Mbak. Ia pun akan terpaksa membaca seluruh informasi yang ditulis saat rasa ingin tahunya bangkit. Ketimbang ke mall, aku lebih senang kalau mengajak anak jalan-jalan ke museum

    ReplyDelete
  30. Asik banget Boo & Mika main-main ke museum.
    Kenalan sama museum dari kecil bikin wawasan tambah banyak.

    ReplyDelete
  31. Dulu saya gak pernah kepikiran mau ajak anak-anak ke museum. Malah kalau bisa dihindari. Abisnya dulu kesan museum itu kumuh dan ada yang horror juga. Makanya anak-anak saya waktu kecil jarang ke museum hehehe. Sekarang mah asik ay banyak museum yang cakep dan nyaman untuk dikunjungi

    ReplyDelete
  32. Museum memang salah satu tempat yg bagus utk belajar anak ya mba..apalagi kalau suasananya nyaman ..

    ReplyDelete
  33. Thanks kak Tipsnya , pas banget nih aku ada rencana ajakin anak-anak ke Museum

    ReplyDelete
  34. Kalo punya anak nanti pasti akan diajak jalan ke museum atau main permainan jaman dulu, alam dan lainnya. Biar ga stuck sama gadget ya :D

    ReplyDelete
  35. Suka sama bagian terakhir. Untuk merangsang memori anak, memang perlu meminta mereka untuk bercerita. Kalau sudah terbiasa bercerita, siapa tahu nanti besarnya bisa pandai berorasi seperti Bung Karno

    ReplyDelete
  36. Karena belum menikah, artikel ini jadi rekomendasi dulu kelak jika sudah ada di posisi yang sama. Hehhe

    ReplyDelete
  37. Iya bener nih tips nya terutama yg prolog dulu. Biar nanti anak tdk kecewa krn sebenarnya museum bukan tpt wisata semenarik wisata keluarga lainnya..

    ReplyDelete
  38. Saya beberapa kali mengajak anak-anak ke museum..Alhamdulillah mereka enjoy banget dan emmang perlu dibriefing dulu sebelum berangkat/sebelum masuk...biar merekanya juga lebih siap.

    ReplyDelete
  39. Anakku paling demen diajak ke museum, karena dekat rumah yang paling dekat adalah Taman Mini jadi semua museum disana sudah khatam kita jelajahi. Apalagi mengajak anak-anak main ke museum juga baik bagi mereka mengetahui sejarah.

    ReplyDelete
  40. Penting banget nih buat ayah bunda jika akan mengajak si kecil berkunjung kemana pun diajaknya diskusi terlwbih dahulu. Ini salah satu trik juga supaya si kecil tidak kaget dan moody ya Mom.

    ReplyDelete
  41. Tipsnya kece. Eh tp ini berlaku buat ponakan juga kan ya mba? Secara belum punya anak, apalagi punya bapanya. Wkwkwk *lha kok curcol

    ReplyDelete
  42. Yuk kapan2 playdate ke museum :D
    Maxy dan Dema baru sekali ke museum, tapiiii Dema lari2 mulu zzzz.... melelahkan, kalau Maxy dah nanya2 ini apa itu apa...
    Tengkyu tipsnyaaa

    ReplyDelete
  43. Keren, bisa membangkitkan minat anak berkunjung ke museum. Wisata murmer tapi kaya nuansa edukasi. Ke Jogja mb...banyak museum2 di sini...😉

    ReplyDelete
  44. Hai mbak...aku juga suka ngajak anak-anak ke museum. Selain berwisata juga ada edukasi didalamnya. Di jakarta banyak museum yg bisa dikunjungi..so far baru beberapa yg sudah saya dan anak-anak kunjungi. Semoga next bisa berkunjung ke museum lainnya lagi.

    ReplyDelete
  45. Ngajak anak ke museum buagus banget. Sambil jalan, orangtua bisa cerita banyak ke anak sambil berkisah masa lalu atau mrnjelaskan sesuatu. Mungkin ketika usia mereka masih kecil seperti gak bermanfaat. Tapi bagus untuk ingatan mereka

    ReplyDelete